Daftar Haji Tahun Ini (2017), Bersiaplah Diberangkatkan Tahun 2030

GARUT,(GE).- Daftar tunggu keberangkatan haji di Kabupaten Garut, tampaknya semakin panjang jika kuota haji yang ditetapkan pemerintah pusat untuk Kabupaten Garut tidak ditambah. Pasalnya, hingga awal tahun 2017 ini, sudah ada 19 ribu orang warga Garut yang sudah masuk daftar tunggu.

“Kalau daftar tahun ini, bisa berangkatnya kemungkinan tahun 2030 nanti, itu jika tidak ada penambahan kuota,” jelas Irwan Nurjaman Kepala Seksi Haji Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Garut.

Irwan menuturkan, sampai saat ini Kemenag Garut masih belum menerima penetapan kuota haji untuk Kabupaten Garut dari pemerintah provinsi. Karena, biasanya penetapan kuota haji akan ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur.

“Saya belum bisa memastikan berapa kuota haji Garut, karena untuk tahun ini SK-nya belum ditetapkan,” jelasnya, saat ditemui di Hotel Sumber Alam, Cipanas disela kegiatan Rapat Kerja Wilayah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia Jawa Barat. Rabu (18/1/2017).

Menurut Irwan, tahun 2016 lalu, kuota haji untuk Kabupaten Garut mencapai 1444 orang jemaah haji. Jumlah ini, sudah dikurangi oleh pengurangan kuota haji secara nasional sebesar 20 persen. Sementara, jika dalam kondisi normal tanpa ada pengurangan kuota haji dari pemerintah Arab Saudi, jumlah kuota haji Garut biasanya bisa mencapai lebih dari 1800 orang.

Irwan mengakui, sempat mendengar kuota haji untuk Indonesia akan dinormalkan hingga lebih dari 200 ribu, bahkan ditambah 10 ribu. Namun, dirinya belum bisa memastikan hal tersebut bisa menambah kuota haji untuk Garut karena memang belum ada SK-nya.

Di tempat yang sama, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengakui, sampai saat ini memang belum ada penetapan kuota haji untuk Jawa Barat. Saat ini, kuota haji untuk Jawa Barat setelah dikurangi penetapan kuota nasional oleh pemerintah Arab Saudi adalah sebanyak 28 ribu untuk seluruh Jawa Barat.

Biasanya, dalam kondisi normal sebelum pengurangan kuota haji untuk Jawa Barat bisa mencapai 33 ribu lebih. Dedi berharap, ada penambahan kuota untuk Jawa Barat secara proporsional disesuaikan dengan jumlah penduduk dan antrian calon haji yang ada di Jawa Barat. (ary)***

Editor: Kang Cep.

Tiga Calhaj Garut Kloter Pertama Ditunda, Seorang Dibatalkan Pemberangkatannya Tahun Ini

TARKI,(GE).- Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Jawa Barat akhirnya menunda keberangkatan empat orang jemaah calon haji (Calhaj) asal Kabupaten Garut. Gagalnya keberangkatan jemaah Haji asal Garut ini disebabkan berbagai kasus. Bahkan, satu dari empat jemaah itu dipastikan gagal berangkat tahun ini (2016). Sedangkan tiga orang lagi ditunda, dan akan diberangkatkan pada kelompok penerbangan selanjutnya.

Kasie Haji dan Umroh pada Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Garut, Irwan Nurjaman menjelaskan, ke empat orang jemaah calon haji itu tergabung dalam kelompok terbang (kloter) pertama asal Garut yang dilepas Bupati Garut Rudy Gunawan, Senin 98/8/2016) lalu.

Irwan mengungkapkan, ke empat jemaah calon haji tersebut masing-masing Haerudin Barizi (52) asal Kecamatan Malangbong yang sedang sakit, Ulfa Siti Latifah (26) asal Kecamatan Samarang yang terdeteksi hamil dan jemaah kakak beradik asal Kec. Sukawening, yakni Yayah Engko (73) dan Abdul Manan Engko (69) yang didapati belum mendapat vaksinasi meningitis.

Ditambahkannya, ke 3 calon haji tersebut selain yang hamil masih dimungkinkan menunaikan ibadah haji tahun ini, namun keberangkatannya akan digabung bersama sejumlah kloter akhir. Sedangkan yang diketahui hamil pemberangkatannya dibatalkan dan dipastikan akan berangkat tahun depan.

“Mereka yang tiga orang untuk sementara dikembalikan lagi ke daerah asal hingga kesehatannya pulih dan kondisinya baik. Dan nanti bisa diberangkatkan susulannya di kloter akhir yang khusus diperuntukkan bagi mereka yang tertunda,” kata Irwan di ruang kerjanya, Rabu (10/08/2016).

Dijelaskannya, calon haji yang diketahui sedang hamil itu, sebelumnya sempat diperiksa dokter, namun, pada saat diperiksa memang sedang tidak mengandung. “Akan tetapi kemarin dia dicek lagi ternyata sedang hamil, usia kehamilannya pun baru enam minggu. Jadi bulan lalu waktu dicek tidak hamil, tetapi sekarang dia malah diketahui hamil. Sebagaimana aturan, yang sedang hamil itu tidak boleh berangkat” ujarnya.

Sementara itu, dua jemaah yang terdeteksi belum mendapatkan vaksin meningitis merupakan calon haji kakak beradik asal Kecamatan Sukawening. “Menurut pengakuannya sudah divaksin. Namun ketika di periksa lagi, ternyata belum. Mereka akhirnya disuntik, lalu dipulangkan ke daerah asal, karena masih harus menunggu sepuluh hari, untuk memastikan vaksin yang disuntikkan sudah bereaksi di tubuhnya,” bebernya.

Semerntara itu seorang calon haji lagi terserang penyakit “Herpes”, sehingga keberangkatannya ditunda hingga kembali sembuh. Irwan pun membantah kalau disebutkan jemaah calon haji asal Garut yang batal berangkat itu karena tak memiliki visa. (Jay) ***

Kloter Pertama dari Garut Sudah Diberangkatkan, Enam Orang Calhaj Masih Tunggu Visa

PEMKAB, (GE).- Ratusan jemaah Haji kloter pertama sudah diberangkatkan dari Garut. Namun dari ratusan orang calon haji (Calhaj) tersebut, ternyata ada enam orang yang belum mengantongi visa. Kantor Perwakilan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengakui visa ke enam orang jamaah calon haji asal Garut tersebut masih dalam proses pengurusan.

“Ya, visa hajinya masih diurus, kalau sudah selesai nanti akan langsung berangkat,” ungkap Kepala Kementerian Agama Kabupaten Garut, H. Usep Saepudin Muchtar, Selasa (9/8/2016).

Dijelaskannya, enam jamaah haji tersebut merupakan kloter pertama dari Garut yang sudah diberangkatkan dari Pendopo Garut, kemarin, Senin (8/8/2016).

Sementara jamaah yang belum memiliki visa haji itu, kata dia, akan diberangkatkan pada kloter haji berikutnya. “Nanti akan langsung berangkat di kloter selanjutnya,” tukasnya.

Dijelaskannya, dari 1.351 jamaah haji asal Garut hanya enam jamaah yang masih dalam proses pengurusan visanya. Pihaknya memastikan enam jamaah tersebut akan tetap berangkat menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.

“Kami menjamin ke-enam jamaah tersebut tetap akan berangkat,” tandasnya.

Dari catatan kantor Kementerian Agama Garut, rombongan jamaah haji asal Garut dijadwalkan akan dibagi ke dalam empat kloter. Kloter pertama sebanyak 444 orang, kloter 10 sebanyak 360 jamaah, kloter 47 sebanyak 444 jamaah, dan kloter 59 sebanyak 103 orang calon haji. (Tim GE)***