Kebakaran Kembali Melanda Garut, Sejumlah Hewan Piaraan Turut Terpanggang

GARUT, (GE).-  Kawasan padat penduduk kembali dilanda kebakaran. Bahkan amuk api kali ini terjadi di kawasan padat penduduk yang tak jauh dari kantor Dinas Kebakaran Kabupaten Garut,  tepatnya di Kampung Baru, Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong kidul, Garut, Sabtu (04/11/17).  Akibat kebakaran ini, sedikitnya riga unit rumah warga hangus dilalap api.

“Mulainya api kelihatan sekitar pukul dua (siang). Kemudian api membesar dan merembet ke bagian halaman rumah,” ungkap Nurdin (33), salah seorang warga sekitar.

Menurut Nurdin, api yang berasal dari bagian belakang rumah itu kemudian membakar seisi rumah hingga merembet dan membakar dua rumah warga lainnya.  “Apinya membesar dan merembet ke dua rumah yang di sebelah kanannya,” ungkapnya.

Sementara itu, kobaran api baru bisa djinakan setelah warga bahu membahu memadamkan api dengan peralatan seadanya. Api benar benar dipastikan padam setelah pemadam kebakaran mengerahkan armadanya.

Selain tiga unit rumah, akibat amukan api tersebut beberapa ekor hewan peliharaan milik warga seperti kucing dan burung  turut terpanggang mejadi korban amukan api. Beruntung penghuni rumah yang terbakar berhasil menyelamatkan diri. (Memphis)***

Editor: Kang Cep.

 

BREAKING NEWS: Lagi, Amuk Api Membakar Rumah Warga di Kawasan Garut Kota

GARUT,(GE).-  Kebakaran kembali terjadi di Garut, kali ini amuk api membakar hebat pemukiman penduduk, sekira pukul 17.00 WIB di kawasan Kampung Dayeuh Handap, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut kota, Kabupaten Garut, Sabtu (28/10/17).

Jul (42) salah seorang warga sekitar menyebutkan, kobaran api awalnya terlihat dari salah satu dapur rumah warga, kemudian menjalar ke beberapa rumah lainnya.

Sementara itu, petugas pemadam kebakaran dengan dibantu warga baru bisa menjinakan api setengah jam kemudian. Kobaran api dipastikaan padam sekira pukul 18.WIB, setalah emat unit armada pemadam dikerahkan.

Akibat kebakaran ini sedikitnya 4 unit rumah warga hangus terbakar. Dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun kerugian materiil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut, Satria Budi, menyebutkan, dugaan sementara dipicu dari ledakan tabung gas milik warga.

“ Ya, tercatat ada empat unit rumah warga yang hangus terbakar. Dugaan sementara penyebab kebakaran dari tabung gas warga. Untuk meanggulangi kebakaran ini kita (Dinas Pemadam Kebakaran/red.) mengerahkan empat unit armada pemadam termasuk water supply,” katanya.   (Andri)***

Editor: Kang Cep

BREAKING NEWS: Pasar Sementara Samarang Terbakar, Warga Sekitar Panik Berhamburan

Garut – Sejumlah warga langsung berhamburan saat api mulai membesar di pasar sementara Samarang, Senin (2/10/17). Warga khawatir api menjalar ke pemukiman mereka. Pasalnya lokasi pasar dekat dengan pemukiman warga.

“Api mulai menyala barusan saat maghrib. Apinya terus membesar karena materialnya mudah terbakar,” ujar salah seorang warga, Dedi Kusnadi, saat ditemui di lokasi kejadian.

Dedi melanjutkan, api sudah melalap beberapa kios. Kini warga sedang berusaha melokalisir api agar tidak merembet ke pemukiman. (Farhan SN)***

BREAKING NEWS: Gara-gara Warga Bakar Sampah, Kebun Bambu Milik H. Ujah Hangus Terbakar

GARUT, (GE).- Cuaca panas dalam sebulan terakhir menjadi salah satu pemicu terjadinya kebakaran di beberapa wilayah Kabupaten Garut. Yang terbaru, pada malam ini, sekira pukul 19. 30 WIB, amuk api melalap area perkebunan bambu di Kampung Cimaragas, Desa Ngamplangsari, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Selasa (19/9/17) malam.

Menurut Megi yang merupakan Ketua RW setempat, kebakaran yang menghanguskan perkebunan bambu milik H. Ujah ini bermula sekira pukul 18.00, warag sekitar ada yang membakar sampak di sekitar areakebun bambu. Diduga karena tiupan angin yang kecang serta pepohonan bambu yang kering, api tiba-tiba membesar dan mebakar kebun tebu tersebut.

“Ya, mulanya ada warga yang membakar sampak di sekitar kebun bambu, kemudian api membesar dan merembet ke perkebunan tebu, “ ungkapnya, Selasa (19/9/17).

Khawatir kebakaran merembet ke pemukiman penduduk, warga setampat langsung melaporkan kejadian kebakaran tersebut ke Dinas Pemadam Kebakaran Garut. Selang 30 menit, arnada Damkar tiba di lokasi kejadian dengan menerjunak 3 unit armada pemadam serta satu unit mobil water suply.

Hingga berita ini diturunkan, aparat, muspika bersama warga sekitar bahu membahu memadamkan kobaran api di sekitar kebun bambu milik H. Ujah.  Belum ada laporan korban jiwa akibat peristiwa kebakaran tersebut, hanya saja kerugian materiil ditaksir mencapai jutaan rupiah. (ER)***

 

Diduga Ulah Kelalaian Pendaki, Hutan Gunung Cikuray Terbakar

GARUT,(GE).- Tampaknya, musibah kebakaran tengah mengakrabi kawasan Garut. Kal ini sebagian areal hutan Gunung Cikuray yang menjadi korban amukan api. Kepulan asap terlihat membumbung tinggi di kawasan gunung Cikuray pertama kali terlihat sekira  pukul 12.30 WIB, Rabu, (13/9/17).

Menurut Wandira, salah seorang warga Desa Pamalayan, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut, kebakaran tersebut disinyalir akibat kelalaian pendaki gunung. Hal ini ditenggarai dari lokasi kebakaran yang terletak di jalur pendakian Gunung Cikuray melalui Cigedug dan Pamalayan.

“Kemungkinan itu kelalaian pendaki, soalnya itu kebakarannya dijalur pendakian tepatnya di pos 5 Paku Keresek,” katanya.

Sementara itu Kepala Desa Pamalayan, Sutisna mengatakan pihaknya sudah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kecamatan untuk melanjutkan laporan ke BPBD Garut.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan melaporkan kejadian tersebut,” tukasnya

Ditambahkannya,  beberapa warga juga sudah ada yang menuju lokasi untuk memadamkan api dengan peralatan seadanya.

“Warga juga sudah ada yang menuju lokasi kebakaran untuk melakukan pemadaman dengan alat seadanya.  Kami juga mengerahkan unsur pemerintahan desa untuk bersama-sama warga menuju lokasi kebakaran,” pungkasnya. (Agus muhram)***

Editor: Kang Cep.

BREAKING NEWS: Malam Ini, Kebakaran Melanda Kawasan Jalan Papandayan Garut Kota

GARUT,(GE).- Musibah kebakaran kembali melanda Garut, tepatnya di kawasan Maktal, Kecamatan Garut kota. Kebaran yang menimpa pemukiman warga ini mulai terjadi sekira pukul 21.30 WIB, Selsa (12/9/17) malam.

Hingga berita ini diturunkan, petugas pemadam kebakaran dibantu warga masih berjibaku menjinakan api yang masih berkobar di tengan kencangnya tiupan api. (ER)***

Akibat Kebakaran Pasar Leles, 171 Kios Plus 11 Unit Rumah Warga jadi Korban

GARUT,(GE).-  Pascakebakaran Pasar Leles Garut, Senin (11/9/17) kemarin, sedikitnya menghanguskan 171 kios dan los pedagang hangus terbakar. Meski tidak menelan korban jiwa, akibat amuk api ini kerugian materiil diraksir mencapai Rp 2 Miliar lebih.

Menurut catattan Komandan Koramil (Danramil) Leles, Kapten Danzaini, kebakaran pasar yang berlokasi di Kampung Pangkurisan, Rt 003/009, Desa Leles, Kecamatan Leles itu membakar 171 kios dan los milik pedagang, plus 11 unit rumah warga di sekitar pasar.

“ Selain kios dan los yang terbakar, ada juga rumah warga yang berada di sekitar pasar yang terkena dampak, jumlahnya ada 11 unit,” ungkapnya, Selasa (12/9/17)

Dijelaskannya, menurut keterangan sementara dari Kepala Bidang Pasar, kerugian materil mencapai Rp 2,654 miliar.

Sementara itu, Kasi Penyelamatan non Kebakaran pada Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut, Tubagus Agus Sofyan mengimbau kepada seluruh warga untuk senantiasa waspada di musim kemarau yang rentan terjadi kebakaran.

“ Harus lebih waspada, angan lupa mematikan tungku dan mencabut tabung gas saat meninggalkan rumah. Di musim kemarau seperti ini, percikan kecil saja bisa memicuk kebakaran yang besar,” tandasnya. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

 

BREAKING NEWS: Hari Ini Pasar Leles Terbakar, Jalur Garut-Bandung Tersendat

GARUT,(GE).- Sekira pukul 17.00 WIB, Pasar Leles Kabupaten Garut terbakar. Kebakaran disaat jam pulang kerja ini sempat membuat warga sekitar heboh. Menurut Herman (34) salah seorang petugas security di salah satu perusahaan yang tak jauh dari lokasi kebaran, kebakarn yang melanda Pasar Leles tersebut sempat membuat jalan raya leles tersendat.

“Ya, sekitar pukul 17 an, saat itu kan sedang ramai-ramainya jam pulang kerja. Jadi di lokasi agak sedikit heboh, banyak warga yang ingin melihat kebaran,” katanya, Senin (11/9/2017).

Aramada Pemadam Kebakaran Garut, tiba di lokasi kebakaran sekitar setengah jam setelah kabar Pasar Leles terbakar, Senin (11/9/2017)***

Menutur Herman, petugas Damkar tiba di lokasi skitar satu jam kemudian. Namun agak kesulitan memadamkan api, selain padatnya pemukiman, di kawasan tersbut juga jauuh dari sumber air.

“Ya, mobil Damkar satu jaman setelah kejadian datang, Mungkin karena jalannan yang macet. Dan di sini memang agak jauh dari sumber air,” ujarya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait sebab kebakaran. Namun, menurut sejumlah warga, kebakaran ini membuat hampir seluruh kios yang ada di Pasar Leles hangus dilalap amukan api . (ER)***

Dikira Pelaku Pembakaran Gunung Guntur, BKSDA Polisikan Beberapa Penambang Pasir

GARUT,(GE). – Baru baru ini pihak Badan Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah V Kabupaten Garut melaporkan empat orang penambang pasir Gunung Guuntur. Pihak BKSDA menduga ke empat orang warga ini diduga merupakan pelaku pembakaran hutan. Namun, belakangan laporan tersebut dicabut, kemudian laporannya diganti dengan aktifitas ilegal penggalian pasir di kawasan milik BKSDA.

Menurut Kapolsek Tarogong Kaler, IPTU Tito Bintoro,  pada Selasa (5/9/17) pagi, menerima laporan dan empat orang warga yang diduga merupakan pelaku pembakaran kawasan gunung Guntur dari BKSDA Garut.

“Namun setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ternyata keempat orang yang dibawa ke Mapolsek Tarogong Kaler itu mengaku penggali pasir.  Saat diamankan mereka tengah memperbaiki truk yang dibawanya dan karena kurang penerangan menyalakan api. Pihak BKSDA sendiri mengira mereka pelakunya, karena keempat orang itu terlihat dari atas oleh pihak BKSDA usai memadamkan api di lokasi kebakaran kawasan hingga akhirnya laporan tersebut dicabut,” ungkapnya.

Dijelaskannya, pihak BKSDA tetap melaporkan keempat orang warga tersebut pada kasus lainnya yaitu aktifitas penambangan liar. Keempat orang yang diamankan berikut barang bukti kendaraan jenis dum truk itu adalah UJ, DS, DT dan MG dimana semuanya merupakan warga kelurahan Pananjung.

“Kita langsung melakukan pemeriksaan kepada keempat orang warga itu, dan saat diperiksa mereka memang mengakui jika mereka ini penambang pasir di kawasan milik BKSDA namun belum lama melakukan aktifitas penambangannya,” katanya. (Tim GE)***