Penolakan Kedatangan Ust. Bachtiar Natsir ke Garut, Penjagaan Keamanan Ditingkatkan

GARUT (GE).- Kisruh penolakan kedatangan Ust. Bachtiar Natsir ke Garut terus bergulir. Saling hujat di media sosial pun sedang menjadi sorotan.

Akibatnya, kondusivitas keamanan di Garut tensinya makin memanas. Guna menghindari bentrokan massa dan kejadian yang tidak diinginkan, sejumlah anggota Polisi di siagakan di sejumlah objek vital kerumunan massa.

Sejak pagi hari, panitia penyelenggara mendatangi kantor Majlis untuk mengklarifikasi penyelenggaraan kegiatan. Namun kata sepakat tak kunjung ditemukan. Langkah yang sama, kemarin PCNU telah bertemu dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut.

Sejumlah aparat kepolisian pun terlihat berjaga di Bundaran Simpang Lima, tak jauh dari kantor MUI. Belum ada titik temu terkait penolakan Ustaz Bachtiar Nasir untuk berdakwah di Masjid Agung Garut pada Sabtu (11/11/2017).

Tokoh ulama Garut yang juga pimpinan Pondok Pesantren Al Bayyinah, KH Cecep Abdul Halim sangat menyesalkan dengan munculnya surat penolakan dari PCNU Garut tersebut. Menurutnya, Ustaz Bachtiar Nasir merupakan tokoh ulama garis lurus dan tak seperti tudingan PCNU Garut yang menyebut sebagai tokoh radikalisme.

“Kedatangan (Ustaz Bachtiar Nasir) ke Garut itu bukan untuk pertama kali. Tapi sudah beberapa kali untuk berceramah. Dulu juga pernah bersama saya waktu kuliah subuh. Materinya juga menyejukan,” ucap Cecep saat ditemui di Pesantren Al Bayyinah, Kelurahan Muara Sanding, Kecamatan Garut Kota, Selasa (7/11/2017).

Cecep juga mengenal sosok Bachtiar Nasir sebagai pengurus MUI pusat dan pengurus Muhammadiyah. Ia membantah jika Bachtiar Nasir menjadi sosok yang mendukung radikalisme.

“Ceramahnya juga tak menyakitkan golongan lain. Saya hanya ingin menyampaikan, masalah (penolakan) ini sangat tidak pantas. Apalagi sesama muslim itu saudara,” katanya.

Berdasarkan pantauan “GE” sejumlah aparat keamanan disiagakan. Bahkan kerumunan sejumlah tokoh agama terus berdatangan ke kantor MUI. Aparat kepolisian dari Polda Jabar pun sudah mulai didatangkan namun dalam skala kecil. (Farhan SN)***

Bupati Garut Jamin Kondusivitas Selama Penyelenggaraan Natal dan Tahun Baru

GARUT, (GE).– Bupati Garut, Rudy Gunawan, mengatakan, perayaan natal dan tahun baru 2016 di Kabupaten Garut, akan berjalan kondusif, seperti tahun-tahun sebelumnya.

” Kami bersama Kapolres menjamin tidak akan terjadi apa-apa pada saat perayaan natal dan tahun baru,” ungkapnya, Rabu (14/12/2016) pada wartawan.

Rudy mengaku akan menggelar rapat bersama seluruh unsur Muspida serta tokoh-tokoh agama, baik NU, Ansor dan MUI. Bahkan sebelumnya juga telah berkomunikasi kalau ormas-ormas Islam memberikan jaminan tidak akan terjadi apa-apa pada saat natal dan tahun baru.

” Di Kabupaten Garut, toleransinya sangat luar biasa. Sudah ada jaminan dari NU, Ansor dan MUI, mereka akan ikut menjaga disetiap tempat peribadatan yang melaksanakan natal,” tegas Rudy.

Masih menurut Rudy, pihaknya juga bersama unsur Muspida lainnya dalam perayaan natal dan tahun baru, akan ikut serta dan mengunjungi perayaan natal dan tahun baru disetiap lokasi.

” Kami setiap tahun kerap berada di lapangan, ikut merayakan natal bersama umat nasrani yang tengah merayakan natal,”

Dirinya juga menegaskan, pada momen penting tersebut, dalam pengamanan selain mendapatkan bantuan dari ormas Islam, pihak Kepolisian dan TNI juga akan turun untuk mengamankan perayaan natal dan tahun baru tersebut.

Perayaan natal dan tahun baru 2016, tutur Rudy, di Kabupaten Garut, harus dijadikan momen kebersamaan. Yang mana tidak ada perbedaan lain antar umat beragama, sesuai dengan Bhineka Tunggal Ika.

” Kebersamaan merupakan tonggak untuk menjaga keutuhan NKRI,” pungkas beliau. (Memphis)***