Tiba-tiba Tercium Bau Amis Darah Menyengat, Proses Sidang Kasus Pembunuhan Terpaksa Diskors

GARUT, (GE).- Jalannya proses persidangan kasus pembunuhan Dinda (alm) warga Kecamatan Kadungora, Kabupaten, Garut yang dibunuh beberapa waktu lalu sempat diskors. Diskorsnya persidangan ini karena saat barang bukti ditunjukan dalam proses sidang, tiba-tiba bau amis darang tercium menyengat oleh seluruh yang hadir di ruang sidang Pengadilan Negeri Garut, Rabu (12/7/17).

Kejadian terciumnya bau mais darah ini, bermula saat  ketua majelis hakim, Endratno Rajamai, menyampaikan pertanyaan kepada salah sorang saksi yang dihadirkan. Saat Jaksa Edward membuka plastik berisi barang bukti berupa pakaian korban yang berlumur darah kering.

“Apakah anda melihat korban mengenakan pakaian ini. Apakah anda masih ingat pakaian yang dikenakan korban?” tanya Edward kepada salah seorang saksi.

Belum selesai pertanyaan jaksa dijawab, sontak seisi peserta sidang, termasuk majelis hakim dan 2 hakim tampak kaget seraya menutup hidung masing-masing. Akibatnya, karena tak tahan dengan bau amis darah dari barang bukti tersebut, sidangpun langsung diskors, karena seluruh yang hadir di ruang sidang tak tahan mencium bau amis darah.

Akibat kondisi ini, majelis hakim meminta kepada petugas Pengadilan Negeri Garut agar membawa pengharum ruangan. Sementara itu, dua hakim anggota yang tak kuat mencium bau amis darang sempat berlari keluar ruangan.

“Tolong petugas barang bukti, segera bawa  pengharum ruangan,” kata Majelis Hakim, Endratno Rajamai.

Seperti diketahui, DN sebagai terdakwa dinyatakan menjadi pelaku tunggal dalam aksi pembunuhan ini. Dalam pemeriksaan pihak berwajib, DN nekat melakukan pembunuhan saat dirinya kepergok korban akan mencuri di warung milik orang tua korban, beberapa waktu yang lalu.

Dari keteangan pihak Pengadilan Negeri Garut, sidang kasus pembuhunan ini akan dilanjutkan pekan depan. Direncanakan, dalam agenda sidang lanjutan nanti masih seputra memintai keterangan saksi saksi. (Andri)***

Editor: Kang Cep.

Mesin Cutting Sepatu Jatuh, Jalan Raya Garut-Bandung Macet sejak Subuh

GARUT, (GE).- Arus lalu lintas (lalin) di kawasan Jalan Raya Garut-Bandung, kembali mengalami kemacetan sejak Sabtu (22/4/17) sekira pukul 03.00 WIB. Numun, kemacetan kali ini bukan dampak membludaknya kendaraan wisatawan yang berlibur ke kota Garut, Jawa Barat. Kemacetan arus lalu lintas terjadi akibat tiga buah mesin cutting sepatu terjatuh dari truk tronton yang mengangkutnya.

Menurut Kanit Laka Lantas Polres Garut, AKP Hilman Nugraha, akibat jatuhnya tiga mesin cutting sepatu berbobot enam ton itu mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas berlangsung hingga Sabtu (22/4/17) malam sekira pukul 21.00 WIB.

Kejadian bermula ketika truk tronton nopol B 9151 FPA yang dikemudikan Kuswibdo (42) diduga tidak kuat mengangkut beban muatan. Akibatnya, mesin yang rencananya dikirim ke salah satu pabrik sepatu di Garut tersebut lepas dan terjatuh ke bahu jalan sebelah kiri.

“Diduga karena tali pengikat muatan terputus sehingga muatannya terlempar ke parit,” kata Hilman di lokasi kejadian.

Sejak Sabtu siang, kendaraan alat berat diterjunkan untuk mengevakuasi ketiga mesin tersebut. Namun, dari pemantauan di lokasi kejadian, hingga pukul 21.00 WIB, kemacetan panjang dari kedua arah masih terjadi. Para pengendara dan penumpang, terutama kendaraan roda empat, memilih untuk meninggalkan kendaraannya dan menunggu di masjid serta rest area terdekat.

Karena itu, Hilman mengimbau agar para pengemudi kendaraan yang menuju arah Garut atau Bandung, memilih jalur alternatif melalui Kamojang atau Limbangan. (Mempis/Anas/GE)***

Editor : SMS

Jalan Pasar Baru Kadungora Rusak, Mohon Perhatiannya dari Pemkab Garut

Kepada Yang Terhormat Redaksi www.garut-express.com

Assalamu’alaikuum Wr Wb.

Saya mahasiswi dari salah satu perguruan tinggi di Garut, ingin menyampaikan keluhan saya sebagai pengguna jalan. Di daerah jalan pasar baru kadungora begitu rusak apalagi sekarang musim hujan banyak genangan air yang menimpa jalan tersebut.

Jalan tersebut banyak dilalui oleh pengendara, apalagi jalan itu seperti penghubung jalan ke arah bandung, dan banyak dilalui oleh ibu-ibu yang mau pergi kepasar untuk berbelanja. Sedangkan jalan tersebut rusak sehingga para pengguna jalan terganggu dan tidak nyaman.

Lubang-lubang tersebut pada badan jalan cukup dalam mulai dari masuk jalan pasar baru kadungora (arah dari garut). Sudah beberapa kali di perbaiki tapi malah sebagian jalan yang di perbaiki, nyatanya jalan yang begitu parah malah dihiraukan.  

Mohon perhatiannya kepada Pemerintah Kabupaten Garut, untuk segera diperbaiki jalan tersebut, supaya keselamatan dan kenyamanan bagi pengguna jalan bisa terlindungi.

Atas dimuatnya surat terbuka ini, saya haturkan banyak terima kasih . Wassalam…

Fitri Sofia N, Kadungora, Garut.

Libur Nyepi, Arus Lalin di Leles-Kadungora Macet

GARUT, (GE).- Memasuki libur Hari Raya Nyepi, Selasa (28/3/17), jalur lalu lintas di bilangan Kadungora, Kabupaten Garut, Jawa Barat, kembali mengalami kemacetan. Kemacetan berlangsung sejak pagi hari. Kendaraan dari dua arah, Garut menuju Bandung maupun sebaliknya, hanya bisa bergerak dengan kecepatan sekira 3 km/jam.

“Garut itu banyak objek wisatanya. Hanya sayang, jalannya selalu macet. Lagipula banyak jalan yang berlobang. Jadi mengganggu kenyamana pengguna jalan,” kata Agus (46), warga Kabupaten Bandung.

Kemacetan dipicu banyaknya jumlah penggunaan kendaraan yang masuk ke Garut untuk berlibur. Kondisi itu diperburuk banyaknya simpangan jalan. Hal ini membuat kendaraan yang bergerak di jalur utama, Jalan Raya Bandung-Garut, kerap terpotong oleh kendaraan yang menyebrang dari persimpangan. Selain itu, kemacetan disebabkan adanya perlintasan kereta api.

Akibat macet total pada malam Minggu (25/3/17) lalu, antrian kendaraan dari Arah Bandung mencapai kiloan meter. Dari pintu perlintasan kereta api Kadungora, hingga perbatasan Bandung-Garut di daerah Lebak Jero.

Salah seorang warga Kadungora, Anas, mengatakan kemacetan seperti itu pasti terjadi setiap hari libur. Karena itu, ia berharap, Pemkab Garut segera mencari solusi untuk mengatasi masalah kemacetan ini.

“Saya juga kesal. Setiap hari libur pasti macet. Kalau kita ada keperluan segera, terhalang kemcetan,” ungkap Iwan (26) kepada “GE”, Selasa (28/3/17).

Iwan mengaku senang mendengar rencana Pemkab Garut membuka jalan alternatif untuk mengatasi kemacetan.

“Karena itu, kami harap pemerintah segera mewujudkan jalan alternatif tersebut,” pungkasnya. (Anas/GE)***

Editor : SMS

Gelar Perkara di Mapolres, Pelaku Pembunuhan Siswi SMA di Kadungora ternyata Saudara Korban

GARUT, (GE).-  DH (23) tersangka pembunuhan kepada Dinda Sumiarna (alm), siswi SMA warga Kampung Sukamaju, Desa/Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Jawa Barat, ternyata masih memiliki hubungan kekerabatan dengan korban. Bahkan sehari-hari pelaku bekerja di tempat kakak tiri korban.

Menurut Wakapolres Garut, Kompol Gotam Hidayat, motif pembunuhan kepada siswi SMAN 2 Garut itu dilakukan karena pelaku panik  kerpergok mencuri tiga bungkus rokok.

“Ya, korban mau melempar piring, namun keburu dicekik oleh pelaku. Korban yang melawan lalu melihat pisau di meja. Namun pisau diambil oleh pelaku,” ungkap Gotam saat gelar perkara di Mapolres Garut, Kamis (23/3/2017).

Dijelaskannya, selain masih memiliki ikatan saudara, pelaku juga setiap hari bekerja sebagai tukang cuci motor milik kakak tiri korban. Lokasinya pun tak jauh  dari rumah keluarga korban.

“Pelaku awalnya hanya berniat mencuri rokok. Akibat diteriaki pelaku jadi panik dan gelap mata,” tukasnya.

Agar tak ada kecurigaan dari warga sekitar, tutur Gotam, pelaku sempat berbaur dan menolong korban. Namun selang 45 menit kemudian, kepolisian berhasil mengetahui identitas pelaku.

“Ayahnya dan sejumlah saksi sempat kami mintai keterangan. Akhirnya mengarah kepada pelaku,” tandasnya.

Sebelumnya, warga Kadungora digegerkan dengan aksi pembunuhan siswi kelas X SMAN 2 Garut. Korban ditemukan bersimbah darah dengan luka sayatan di lehernya.

Barang bukti yang diamankan pihak kepolisian yakni satu buah piring yang digunakan untuk melempar tersangka, pisau yang dipakai untuk menghabisi korban, serta tiga bungkus rokok hasil curian. Selain itu terdapat satu helai kain untuk menutupi tubuh korban setelah meninggal.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal 365 dan 338 serta Undang-undang perlindungan anak, dengan ancaman paling sedikit 15 tahun penjara. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

 

BREAKING NEWS : Pelaku Pembunuhan Siswi SMA sempat Pura-pura Membantu Keluarga Korban

GARUT, (GE).- Untuk menutupi kelakuan kejinya, DN (23) masih sempat berpura-pura membantu keluarga korban. Bahkan ia tampak kaget saat datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Namun Polisi tak mau terkecoh oleh prilaku tersangka. Barang bukti berupa pakaian yang dikenakan saat menghabisi korban menjadi petunjuk bagi Polisi. Akhirnya pelaku dibekuk dan diamankan ke Mapolres Garut guna dimintai keterangan.

Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Polisi, Yusri Yunus, dalam rilis yang diterima redaksi “GE” mengatakan setelah menghabisi nyawa korbannya, pelaku sempat berpura-pura kaget dan membantu keluarga korban. Bahkan ia bersama keluarga dan warga lainnya ikut berkerumun untuk menutupi perbuatannya.

Namun barang bukti yang ditemukan di TKP menjadi petunjuk awal pelaku pembunuhan siswa SMA ditangkap. Dari tempat kejadian perkara, Polisi berhasil mengamankan, sebilah pisau, satu buah hand phone merk lenevo, bungkus rokok, satu helai kemeja hitam biru (milik pelaku), satu helai celana pendek jeans warna hitam (milik pelaku), satu helai baju warna hitam putih (milik korban), satu heleai celana panjang warnah putih (milik korban) dan satu buah ember warna hitam.

Setelah mengantongi sejumlah barang bukti, Polisi melakukan tindakan berupa, mengamankan pelaku di Mako Polres Garut, meminta keterangan pelaku, meminta keterangan saksi-saksi, membawa korban ke rumah sakit untuk di otopsi, menyita barang bukti, melakukan olah TKP dan memasang police line.

Sebenarnya aksi pelaku dalam menutupi perbuatannya cukup rapi. Menurut keterangan pelaku, ia sempat, mengganti baju dan celana kemudian mencuci pisau, kaki dan tangannya di kamar mandi di TKP. Selanjutnya pelaku menyembunyikan pisau,baju dan celana yang masih ada bekas darahnya kedalam ember dan diselipkan didekat cucuan mobil dekat TKP. Kemudian, menyembunyikan rokok hasil curian di bawah tangga rumah sebelah TKP.

Diberitakan sebelumnya, Sejumlah warga geger mendengar kabar tewasnya seorang siswi SMK dengan luka bekas gorokan di lehernya. Sontak warga setempat langsung berkerumun di depan rumah korban di Kampung Sukamaju, RT. 01 RW. 02, Desa Kadungora, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Peristiwa tersebut mulai diketahui warga pada Pukul 08.00 Rabu pagi (22/3/2017). Korban diketahui bernama dinda (15) yang masih duduk di bangku kelas 1 SMK. (Farhan SN)***

BREAKING NEWS: Polda Jabar Ungkap Motif Pembunuhan Siswi SMA di Garut

GARUT, (GE).- Kepolisian Daerah (Polda) Jabar akhirnya mengeluarkan rilis terkait motif pembunuhan siswi SMA di Garut. Pelaku pembunuhan, DN (23), diduga kalap setelah dipergoki korban saat mencuri rokok di warung milik ayah korban.

Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Polisi, Yusri Yunus, dalam rilis yang diterima redaksi “GE” mengatakan pelaku masuk ke rumah korban dengan tujuan mencuri rokok di warung milik ayah korban. Saat itu, perbuatan pelaku kepergok oleh korban.

Saat itu, korban mau melempar pelaku dengan piring. Lalu pelaku mencekik korban dan menyeretnya ke kamar tidur korban. Saat itu, korban melakukan perlawanan dan mencakar tangan pelaku.

Kemudian korban menggapai pisau yang ada di meja. Sempat terjadi pergumulan antara pelaku dan korban. Namun oleh pelaku pisau tersebut berhasil direbut. Kemudian pelaku melukai leher korban.

Diberitakan sebelumnya, Sejumlah warga geger mendengar kabar tewasnya seorang siswi SMK dengan luka bekas gorokan di lehernya. Sontak warga setempat langsung berkerumun di depan rumah korban di Kampung Sukamaju, RT. 01 RW. 02, Desa Kadungora, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Peristiwa tersebut mulai diketahui warga pada Pukul 08.00 Rabu pagi (22/3/2017). Korban diketahui bernama dinda (15) yang masih duduk di bangku kelas 1 SMK. (Farhan SN)***

BREAKING NEWS: Siswi SMK Ditemukan Tewas Bersimbah Darah dengan Luka Gorokan di Leher

GARUT, (GE).- Sejumlah warga geger mendengar kabar tewasnya seorang siswi SMK dengan luka bekas gorokan di lehernya. Sontak warga setempat langsung berkerumun di depan rumah korban di Kampung Sukamaju, RT. 01 RW. 02, Desa Kadungora, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Peristiwa tersebut mulai diketahui warga pada Pukul 08.00 Rabu pagi (22/3/2017). Korban diketahui bernama dinda (15) yang masih duduk di bangku kelas 1 SMK.

Menurut salah seorang warga, Atat (31) ia mengetahui ada peristiwa pembunuhan setelah banyak warga yang berkerumun di lokasi kejadian. Setelah ditelisik ternyata ada seorang remaja yang dibunuh.

“Ih pokoknya ngeri lihatnya. Leher korban robek dengan luka gorokan,” kata Atat.

Waktu dirinya lihat, Atat melanjutkan, posisi korban dalam posisi telentang. Mata terbuka dan mulut menganga. Sementara darah bercipratan di mana-mana.

Saat ini kasus tewasnya siswi SMK dengan kondisi mengenaskan sudah ditangani jajaran Polres Garut. Korban langsung dibawa ke RSUD. dr. Slamet Garut guna dilakukan otopsi. (Farhan SN)***

Hama Wereng Serang Cikembulan, Puluhan Hektare Lahan Padi Terancam Gagal Panen

GARUT, (GE).- Sejumlah petani di kawasan Desa Cikembulan, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut saat ini mengaku resah. Keresahan para petani padi ini diakibatkan adanya serangan hama wereng coklat yang menyebabkan puluhan hektare tanaman padi mereka terancam gagal panen.

Toto Karwita (45), salah seorang petani setempat menyebutkan, serangan hama wereng coklat di daerahnya terjadi sejak tiga pekan terakhir. Tanaman padi yang terserang hama wereng coklat perlahan-lahan menjadi kering dan bulir padinya pun menjadi kosong.

“Ya, kami sudah melakukan berbagai upaya untuk memberantas hama ini (wereng coklat/red.) namun selalu gagal. Berbagai macam obat pembasmi hama pun telah dicoba tapi tak mampu memberantasnya,” ungkapnya, Kamis (02/02/2017).

Dijelaskannya, kondisi ini tentunya sangat meresahkan. Jika hal ini terus dibiarkan maka dapat dipastikan tanaman padinya akan mati.  Diakuinya, dari satu hektare lahan  padi miliknya, kini yang sudah 50 persennya telah jadi korban serangan wereng. Untuk mengurangi tingkat kerugian, sejumlah petani padi di kawasan ini memutuskan untuk memanen padi lebih awal.

“Sebelum seluruh tanaman padi terserang hama wereng, kami putuskan untuk memajukan jadwal panen. Ini terpaksa kami lakukan untuk menghindari  kerugian lebih besari,”  tukasnya.

Menurut Toto, dalam kondisi normal, dari satu hektare lahan biasanya hasil panen yang didapatkan mencapai rata-rata 5 ton. Namun dalam kondisi seperti ini,  mendapatkan gabah 2 ton saja sudah beruntung.

Serangan hama wereng di wilayah Cikembulan ini meliputi beberapa lahan pertanian seperti di Blok Gempol Kulon, Parabon, kaki Gunung Haruman, Citektek, dan Blok Batu Ngariung.

Sementara itu, menurut petugas Penyuluh Pertanian setempat, Sudaryat, selain di  daerah Cikembulan juga melanda sejumlah lahan tanaman padi di desa sekitarnya.

“Memang , saat ini para petani padi di Desa Cikembulan dan juga sejumlah desa sekitarnya sedang dilanda keresahan akibatserangan hama wereng coklat,” ucap Sudaryat.

Sudaryat menjelaskan, Dinas Pertanian Garut telah mengupayakan penanggulangan hama wereng ini, salah satunya dengan merubah varietas padi dengan padi lokal seperti jenis pandan wangi.

Pjs. Kepala Desa Cikembulan, Didin Tajudin, mengakui di desanya saja sudah ada 75 hektare lahan tanaman padi yang diserang hama wereng. “Para petani di sini kebingungan untuk mengatasi serangan hama ini. Soalnya baru pertama kali. Sebelumnya tidak pernah ada serangan hama seperti ini di desa kami,” kayanya.

Diharapkannya pemerintah segera turun tangan mengatasi permasalahan ini. Kondisi ini menurutnya tak bisa terus dibiarkan karena dampaknya sangat besar bagi para petani. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

Kesulitan Biaya untuk Berobat, Penderita Tumor Menunggu Uluran Tangan

GARUT,(GE).- Seorang wanita bernama Siti Aisyah usia 63 tahun, menderita penyakit tumor di perutnya. Warga Kampung Kiaradodot RT 1/1. Desa Gandamekar, Kecamatan Kadungora ini,Kabupaten Garut sudah sepekan terakhir tinggal bersama putranya di Banjaran Kabupaten Bandung sambil berobat jalan ke RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, menggunakan fasilitas Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Maesaroh (48) adik kandung Aisyah menceritakan, tumor yang bersarang di perut kakaknya sudah berlangsung sekitar 1 tahun lalu. Kini kondisinya semakin lama semakin membesar dan beratnya mencapai sekitar 25 kilogram dengan besar lingkaran berdiameter satu meter.

” Ngawitanana mah benjolan di bujal (pusar) sa ageng endog meri. Kapendakna mah basa Januari 2016 eta oge kantos dicandak ka rumah sakit dr. Slamet Garut nganggo kartu Jamkesmas.” Kata Maesaroh, Selasa (31/1/2017)

Bahkan, menurut dia, Aisyah sempat dirawat selama dua pekan. Namun, saat akan dilakukan operasi tiba-tiba muncul lagi benjolan baru di perut sebelah kiri. Setelah itu, lanjut Maesaroh, operasi pun ditangguhkan, lalu dia pun dirujuk untuk berobat ke RS Hasan Sadikin Bandung.

“Kumargi teu gaduh biaya kanggo ongkos sareng bekel di Bandung. Waktos eta teh pun lancek teu dicandak ka rumah sakit. Tapi kalahka di candak ka bumi. Saur ti rumah sakit mah tumor perut,” tuturnya.

Selama tinggal di rumah kurang lebih satu tahun, kondisi perut Aisyah setiap harinya semakin membesar. Kondisi terakhir, selain perut Aisyah membesar, juga ibu dari satu orang anak itu tidak dapat berjalan. Bahkan berat perutnya juga kini mengganggu pernapasan. Atas dasar rujukan dari pengurus RT/RW setempat dan keluarganya, pada Januari 2017 ini, ia kembali berobat ke RS Hasan sadikin Bandung.

Sementara itu, Ketua RT 1/10, Desa Gandamekar, Nunu Nugraha (56) menjelaskan, Aisyah seorang janda beranak satu. Ia tinggal sendirian di rumah yang kondisinya sudah memprihatinkan.

“Saat akan berangkat ke Bandung juga ongkosnya hasil sumbangan dari para tetangganya. Suami Aisyah bernama Ade pekerja serabutan, tetapi sudah lama bercerai. Sekarang Aisyah tinggal di rumah anaknya di Banjaran. Anaknya juga kerjannya serabutan,” ungkapnya.

Kepala Desa Gandamekar, Popo Kosasih mengatakan, pihak Desa terus berupaya untuk membantu penanganan Aisyah untuk berobat, agar tumor di perutnya bisa di operasi “Sudah jauh-jauh hari kami mengutus kader desa untuk menyelesaikan dan mengurus surat-surat yang diperlukan dalam penanganan operasi atau pengobatan ke RS Hasan Sadikin Bandung.” ujarnya. Diharapkannya ada pihak yang mau membantu untuk biaya pengobatan warganya tersebut. ( Jay/ Kus)***

Editor: Kang Cep.