Kadisdik Diminta Menjadi Penjamin, Kuasa Hukum Tersangka Korupsi Sarana SMK Mengajukan Penangguhan Penahanan

GARUT, (GE).- Pascakliennya ditahan, kuasa hukum para tersangka bertekad mengajukan penangguhan penahanan. Kuasa hukum berpandangan kliennya tak akan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti.

Kuasa hukum para tersangka, Djohan Djauhari, menyesalkan penahanan yang dilakukan Kejari. Meski begitu, Djohan menghormati dan menghargai hak subjektif penyidik dari Kejari.

“Klien kami tak akan melarikan diri dan tak mungkin menghilangkan barang bukti. Sebab barang bukti sudah disita penyidik. Terus juga tak melawan hukum lain,” kata Djohan.

Djohan mengaku akan meminta penanggunan penahanan untuk para kliennya. Tuduhan yang disampaikan Kejari kepada para tersangka pun dibantah.

“Mudah-mudahan pak Kadis (Kadisdik Garut) bisa ikut menjamin penangguhan penahanan. Apalagi dalam kasus ini klien kami melakukannya karena jabatan,” ucapnya. (Farhan SN)***

Editor : SMS

Lima Jabatan Kadis Dilelang, Kursi Kadisdik Paling Diincar

GARUT, (GE).– Lelang jabatan lima posisi kepala dinas di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Garut, akan diperebutkan oleh 17 orang pelamar. Dari jumlah tersebut, hanya ada satu orang pelamar yang datang dari luar Garut meski lelang jabatan dibuka secara umum untuk pelamar dari seluruh Indonesia.

Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kabupaten Garut, H Asep Sulaiman Farouk mengungkapkan, pendaftaran pelamar telah ditutup dan untuk posisi kepala dinas berkas lamaran yang sudah masuk ke panitia seleksi ada 17 pelamar, satu orang diantaranya berasal dari luar Garut yang melamar posisi direktur RSU dr Slamet Garut. “Paling banyak yang melamar untuk posisi Kepala Dinas Pendidikan (Disdik), yang kedua Diskominfo,” jelas Asep saat dihubungi Rabu (24/11.2016).

Satu orang pelamar dari luar Garut yang melamar jabatan Direktur RSU dr Slamet Garut, menurut Asep berprofesi sebagai dokter. Namun, saat ini berkas pelamar tersebut masih dalam tahapan seleksi administratif. “Semua berkas lamaran yang masih dalam tahapan seleksi administratif,” katanya.

Setelah lolos seleksi administratif, selanjutnya para calon menurut Asep akan menjalani tahapan pemeriksaan kesehatan, asessment psikologi serta pembuatan karya tulis yang semuanya dilakukan oleh panitia seleksi. “Jadi nanti pansel akan memberikan tiga nama untuk tiap posisi kepala dinas kepada bupati untuk dipilih satu orang,” katanya.

Dari 17 pelamar yang memperebutkan lima kursi kepala dinas, menurut Asep diluar satu pelamar yang dari luar Garut, 16 orang pelamar lainnya semua berasal dari Garut dan semuanya saat ini menempati jabatan setingkat eselon III A. “Ya mereka mengejar promosi semua, untuk pejabat eselon II, tidak ada yang ikutan melamar,” katanya.

Asep menuturkan, pejabat kepala dinas yang jabatannya saat ini dilelangkan, memang tidak dilarang untuk ikut melamar. Namun, menurutnya tidak ada satupun pejabat eselon II yang melamar untuk posisi kepala dinas yang dilelangkan. “Tidak ada eselon II yang ikut melamar, kan nanti kebijakan bupati untuk penempatan mereka,” katanya.

Pengumumannya sendiri, menurut Asep ditargetkan pada bulan Desember nanti mengingat tahun 2017 sudah diberlakukan SKPD baru. Makanya, Desember mendatang akan ada pelantikan dan pengukuhan secara besar-besaran di Pemkab Garut. “Jadi ada yang dilantik, ada yang dikukuhkan karena di dinasnya tidak ada perubahan SOTK dan pejabatnya tidak ikut melamar ke posisi lain,” katanya.
Asep mengaku, untuk mengejar target penerapan SKPD baru, pihaknya terus melakukan pengolahan data para pejabat yang melamar. Karena, saat ini bukan hanya jabatan eselon II saja yang dibuka secara umum. Namun, jabatan setingkat eselon III pun ikut dibuka secara umum. “Ya tiap hari sampai malam, kita kejar target,” akunya. (ari)

UPTD Pendidikan Resmi Dihapus, Disdik Garut Masih Menunggu Perbup UPT

KOTA, (GE).- Sidang Paripurna DPRD Garut, telah memutuskan penghapusan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan minggu lalu. Namun Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Mahmud belum dapat memberikan keterangan rinci, terkait tugas pokok dan fungsi (Tupoksi), serta petunjuk pelaksana, maupun petunjuk teknis tentang tata kelola pengganti UPTD Pendidikan. Nantinya nama UPTD akan diganti menjadi Unit Pelaksana Taknis (UPT) yang jumlahnya hanya sepuluh.

“Memang DPRD sudah menyetujui bahwa UPTD Pendidikan yang ada di 42 Kecamatan dihapus. Dan katanya di Garut itu hanya akan ada sekitar 10 UPTD. Tapi sampai saat ini kami belum tahu apa-apa,” kata Mahmud usai membuka pelatihan guru PAUD Se Kabupaten Garut di gedung Pendopo Selasa (30/8/16).

Mahmud menjelaskan, masalah pengganti UPTD masih menunggu Peraturan Bupati (Perbup) yang saat ini masih dalam proses pengkajian. Bisa saja seluruh kepala UPTD yang sekarang, diganti dengan yang baru, atau bisa juga sepuluh orang dari 42 kepala UPTD dipertahankan.

“Akan tetapi UPTD kecamatan mana yang akan dipertahankan dan siapa kepala UPTD yang akan diganti bagi kami tidak tahu. Karena Perbupnya juga masih dalam pengkajian. Nanti kalau Perbupnya sudah ada baru kami jelaskan, kalau sekarang saya juga belum tahu apa-apa,” katanya.

Namun begitu, Mahmud memastikan kalau Perbup itu akan turun dalam waktu dekat ini, atau paling lambat bulan depan semuanya sudah terang benderang. “Pokoknya masih dalam tahun ini Perbup itu akan turun, Saya mendengar satu kepala UPT akan membawahi 4 sampai 5 kecamatan terdekat. Memang seperti itu,” tuturnya.

Dikatakan Mahmud, kaitan dengan keberadaan UPTD, khususnya UPTD pendidikan, perlu adanya pengkajian mengenai sejauh mana Tupoksinya, termasuk beban kerja dan lain sebagainya. Terkait peranan UPT sebagai pengganti UPTD, yang mana hal itu nanti akan diputuskan oleh Peraturan Bupati.

“Sekarang kan Perbupnya sedang digodog. Untuk pastinya masih belum ada, baik itu nanti juga Sumber Daya Manusia nya bagaimana, titik mana saja yang akan dijadikan UPT,” imbuhnya.

Masih menurut Mahmud, perampingan UPTD itu jelas akan berdampak pada perampingan fungsional Kepala UPTD, termasuk aset UPTD Pendidikan saat ini. Seperti kantor, peralatan kerja dan sejenisnya dan itu masih dalam pengkajian. (Dief)***

Meubeler di SMKN 14 Disita, Pengusaha Meubel : Pihak Sekolah Nunggak Rp 35 Juta

SAMARANG, (GE).- Dalam pemberitaan ‘GE’ sebelumnya, fasilitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berupa meubeler di SMKN 14 Garut disita pengusaha meubel. Kamis (11/8/2016).

Belakangan diketahui, penyitaan meubeler di SMKN 14 Garut diduga akibat hampir setahun pihak sekolah tidak melunasi kepada pihak pengusaha meubel. Padahal ratusan unit meubeler yang dipesan ini telah digunakan untuk Kegiatan Belajar Mengajar.

“Saya kesal tentunya, hampir setahun pihak sekolah berjanji akan membayar sisa hutang yang Rp 35 juta rupiah dari total Rp 90 juta. Namun hingga kini, baik komite maupun kepala sekolah SMKN 14 Garut selalu mengelak tiap kali ditagih.” Ungkap Adang, yang merupakan pengusaha meubel. Jumat (12/8/2016)

Terkait kasus penyitaan meubeler ini, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Garut, Drs. H. Mahmud, M.M.Pd., angkat bicara. Menurutnya, kejadian ini sangat memalukan dan mencoreng dunia pendidikan Kabupten Garut. Ia berjanji akan menindak tegas pihak sekolah yang tidak bertanggung jawab.

Sangat memalulakn tentunya. Hal tersebut sebenarnya tidak boleh terjadi, atas kasus ini saya tidak akan segan memberikan sangsi tegas kepada pihak sekolah yang tidak mempertanggung jawabkan jabtannya,” tandasnya. (Hakim Abdul Ghani)***

Sekolah SD dan SMP Siap-siap Dapat Bonus dari Kadisdik, Ini Persyaratannya!

CILAWU, (GE).- Kepala Dinas Pendidikan Garut, H. Mahmud, M.Pd, telah menyiapkan bonus besar untuk para kepala sekolah setingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Hadiah tersebut akan diberikan kepada para kepala sekolah yang berhasil melanjutkan peserta didiknya yang telah lulus untuk masuk ke jejeng berikutnya.

“Saya telah sediakan bonus yang cukup bagi kepala sekolah yang berhasil 100 persen peserta didiknya melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi,” kata Mahmud saat ditemui pada kegiatan perpisahan di SMPN 1 Cilawu, Sabtu (21/5/2016).

Saat ditanya terkait besaran bonus yang akan diberikan oleh Kadisdik ia merahasiakannya. Namun ia memastikan, akan memberikan penghargaan bagi sekolah yang telah berkontribusi dan mendorong peserta didiknya melanjutkan sekolah ke jenjang di atasnya.

Mahmud mengatakan, saat ini Dinas Pendidikan (Disdik) Garut sedang menggenjot angka rata-rata lama sekolah. Menurutnya, saat ini, jumlah rata-rata lama sekolah di Kabupaten Garut baru kelas 1 SMP.

Tentunya, kata Mahmud, angka tersebut akan mempengaruhi terhadap capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Garut. Apa lagi, sekarang perhitungan IPM berubah sehingga mempengaruhi terhadap raihan poin Kabupaten Garut.

“Sebagai kepala dinas pendidikan tentunya capaian IPM di sector pendidikan tentunya menjadi tanggung jawab saya,” aku Mahmud.

Selain itu, Mahmud menambahkan, untuk meningkatkan rata-rata lama sekolah, dirinya terus menggenjot sekolah jalur paket B dan C. Tahun ini, peserta ujian paket B dan C meningkat signifikan. Farhan SN***