Gara-gara Mangkir Selama 6 Bulan? Kades Cigagade Resmi Dipecat dari Jabatannya

GARUT, (GE).- Sebelumnya merebak isue Kepala Desa Cigagade Kecamatan Balubur Limbangan, Kabupaten Garut “YY” berurusan dengan hukum akibat korupsi. Bahkan, saat ini Kades tersebut diberhentikan dari jabatannya. Untuk melaksanakan berbagai tugas pemerintahan Desa Cigagade, Pemkab Garut melantik Ahmad Syafii sebagai Pjs Kades Cigagade.

Camat Balubur Limbangan, Arif Rumdana, menyebutkan, untuk mengisi keksosongan jabatan Kades Cigagade, telah dilaksanakannya pelantikan Pjs Kades Cigagade, Jumat (28/4/2017).

“Pelantikan ini dilakukan setelah kades depinitif, “YY,” diproses hukum akibat dugaan korupsi yang dilakukannya saat menjabat sebagai kades selama satu tahun lebih,” katanya.

Namun menurut Arif, pemberhentian YY dari jabatannya sebagai kades bukan karena dugaan korupsi yang telah dilakukannya. Pemberhentian dilakukan lebih karena mangkir yang dilakukan YY selama lebih dari enam bulan.

“Ya, memang Dia (YY/red.) telah diberhentikan dari jabatannya sebagai Kades Cigagade. Namun itu bukan karena dugaan kasus korupsi yang dilakukannya, tetapi karena dia dianggap mangkir selama lebih dari enam bulan,” ungkapnya.

Dijelaskannya, sebelumnya Ahmad Syafii pernah menjadi PNS yang diangkat menjadi sekdes Cigagade. Namun kemudian Ahmad dipindahtugaskan ke kantor Kecamatan Limbangan.

“Sebelum dilantik menjadi Pjs, Ahmad juga sempat ditunjuk menjadi Plt Kades Cigagade. Namun karena kewenangan seorang Plt yang terbatas terutama berkaitan dengan program pemerintah yang ada kaitannya dengan bantuan yang diturunkan oleh pemerintah pusat ke desa, akhirnya Ahmad pun dilantik menjadi Pjs,” ungkapnya.

Diungkapkannya, pelantikan Ahmad menjadi Pjs bertujuan untuk mencegah terjadinya kepakuman pemerintahan Desa Cigagade dalam menjalankan tugas dan pembangunan desa.

“Pelantikannya dilakukan Bupati Garut yang diwakili Camat Balubur Limbangan karena Bupati sedang ada kegiatan lain,” katanya.

Prosesi pelantikan dan penyerahan surat keputusan pengangkatan Ahmad Syafii menjadi Pjs Kades Cigagade dilakukan secara sederhana di aula Kantor Desa Cigagade, Kamis (28/4/2017).

Sementara itu, terkait tudingan penyalahgunaan Dana Desa (DD) yang dilakukan YY, menurut Arif hal itu bukan merupakan ranah Pemkab Garut apalagi kecamatan.

“Kasus tersebut sudah menjadi ranah kepolisian. Apalagi saat ini kasusnya sudah ditangani jajaran Tipikor Polres Garut,” tukasnya. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

BREAKING NEWS: Diduga Gelapkan ADD Rp 500 Juta, Kades Cigagade Dicokok Polisi

GARUT, (GE).- Kepala Desa (Kades) Cigagade, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, Jawa Barat dicokok Polisi karena diduga menggelapkan Alokasi Dana Desa (ADD). Kades berinisial Y (41) diduga menggelapkan ADD sebesar Rp 500 juta.

Jajaran Polsek Limbangan, mengamankan Y dari kediamannya di Jalan Raya Cigagade, Kecamatan Limbangan Garut. Y sempat akan melarikan diri saat anggota Polsek Limbangan menjemputnya. Namun karena rumah tersangka sudah dikepung ia pun menyerahkan diri.

Kapolsek Balubur Limbangan, Kompol Asep Suherli, mengatakan bahwa penangkapan tersangka bermula dari laporan adanya kasus penipuan dan penggelapan kendaraan roda empat yang kerugiannya mencapai Rp 70 juta. Namun kasusnya terus berkembang hingga diduga tersangka pun telah menggelapkan ADD sebesar Rp 500 juta.

“Ya, ini kebetulan sebenarnya.  Awalnya kami akan menangkap Y dalam kasus penipuan dan penggelapan, ternyata oknum Kades ini diduga melakukan korupsi ADD, ” ungkap Asep Suherli di Mapolsek Bl.Limbangan, Jalan Raya Limbangan, Sabtu (25/02/2017).

Polsek Limbangan hingga kini masih melakukan proses tindak lanjut untuk kasus penipuan dan penggelapan. Sementara itu, untuk kasus dugaan korupsi akan dilimpahkan ke Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Sat Reskrim Polres Garut.

“Kerugiannya mencapai Rp 500 juta dari total anggaran Rp 1,4 miliar. ADD tersebut merupakan alokasi pembangunan jembatan,” ujar Kapolsek kepada “GE”.

Ia menambahkan, penangkapan oknum kades tersebut berlangsung dramatis, karena Y sempat tidak diketahui keberadaannya. Setelah dilakukan pengepungan dikediamannya yang terletak di Jalan Desa Cigagade, Y masih sempat melarikan diri.

“Kami kepung dari depan lari ke samping, kami sergap dari samping , lari kebelakang, akhirnya Y menyerah di dapur,” pungkasnya. (Memphis)***