Sebanyak 136 Guru PJOK Mengikuti Bimbingan Teknis Guru Sasaran Kurikulum 2013

GARUT, (GE).- Sebanyak 136 guru Pendidikan Jasmani Olahraga Kesehatan (PJOK) jenjang SMP di Kabupaten Garut, Jawa Barat, sejak Senin (15/5/17) mulai mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) Kurikulum 2013. Bimbingan teknis dilaksanakan di 5 induk klaster yang tersebar di 15 sekolah tempat pelaksanaan kegiatan (TPK).

Menurut Kabid SMP Disdik Garut, Totong, S.Pd, M.Pd, kegiatan bimtek direncanakan berlangsung hingga Sabtu (20/5/17). Kegiatan ini, dikuti oleh guru-guru yang mengajar mata pelajaran PJOK di kelas VII. Pasalnya, pada tahun pelajaran 2017/2018 untuk kelas VII di seluruh sekolah diwajibkan menggunakan Kurikulum 2013.

“Agar pelaksanaan kurikulum bisa efektif, semua guru yang mengajar di kelas VII wajib mengikuti bimbingan teknis,” jelas Totong didampingi Kasi Kurikulum SMP, Dr. Asep Saepul Hayat, Selasa (16/5/17).

Dikatakan lebih jauh, karena jumlah sekolah peserta dibatasi, bimptek kali ini baru melibatkan sebanyak 136 guru sasaran dari 136 SMP. Diharapkan, tahun depan seluruh sekolah jenjang SMP di Kabupaten Garut sudah mendapat bimbingan teknis.

“Sisanya, sekira 150 sekolah akan kita upayakan melalui bimtek mandiri pada bulan Agustus nanti. Namun, untuk bimtek nasional yang dilaksanakan LPMP mereka akan mengikuti tahun depan,” kata Dr. Asep.

Dengan begitu, kata Asep, pada tahun pelajaran 2017/2018 seluruh kelas VII jenjang SMP di Kabupaten Garut bisa mengimplementasikan Kurikulum 2013.

Salah seorang Instruktur Kabupaten (IK) bidang studi PJOK, Satya Handayani, S.Pd, mengatakan, bimbingan teknis bagi para guru PJOK yang mengajar di kelas VII sangat penting dilakukan. Meski bagi para guru bidang studi PJOK sendiri tahapan pembelajaran pada Kurikulum 2013 bukan hal baru, dari sisi pengadministrasian terdapat perbedaan mendasar.

“Karena itu, mereka tetap harus mendapat pembimbingan teknis terutama dala sisi administrasi pembelajaran,” katanya.

Sementara itu, sejumlah guru sasaran peserta bimtek mengaku gembira bisa mengikuti kegiatan ini. Menurut mereka, banyak tambahan ilmu yang mereka peroleh melalui bimtek.

“Saya bersyukur bisa mengikuti bimtek ini. Banyak tambahan ilmu yang kami perloleh dari kegiatan ini. Karena itu, kami berharap ke depa program bimtek bisa diksanakan lebih sering. Meski hanya bersifat bimtek mandiri,” kata guru PJOK SMPN 3 Bayongbong, Yuyun, S.Pd. (SMS/GE)***

Gedung Perpustakaan Umum Semakin Nyaman

Yth. Redaksi Garut Express

Saya merupakan pengunjung perpustakaan umum yang berada di Jalan RSU dr. Slamet, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut. Pasca adanya bencana banjir yang melanda Kota Garut, perpustakaan umum sempat vakum karena terkena banjir tersebut. Kini perpustakaan tersebut telah direnovasi dan diresmikan pada hari Jumat, 21 April 2017.

Saya ingin berterima kasih kepada Pemerintah Daerah atas direnovasinya perpustakaan umum daerah Garut. Karena kini perpustakaan telah memiliki ruangan yang lebih luas daripada sebelumnya. Desain ruangan nya tertata rapi dan ada kolam ikan di lantai satu yang dapat membuat pengunjung merasa nyaman. Ditambah dengan fasilitas-fasilitas bertambah yang dapat menunjang kebutuhan para pengunjung.

Kini perpustakaan umum telah berbasis teknologi informasi. Selain disediakannya layanan internet gratis. Kini pendaftaran untuk menjadi anggota perpustakaan pun dilakukan dengan cara digital yang lebih memudahkan pengunjung mendaftarkan diri sebagai anggota tetap perpustakaan. Untuk isi buku yang ada di perpustakaan pun telah bertambah lengkap, sehingga pengunjung bebas dan tidak sulit untuk mencari buku yang mereka inginkan.

Saya berharap dengan direnovasinya perpustakaan umum ini, dapat lebih menarik pengunjung untuk datang ke perpustakaan. Dan sekali lagi, saya berterima kasih kepada Pemerintah Daerah yang sudah mewujudkan perpustakaan yang layak dan memberikan tunjangan bagi kebutuhan masyarakat. Secara tidak langsung, Pemerintah Daerah telah membangkitkan budaya membaca untuk masyarakat Garut. Semoga kedepannya, dengan adanya perpustakaan ini masyarakat Garut dapat dengan mudah mencari buku, dan mengambil ilmunya yang dapat mejadi sebuah poin untuk kemajuan Negara, khususnya kemajuan Kota Garut.

Rahmi Nurlatifah
Jln. Dayeuhandap No. 99, RT/RW 05/01
Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut
44112

Rektor Uniga, Abdusy Syakur Amin : Saatnya Sektor Pariwisata Menjadi Prioritas Utama Kabupaten Garut

GARUT, (GE).- Rektor Universitas Garut (Uniga), Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng, menilai, Kabupaten Garut lebih dekat dengan pariwisata dibandingkan dengan industri. Pariwisata, kata Syakur, akan terlihat lebih elegan dan tepat bagi Kabupaten Garut sesuai dengan potensi alam yang dimiliknya dengan limpahan potensi yang eksotis dan berniai jual tinggi.

“Berbicara pariwisata, seharusnya menjadi salah satu prioritas untuk Kabupaten Garut. Sebab, bila berkaca pada sejumlah negara maju, baik Amerika, Jepang dan negara-negara lainnya, mereka tetap tidak melepaskan pariwisata dalam pebangunan negaranya,” kata Syakur saat ditemui di Kantornya  Kompleks Uniga, Kamis (6/4/17).

Sektor pariwisata, ibuh Syakur, memberikan multi player efek yang sangat besar bagi pergerakan roda ekonomi masyarakat jika dikelola dengan benar sesuai target dan perencanaan yang matang.

“Pariwisata ini sama seperti sektor pendidikan. Memberikan banyak manfaat dalam menggulirkan roda perekonimian warga masyarakatnya. Dalam pariwisata, orang mengeluarkan uangnya belanja akomodasi selama berwisata dan terus berskesinambungan. Demikian halnya dengan pendidikan, berapa tahun pelajar atau mahasiswa berada dalam lingkup pendidikan ini, juga memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitarnya,” ungkapnya.

Universitas Garut sendiri saat ini telah bersiap diri bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung (STP) membuka Program Studi Baru bidang Pariwisata.

“Kita lagi menunggu izin pendirian Program Studi Pariwisata terbit. Mungkin tahun depan, diharapkan izin itu sudah ada sehingga kita bisa mulai berbenah untuk memperkuat Pariwisata Kabupaten Garut di bidang SDM,” ungkap syakur.

Mengembangkan sektor pariwisata bagi Kabupaten Garut, lanjut Syakur, sudah sangat tepat. Namun begitu, pola pikirnya harus berbasis pada pengembangan, bukan sekadar mengejar pendapatan asli daerah.

“Pendapatan dari sektor pajak hotel dan restoran dengan sendirinya akan terus meningkat ketika seluruh asfek yang mendorong perkembangan pariwiasata terus digerakan. Pembangunan infrastruktur wisatanya, termasuk regulasi-regulasi lainya yang akan mendorong orang terus datang berwisata ke Garut,” turutnya.

Syakur mencontohkan, geliat sektor pariwisata yang ada selama ini telah cukup menggerakan sektor lainnya seperti tumbuhnya sektor UMKM makanan dan minuman dengan deretan gerai dan toko oleh-oleh yang juga tumbuh sejalan dengan itu.

“Ini tinggal bagaimana dioptimalkan sedemikian rupa agar terus meningkat dan memberi manfaat yang luas,” tandasnya. (Farhan SN/GE)***

Editor : SMS

Berkemah di Gunung Papandayan, Nyaman dan Aman

SEJAK dulu Kabupaten Garut, Jawa Barat, dikenal sebagai gudangnya objek wisata minat alam. Salah satunya, objek wisata perkemahan di Gunung Papandayan, Kecamatan Cisurupan. Bahkan, kawasan wisata perkemahan Gunung Papandayan, belakangan menjadi tempat favorit wisatawan domestik dari berbagai daerah yang ingin menikmati suasana alam terbuka pegunungan.
“Sekarang di Garut banyak pilihan tempat wisata untuk berkemah, tempatnya sejuk dan asri,” kata Taufik, wisatawan lokal asal Garut yang berkemah di Papandayan Camping Ground di Garut, Minggu (9/4/17).

Ia menuturkan, sudah beberapa kali mengunjungi tempat wisata alam pegunungan di Garut hanya untuk sekadar berkemah satu sampai dua malam.
Menurut dia, Kabupaten Garut memiliki banyak tempat yang menarik bagi wisatawan untuk berkemah, seperti Gunung Papandayan, Cikuray, dan Gunung Guntur.

“Di kawasan Gunung Papandayan ini banyak tempat untuk camping, dengan suasana alam pegunungan dan hutan pinus,” kata Taufik yang berkemah bersama beberapa saudara dan temannya.

Taufik menambahkan, dalam petualangannya kali ini ia memilih berkemah di kawasan wisata alam komersial Papandayan Camping Ground karena tempatnya luas dan nyaman untuk menikmati suasana alam pegunungan.
Selain itu, lanjut dia, akses menuju kawasan wisata tersebut cukup mudah dijangkau kendaraan roda empat maupun sepeda motor, serta tiket masuk yang terjangkau murah.
“Alasan pertama berkemah di sini karena belum pernah, biaya masuknya hanya Rp10 ribu per orang, kalau mau pasang tenda bayar Rp100 ribu,” katanya.
Wisatawan lainnya, Muslim, menyatakan, lebih senang berwisata kemah karena dapat menikmati suasana alam terbuka saat siang maupun malam hari.
Muslim menilai, beberapa tempat di kawasan pegunungan saat ini telah dikelola dan ditata secara baik, sehingga lebih nyaman dan menarik untuk dikunjungi.

“Seperti di kawasan Papandayan banyak tempat yang dibenahi, jalannya juga tidak terlalu jelek, sehingga wisatawan nyaman,” katanya. (Farhan SN/GE)***

Editor : SMS

BREAKING NEWS : Seorang Atlet Bola Voli Tewas Tersambar Petir. Bagaimana Ceritanya?…

GARUT, (GE).- Berniat mengikuti turnamen bola voli, Rega Juliar (20), malah tewas tersambar petir, Sabtu (8/4/17) sekira pukul 15.00 WIB. Atlet bola voli asal Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, tewas terkapar di tanah dengan mengeluarkan darah dari hidung, mulut, dan telinganya.

Menurut saksi mata, saat itu Rega bersama sebelas pemain lainnya sedang menikuti turnamen bola voli antarkecamatan dalam rangka memperingati Hari Jadi Garut (HJG)  ke-204 di Lapangan bola voli Ancol, Kampung Cihaur RT/RW 02/ 09, Desa Lebak Agung, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut.

Sebelum pertandingan dimulai, hujan deras disertai angin kencang mengguyur sekitar tempat kejadian. Rega dan pemain lainnya pun berteduh di panggung panitia. Namun nahas, saat salah seorang panitia hendak menyalakan audio, petir menggelegar dan langsung menyambar panggung beserta sebelas orang yang berada di sekitarnya.

“Ya tadi sekitar jam tiga sore kejadiannya. Tadi korban sedang duduk, menunggu giliran bermain voli. Pas berteduh di panggung, dia tersambar petir,” ungkap kakak korban, Dede (40), saat ditemui di RS Guntur, Sabtu (8/4/17).

Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut langsung membawa korban ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis. Namun, akibat luka yang dialami cukup parah, nyawa Rega pun tak tertolong. Rega mengalami luka bakar dibagian kaki sebelah kanan, dan perutnya.

Dede mengatakan, jasad korban akan langsung dibawa ke kampung halamannya di Kampung Cikawung, Desa Pasirhuni, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya.

Sementara itu, korban lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.  Mereka adalah Apipudin (21), warga Kampung Bojong Lampegan RT/RW 03/15, Kelurahan Cimuncang, Kecamatan Garut Kota. Apipudin kini dalam perawatan medis di RS Nurhayati. Empat korban lainnya yang dirawat di RS Guntur yaitu Barnas (52), Iyan Suryadin (25), M. Taufik (15), dan Titin (32). Mereka tercatat sebagai warga Kampung Chair RT/RW 02/09, Desa Lebak Agung, Kecamatan Karangpawitan. (Mempis/GE)***

Editor : SMS

SMPN 1 Cigedug Menjaring Siswa Bertalenta Olahraga

GARUT, (GE).- Untuk menjaring siswa bertalenta olahraga, belum lama ini SMP Negeri 1 Cigedug, Kabupaten Garut, Jawa Barat, menggelar kejuaraan bola voli dan futsal tingkat SD se-Kecamatan Cigedug. Upaya tersebut mendapat sambutan hangat dari para siswa SD. Hampir seluruh SD di kecamatan tersebut ikut andil pada kejuaraan yang digelar di lapangan olahraga SMP Negeri 1 Cigedug, 25-29 Maret 2017.

Kepala SMP Negeri 1 Cigedug, Hj. Kokom, S.Ag, mengatakan, event kejuaraan bukan sakadar bertujuan menjaring potensi atlet berprestasi. Yang paling utama, menjalin tali silaturahmi di antara para siswa SMP Nengeri 1 Cigedug dengan para calon siswa yang kini masih menempuh pendidikan di sekolah dasar.

“Dari sisi akademik. Dengan adanya kejuaraan seperti ini, kami bisa mengetahui sampai sejauh mana intake para siswa SD di bidang olahraga,” kata Hj. Kokom kepada “GE”, Kamis (6/4/17).

Hal ini, kata Hj. Kokom, sangat penting, sehingga ketika mereka melanjutkan sekolah ke SMP Negeri 1 Cigedug setidaknya guru olahraga sudah mengetahui kompetensi dasar siswa pada mata pelajaran tersebut. Karena itu, lanjut Hj. Kokom, ke depan sedang dipikirkan untuk menggelar ajang serupa gari mata pelajaran lainnya.

Hj. Komom mengaku bersyukur, karena animo para siswa SD terhadap kejuaraan tersebut sangat tinggi. Terbukti, sejak awal hingga akhir kejuaraan mereka selalu berbondong-bondong memberikan suport kepada tim sekolahnya masing-masing yang sedang berlaga di lapangan. Selain itu, ia  juga merasa lega, karena gelaran kejuaraan dapat berlangsung secara tertib dan aman.

“Tentu, hal ini dapat dicapai berkat kerja sama yang baik di antara guru-guru dan para siswa yang menjadi panitia dengan seluruh peserta kejuaraan,” terangnya.

Karena itu, selaku pimpinan sekolah, Hj. Kokom mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas jerih payah dan pengorbanan para guru, siswa, dan seluruh komponen yang telah menyukseskan kejuaraan tersebut.

Adapun susunan para juara sebagai berikut : Bola voli putra : Juara I diraih SDN Sindang Sari 3, juara II SDN Sukahurip 2, juara III SDN Cigdeug 2. Bola voli putri : Juara I SDN Sindang Sari 3, juara II SDN Sukahurip 2, juara III SDN Sukahurip 3. Cabor Futsal : Juara I SDN Cigdeug 5, juara II SDN Sindang Sari 3, juara III SDN Cigedug 2. Juara Umum direbut SDN Sindang Sari 3 dengan raihan 2 emas dan 1 perak. (Sony MS/GE)***

Menyambut RKB, Orang Tua Siswa SMPN 3 Cigedug Beramai-ramai Meratakan Lahan Sekolah

GARUT, (GE).- Rencana pembangunan ruang kelas baru (RKB) di SMPN 3 Cigedug, Kabupaten Garut, Jawa Barat, membuat jajaran komite sekolah dan para orang tua siswa semakin bergairah. Terbukti, ketika pihak sekolah menyampaikan keinginan untuk membenahi lahan di lingkungan sekolah, mereka beramai-ramai bergotong-royong membantu hingga tuntas. Lahan seluas 363 m2 dengan ketinggian 1,5 meter itu pun, kini berubah menjadi lahan yang rata.

“Alhamdulillah, jajaran komite sekolah bersama orang tua siswa begitu antusias membantu kami, sehingga kami tidak perlu mengeluarkan anggaran besar untuk meratakan tanahnya,” kata Kepala SMPN 3 Cigedug, Abang Rahman, S.Pd, M.Pd, didampingi Wakasek Ajang Saripudin, S.Pd, M.M.Pd, Sabtu (1/3/17).

Karena dikerjakan secara manual, terag Abang, perataan lahan membutuhkan waktu hingga 10 hari, dari tanggal 21 sampai 31 Maret 2017. Selama itu, secara bergiliran para siswa dan orang tua siswa dari kelas VII sampai kelas IX mencangkul untuk meratakan tanah.

Lahan tersebut, lanjut Abang, dipersiapkan untuk membangun ruang kelas baru. SMPN 3 Cigedug memang masih membutuhkan sejumlah fasilitas ruangan kelas baru. Sebab, jumlah ruang kelas yang ada tidak sanggup lagi menampung kegiatan belajar siswa yang setiap tahun jumlahnya terus bertambah.

“Selain ruang kelas, kami juga sebenarnya masih membutuhkan fasilitas penunjang lainnya. Seperti ruang guru, laboratoium, perpustakaan,  ruang BP, ruang kesenian, dan lainnya,” papar Abang.

Akibat jumlah ruangan terbatas, selama ini para guru berdesak-desakan menempati sebuah ruangan kecil yang tidak memadai baik dari sisi luas maupun fasilitas penunjangnya. Ruangan guru piket pun terpaksa menggunakan ruang tamu. Begitu juga ruangan tata usah, harus berbagi lahan dengan ruangan kepala sekolah.

“Mudah-mudahan rencana penambahan RKB tahun ini berjalan lancar. Dengan begitu, diharapkan seluruh komponen sekolah akan termotivasi untuk semakin berprestasi,” harapnya. (Sony MS/GE)***

Prabu Gelar Festival Marawis Akbar se-Kabupaten Garut

GARUT, (GE).– Persatuan Pemuda Pemudi Batugede (Prabu) Desa Sukamanah, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, kini intensif mempersiapkan “Festival Marawis Akbar se-Kabupaten Garut”. Rencananya festival diikuti 100 grup marawis dan memperebutkan Trofi Bergilir Wakil Bupati Garut.

Perhelatan memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW itu, kata Koordinator kegiatan, Taufik Nurrohman, Rabu, (29/3/17), bekerja sama dengan Baznas dan beberapa instansi lainnya. Festival digelar di halaman Pondok Pesantren Kampung Batugede, padal 13-14 April 2017 mendatang.

“Acara ini dipastikan dibuka oleh Wakil Bupati Garut, dr. H. Helmi Budiman, diiringi 1000 orang rampak hadroh dan marawis,” jelasnya.

Koordinator Festival, Taufik Nurrohman.***

Festival dibagi dalam 2 kategori, yakni 50 grup kategori umum dan 50 grup lainnya kategori remaja, terdiri dari pelajar madrasah diniyah dan pondok pesantren. Khusus untuk kategori remaja, tandas Taufik, salah satu personal setiap grup harus ada anak yatim atau piatu.

Tindak lanjut agenda rutin tahunan Prabu dengan tema “Mencari Jawara Marawis Garut 2017” ini dijelaskan panitia lainnya, Mukhoyar, juaranya akan menjadi duta Kabupaten Garut di ajang festival marawis tingkat nasional memperebutkan Trofi Wakil Presiden RI.

Lebih jauh Mukhoyar menambahkan, rangkaian kegiatan Festival Marawis Akbar kali ini diikuti jalan sehat, perlombaan diniyah, imtihan dan tabligh akbar. Puncaknya tanggal 16 April ditutup dengan tablig akbar yang akan dihadiri Bupati Garut, H. Rudy Gunawan. (Roy/GE)***

Editor : SMS

BNN Kabupaten Garut Mengklaim Tingkat Peredaran Narkoba di Garut Menurun

GARUT, (GE).-  Kepala Badan Nasional Narkotika (BNN) Kabupaten Garut, Anas Saeffudin, menyatakan peredaran narkoba berbagai jenis psikotrofika di Garut dinilai masih tinggi.

“Kami terus mewaspadai upaya upaya yang dikembangkan oleh kelompok jaringan narkoba yang mencoba mengedarkan narkoba di wilayah hukum Garut,” ungkapnya, Kamis (23/3/17).

Berdasarkan data privalensi yang merupakan hasil penelitian BNN dengan Universitas Indonesia (UI) yang menggunakan metode penelitian tertentu, pada tahun 2015 menurut data privalensi menunjukan peredaran narkoba di Garut sebesar 2,24 persen. Sementara berdasarkan penelitian pada tahun 2016 mengalami penurunan menjadi 0,03 persen.

Artinya, kata Anas, dengan terjadinya penurunan pengguna maupun pengedar narkoba di Garut, menunjukan upaya pencegahan dengan memberdayakan masyarakat, merehabilitasi pecandu hingga mempersempit ruang gerak bandar narkoba, dinilai berhasil, meskipun belum signifikan.

“Kami terus memperkuat upaya-upaya dengan melakukan koordinasi dan menjalin sinergitas dengan seluruh elemen masyarakat. Termasuk dengan aparat penegak hukum, kepolisian, dan juga melibatkan institusi terkait lainnya yang memliki tanggungjawab melakukan upaya pencegahan, pemberdayaan, dan rehabilitasi,” pungkasnya. (Farhan SN/GE)***

Editor : SMS

Segera Dibentuk! ASSBG untuk Mendukung Kemajuan Sepak Bola Garut

GARUT, (GE).- Sebagai kabupaten “pabrik” pemain sepak bola andal, insan pengelola sekolah sepak bola (SSB) se-Kabupaten Garut, Jawa Barat, dalam waktu dekat akan membentuk Asosiasi Sekolah Sepak Bola Garut (ASSBG). Hal itu, kata Agus Kurnia – salah seorang penggagas berdirinya organisasi ini, ditujukan untuk meningkatkan profesionalisme para pengelola SSB.

Pasalnya, kata Agus, selama ini SSB sebagai kawah candradimuka para pemain sepak bola belia, nyaris tidak ada yang memperhatikan. Padahal, SSB harus dikelola secara serius. Mengingat, di sekolah olahraga nonformal inilah awal kualitas skill pemain sepak bola ditentukan.

“Kalau salah membina di waktu usia dini, talenta yang dimiliki anak-anak ke depannya tidak akan berkembang sebagaimana yang diharapkan,” tutur Agus Kurnia kepada “GE”, Senin (27/3/17).

Bahkan, skill dasar yang dimiliki anak-anak bisa rusak kalau cara melatih pada masa usia dini tidak benar. Karena itu, Agus yang juga berprofesi guru in, merasa terpanggil untuk turut membenahi pengelolaan sekolah sepak bola.

Lebih jauh dikatakan mantan kapten Persigar era 80-an ini, selain dikelola oleh manajemen profesional, SSB juga harus menggunakan kurikulum pelatihan yang baik. Karena itu, target pertama pendirian ASSBG akan memprioritaskan dua hal. Pembenahan manajemen dan pembuatan kurikulum dasar bagi semua SSB yang ada di Kabupaten Garut.

“Yang namanya sekolah, sekalipun itu sifatnya nonformal, tentu harus memiliki kurikulum yang standar sesuai yang direkomendasikan PSSI,” imbuh pengelola SSB Pamong Praja Garut ini.

Langkah selanjutnya, tambah Agus, menata sistem kompetisi sepak bola usia dini. Sebab, hasil latihan di SSB baru akan terukur melalui ajang kompetisi. Diharapkan, ke depan, pengelolaan kompetisi sepak bola usia dini di Kabupaten Garut bisa dijalankan secara profesional, berkelanjutan, dan konsisten.

Agus juga mengimbau kepada seluruh pengelola SSB se-Kabupaten Garut segera menghubungi tim persiapan pembentukan ASSBG. Agar dalam pelaksanaannya nati, kehadiran ASSBG dapat diterima oleh seluruh masyarakat, khususnya para pengelola SSB di Kabupaten Garut.

Kalau dilihat dari sisi talenta, papar Agus, sejak dulu Kabupaten Garut tidak pernah absen dalam memberikan kontribusi pemain berbakat bagi persepakbolaan nasional. Tercatat sejumlah nama besar yang sempat makalangan sampai ke tingkat nasional. Di antaranya saja Rukman, Jajang Haris, Adeng Hudaya, Sobur, Dede Irawan (alm), Uut Kuswendi, Nyan Nyang. Juga yang saati ini masih merumput di kancah liga profesional seperti Giman Nurjaman, Nova Jaenal, Johan Juansyah, Jaenal Arif, Yandi Sofyan, Rudi Geofani, dan lainnya. (Sony MS/GE)***