Ritual Pengolongan Jenazah Menandai Pemakaman Korban Amuk Cimanuk ke 38

TARKID, (GE).- Jenazah korban banjir bandang Sungai Cimanuk yang ke 38 akhirnya di makamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tajug, Kecamatan Tarogong kidul, Kabupaten Garut, Kamis (17/11/2016) malam.

Seperti diberitakan sebelumnya, Almarum atas nama Supriatna ini jasadanya ditemukan warga di tengah rawa sekitar bantaran Sungai Cimanuk kawasan Kampung Bojonglarang, Garut kota. Rabu (16/11/2016).

Supriatna (Alm) berhasil teridentifikasi tim DVI Polres Garut, kemudian jenazah dibawa pihak keluarga dan di shalatkan terlebih dahulu di Masjid Bojong Sudika yang tak jauh dari rumah duka. Sebelum dimakamkan, pihak keluarga melakukan ritual “pengolongan jasad” yang tengah digotong dalam keranda.

Suasana haru membuncah saat prosesi pemakaman, isak tangis keluarga semakin menjadi saat detik detik jenazah Supriatna dimasukan ke liang lahat. Istri serta anak korban tak kuasa menitikan air mata.

Selain Supriatna, anak ke dua Supriatna (alm) juga menjadi korban meninggal dan telah dimakamkan terlebih dulu. Jenajah Supriatna sendiri dimakamkan berdampingan di samping makam anaknya yang dietmukan pascabanjir.

“Ya, anak ke dua kami ditemukan terlebih dahulu, sehari setelah musibah banjir. Kini bapa nya menyusul ditemukan,” tutur Yulia Nuryani, istri almarhum, seraya menyeka air matanya.

Dua bulan pascabanjir, kini Yulia Nuryani (istri alm) harus hidup menjanda, dan masih tinggal di tempat penampungan pengungsi Transito bersama anaknya. (Kim)***

Edior: Kang Cep.

Lemari Pendingin di RSU Rusak Terendam Banjir, Akhirnya Dua Jenazah Tanpa Identitas Ini Dimakamkan

TARKI,(GE).- Setelah hampir seminggu berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Slamet Garut, dua jenazah tanpa identitas yang ditemukan di wilayah Wado Sumedang akhirnya dimakamkan, Rabu (28/09/2016) sore. Dua jenazah ini dikubur di TPU Kampung Santiong, Kelurahan Margawati, Kecamatan Garut kota, Kabupaten Garut.

Penguburan korban tanpa identitas ini cukup beralasan, dokter ahli forensik dari Polda Jabar, Kompol. Muhammad Ihsan, mengatakan penguburan ini dipilih karena kondisi jenazah dikhawatirkan srmakin memburuk, terlebih lemari pendingin di RSU dr.Slamet mengalami kerusakan akibat banjir

“Ini cukup beralasan karena lemari es di RSU kan rusak kena banjir, saya juga khawatir nanti menganggu pelayanan disana” ujarnya.

Tim dari DVI Polda sendiri cukup kesulitan mengidentifikasi kedua jenazah yang ditemukan di Wado tersebut, karena kondisinya semakin membusuk. Disamping itu, kesulitan ditamabah dengan tidak adanya sampel pembanding untuk melakukan identifikasi. (Hakim AG)***

“PIKASEDIHEUN”, Infrastruktur Jalan di Cisewu Amburadul, Mobil Ranger Polsek Cisewu Digunakan Antar Jenazah Warga

CISEWU, (GE).- Sejumlah warga tampak berkerumun saat mobil Ranger Polsek Cisewu datang ke lokasi. Tak sedikit di antara mereka yang meneteskan air mata. Kenapa tidak, mobil ambulan yang membawa jenazah keluarga mereka tak sanggup meneruskan perjalanan. Padahal jarak yang harus ditempuh masih jauh.

Jalur yang ekstrim menuju Desa Cikarang, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut membuat warga yang hendak mengantarkan jenazah harus meminta pertolongan kepada kepolisian. Pasalnya, mobil ambulans yang mengangkut jenazah tak sanggup menuju lokasi. Jenazah pun akhirnya terpaksa diangkut menggunakan mobil ranger milik Polsek Cisewu.

Kapolsek Cisewu, AKP Dede Yayat Hardiat, mengatakan sekitar pukul 05.00, keluarga yang mengantar jenazah memakai ambulans mendatangi Mapolsek Cisewu. Dari keterangan keluarga, lanjut Dede, jenazah akan segera dimakamkan di Desa Cikarang.

“Hanya saja yang jadi kendala jalur menuju Desa Cikarang sangat berbahaya. Mobil ambulans tidak sanggup ke sana. Jadi keluarga meminta bantuan untuk memakai ranger,” ucap Dede melalui pesan singkat, Kamis (18/8/2016).

Menurut Dede, keluarga telah membawa jenazah dari RSHS Bandung memakai mobil ambulans. Hanya saja untuk menuju Desa Cikarang, tidak bisa menggunakan mobil ambulans.

Dede lalu memutuskan untuk menggunakan mobil ranger menuju Desa Cikarang. Jenazah disimpan di bagian bak mobil ranger dan dijaga anggota keluarga.

Dari Mapolsek Cisewu menuju Desa Cikarang, tutur Dede, dibutuhkan waktu selama dua jam dengan medan jalan yang cukup sulit. “Kalau pakai ranger bisa masuk. Jalannya berbatu jadi ambulans tidak bisa ke sana,” ujarnya. Farhan SN***