Sambut Musim Mudik, Dishub Garut Jamin Tak Ada PJU yang Rusak

GARUT, (GE).- Menjelang musim mudim Idul Fitri tahun ini (2017) Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Garut memastikan kondisi Penerengan Jalan Umum (PJU) tak ada ada yang rusak. Hal ini ditegaskan Kadishub Garut, Suherman, khususnya untuk PJU di provinsi dan nasional di Kabupaten Garut.

“Ya, salah satunya PJU di Cijapati sekarang sudah nyala. Tak ada jalur provinsi dan nasional yang padam lampunya,” tandasnya, Minggu (18/6/17).

Dijelaskannya, ada 145 titik PJU baru. Semuanya dipasang di jalur utama mudik. Selain itu pihaknya juga terus memperbaiki sejumlah PJU yang rusak.

” Memang masih ada kekurangan tapi kami sudah berupaya maksimal,” tukasnya.

Sementara itu, Kapolres Garut, AKBP Novri Turangga, menyebutkan, sedikitnya disiapkan 49 pos pengamanan Polres Garut. Pos pos ini didirikan  di jalur selatan mulai dari Limbangan sampai Malangbong.

“Ya, kita terjunkan 996 personel Polres Garut ditambah satu kompi Brimob dan satu regu lalu lintas dari Polda Jabar diturunkan untuk pengaturan arus mudik,” tandasnya..

Dijelaskannya, titik prioritas pengamanan Polres Garut, dibagi dua, yaitu jalur Kadungora-Leles serta Limbangan-Malangbong. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

Jelang Lebaran Harga “Si Melon” Melambung, Warga Malangbong Bingung

GARUT, (GE),- Beberapa hari menjelang tibanya hari raya Idul Fitri 1438 H (2017) Harga gas 3Kg (Si Melon) kembali melambung. Selain harganya relatif mahal, gas bersubsidi ini juga dibeberapa wilayah langka.

Kelangkaan Si Melon ini salah satunya terjadi di kawasan utara Kabupaten Garut, tepatnya di Kecamatan Malangbong dan sekitarnya.

Dari pantauan “GE” di pangkalan H.Osman yang berlokasi Jalan Raya Malangbong- Wado atau Pasar Kolot, tampak antrian warga yang berebut gas 3 Kg. Menurut Jajat Suryana, salah seorang sekitar, sudah dua pekan terakhir di wilayah malangbong dan sekitarnta gas 3Kg mengalami kelangkaan.

“Pokoknya bingung, sudah dua pekan ini gas 3kg seolah hilang.Jikapun ada persediaannya terbatas dan mahal,” keluhnya, Selasa (13/06/17).

Dikatakannya, selain langka gas di beberapa wilayah di kecamatan Malangbong harganya mencapai Rp 30.000 per tabung. (TAF Senopati/GE) ***

Editor: Kang Cep.

Jelang Lebaran Sejumlah Jalur Mudik Dibenahi, Wabup: “Kita Siapkan Anggaran Rp 16 Miliar”

GARUT, (GE).- Menyambut musim mudik Idul Fitri 1438 H atau lebaran tahun ini (2017) pemerintah terus menggenjot pembangunan beberapa ruas jalan utama. Pemerintah daerah (Pemda) Garut sendiri melalu Dinas Binamarga terus membenahi dan membangun infrastruktur jalan, khususnya di kawasan selatan Garut.

Untuk membangun sejumlah jalur provinsi dan jalur nasional, Pemda Garut telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 16 miliar. Dengan anggaran belasan miliar tersebut, pemerintah menargetkan pembanguan sejumlah jalur alternatif bisa diselesaikan H -7 ldul Fitri.

Menurut Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, pembanguan dan pembenahan sejumlah ruas jalan ini diharapkan bisa mengurai kemacetan di sejumlah titk. Perbaikan beberapa ruas jalan ini variatif, mulai dari penambalan jalan berlubang hingga peninggian jalan untuk mengantisipasi genangan banjir.

“Kita targetkan sebelum lebaran supaya bisa dipakai, Jadi kita terus genjot bagaimana supaya bisa selesai, karena memang jalan di kita ini bukan hanya untuk dipakai warga Garut. Namun jalur lintasan menuju Tasikmalaya, Ciamis, dan Jawa Tengah, termasuk jalur alternatif. Insya Alloh, kita yakin yang kita perbaiki harus bisa dipakai untuk mudik tahun ini. Anggarannya untuk perbaikan secara rutin tahunan kita siapkan 16 milIar rupiah,” ungkapnya, Senin (12/6/17). (Andriawan)***

Editor: Kang Cep.

 

Antisipasi Longsor di Selatan Garut, Pemkab Siapkan Excavator di Sejumlah Titik

GARUT, (GE).- Untuk mengantisipasi terjadinya longsor di kawasan selatan Garut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut menyiagakan kendaraan alat berat excavator di beberapa titik kawasan rawan bencana. Persiapan yang dilakukan pemkab Garut ini juga merupakan antisipasi demi lancarnya arus mudik lebaran tahun 2017.

“Ya, Pemkab Garut telah menyiapkan sejumlah alat berat di wilayah selatan Garut yang berpotensi rawan terjadi longsor,” kata Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, Kamis (8/6/17).

Dikatakannya, sejumlah daerah di Kabupaten Garut, terutama wilayah selatan merupakan kawasan rawan longsor. Menurut Wabup, kawasan Selatan Garut memang memiliki wilayah perbukitan, juga terdapat jurang dan tebing yang cukup curam di beberapa titik jalan.

“Saat musim hujan daerah selatan seringkali terjadi longsor,” tukasnya.

Diejelaskannya, Pemerintah Kabupaten Garut juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk persiapan musim arus mudik Lebaran Idul Fitri 1438 H-2017.

Persiapan itu meliputi perbaikan infrastruktur dan fasilitas penunjang lainnya untuk kenyamanan dan keamanan di jalur mudik. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

Tergantung Pasokan dari Luar, Jelang Lebaran Stok Daging Sapi Kerap Tekor

GARUT, (GE).- Menjelang tibanya bulan Ramdan dan gari raya Idul Fitri, khusus untuk Kabupaten Garut kerap kekurangan stok. Seperti diketahui, sampai saat ini ketersediaan stok daging sapi di Jawa Barat, termasuk Garut masih tergantung pada kiriman dari luar daerah.

Demikian diungkapkan Kasi Produksi Bidang Peternakan pada Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut, Iwan Aryanto, pada kegiatan Penyuntikan Hormon dan IB Pada Hewan Ternak di Desa Pancasura, Kecamatan Singajaya, Rabu (24/5/2017).

Dijelaskannya, Garut didukung dengan sumber daya alam yang sangat potensial. Masih banyaknya lahan kosong dapat digunakan tempat untuk  peternakan dan penanaman rumput untuk pakan ternak sapi.

“Ya biasa tekor. Kekurangan stok daging sapi yang sering terjadi di Garut selama ini bisa juga diantisipasi dengan penyediaan daging jenis ternak lainnya yang banyak terdapat di Garut seperti kerbau,” katanya. (Tim GE)***

Mengganggu Pengguna Jalan, Perbaikan Jalur Garut-Bungbulang Dinilai Tidak Tepat Waktu

PAMULIHAN, (GE).- Datangnya hari Lebaran atau Idul Fitri 1437 H – 2016 tinggal menghitung hari. Sementara beberapa ruas jalan utama masih dalam tahap perbaikan atau penyelesaian. Kondisi ini tentunya dikeluhkan warga, khususnya pengguna jalan.

Keluhan warga ini tentunya sangat beralasan, karena waktu mendekati hari raya ini merupakan saatnya volume kendaraan meningkat, pemudik mulai berdatangan, sehingga sangat berpotensi pada terganggunya arus lalulintas (lalin).

Dari pantauan ‘GE’ salah satu akses jalan utama menuju selatan Garut, tepatnya jalur utama Garut-Bungbulang yang juga menghubungkan ke kawasan Caringin, Cisewu dan beberapa daerah lainya.  Hingga hari ke 16 Ramadhan, jalan utama yang merupakan jalan provinsi ini masih dalam proses pengerjaan rehabilitasi, Selasa (21/06/ 2016).

“Saya heran, kenapa perbaikan ini tidak dari awal, bukan seperti sekarang, ketika sudah mendekati lebaran baru diperbaiki. Ini sangat menganggu pengguna jalan,” tutur Ade (50), salah seorang pengguna jalan.

Akibat pembangunan jalur Garut-Bungbulang ini, di salah satu wilayah, tepatnya di Pegunungan Halimun kerap mengalami penumpukan kendaraan. Hal ini diakibatkan karena sudah memasuki musim mudik sehingga arus lalu lontas otomatis mulai padat.

Untuk mengatur arus lalin di kawasan ini, Kepolisian dari Polsek Pamulihan dengan dibantu warga setempat terpaksa memberlakukan sistem buka tutup. “Untuk para pemudik, saat ini harus sedikit bershabar mengantri untuk bisa melintas kawasan ini. Sementara proses perbaikan jalan ini katanya ditargetkan selama enam bulan,” tutur salah seorang warga setempat.

Sementara itu, salah seorang pemudik asal Bungbulang menilai perbaikan jalan raya Garut- Bungbulang ini kurang tepat waktu. Ia beralsan, saat mudik lebaran tahun ini (2016) ruas jalan baru diperbaiki. Idealnya memasuki 7 hari sebelum lebaran itu sudah harus beres.

“Ini malah sebaliknya, memasuki mudik lebaran baru diperbaiki. Saya harus menunggu hingga satu jam untuk bisa melintas. Mudah-mudahan jelang puncak arus mudik dan balik nati pengerukan jalan sudah selesai.” Harapnya. (Deni-Siti)***

Menuai Berkah Ramadhan dari Bisnis Pangkas Rambut

SETIAP memasuki bulan suci Ramadhan, bagi pelaku usaha atau bisnis merupakan berkah tersendiri. Bagaimana tidak, menjelang dan disaat bulan Ramdhan hampir semua sektor usaha bisa dipastikan mendapatkan keuntungan yang berlipat.

Belum lagi saat tibanya hari raya dan pasca hari raya itu sendiri, para pelaku bisnis juga kerap diuntungakan dengan musim “marema.” Musim “marema” adalah satu saat dimana konsumerisme masyarakat meningkat signifikan, sehingga berdampak pada prduktifitas transaksi berbagai sektor bisnis.

Tak hanya pada sektor usaha jual-beli produk, sektor bisnis layanan jasa pun bisa dipastikan ‘terciprati’ keberkahan bulan suci Ramadhan ini. Salah satu usaha layanan jasa yang turut mendapatkan keberkahan Ramadhan ini adalah usaha barber shop atau pangkas rambut alias tukang cukur.

Seperti diketahui, bahkan bisa dibilang sudah termasyhur ke seantero Nusantara, bahwa di salah satu wilayah Kabupaten Garut merupakan ikon bisnis jasa cukur-mencukur ini. Ya, Banyuresmi. Adalah salah satu kecamatan di utara kota Garut , dalam beberapa dekade seolah telah memilki trade mark sendiri dalam bisnis pangkas rambut.

Kemasyhuran usaha jasa pangkas rambut asal Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat ini bukan hanya isapan jempol belaka. Buktinya, berbagai media pernah mem-publish kisah sukses para pebisnis jasa pangkas rambut asal Banyuresmi ini.

Bahkan salah satu media cetak harian nasional pernah melansir satu berita yang menyebutkan bahwa warga asal Banyuresmi-lah yang dipercaya menjadi tukang cukur pribadi presiden RI, kala itu Presiden SBY.

Seperti halnya mayoritas pelaku bisnis cukur asal Garut lainnya, Asep Abu Fikri (41) juga merupakan salah seorang warga Banyuresmi. Ayah empat orang anak yang telah puluhan tahun menekuni usaha jasa pangkas rambut. Bagi Asep, usaha adalah ibadah yang harus dijalani dengan keseriusan dan keikhlasan.

“Alhamdulillah, dari usaha mencukur ini saya bisa menyekolahkan anak dan memenuhi keperluan sehari-hari keluarga. Bagi saya usaha adalah ibadah dan yang terpenting sebagai ladang berdakwah,” tutur Asep, saat dijumpai di kedai ‘Pangkas Rambut Al-Khilafah’ di bilangan Jalan Pasundan, Garut kota. Selasa (14/06/2016).

Usatdz Asep, demikian sapaan akrab tukang cukur yang murah senyum ini biasa disapa pelanggannya. Sebagian pelanggan lainnya menyebut, Asep ini seorang tukan cukur idiologis. Kenapa dibilang idiologis? Kata beberapa pelanggannya, selain hasil cukur yang rapi, Asep juga kerap menyampaikan dakwah ‘Islam Ideologis’ disela-sela aktivitasnya melayani pelanggan.

“Ya, bercukur di Pangkas Rambut Al Khilafah ini kita akan mendapatkan pelayanan ‘plus-plus.’ Selain hasil cukurnya rapi, dan pijat refleksinya yang bikin rileks. Ada lagi pelayanan lainnya yang membuat kita mendapatkan pencerahan, yakni dakwah ideologisnya yang disampaikan disela-sela bercukur,” tutur salah seorang pelanggan, saat ngantri untuk mendapakan pelayanan cukur khas Ustadz Asep.

Seperti halnya pelaku usaha lainnya, Asep juga merasakan keberkahan Ramadhan dari usaha pangkas rambutnya. Dikatakannya, usaha pangkas rambutnya akan kebanjiran orderan jasa setelah memasuki H-10 Lebaran. Untuk mengantisipasi membludaknya pelanggan, Asep biasa mendatangkan personil tukang cukur tambahan.

Disinggung terkait tarif cukur menjelang lebaran, ia mengakui sama sekali tidak pernah menaikan tarif walau memasuki musim ‘marema.’ Asep mengaku sudah untung dari jumlah order jasa yang meningkat hingga 100%.

“Alhamdulillah, setiap menjelang lebaran saya sudah mendapatkan keuntungan dari jumlah orderan yang naik signifikan. Jadi tak pernah saya naikan tarif cukur,” tukasnya.

Diakuinya, jika sudah memasuki H-10 Lebaran, Asep Abu Fikri bisa melayani pelanggannya hingga 50 kepala. Saat ini, Asep membandrol jasa cukurnya Rp 10 ribu/ kepala. Dengan hanya merogoh kocek Rp 10 ribu ini, pelanggan sudah bisa menikmati jasa pelayanan pahe (paket hemat) ala Pangkas Rambut Al-Khilafah.

“Biasanya sepuluh hari menjelang lebaran sudah muali banyak yang bercukur ke sini. Dalam sehari kita bisa melayani pelanggan 40 sampai 50 orang. Alhamdulillah, mungkin ini yang disebut berkah Ramadhan,” tutur Ustadz Asep seraya menebar senyum ramahnya. (ER)***