Sambut Idul Fitri, Warga Panawuan Terbangkan Balon Raksasa

ADA tradisi unik yang dilakukan warga Kampung Panawuan, Desa Sukajaya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat, setiap menyambut Hari Raya Idul Fitri, menerbangkan balon raksasa.

Sejak tiga hari sebelum Lebaran, sejumlah warga tampak sibuk membuat puluhan balon udara berukuran raksasa dari bahan kertas bening. Warga Panawuan menyebutnya kertas endog. Kertas-kertas tersebut direkatkan menggunakan remeh (sisa-sisa nasi).

Awalnya, kata salah seorang warga Panawuan, Abang (25), ide menerbangkan balon raksasa bermula dari keisengan para orang tua di sana. Karena dianggap sebagai hiburan menarik, kegiatan tersebut kini menjadi tradisi warga Panawuan.

Balon raksasa tersebut diterbangkan setelah solat sunat Idul Fitri dilaksanakan. Penerbangan balon ini bukan tanpa alasan. Tujuannya mulia, yaitu, ingin mempersatukan warga setempat.

“Jadi kan kalau ada balon otomatis semua warga kumpul. Nah di situ momen Lebarannya dapet. Warga saling bersilaturahmi satu sama lain. Ada juga yang sambil reunian,” kata Abang, Minggu (25/6/17)..

Tradisi tersebut, kata Abang,  sudah berlangsung sejak lama. Sekira 37 tahun yang lalu, tepatnya sejak tahun 1980. Dalam sekali acara, warga di sini bisa menerbangkan lebih dari 10 balon setinggi belasan meter yang di sebar di seluruh penjuru kampung. Balon-balon tersebut dibentuk karakter kartun, seperti spongebob dan patrick dalam serial kartun spongebob squarepants.

“Sekarang anak umur 7 sampai 10 tahun di kampung ini sudah piawai membuat balon. Intinya ini akan menjadi tradisi turun temurun di kampung kami,” kata Abang.

Dengan adanya tradisi tersebut, Abang dan warga lainnya berharap bisa semakin menyemarakkan perayaan Idul Fitri yang merupakan Hari Kemenangan bagi seluruh umat Islam di dunia. (Mempis/GE)***

Editor : SMS

Habib Agil Bin Sayhon Ancam Ledakkan Mapolsek Malangbong

GARUT, (GE).- Awalnya tak ada yang curiga apa-apa atas kedatangan seorang pria yang mengenakan sarung dan jaket loreng ini masuk ke Mapolsek Malangbong. Saat itu, pria yang diketahui bernama Habib Agil Bin Sayhon ini, melaporkan kehilangan adiknya. Ia berharap Polisi bisa menemukan keberadaan adiknya yang sudah hilang sejak sebulan yang lalu.

Namun saat itu, petugas tak bisa langsung turun ke lapangan untuk mencari keberadaan adik Agil. Pasalnya ada prosedur yang harus ditempuh sebagai SOP di Kepolisian.

“Ia datang ke kantor melaporkan adiknya yang hilang. Namun saat dijelaskan harus ada SOP yang harus ditempuh ia seakan tak terima malah mengancam akan meledakkan Mapolsek,” ujar Kapolsek Malangbong, AKP. Suhartono, kepada “GE”, Minggu (11/6/17).

Agil yang belakangan diketahui warga Desa Sukamantri, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung ini, mengaku sebagai cucunya Nabi Muhamad. Saat berbincang dengan Polisi ia seperti merogoh sesuatu dari dalam jaket loreng yang dikenakannya. Ia mengancam akan meledakkan Mapolsek dengan granat.

Saat itu juga, Agil langsung diamankan oleh jajaran Mapolsek Malangbong. Dari tangan tersangka, Polisi mengamankan sebilah pisau lipat, granat nanas asli, tongkat kayu dan alat kejut listrik.

Akibat perbuatannya, kini pelaku diancam dengan Pasal 7 UURI no. 15 Tahun 2003 jo. Perpu no. 1 tahun 2002 tentang pemberantasan terorisme Subs. Pasal 2 ayat 1 UU Drt no. 12 tahun 1951. (Farhan SN)***

Lakukan Ritual Pesugihan Gali Kuburan, 10 Orang Diamankan Polisi

GARUT, (GE).- Ingin cepat kaya dengan cara instan 10 orang warga Garut dan warga Majalaya Kabupaten Bandung diamankan jajaran Polres Garut. Mereka diamankan setelah melakukan pesugihan menggali kuburan keramat di Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu (11/6/2017).

“Ada sepuluh warga Bandung yang diamankan Polisi kemarin malam. Mereka diamankan karena melakukan penggalian terhadap makam keramat di Kampung Sukamaju, RT 01 RW 01, Desa Sukakarya, Kecamatan Samarang,” ujar Komandan Koramil (Danramil) 11-12 Samarang, Kapten Infanteri Dedi Saepuloh.

Dikatakan Dedi, berdasarkan informasi yang didapatnya, makam yang digali oleh sepuluh orang warga tersebut adalah makam Mbah Kalijaga yang selama ini dianggap keramat oleh warga sekitar. Mereka nekad melakukan penggalian dengan harapan bisa mendapatkan kekayaan dengan cara yang instan.

Dedi menyebutkan, hasil koordinasi dengan pihak Polsek Samarang, pada Sabtu malam awalnya baru ada lima warga yang berhasil diamankan. Namun pada Minggu siang, yang lima lagi pun telah berhasil diamankan setelah sebelumnya dijemput petugas dari kampung halamannya di kawasan Majalaya Kabupaten Bandung.

“Kepada petugas dari kepolisian yang melakukan pemeriksaan, mereka mengakui telah melakukan penggalian makam Mbah Kalijaga. Adapun motif mereka adalah untuk mencari harta kekayaan,” kata Dedi.

Aksi penggalian makam sendiri, tuturnya, dilakukan sejak Kamis (8/6/2017) sekitar pukul 23.30 WIB. Sepuluh warga yang melakukan penggalian itu berasal dari beberapa daerah. Empat di antaranya berasal dari Desa Sukarasa Kecamatan Samarang dan enam lainnya merupakan warga dari daerah Majalaya Kabupaten Bandung.

Masih menurut Dedi, ksi penggalian di makam keramat Mbah Kalijaga itu dilakukan tepat di bagian pusat dengan kedalaman sekitar satu meter, panjang dan lebasr sekitar 40 x 40 centimeter. Setelah melakukan aksi penggalian, yang mereka lakukan adalah mengambil tanah yang ada di dalamnya sebagai syarat untuk mendapatkan harta kekayaan.

Lebih jauh diungkapkan Dedi, kini ke sepuluh warga yang diamankan tersebut sudah dipindahkan ke Mapolres Garut. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tak diharapkan mengingat kondisi warga yang merasa tersinggung akibat ulah mereka yang dianggap tak menghargai kekeramatan makam tersebut. (Farhan SN)***

BREAKING NEWS : Lagi-Lagi Terjadi di Garut. Bocah 14 Tahun Dicabuli Tukang Ojek. Begini Ceritanya…

GARUT, (GE).- MH (58) harus berurusan dengan aparat berwajib. Akal bulusnya berdalih mengajarkan ilmu kehidupan akhirnya terungkap. Ilmu yang dijanjikan MH ternyata hanya akal-akalan agar bisa mencabuli anak tetangganya yang baru berusia 14 tahun.

Aksi bejat MH terbongkar setelah orang tua korban membaca surat yang dikirim MH kepada korban. Isi surat mengajak korban untuk mempelajari ilmu kehidupan di rumah MH. Merasa curiga atas isi surat tersebut, akhirnya orang tua korban melaporkan hal tersebut kepada polisi.

“Pelaku mengakui perbuatannya tersebut. Aksinya dilakukan di kebun singkong dekat rumah pelaku. Pelaku mencabuli korban selama empat kali dalam waktu berbeda,” ungkap Kapolsek Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kompol Suhendar, Senin (17/4/17).

Akibat perbuatannya tersebut, kini MH yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang ojek harus meringkuk di sel tahanan Mapolsek Cilawu. MH disangkakan melanggar Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun kurungan penjara. Polisi menangkap bapak empat anak tersebut di rumahnya.

Barang bukti diamankan polisi di antaranya pakaian korban, botol parfum dan body lotion. Polisi masih mendalami dan mengembangkan kasus tersebut. Sebab, berdasarkan keterangan warga sekitar TKP, korban kejahatan seksual yang dilakukan MH diduga lebih dari satu orang.

Selama ini, kata Suhendar, hampir setiap hari MH datang ke warung milik orang tua korban. Semakin lama, rupanya MH tambah kepincut oleh kemolekan tubuh korban. Otak jahat MH pun mulai mencari siasat. Singkat cerita, pelaku pun berhasil memperdayai korbannya sampai empat kali. Namun, sebelum aksi bejatnya berlanjut, MH akhirnya diringkus polisi.

“Untuk dugaan itu (perkosaan kepada korban) masih menunggu hasil visum. Kami juga mengimbau bagi siapa saja yang menjadi korban kekerasan seksual MH untuk melaporkannya kepada kami,” tandas Suhendar. (Mempis/GE)***

Editor : SMS

BREAKING NEWS : Tiga Orang Petugas Damkar Diserang Ribuan Tawon! Begini Ceritanya…

GARUT, (GE).- Nasib nahas dialami tiga petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Garut, Jawa Barat. Ketiganya menjadi korban serangan ribuan tawon saat mencoba membantu warga RW 05 Desa Wanakerta, Kecamatan Cibatu, memusnahkan sarang tawon, Sabtu (15/4/17) malam.

Bahkan, salah seorang di antaranya, Agus, terpaksa harus mendapat perawatan di rumah sakit akibat luka sengatan tawon cukup parah. Sementara itu, dua petugas lainnya yaitu Adam dan Ujang, hanya menderita luka ringan akibat sengatan tawon. Mereka hanya diberi perawatan medis seperlunya.

Kepala Dinas Damkar Garut, Aji Sukarmaji, membenarkan adanya tiga petugas Damkar yang tersengat tawon saat berupaya memusnahkan ribuan tawon dan memusnahkan sarangnya di kawasan Wanakerta, Kecamatan Cibatu.

Menurut Aji, sebenarnya petugas yang saat itu diturunkan semuanya sudah terlatih. Namun entah kenapa saat beraksi, mereka masih saja terkena serangan tawon.

Sebelum memusnahkan sarang tawon dan mengusir tawon dari tempatnya, kata Aji, petugas mengevakuasi para penghuni rumah di sekitar sarang tawon berada. Tak hanya itu, warga lainnya terutama anak-anak yang tinggal di sekitar daerah itu pun diminta untuk menjauh dulu.

Sementara itu Ketua RW 05 Desa Wanakerta, Kecamatan Cibatu, Undang Supardi, menuturkan, selama ini warganya dilanda keresahan menyusul kehadiran ribuan  ekor tawon di daerah mereka. Mereka menilai kehadiran ribuan tawon itu cukup membahayakan. Apalagi selama ini banyak warga yang disengat.

Untuk menyingkirkan tawon dan memusnahkan sarangnya, Undang terpaksa meminta bantuan petugas Damkar.

“Sudah beberapa hari ini warga dibuat resah dengan keberadaan ratusan bahkan mungkin ribuan ekor tawon. Tawon ini bersarang di suatu tempat di kawasan Kampung Pabrik, dekat PAUD Sifaussudur,” ujar Undang, Minggu (16/4/17).

Dikatakan Undang, jika terus dibiarkan berada di daerah tersebut, dikhawatirkan tawon-tawon itu akan terus memakan korban. Selama ini sudah ada beberapa orang yang menjadi sasaran sengatan tawon tersebut. Kian hari, jumlah tawon itu kian banyak dan sarangnya pun kian besar pula.

Undang menjelaskan, setelah dimintai bantuan, sejumlah petugas dari Dinas Damkar Garut, Sabtu (15/4/2017) malam, tiba di lokasi. Mereka kemudian mengevakuasi ratusan tawon serta memusnahkan sarangnya. Namun saat itu, tiga orang petugas Damkar justeru malah jadi sasaran sengatan tawon yang merasa terganggu. (Farhan SN/GE)***

Editor : SMS

BREAKING NEWS : Lagi! Api Melumat Empat Rumah Warga Bayongbong

GARUT, (GE).- Kasus kebakaran kembali menimpa warga Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu (16/4/17) sekira pukul 11.30 WIB. Kali ini si jago merah melalap empat rumah warga Kampung Nangerang RT/RW 03/08, Desa Ciela, Kecamatan Bayongbong. Keempat rumah tersebut masing-masing milik Lukman Wahid, Aca, Kodir, dan Tarmana.

Menurut saksi mata, Enah, peristiwa kebakaran tersebut berlangsung begitu cepat. Ketika itu, Enah yang sedang berada di luar rumah tersentak kaget, karena melihat kobaran api dari salah satu rumah yang terbakar langsung membesar. Enah pun sontak berteriak-teriak memberitahukan warga lainnya.

Mengetahui kejadian teresebut, warga dan pemilik rumah beramai-ramai berusaha memadamkan api. Hanya saja, karena sumber air cukup jauh dan tiupan angin cukup kencang, keempat rumah semi permanen itu akhirnya tidak bisa diselamatkan. Kondisi tersebut diperparah oleh bahan material rumah yang mudah terbakar. Dalam sekejap, keempatnya luluh-lantak dilalap si jago merah.

Karena kejadian tersebut sangat mendadak, Lukman Wahid, bahkan tidak sempat menyelamatan harta benda yang cukup berharga. Sebuah Suzuki Sonic yang diparkir di dalam rumahnya ikut hangus tebakar api.

Kapolsek Bayongbong,  AKP Bambang Supriyono, membenarkan musibah tersebut.

Menurut Bambang, dugaan awal, kebakaran terjadi akibat konsleting arus pendek di salah satu rumah korban.  Namun, untuk memastikan penyebabnya masih dilakukan penyelidikan.

“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Tapi kerugian materil akibat musibah tersebut ditaksir mencapai Rp 400 juta,” katanya.

Taksiran rincian kerugian, rumah milik Lukman Wahid seluas 49 m2 berikut satu unit sepeda motor ditaksir senilai Rp 150 juta. Rumah milik Aca seluas 49 m2 senilai Rp 100 juta. Rumah Tarmana seluas 36 m2 senilai Rp 50 juta, dan rumah milik Kodir seluas 61 m2 senilai Rp 70 juta. (Hendrayana/GE)***

Editor : SMS

Deklarasikan Hari Lasminingrat, Ratusan Orang Berkumpul di SDN Regol 7-10

GARUT, (GE).- Sebagai bentuk dukungan untuk mengusung Raden Ajoe (RA) Lasminingrat menjadi pahlawan anasional, ratusan orang berkumpul di kompleks SDN Regol 7- 10, Kelurahan Regol, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Senin (10/4/2017). Pada tanggal tersebut, tepat pada 10 April, merupakan hari wafatnya RA Lasminingrat.

Selain dukungan moril, sejumlah elemen masyarakat ini juga medeklarasikan tanggal 10 April sebagai Hari Lasminingrat.  Sejumlah seniman pada hari yang sama juga menggelar lukisan wajah Lasminingrat. Pada hari itu juga tampak Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar memberikan dukungannya, bakan Wakug menyempatkan melihat bukti peninggalan tersebut.

Ketua Tim pengusung gelar pahlawan RA Lasminingrat, Rani Permata Dicky Chandra, menyebutkan sedikitnya ada empat poin pentiing yang disampaikan di hari peringatan wafatnya RA Lasminingrat. Diharapkannya ada dukungan dari semua pihak agar perjuangan RA Lasminingrat bisa dihargai.

“Kami berharap setiap 10 April ditetapkan menjadi Hari Lasminingrat. Penetapan itu diharapkan bisa menghormati jejak perjuangan beliau,” kata istri Dicky Chandra ini kepada sejumlah awak media, Senin (10/4/2017).

Dijelaskannya, kegiatan tersebut merupakan bentuk deklarasi pengusungan kembali RA Lasminingrat menjadi pahlawan nasional. Pada 2010, pihaknya sudah melakukan pengajuan namun belum membuahkan hasil.

“Kami juga ingin agar SDN Regol 7 dan 10 yang dibangun Lasminingrat didaftarkan menjadi benda cagar budaya. Saya juga berharap bisa terdapat Jalan RA Lasminingrat di Kabupaten Garut. Kita akan berupaya agar RA Lasminingrat yang wafat di tahun 1948 bisa menjadi pahlawan nasional,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy mizwar,memberikan dukungan agar tim pengusung gelar pahlawan RA Lasminingrat. Wagub berharap ada upaya mencari dan menggali lebih dalam lagi terkait data atau kelengkapan dokumen tentang asal usul Lasminingrat.

“Dengan begitu, penemuan data-data kelengkapan baik yang di dalam dan di luar negeri  tersebut bisa memuluskan RA Lasminingrat menjadi pahlawan nasional. Nantinya dokumen itu diajukan ke pihak kementerian, ” kata Deddy. (Tim GE)***

Editor : Kang Cep.

Tabung Gas Meledak, Rencana Syukuran Ulang Tahun Nano Subratno Berantakan

GARUT, (GE).- Ledakan tabung gas LPG 3 kg membuat rencana syukuran ulang tahun Nano Subratno (78), berantakan. Warga Kompleks Margamulya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat, bahkan terlihat shok akibat kejadian tersebut. Masakan yang sedianya dihidangkan hari ini, Minggu (2/4/17) berserakkan di lantai terhempas ledakan tabung gas.

Awal peristiwa terjadi Sabtu (1/4/17) malam sekira pukul 21.00 WIB. Saat itu, istri Nao, Enung (70), bersama beberapa saudara dan tetangganya, berniat memasak untuk merayakan ulang tahun sang suminya. Namun tanpa disadari tiba-tiba terdengar suara mendesis dari regulator gas yang langsung mengeluarkan api.

Api dengan cepat membesar dan sempat menghanguskan beberapa perabotan yang berada di dapur rumah.

“Iya ini lagi masak buat syukuran ulang tahun bapak besok. Tadi api keluar dari regulator, kemudian gasnya meledak,” ungkap anak pemilik rumah, Ali Muhammadsyah (40) kepada “GE”, Sabtu (1/4/17) usai kejadian.

Beruntung, kata Ali, warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut berusha membantu memadamkan api. Dibantu 3 unit mobil pemadam kebakaran, api yang sempat membesar dan membumbung tinggi itupun berhasil dipadamkan sebelum merembet ke bagian rumah lainnya.

“Alhamdulillah, kami dibantu warga berhasil memadamkan api. Tadi warga langsung mengambil air dan sejadah dari masjid.  Jadi, ketika kami datang api sudah agak padam, meskipun masih besar,” ungkap anggota Damkar, Supriatna.

Meski tidak ada korban jiwa, akibat kejadian tersebut, Enung, sempat pingsan karena terlalu banyak menghirup gas. (Mempis/GE)***

Editor : SMS

Workshop Sukses UN dan Belajar ala SMP IT Al Muawanah Cigedug

GARUT, (GE).- Jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan Ujian Nasional (UN), para siswa SMP Islam Terpadu (IT) Al Muawanah Cigedug, Kabupaten Garut, Jawa Barat, terus dimotivasi agar mencapai hasil optimal dalam belajar. Belum lama ini, guru-guru pembimbing para siswa kelas IX menggelar “Workshop Sukses UN dan Belajar Tahun 2017”.

KEPALA SMP IT Al Muawanah Cigedug, Budi Sobur Sudrajat.***

Tujuannya, kata Kepala SMP IT Al Muawanah Cigedug, Budi Sobur Sudrajat, agar para siswa siap menghadapi ujian nasional dan memperoleh nilai yang baik. Salah satu materi yang diberikan dalam workshop sehari pada Sabtu (11/3/17) tersebut berkaitan dengan sikap, “positive thinking” alias berpikir positif. Hal ini, lanjut Budi, sangat penting diberikan agar para siswa memiliki rasa optimis dalam menjawab soal-soal yang diberikan.

Selain menumbuhkan kepercayaan diri, papar Budi, motivasi harus terus diberikan agar para siswa bersemangat dan fokus dalam belajar. Dengan demikian, diharapkan mereka bisa menggapai sukses kehidupan di dunia dan akhirat. Karena itu, kata Budi, pihak sekolah tidak mau tanggung dalam penyelenggaraan workshop tersebut.

“Sebagai pemateri, selain guru-guru di sekolah ini, kami juga mengundang Ustadz  Acep Taufik Ismail, trainer profesional yang sudah berpengalaman,” papar Budi kepada “GE”, Sabtu (01/4/17).

Ustadz muda itu, menyampaikan materi  “trik menghafal  cepat dan fokus”.  Ini penting, mengingat menjelang pelaksanaan UN tingkat SMP/MTs para siswa harus semakin fokus belajar. Mereka juga harus bisa menghapal dalam waktu singkat, karena jumlah materi pembelajaran yang diujikan cukup banyak. (Sony MS/GE)***

Dedi Mulyadi, “Maung” dan Hutan sebagai Sumber Kemakmuran Masyarakat Jawa Barat

GARUT, (GE).- Ketua DPD Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menekankan pentingnya harimau dalam peradaban masyarakat Sunda. Menurutnya, harimau merupakan simbol penjaga hutan. Sementara hutan sendiri merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat Sunda. Sebab, dengan kelestarian hutan, ketersediaan air yang menjadi sumber kehidupan menjadi terjamin.

“Dari hutan yang di dalamnya terdapat mata air, lahirlah sungai. Dari sungai tersebut lahirlah bendungan. Dari bendungan itu, lahirlah peradaban pertanian, perikanan, pariwisata, dan sumber kehidupan lain bagi masyarakat Sunda,” ucap Dedi, saat peresmian patung maung siliwangi yang kini terpajang gagah di halaman Markas Koramil 1123 Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (31/3/17) malam. Acara peresmian sendiri digelar singkat dan sederhana.

Menurut Bupati Purwakarta ini, kemakmuran orang Sunda ditentukan oleh kelestarian hutan. Hutan itu adanya di gunung.

“Hutan akan lestari kalau didalamnya ada harimau, karena tidak akan ada manusia yang berani merambah hutan,” jelas Dedi.

Simbol gunung sendiri, lanjut Dedi, sangat melekat dalam tradisi dan peradaban orang Sunda. Ini dibuktikan dengan bentuk “aseupan” (alat untuk menanak nasi yang terbuat dari anyaman bambu/red) yang bentuknya lancip mirip gunung. Begitu juga, setiap kali dalang membuka lakon wayang, pasti didahului kemunculan “gugunungan”.

Dalam dialog singkat pendalaman konsepsi hutan sebagai sumber kemakmuran, Dedi berbagi strategi kepada Bupati Garut, Rudy Gunawan, dan Ketua DPRD Garut, Ade Ginanjar, yang juga turut hadir di lokasi peresmian tersebut.

Budayawan Sunda itu menyebut, dibutuhkan komitmen dan program strategis untuk menjadikan hutan sebagai “basic core” pembangunan di Jawa Barat. Langkah tersebut menurut Dedi, dapat ditempuh dengan beberapa cara. Di antaranya, menjadikan masyarakat yang tinggal di sekitar hutan untuk melakukan pemulihan hutan dengan cara penanaman kembali lahan yang gundul.

KETUA DPD Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat menyampaikan sambutan pada acara peresmian pemajangan patung Maung Siliwangi di halaman Markas Koramil 1123 Cisewu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (31/3/17) malam. (Foto : Istimewa)***

“Masyarakat yang tinggal di sekitar hutan itu harus diangkat sebagai tenaga harian lepas oleh pemerintah. Tugasnya, setiap hari menanam pohon di lahan yang gundul. Gajinya bisa Rp2,5 Juta sampai Rp3 Juta per bulan. Saya yakin, itu masyarakat yang biasa diminta oleh para orang kaya untuk merambah hutan, paling hanya dapat Rp1,5 Juta per bulan sudah bagus, kita pasang harga lebih besar,” tegasnya.

Konsep selanjutnya, imbuh Dia, setelah wilayah hutan berhasil di-recovery, dapat langsung dibangun perkampungan berbasis adat Sunda dengan jumlah rumah masing-masing sebanyak 40 rumah setiap kampung. Anak-anak warga di kampung tersebut dididik pendalaman pengetahuan tentang kepariwisataan berupa bahasa Inggris dan nilai tradisi.

Cara ini, ia yakini dapat menumbuhkan sektor pariwisata di Selatan Jawa Barat, tanpa harus menggunduli hutan di sekitarnya.

“Setelah itu, anak-anak kita didik kepariwisataan, bangun rumah penduduk dengan arsitektur Sunda, jadi wisatawan tidak perlu tinggal di resort, rumah penduduk dapat sekaligus menjadi resort, ini ke depan dapat menjadi sumber pendapatan bagi wilayah Jabar Selatan,” papar Dedi.

Konsep yang dipaparkan Dedi, diapresiasi Bupati Garut. Rudy Gunawan mengatakan terlalu kecil jika konsep tersebut hanya diberlakukan di Purwakarta atau Garut. Menurutnya, konsep ini harus diterapkan di Jawa Barat.

“Paparan Kang Dedi ini bagus untuk Jawa Barat, bukan hanya Purwakarta atau untuk saya di Garut. Saya ini kenal beliau sudah lama. Saya banyak berguru kepada beliau soal filosopi dan penerapan falsafah Sunda dalam kebijakan sebagai kepala daerah. Empati Kang Dedi terhadap kondisi ‘maung lucu’ kemarin itu, ternyata didasari oleh pemikiran yang luas seperti ini,” ujar Rudi.

Sementara itu, Komandan Rayon Militer 1123 Cisewu, Kapten (Inf) Nandang Sucahya, menyebut harimau yang dikirim Dedi Mulyadi menjadi harimau paling gagah di seluruh wilayah kerja Kodam III Siliwangi. Bahkan, menurutnya, patung harimau di Markas Kodam Siliwangi III pun kalah gagah oleh patung harimau yang hari ini ada di kantornya tersebut.

“Di kantor pimpinan saya di Kodam III Siliwangi pun harimaunya jadi kalah gagah dengan yang punya saya di sini.  Saya terima kasih kepada Kang Dedi dan seluruh jajarannya,” pungkasnya menutup. (Sony MS/GE)***