Tertimbun Longsor, Jalur Lintas Selatan Garut Sempat Tersendat 20 Jam

GARUT, (GE).- Hujan deras yang mengguyur kawasan Garut Selatan mengakibatkan tebing setinggi 50 meter ambrol. Dampaknya, material longsor membuat Jalan Lintas Selatan Garut ini tertutup hingga ketinggian 3 meter sejauh 30 meter. Sabtu (4/2/2017).

Jalan raya penghubung kawasan selatan Garut dan Bandung di betulan Kampung Cilayu, Desa Sukarame, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut, Jawa Barat ini sempat tidak bisa dilalui kendaraan dalam beberapa jam.

“Ya, kejadaiannya sekira pukul 19.00 WIB, Sabtu (4/2/2017). Longsor ini menyebabkan jalan tertutup dan tidak bisa dilalui kendaraan. Antrian kendaraan sampai 6 kilometer,” kata Usep (35),  pengendara yang melintas pada malam itu.

Salah seorang petugas Dinas Perhubungan setempat, Ara (50), mengatakan, selain mengakibatkan kemacetan panjang, longsor di kawasan Kecamatan Caringin ini juga memaksa pengendara harus menunggu hingga 20 jam untuk bisa melintasi kembali jalan tersebut.

“Dan akibat dari kejadaian ini juga, sejumlah wisatawan yang hendak berwisata ke Pantai Rancabuaya harus rela mengurungkan niatnya. Karena memang tak ada jalan alternatif yang bisa dialalui,” katanya.

Sementara itu, Eli Mulyadi, salah seorang petugas Binamarga, mengatakan, setelah lebih dari 8 jam proses evakuasi dengan menggunakan alat berat, akhirnya material longsor yang menutupi jalan bisa dibersihkan.

“Material longsor baru bisa dibersihkan dengan menggunakan alat berat. Kita juga dibantu warga sekitar untuk membersihkan tumpukan tanah dan bebatuan yang menimbun jalan. Alhamdulillah sekira pukul 15.00 WIB, Ahad (5/2/2017) jalan bisa dilalui kembali,” jelasnya. (Deni-Siti)***

Editor: Kang Cep.