Jahid Lakukan Inovasi Pembibitan, Hasilkan Jeruk Unggulan Jenis Kepro55

MANIS dan wanginya jeruk Garut yang melegenda hingga kini rupanya masih semerbak. Sempat tenggelam kisahnya pascaterdampak letusan gunung Galunggung, sekira tahun 80 an, kini pamor jeruk Garut mulai diupayakan kembali.

Sejumlah petani jeruk di beberapa kawasan mulai berupaya melakukan berbagai inovasi pembibitan jeruk  untuk mengembalikan eksistensi produk agribisnis unggulan Kabupaten Garut ini.

Selama ini penangkaran/ pembibitan Jeruk Garut banyak dibudidayakan petani di kawasan Bojongsari dan Cisaradan, Desa Situsari, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Secara umum inovasi pembibitan yang dilakukan sejumlah petani  di kawasan Desa Situgede dengan tekhnik pencangkokan dan menempel (Okulasi).

Sejak zaman “baheula” beberapa daerah sekitar, semisal kawasan Sadang, Wanaraja, Tajur dan yang lainya, mendapatkan pasokan bibit jeruk unggulan dari Desa Situgede. Sebagai upaya pengembalian produktivitas dan popularitas Jeruk Garut, kini para penangkar jeruk dari kawasan Karangpawitan telah bekerjasama dengan dinas terkait, sementara bibitnya sendiri didatangkan dari Desa Situgede.

Menurut Jahid, salah seorang tokoh petani penangkar jeruk di Desa Situgede, sejumlah pertanian Jeruk yang ada Desa Situsari dan Karangsari juga mendapatkan pasokan bibit jeruknya dari Situgede.

“Jadi penangkar bibit Jeruk itu tidak cukup hanya sampai jual beli semata.  Harus diiringi dengan rasa tanggung jawab akan kualitas bibit itu sendiri.  Mengingat lamanya waktu menunggu berbuah dan tidak sedikit biaya yang dikeluarkan oleh para petani buah jeruk itu. Saya yakin betapa kecewanya para petani buah jeruk itu jika bibit dari kami jelek. Atas dasar itulah saya sangat berhati hati dalam penangkaran bibitnya.”Ungkapnya.

Dijelaskannya,  untuk mendapatkan buah jeruk yang berkualitas unggul, dalam proses pembibitan jeruk ini juga harus dilihat secara seksama  perkembangan dalam pertumbuhannya. Mulai dari pemeliharaan tangkai hingga perkembangan buahnya.

Alhamdulillah kami sudah mempunyai langganan sendiri para petani buah jeruk, mulai dari dalam dan luar kota. Apalagi 3-5 tahun terakhir ini kami kewalahan dengan pesanan bibit yg begitu besar dari kota Karawang. Untuk pesanan lokal Garut, kami sering dapat orderan dari sekitar Kecamatan Samarang, Cisurupan, Cikajang dan beberapa daerah lainya.” Tuturnya, belum lama ini.

Inovasi dan upaya peningkatan kulaitas buaha jeruk yang dipelopori Jahid Hidayat kini telah menghasilkan jenis buah jeruk unggulan yang dinamai “Jeruk Kepro 55,”  Jeruk Kepro 55 ini proses berbuahnya cukup cepat sehingga bisa menyamai kualitas Jeruk Siem.

“Ya, Jeruk Kepro 55 ini kecepatan berbuahnya bisa menyamai Jeruk Siem. Conotohnya, petani di daerah Samarang ada seorang petani yang memakai bibit jeruk dari kami bisa menghasilkan lebih dari 120 kg per pohon di tahun ke 6 dari penanaman.” Katanya.
Diungkapkannya, ada juga  salah seorang petani jeruk di daerah Pasirwangi Garut yang berhasil dengan bibit jeruk hasil penagkaran petani di Desa Situgede, diantaranya bisa menghasilkan bobot buahnya hingga 1kg untuk 4-5 biji buahnya.

“Saya rasa semua peningkatan itu hasil merupakan kerjasama kami yang harus kita syukuri dan sekaligus beban tersendiri bagi kami. Kami harus tetap menjaga kualitas tersebut dan bahkan harus bisa meningkatkan lagi. Semoga kami terus bisa berinovasi, berkreasi dan buat terus terobosan untuk peningkatan kualitas bibit jeruk kami. Kami akan sangat berterima kasih jika pihak/Dinas terkait mau bekerjasama dengan kami untuk program peningkatan kualitas mutu bibit jeruk ataupun buah jeruk khusus di Kabupaten Garut ini,” harapnya. (DoniMelodySurya)***

Editor: Kang Cep.