Saat Akan Menenangkan Demonstran, Ulama Limbangan Tak Luput dari Cacian Pedagang yang Geram

LIMBANGAN,(GE).- Disaat situasi kawasan pasar Limbangan memanas, salah seorang ulama Garut utara, Sesepuh Pondok Pesantren Ass’saadah Limbangan yang juga merupakan Rois Syuriah PC NU Kabupaten Garut, K.H.Rd. Mimin Muhyidin, yang sedianya akan menenangkan demonstran, malah tak luput dari caci maki serta sumpah serapah dari para pedagang pasar yang tampaknya sudah tak terkontrol.

Demikian diungkapkan, R.H. Holil Aksan Umarzen, yang merupakan Ketua Umum Paguyuban Masyarakat Garut utara.

“Padahal beliau (KH. Mimin Muhyidin/red) ingin memperjuangkan hak-hak para pedagang yang tidak terakomodir oleh pihak pengembang. ” Ungkap, Holil kepada ‘GE’ Rabu (18/05/2016).

Akibat peristiwa tersebut, sontak saja mengundang emosi dari para santri dan simpatisan Kiyai Mimin. Bukan hanya dari Limbangan, dari luar Limbangan pun dikabarkan turut berdatangan termasuk Banser, GP Ansor dan kelompok-kelompok di bawah naungan NU Kabupaten Garut.

R.H. Holil Aksan Umarzen selaku Ketua Umum Paguyuban Masyarakat Garut utara sangat menyayangkan atas penghinaan terhadap Ulama dan sesepuh yang sekaligus Ketua Tanfidzyah NU Kabupaten Garut ini.

“Kami atas nama keluarga dan PM Gatra sangat mengutuk terhadap mereka yang mengucapkan kata-kata kotor terhadap KH. Mimin Muhyidin selaku sesepuh di Limbangan. Kami akan melakukan langkah-langkah hukum dengan melaporkan kepada pihak berwajib dalam hal ini Polres Garut untuk segera mengusut tuntas, siapa dalang dibalik kebakaran ini dan siapa saja yang melakukan penghinaaan terhadap sesepuh kami.” Tandasnya.

(TAF Senopati)***

Tokoh Masyarakat Garut Mulai Berempati Pada Penderita Gizi Buruk

KOTA, (GE).- Kabar terkait penderita gizi buruk di Kabupaten Garut dan sekitarnya terus bergulir. Jumlah penderita gizi buruk seperti yang tercatat di Dinkes Garut tak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai seribu lebih anak anak balita yang tersebar di beberapa kecamatan.

Persoalan kesehatan masyarakat Garut kini menjadi ‘PR’ yang harus segera dibereskan Pemkab Garut, jika tak ingin menanggung malu. Beberapa elemen masyarakat Garut menilai, adanya kasus memilukan ini merupakan cerminan ketidakmampuan dinas terkait dan pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat.

Terungkapnya sejumlah penderita gizi buruk di Garut oleh beberapa media massa  terus mengundang simpati dan empati dari sejumlah kalangan masyarakat,.

Salah seorang tokoh masyarakat asal Limbangan, H. Holil Aksan adalah salah satu yang terketuk hatinya. Sebagai wujud empati dan kepeduliannya pada masyarakat, tokoh masyarakat asal Garut utara ini langsung turun ke lapangan untuk melakukan aksi solidaritasnya.

“Sebagai masyarakat Kabupaten Garut,  saya siap membantu pemerintah dalam menuntaskan permasalahan ini (gizi buruk/ red).” Tegasnya.

Diungkapkannya,  pemerintah dan semua lapisan masyarakat Garut  harus segera bertindak.  Para penderita gizi buruk merupakan bagian dari warga Garut itu sendiri.  H. Holil menyebut,  membantu warga yang bergizi buruk ini adalah upaya untuk “memanusiakan manusia”.

“Saya merasa sedih dan terkejut saat melihat kenyataan mengenaskan yang terjadi di Kabupaten Garut. Padahal Garut merupakan daerah yang subur dan kaya akan sumber daya alamnya.  Apakah ini akibat dari kurang pedulinya pemerintah kabupaten Garut?  Sehingga penyuluhan dan sosialisasi dari Dinas Kesehatan mengenai  gizi buruk ini kurang digalakan, ” Kata H.Holil saat menjenguk  dan memberikan santunan kepada Muhamad irfan (10),salah seorang penderita gizi buruk asal Kecamatan Malangbong yang  saat ini masih dirawat di RSUD dr. Slamet Garut. Minggu (31/01/2016)

Ketika mendapat kunjungan dari H. Holil, nenek Irvan, Een tampak terharu, kepada cucu tercintanya ternyata masih ada  yang peduli dan menyayanginya. Kenyataan ini tentunya sangat disyukurinya.

“Saya ucapkan terima kasih pada pa H.Holil yang sudah membantu cucu saya. Alhamdulillah, ternyata masih ada yang mau peduli,” tutur Een, seraya menyeka air matanya. (Useu G Ramdani)***