Hj. Siti Mufattahah Santuni Yatim Piatu dan Jompo di Cinunuk Garut

SEOLAH tak mengenal lelah Hj. Siti Mufattahah, Psi, terus berkeliling menyambangi masyarakat di beberapa tempat. Baru-baru ini Hj. Siti bersama rombongan menyantuni anak yatim piatu serta kaum jompo di Desa Cinunuk, Kecamatan Wanaraja , Kabupaten Garut, Selasa  (31 /10/17). Kegiatan ini sekaligus menghadiri undangan tabligh akbar yang diselenggarakan oleh warga Cinunuk yang diketuai oleh Asep Redianto, M. Pd.

Kecintaannya pada anak yatim dan Jompo tampaknya sudah mendarah daging bagi Hj. Siti Mufattahah,  PSi,  MBA.  Ia yang sudah dua periode  menjadi wakil rakyat di DPR pusat ini  tak henti berkeliling ke pelosok secara langsung.

Pada kunjungan Hj. Siti malam itu, Wanaraja merupakan tempat ketujuh kunjunganya dalam waktu sehari itu. Pagi hari ia menyambangi Garut kota, hingga wilayah selatan, siang kembali ke Leuwigoong.

“ Sore hari mengunjung  Limbangan, Kampung Cianten Selaawi dilanjut ke Kroya Cibatu dan barulah samapai di  Cinunuk ini,” ujarnya.

Sebagai wakil rakyat dari daerah Pemilihan ( dapil)  Jabar XI yang meliputi Kabupaten Garut, Kabupaten. Kota Tasikmalaya, Hj. Siti Mufattahah  memang konsen pada warganya secara langsung ke masyarakat.  Tentu hal itu dilakukannya sejak ia terpilih menjadi anggota DPR RI dari Partai Demokrat.

Mengemban Amanah dan rasa tanggung jawab yang tinggi serta kedekatannya  yang besar pada masyarakatnya memang terbilang   paling  serius, khususnya dalam  membantu warga di dapilnya.  Karena itu,  Hj. Siti Mufattahah terus berupaya ingin yang terbaik bagi warga di dapilnya.

“Mohon maaf bila masih ada yang belum sempat dikunjungi, ” tuturnya, saat menyampaikan sambutannya.

Sementara Wakil Bupati Garut yang turut hadir dalam acara itu mengapresiasi dan menyampaikan trimakasih atas kedatangan Hj. Siti Mufattahah, yang dinilainya begitu peduli terhadap warga Garut.  Menurutnya, Hj. Siti  merupakan salah seorang anggota DPRRI yang paling aktif melakukan kunjungan ke masyarakat, khususnya warga Garut.

Sementara itu, ketua panitia tabligh akbar, Asep Redianto, secara khusus menyampaikan ucapan terimakasihnya atas kunjungan Hj. Siti Mufattahah di acara puncak peringatan tahun baru Islam kali ini.

“ Warga sangat bergembira atas kedatangan ibu (Hj. Siti Mufattahah), bahkan tarik menarik warga untuk minta poto bersama sempat membuat kewalahan panitia.  Meski demikian, Ibu tampak tulus dan dengan ramah melayani warganya,” katanya.

Bi Ikah ( 65 ), salah seorang warga  jompo dan lumpuh, tampak terharu dengan ketulusan Hj. Siti Mufattahah yang dengan ketulusannya mengunjungi dirinya. “Saya doakan agar ibu Hj. Siti diberikan kesehatan dan kekuatan,  serta rizki yang melimpah dan barokah. Semoga  cita cita bu Hj. Siti Mufattahahh diridhoi dan dikabulkaNYA,” tutur Bi Ikah. (TAF Senopati/ Adv.)***

Sosialisasikan Kesehatan besama BPOM, Hj. Siti Mufattahah Hadir di Limbangan

DISAMBUT tari kolaborasi Sunda- Islami, Hj. Siti Mufattahah, anggota DPR RI dari Partai Demokrat untuk Daerah pemilihan  (Dapil) Jawa Barat XI  kembali hadir di tengah tengah masyarakat Garut. Kali ini, politisi Partai berlogo bintang mercy yang murah senyum ini menyambangi warga di wilayah utara kota Garut, tepatnya di kawasan Kecamatan di Limbangan, (25/10/17).

Kunjungan Hj.Siti Mufattahah di Limbangan kali ini, tak lain untuk memenuhi undangan warga setempat.  Adalah Forum Aliansi Guru dan Karyawan (FAGAR) yang menginisiasi kunjungan Hj. Siti ini. Dalam kegiatan tersebut, sejumlah warga, khususnya anggota FAGAR turut hadir, selain dari Limbangan, peserta yang turut serta hadir juga datang dari Malangbong, Kersamanah, Cibatu, Selaawi, Cibiuk, Cikajang, Cisurupan dan Cilawu. Dalam kegitan itu, FAGAR selaku panitia menggelar sosialisasi kesehatan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM ).

Sementara itu, Hj.Siti Mufattahah sendiri tampil sebagai narasumber utama. Dalam pemaparan materinya,  Hj. Siti menyampaikan materi yang bertajuk ” Kiat memilih obat tradisional yang aman. ” Dipaparkannya, saat ini masyarakat sebenarnya sudah banyak yang memilih obat tradisional karena dianggap lebih aman dari obat sintetis.

“Selain minim efek samping, obat tradisional mudah dicari, bahkan menurut penelitian para ahli, dikonsumsi dalam jangka panjangpun  tidak akan menimbulkan komplikasi dalam tubuh,” tuturnya.

Diungkapkannya, saat ini disinyalir adanya kelemahan obat  modren /obat kimiawi. Efek samping langsung atau terakumulasi, hal ini terjadi karena obat modern terdiri dari bahan kimia yang murni baik tunggal maupun campuran. Bahan kimia bersifat tidak organis dan murni sehingga bersifat tajam dan reaktif (mudah bereaksi) sedangkan tubuh kita bersifat organis dan kompleks.  Sehingga bahan kimia bukan merupakan bahan yang benar-benar cocok untuk tubuh.

“ Penggunaan bahan kimia untuk tubuh terpaksa dilakukan dengan berbagai batasan dan dalam tingkat masih dapat diterima atau ditoleransi oleh tubuh,” katanya.

Menurutnya, obat tradisional berasal dari tumbuhan yang telah tersedia gratis di alam ini. Pengolahan obat tradisional dilakukan secara alami, tanpa campuran bahan kimia atau sintetik. Oleh karena itu, obat-obatan tradisional tidak memiliki efek samping dan aman digunakan.

“Meskipun demikian, harus tetap berhati-hati saat memilih obat tradisional karena di pasaran ada beberapa jenis obat herbal yang diproduksi secara tidak higienis atau dicampur bahan kimia,” tandasnya.

Ditambahkannya, obat taradisional yang aman diyakini sudah terdaftar dan mendapatkan nomor pendaftaran Badan POM.

Obat tradisional memiliki banyak khasiat. Satu obat tradisional saja bisa digunakan untuk mengobati lebih dari satu penyakit. Misalnya, jinten hitam atau habbatussauda dapat menyembuhkan asam urat, migrain, diabetes, hepatitis, bahkan kanker. Kehebatan habbatussauda bahkan diakui oleh Nabi Muhammad yang menganjurkan umatnya untuk mengkonsumsi habbatussauda secara teratur.

Selepas mengisi materi, Hj.Siti Mufattahah kemudian berbaur dengan peserta , untuk bersilaturahmi dan poto bersama.  Bahkan, Hj. Siti tak sungkan untuk turut menari bersama pengisi acara, dan warga . Keakraban seperti itu memang sudah biasa dilakukan oleh senator senayan dari partai Demokrat ini.

Sementara itu, ketua panitia penyelenggara, Asep Mulyatin, mengatakan, warga Limbangan khususnya sudah rindu kedatangan Hj.Siti Mufattahah karena itu, ia mengundangnya bersama Badan POM dalam kegiatan sosialisasi .

“Mengutip penjelasan Badan POM, adanya keterbatasan personil dalam pengawasan makanan dan obat di badan POM.  Maka salah satunya adalah mensosialisasikannya pada masyarakat.  Dengan harapan masyarakat bisa menjadi agen dalam mensosialisasikan makanan dan obat yang sehat serta aman untuk dikonsumsi,” ungkapnya.

Atas nama warga Garut utara, secara khusus Asep mengucapkan terima kasih kepada Hj.Siti Mufattahah yang dalam berbagai kesibukan tugasnya selalu menyempatkan hadir memenuhi undangan warga di dapilnya.

“Ucapan trimakasih juga disampaikan kepada Badan POM Bandung, Kepala UPT Pendidikan Limbangan, Ketua PGRI limbangan, para tokom masyarakat, gabungan pemuda Ansor dan Banser Malangbong, Viking Cakrabuana, Karang Taruna dan seluruh warga masyarakat yang telah hadir. ( TAF Senopati/ Adv.) ***

 

Hj. Siti Mufattahah Sosialisasikan BPJS Ketenagakerjaan Bersama FAGAR

MENJADI peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) ketenagakerjaan guna melindungi dari kecelakaan juga menata jaminan masa hari tua  bagi kaum honorer dan non pegawai pemerintah merupakan suatu kebutuhan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Demikian diungkapkan ketua panitia sosialisasi BPJS ketenagakerjaan, Hadi di Leles, Selasa, (24/10/17).

“Kurangnya pemahaman  masyarakat terhadap BPJS ketenagakerjaan terutama kaum buruh non pegawai pemerintah  dan para honorer  selama ini masih tinggi. Berpijak dari itu, bersama Forum Aliansi Guru dan Karyawan (FAGAR) mengundang  Hj. Siti Mufattahah Psi.,MBA., selaku anggota komisi DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Jawa Barat XI, Kab/ kota Garut -Tasikmalaya.

Hj. Siti Mufattahah sendiri  politisi Partai Demokrat  yang sudah dua kali dipercaya masyarakat Garut-Tasikmalaya ini, memang dikenal dekat  pada warganya. Selain kesibukannya di parlemen sebagai anggota aktif DPR/ MPR  RI, dalam keseharaiannya nyaris dihabiskan bersama warga di dapilnya. Nyatanya meski masih dalam perjalanan pulang dari tugas negara di Ternate, ia memilih kembali ke dapil untuk memenuhi undangan warga Garut dalam sosialisasi BPJS ketenagakerjaan.

Dalam pemaparannya, Hj. Siti Mufattahah menyatakan, kaum honorer sebenarnya dapat mengikuti program jaminan pensiun sebagaimana Pegawai Negeri Sipil, dengan mengikuti BPJS ketenaga kerjaan. Khususnya para guru dan karyawan honorer harapannya  pemerintah daerah atau pemberi kerja (para kepala Sekolah) mulai merencanakan untuk memberikan jaminan pensiun ini melalui program BPJS Ketenagakerjaan.

“Dengan demikian para honorer memiliki jaminan masa hari tua yang jelas. Setidaknya, para kepala sekolah dapat membantu meringankan para honorer dalam menata masa di tuanya. Tentunya kami akan terus mendorong agar para honorer ini mendapatkan perlakuan yang layak, adil dan bisa lebih sejahtera,” ungkapnya.

Salah seorang peserta sosialisasi, Dewi Kartika, honorer asal Kecamatan Kadungora menuturkan, sebenarnya honorer yang berada di FAGAR  saat ini memiliki kartu BPJS Ketenaga kerjaan. “Sejak masa pembayaran free dari pemerintah provinsi Jabar selama tiga bulan berhenti, kebanyakan mereka tidak melanjutkan kembali pembayarannya.,” ujarnya.

Dikatakannya, berbagai pertimbangan dan persoalan banyak menimpa honorer. Maklum saja, katanya upah honorer di Garut terutama yang tidak tersertifikasi lantaran terjegal aturan harus ada SK Bupati nasibnya tidak menentu.  Upah  yang sangat minim dengan beban kerja yang sama dengan PNS   membuat para honorer tidak bisa berbuat banyak.

“Tentu harapannya pemerintah  dapat mulai memikirkan solusi terbaik untuk mensejahterakan  para guru honorer yang nasibnya terkatung-katung,” ucap Dewi.

Sementara, perwakilan BPJS Ketenagakerjaan pimpinan Garut, didampingi kepala kantor wilayah jawa Barat, menjelaskan kewajiban pekerja menjadi peserta BPJS ketenagakerjaan sesuai Undang-Undang Nomor 24 tahun 2011 tentang BPJS dan Peraturan Pemerintah Nomor 44, 45 dan 46.

Pemerintah daerah mendorong para pekerja baik di kalangan pemerintah, BUMN dan perusahaan swasta didaftarkan untuk menjadi peserta BPJS ketenagakerjaan. Kepesertaan BPJS ketanagakerjaan itu untuk melindungi para pekerja dari kecelakaan kerja juga memberikan jaminan masa tua.

“Kami mengajak para pekerja honorer di lingkungan pemerintah daerah, termasuk perangkat desa, BUMN juga buruh agar menjadi peserta BPJS ketenagakerjaan. Sebab, pekerja itu harus memiliki perlindungan dari berbagai risiko kerja juga jaminan masa tua,” katanya. (TAF Senopati/ Adv.)***

Hj. Siti Mufattahah Salurkan Bantuan untuk Nelayan di Cibalong

MASYARAKAT Cibalong  mungkin masih teringat dengan kasus meninggalnya nelayan asal Desa Sagara Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut beberapa bulan lalu. Ia adalah Didin ( 46 ) yang  meninggal dunia tergulung ombak dan terjerat jaringnya sendiri saat mencari Ikan di perairan Laut Kidul.

Demikian diungkapkan Hj.Siti Mufattahah, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat,  daerah pemilihan (Dapil) Jabar XI, Garut Kab/Kota Tasikmalaya , saat membuka sosialisasi Keamanan dan Keselamatan Kerja (K3), Sabtu (19/10/17).

Menurutnya, bukan tidak mungkin kasus serupa kembali menimpa para nelayan disepanjang pantai selatan Garut. Berdasarkan petimbangan itu,  Hj. Siti Mufattahah , Psi., MBA., merasa terpanggil untuk memberikan bantuan alat keselamatan bagi ratusan nelayan khususnya di Cibalong.

“ Kecelakaan para nelayan terjadi selain kurangnya pelindung dan pengamanan, juga masih kurangnya pengetahuan tata cara penyelematan diri dari kecelakaan saat di laut.  Masyarakat Sagara di Cibalong memang salah satu contoh warga nelayan yang ada di sepanjang pantai selatan Garut.  Masih terbatasnya bahkan minimmnya alat alat keselamatan bagi nelayan membuat politi Demokrat dari Senayan ini  untuk memberikan bantuan kepada para nelayan dan kelompok masyarakat pengawas kehutanan dan lingkungan hidup ( Pokwasmas) Cibalong,” ungkapnya.

Ia berpesan dengan adanya alat-alat keselamatan itu, setidaknya dapat meningkatkan kembali semangat dan gairah bernelayan mengail ikan sebagai mata pencarian rata rata warga Cibalong selatan.  Adanya alat  alat keselamatan diharapkan dapat meminimalisir  terjadinya kecelakaan yang berakibat patal.

“Setidaknya sudah antisipasi, sehingga nelayan tidak begitu takut turun kembali ke laut. Pengamanan diri saat mencari ikan di laut memang kebutuhan vital yang harus mereka miliki,” tandasnya.

Sementara itu, salah seorang nelayan asal Cibako yang tergabung kedalam  kelompok masyarakat nelayan ( pokmas ) Toto , mengaku senang dan bertrimakasih kepada Hj.Siti Mufattahah yang  selalu  mempedulikan warganya .

“Ibu (Hj.Siti Mufattahah) itu sosok idola, selalu blusukan ke daerah daerah menemui warga dapilnya. Bukan saja karena ia ingin mencalonkan sebagai anggota legislatif, tetapi Ibu Hj. Siti Mufattahah adalah anggota aktif DPR RI yang sudah dua periode dipercaya oleh warga Garut untuk menjadi wakilnya di Senayan,”  ungkapnya.

Senada dengan Toto , Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia  ( HNSI ) Ranting Kecamata Cibalong, Dedi Kuswandi, menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan Hj.Siti Mufattahah.

“Alhamdulillah, kita bersyukur dan berterima kasih kepada ibu Hj. Siti yang telah memberikan bantuan kepada kami para nelayan. Alat-alat keselamatan itu memang sangat diharapkan dan dinantikan oleh warga nelayan di Cibalong,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek  Cibalong, AKP. Supian Bj, megapresiasi kepedulian seorang anggota DPR RI Hj.Siti Mufattahah yang selalu giat memngunjungi warganya, khususnya di Cibalong dan pesisir selatan Garut.

“Saya apresiasi dengan kunjungan ibu Hj. Siti, dan saya ucapkan terima kasih secara khusus atas sumbangsihnya kepada para nelayan di Cibalong.  Jarang jarang anggota DPR RI yang masih menjabat terjun langsung ke pelosok-pelosok.  Ibu .Hj.Siti Mufattahah  lain dari yang lain, ia sangat  peka dan dekat dengan warga di daerah pemilihannya. Semoga saja Ia diberikan kesehatan dan kekuatan dalam memangku amanah sebagai anggota DPR RI. Selain  itu semoga cita-citanya di kabulkan Allah SWT,” ungkapnya. ( TAF Senopati/ Adv.) ***

Hj. Siti Mufattahah Temui Guru Honorer Korban Kebakaran di Garut

KEHADIRAN Hj. Siti Mufattahah, PSi., anggota DPR RI dari Partai Demokrat, dirasakan begitu istimewa bagi kaum honorer (guru) di wilayah Kabupten Garut. Disela-sela kesibukannya, bahkan di hari libur sekalipun, politisi Partai Demokrat ini selalu menyempatkan berkumpul bersama ratusan guru  honorer, khususnya di Garut.

Keisitimewaan Hj. Siti bagi kaum honorer ini diakui Ketua DPC Fagar Cisurupan, Ucu Nursyamsu. Menurut Ucu, diacara kecil saja, Hj. Siti Mufattahah tak sungkan untuk menemui masyarakatnya.

“Ibu Hj. Siti Mufattahah adalah pejabat negara yang sangat merakyat dan dekat dengan warganya. Terutama kami para tenaga honorer,” tutur Ucu.

Menurut Ucu, kedatangan Hj. Siti di Kecamatan Cisurupan baru-baru ini tak lain guna bersilaturahmi dengan para honorer, serta memberikan dukungan pada para tenaga  honorer.

” Ibu (Hj. Siti) memberikan nasehat agar kami tetap bersabar, tidak putus asa dalam memperjuangkan nasib kami untuk menjadi pegawai abdi negara (PNS/ASN). Ibu adalah sesosok ‘Srikandi dari langit’ yang senantiasa memberikan spirit, moril maupun materil pada kami para tenaga honorer yang ada di Garut,” ungkapnya, Minggu (15/ 10/17).

Diungkapkannya, salah satu kepedulian Hj. Siti  ini dibuktikan dengan kehadirannya di acara pembagian insentif. Selain itu, pada saat pertemuan tersebut tidak sedikit para honorer yang mendapatkan santunan dari Hj. Siti.

Di hari yang sama, di tempat terpisah ratusan honorer yang ada di Kecamatan Karangpawitan pun telah berkumpul dengan sabar untuk bertemu dan bersilaturahmi dengan anggota DPR RI yang dikenal  getol menemui warganya di daerah pemilihannya.

Ketua DPC Fagar Karangpawitan, Suherman, mengatakan, anggotanya telah menunggu  Bu Hj. Siti sejak pagi. “Anggota kami juga sama denga di tempat lain, berharap sekali kedatangan seorang Anggota DPR RI. Apalagi Ibu Hj. Siti sudah sering berkeliling menemui para honorer di Selatan Garut. Kali ini, pada triwulan tiga, keinginan para anggota honorer Karangpawitan kesampean juga,” ujarnya.

Menurut Suherman, para anggota honorer di Karangpawitan rela berdesakan dan bermandikan keringat guna menantikan sosok pujaan para warga Garut ini.

Dalam kegiatan tersebut, Hj. Siti Mufattahah menyempatkan diri mengunjungi beberapa guru honorer yang tengah dirundung duka. Diantanranya Neni, salah seorang guru honorer asal SDN Lebak Agung 3, Kecamatan Karangpawitan. Seperti diketahui, Neni merupakan korban kebakaran rumah belum lama ini.

Neni bersama suaminya tercatat telah mengabdi berpuluh puluh tahun menjadi guru honorer. Meski telah mengabdi puluhan tahun, hingga saat ini harapan Neni bersama suaminya untuk jadi PNS tak kunjung terwujud.

Bukan hanya Neni, hingga saat ini ribuan honorer, khsusnya di Garut hingga kini nasibnya masih terkatung-katung, bahkan seolah ”Dipetieskan”.

Saat dikunjungi dalam kondisi berduka, keluarga Neni, tentunya sangat berterimakasih kepada Hj. Siti Mufattahah yang telah memberikan bantuan kepada keluarganya. Seperti diketahui, rumah Neni dan keluarganya rata dengan tanah akibat kebakaran beberapa waktu lalu.

Tak sampai disitu, kepedulian  Hj. Siti Mufattahah juga ditunjukan dengan memberikan tanda mata dan pengharggan kepada para nonorer yang masa kerja dan usianya sudah mulai Udzur.

“Ini tidak seberapa,  bila dibanding pengabdian mereka  (para guru honorer/red),” tutur Hj.Siti, seraya menebar senyman ramahnya.

Hj. Siti Mufattahah, menegaskan, jika dirinya bersama rekan rekannya di DPR RI selalu mendukung perjuangan honorer. Kedekatan dan kecintannya Hj. Siti pada kaum guru honorer itu cukup beralasan. Hj. Siti menegaskan bahwa jasa para guru itu tidak boleh dipandang sebelah mata. Oleh sebab itulah  ia merasa selalu ingin dekat dan hormat kepada para guru.

“Hingga kini Daftar Inventarisir Masalah (DIM) belum turun juga dari kemenPAN RB. Padahal pihak DPR tengah menunggu DIM itu untuk  penyelesaian  persolana honorer yang sudah terkatung katung tidak jelas nasibnya. Tentunya, saya akan terus berjuang untuk memperjuangkan nasib para honorer agar mendapatkan perhatian dan kepedulian pemerintah. Setidaknya para honorer itu dapat merasakan dan menikmati bagaimana rasanya hidup sejahtera,” ungkapnya.  (TAF Senopati/Adv.)***

Hj. Siti Mufattahah Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di SMK Maarif Garut

“Sudah semestinya nilai nilai karakter bangsa dan bernegara mendarah daging, tumbuh dan berkembang pada setiap generasi muda bangsa,” demikian dikatakan panitia Sosialisasi Empat Pilar berbangsa dan bernegara , Makmul Arif di kampus SMK Ma’arif Garut,  Selasa, (26/9/17) usai mendampingi nara sumber utama sosialisasi empat pilar kebangsaan dari Anggota DPR/MPR RI Fraksi Partai Demokrat komisi IX  Hj.Siti Mufattahah, Psi .

Diungkapkannya, berbagai persoalan bangsa saat ini, terlebih generasi mudanya  nyaris kehilangan jati diri dan falsafah bangsanya sendiri.  Menipisnya pemahaman para remaja terutama  siswa siswi saat ini terhadap makna empat pilar berbangsa dan bernegara  yakni , Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika yang nyaris tidak  berfungsi itu .

“Sebagian mereka terkontaminasi  paham, kultur yang salah kaprah akibat  masih rendahnya pemahaman terhadap nilai nilai Empat Pilar kebangsaan,” katanya.

Kondisi itu, katanya menjadikan Hj.Siti Mufattahah, Psi terus bergerilya  mensosilaisasikan makna empat pilar kepada seluruh lapisan masyarakat , baik remaja, pemuda hingga warga masyarakat secara luas. Salah satunya di lingkungan SMK Maarif dan warga Nahdatul Ulama Garut.

“Perlunya upaya menumbuhkan  rasa patriotisme dalam bingkai idiologi pancasila. Agar pilar kebangsaan dapat berjalan sinergis sehingga menopang terciptanya karakter bangsa yang dicita-citakan,” ujarnya.

Anggota DPR/MPR RI Fraksi Partai Demokrat komisi IX Hj.Siti Mufattahah, Psi, saat menyampaikan materi Empat Pilar Kebangsaan di SMK Maarif, Garut, Selasa, (26/9/17)***

Sementara itu, Hj.Siti Mufattahah ,Psi yang tampil tunggal dihadapan ratusan siswa siswi SMK Ma’arif,  memaparkan implementasi realisasi nilai-nilai luhur bangsa yang terjadi akhir-akhir ini, khususnya pada kalangan remaja  dikhawatirkan  terancam mulai tidak dikenali dan dipahami  oleh sebagian remaja.

Munculnya berbagai persoalan remaja akhir -akhir ini seperti tengah mewabanhnya  remaja yang keracunan akibat pengaruh pil pcc,. Serta terjadinya kerawanan dalam pemahaman makna empat pilar kebangsaan membuatnya lebih konsen untuk mensosialisasikan kembali empat pilar kebangsaan ini.

Upaya untuk membangun prinsip-prinsip dasar wawasan kebangsaan dan memperkuat ideologi Pancasila perlu dibangun kembali bagi generasi muda. Munculnya berbagai kegelisahan dan keprihatinan terhadap persoalan sosial yang melanda generasi muda yang mengalami krisis jati diri, krisis kepemimpinan, dan lemahnya karakter generasi muda yang membangun visi dan misi kebangsaan.

Ditegaskannya, materi membangun wawasan kebangsaan bagi calon pemimpin bangsa perlu dipertegas kembali dengan menanamkan nilai-nilai Pancasila yang selama ini kian ditinggalkan. Pelajar dan generasi muda bangsa perlu mendapatkan porsi pendidikan dan wawasan kebangsaan supaya mereka mampu berinteraksi dengan teman sebaya lebih terbuka, demokratis, dan toleran.

“Semoga kita bisa menjadi pemuda yang siap memperjuangkan nilai-nilai kebangsaan dan keharmonisan ditengah kemajemukan. Namun disisi lain, pemuda terkadang mulai terjebak oleh perilaku dan sikap yang menyimpang seperti terjebak kasus narkoba, tawuran, perkelahian, hedonisme, gerakan fundamentalisme agama, seks bebas, dan berbagai macam perilaku menyimpang lainnya. Penguatan materi dan orientasi terhadap wawasan pemuda terhadap situasi bangsa dan perkembangan kepemudaan sekarang ini perlu dilakukan melalui sosialisasi empat pilar berbansa dan bernegara,” ujar Hj. Siti Mufattahah, seraya menutup materinya. ( TAF Senopati /Adv.) ***

 

Hj. Siti Mufattahah: Idul Adha Memiliki Dua Dimensi Ibadah

BAGI Hj. Siti Mufattahah Anggota DPR  RI dari Komisi IX Partai Demokrat Daerah Pemilihan ( Dapil)  Jabar XI ini,  saling berbagi di moment Idul Adha  memiliki  nilai tersendiri yang membuatnya bahagia.

Berbagi  hewan kurban bagi masyarakat di dapilnya,  Kabupaten Garut,  dan Kab Kota Tasikmalaya selain tradisinya setiap  tahun  itu merupakan salah satu bentuk kepeduliannya pada masyarakatnya terutama dindapilnya.  Karena itu ditahun ini,  kembali ia membagikan ribuan hewan qurban untuk warga di  dapilnya.

Hj. Siti Mufattahah kini tengah berada ditengah suci Mekah bersama jutaan umat muslim Indonesia dalam menunaikan ibadah Haji sekaligus menjadi pembingbing  para jemaah Haji.

Melalui asisten pribadinya, Yadi,  Hj.Siti Mufattahah menyampaikan permohonan maafnya bila masih ada warga yang belum kebagian hewan qurban.  Diakuinya warga didapilnya jumlahnya jutaan Jiwa.  Karena itu ia berharap semoga setiap tahun semakin meningkat jumlahnya,  namun yang terpenting   adalah  makna  qurban itu sendri.  Baik bagi dirinya maupun warganya.

Menurutnya,  Makna qurban dalam idul adha adalah bahwa kita harus ikhlas dalam menjalankan cobaan dari Allah.  Selain itu, katanya Makna Qurban memiliki dua dimensi yaitu Dimensi Ibadah- spritual dan dimensi sosial.

Dimensi ibadah dalam tradisi qurban, lanjut Hj. Siti , sudah jelas menjadi bentuk ketaatan hamba kepada Tuhannya. Ketaatan itu harus dilandasi dengan rasa ikhlas sepenuhnya, sehingga kita menjadi dekat dengan Allah. Hal inilah yang dimaksud qurban dalam pengertian ibadah, yakni qarib.

Dari segi sosial dalam tradisi qurban sudah bisa dibaca dengan kasat mata bahwa ibadah qurban memberikan kesejahteraan kepada lingkungan sosial berupa daging kurban yang notabene hanya bisa dijangkau kalangan elite. “Ini berlaku di desa, bukan di kota-kota yang memang sudah terbiasa makan daging. Dengan qurban dari perspektif sosial, ini menjadi bagian dari ketakwaan kita kepada Allah secara horizontal,” imbuh Hj. Siti Mufattahah .

“Jadi, Allah selalu memerintah hamba-Nya untuk selalu mengharmonisasikan antara ibadah vertikal (hablum minallah) dan ibadah horizontal (hablum minannas). Keduanya berjalan beriringan tanpa ada sekat dan harus senantiasa berdialektika,” tuturnya.

Makna pertama merujuk pada kata qarib yang identik pada ibadah vertikal, dan arti qurban kedua merujuk pada makna kata udhhiyah atau dhahiyyah yang dilekatkan pada ibadah horizontal. (TAF Senopati/ Adv.) ***

Hj.Siti Mufattahah Sosialisasikan Pencegahan TKI Non Prosedural

ANGGOTA DPR RI Hj.Siti Mufattahah, Psi., MBA, baru baru ini kembali hadir di Garut, menjadi nara sumber utama dalam sebuah acara sosialisasi. Acara tersebut bertajuk “Sosialisasi Peluang Kerja di Luar Negeri” yang digelar di LP Maarif NU, (24/8/17).

Hj. Siti mengatakan, kurangnya pemahaman masyarakat tentang prosedur penempatan dan perlindungan Tenaga Kerja Indonesia, serta persepsi yang salah terkait Tenaga Kerja Indonesia (TKI) menjadi latar belakang terjadinya kasus TKI non prosedural.

“Untuk mengantisipasi maraknya TKI yang berangkat tanpa dilengkapi dokumen yang sah (ilegal), juga memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang prosedur yang benar untuk menjadi TKI,” tuturnya.

Menurutnya, TKI yang bermasalah rata-rata terkait dengan dokumen kerja yang tidak semestinya. Bersama Komisi IX DPR RI yang menangani bidang kesehatan dan ketenaga kerjaan itu, memang tengah Konsen menangani permasalahan TKI khususnya pencegahan TKI Non prosedural.

”Sosialisasi seperti ini perlu dilakukan, untuk mengantisipasi adanya pemberangkatan TKI ilegal. Kalau tidak diantisipasi penanganannya akan lebih sulit,” jelasnya, dihadapan ratusan peserta sosialisasi.

Karena itu, sebagai wakil Rakyat khususnya Komisi IX tengah gencar mensosialisasikan pencegahan TKI Non Prosedural. berdasarkan catatan Badan Nasional penempatan dan perlindungan TKI hingga kini TKI non prosedural tercatat masih tinggi .

Dijelaskannya, TKI non prosedural atau ilegal sangat beresiko. Misalnya, seponsor atau calo bisa saja melarikan uang yang disetor TKI yang tertipu. Selain itu TKI bersangkutan tidak akan merasa aman karena tidak mendapat jaminan perlindungan di negara penempatan.

Sementara itu, direktur kerjasama dan verifikasi dokumen penempatan TKI Badan Nasional Penempatan dan perlindungan Tenaga Kerja Indonesia ( BNP2TKI ) Dr.Ir Haposan Saragih, M.Agr., menyebutkan, saat ini TKI asal Garut memang tidak seperti TKI dari daerah Pantura.

” Masyarakat beranggapan TKI itu identik dengan pekerja rumah tangga ( Pembantu ). Padahal TKI itu ada yang non formal dan formal. Pembatu rumah tangga itukan non formal. Namun demikian formal maupun Nonformal TKI tetap harus mengikuti aturan sesuai perundang undangan. Dengan diprakarsai Hj. Siti Mufattahah BPNP2TKI dapat memberikan sosialisasi peluang tenaga kerja ke Luar Negeri dan Migrasi Aman di Garut,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala LP Ma’Arif, Dr. Ceng Hilman Basyari, menyampaikan apresiasiasinya. Menurutnya, kegiatan yang diprakarasai Hj. Siti Mufattahah dengan manggandeng BNPP2TKI dan BP3TKI Bandung tersebut sangat positif guna memberikan pemahaman terkait prosedur menjadi TKI.

“Atas nama warga Garut khususnya selaku Kepala LP Ma’Arif Garut menghaturkan terimakasih dan mendoakan agar Hj.Siti Mufattahah diberikan kesehatan dan lindungan Allah SWT. Hj.Siti Mufattahah adalah sesosok wakil rakyat yang dikenal dekat dan amanah,” tuturnya. (TAF Senopati/ Adv.)***

Hj. Siti Mufattahah Apresiasi Kegiatan Halal Bihalal Keluarga Besar Fagar Garut

DIHUBUNGI melalui telepon selulernya, Hj. Siti Mufattahah menyampaikan apresiasinya atas digelarnya kegiatan halal bihalal yang diselenggarakan oleh FAGAR . Meski tidak berkesempatan hadir, lantaran tengah tugas DPR RI di Papua, ia selalu memanjatkan doa terutama yang terbaik buat para honorer khususnya di Kabupaten Garut.

Dalam kegiatan halal bihalal kali ini, meski tak hadir, Hj.Siti Mufattahah menurunkan perwakilannya dari “Komunitas Balad Siti Mufattahah” diantaranya Sekjen Fagar Makmul Arif, Ketua Panitia Adeng Sukmana, Dudi Iskandar dan Yadi.

“Saya mohon maaf tidak bisa hadir bersama keluarga besar Fagar. Namun doa selalu dipanjatkan untuk semuanya. Saya juga mendukung dan mengapresiasi niatan Bupati Garut, H.Rudi Gunawan yang ingin meningkatkan kesejahteraan para Honorer Garut,” ungkapnya.

Diakuinya,dari Senayan Ia terus berkomunikasi dengan sesama anggota DPR RI khususnya Fraksi Demokrat, melalui Komisi X, bidang pendidikan, serta Komisi II. Dan mendorong pemerintah agar segera menyelesaikan pembahasan Revisi Undang undang Aparatur Sipil Negara ( RUU ASN ).

Suasana halal bihalal para anggota FAGAR di gedung Pendopo Garut.***

Menurutnya, untuk menyelesaikan nasib honorer K2 , memang harus memiliki payung hukumnya dulu. Sebab itu pembahasan RUU ASN sangat dinantikan oleh ribuan honorer K2, terlebih mereka sudah berusia rawan dan udzur yang rata-rata diatas usia 35.

Mengawali tahun ajaran baru, sekaligus mempererat silaturahmi sesama honorer, keluarga besar Forum Aliansi Guru dan Karyawan honorer (FAGAR) menggelar halal bihalal dan istigosah akbar, bertempat di Gedung Pendopo, Garut, Minggu (30/07/17).

Dalam kesempatan itu, hadir Bupati Garut H.Rudi Gunawan, ketua persatuan guru republik Indonesia ( PGRI) Mahdar, Kepala Unit Pelaksana Tekhnis (UPT) Pendidikan Kecamatan Cigedug, Makmun Gunawan serta beberapa pejabat Pemkab Garut lainnya.

Sementara itu, ketua panitia sekaligus pengurus kabupaten komunitas Balad Siti Mufattahah (BSM) Adeng Sukmana, M.Pd., didampingi jajaran panitia menuturkan, dengan digelarnya halal bihalal ini diharapkan bisa meningkatkan ukhuwah dan silaturahmi khususnya sesama honorer sekabupaten Garut dalam mengahiri bulan syawal dan memasuki taun ajaran baru 2017-2018.

Melalui kegiatan itu, Fagar ingin menyampaikan pesan moral kepada pemerintah pusat, terutama terkait nasib honorer K2 yang hingga kini masih terkatung-katung.

“Oleh karena itu, Fagar juga sekaligus menggelar doa bersama dibingbing kiai kondang H. Apip selaku sekretaris Nahdatul Ulama Garut yang juga kepala SMKN 10 Garut.

Adeng menambahkan Hj.Siti Mufattahah Anggota DPR RI Komisi IX dari Fraksi Partai Demokrat berhalangan hadir, menurutnya Ibu tengah mengikuti kegiatan DPR RI di Wamena Provinsi Papua.

Sementara itu, Ketua DPP Fagar Garut, Cecep kurniadi membenarkan Ibu Hj. tengah melakukan kunjungan ke Papua, namun meski demikian. Kegiatan halal bihalal ini dapat terlaksana berkat bantuan moril, materil dan bimbingan Ibu Hj.Siti.

Ia mengucapkan trimakasih kepada bu Haji Siti Mufattahah yang telah banyak membantu fagar. ia juga mengucapkan trimakasih kepada Bupati Garut H.Rudi Gunawan yang selalu memperhatikan nasib Honorer. Bahkan melalui pidatonya Bupati akan meningkatkan insentif honorer sebesar 250.000/bulan.

“Kami berharap pemerintah pusat khsusunya Menpan RB segera menyelesaikan nasib K2 yang terkatung-katung. Payung hukum K2 adalah terselasaikannya pembahasan Revisi UU ASN yang hingga kini masih tanda tanya besar,” katanya. (TAF Senopati/Adv.)***

Hj. Siti Mufattahah Sosialisasikan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

“Saat ini Indonesia tengah menghadapi tantangan serius berupa beban ganda penyakit.” Perubahan gaya hidup masyarakat di tengarai menjadi salah satu penyebab terjadinya pergeseran pola penyakait (transisi epidemiologi) dalam 30 tahun terakhir.  Penyebab kematian dan kesakitan terbesar adalah penyakit menular seperti infeksi saluran pernafasan atas (ISPA), Tuberculosis (TBC), dan diare.

Namun sejak 2010 penyakit tidak menular (PTM) seperti stroke, jantung, dan kencing manis memiliki profosi lebih besar di pelayanan kesehatan.  Pergeseran pola penyakit ini mengakibatkan beban pada pembiayaan kesehatan, ” demikian di sampaikan oleh Kepala Sub Bidang Fasilitasi Pengembangan SDM Kesehatan pada Badan PPSDM Kesehatan, Welly Vitriawan, S.Kep.,M. Kep, pada kegiatan sosialisasi Gerakan Masyarakat  Hidup Sehat (GERMAS) di GOR Sukapura Dadaha, Kota Tasikmalaya, Minggu (16/7/ 2017).

“Sumber daya yang di butuhkan untuk mengobati PTM selain membutuhkan biaya tinggi juga membutuhkan waktu yang panjang,” ujarnya.

Sementara itu politisi Partai Demokrat,  Hj.  Siti Mufattahah,  P. Si. M. B. A,  yang merupakan anggota DPR RI dari komisi IX dapil Jabar XI (Kabupaten Garut, Kabupaten- Kota Tasikmalaya), dalam acara ini juga tampil sebagai narasumber utama.

Kegiatan yang diawali dengan makan buah bersama, senam bersama dilanjutkan dialog interaktif  bersama Hj.  Siti Mufattahah. Selain itu hadir juga  Plt. Sekda Kota Tasikmalaya Drs.Ivan Dicksan Hasannudin, M. Si., Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Uus Sukmara,  SKM,  M. Epid dan direktur Poltekkes Kemenkes, Tasikmalaya Hj. Betty Suprapty Skp. M. Kes.

Dalam acara ini juga dipandu oleh Kepala Unit Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya, Dr. Hj. Atit Tajmiati. AM. keb. S. Kep.NS.Mpd.

Dalam pemaparan materinya, Hj. Siti Muffattahah mengajak agar masyarakat membudayakan hidup sehat dengan melakukan langkah kecil melalui perubahan ke arah yang lebih sehat. Karena itu, katanya GERMAS menjadi momentum bagi masyarakat guna membudayakan pola hidup sehat.

“Germas adalah suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran,  kamauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Pelaksanaannya dimulai dari keluarga,  karena keluarga adalah bagian terkecil dari masyarakat yang membentuk kepribadian. Mulai dari proses pembelajaran hingga menuju kemandirian,” paparnya.

Dijelaskannya, Program Germas meliputi kegiatan aktivitas fisik, mengkonsumsi sayur dan buah, tidak merokok, tidak mengkonsumsi alkohol, memeriksa kesehatan secara rutin, membersihkan lingkungan, dan menggunakan jamban secara benar.

Dipenghujung acara, kegiatan sosialisasi ini ditandai dengan penandatnganan komitmen mendukung gerakan masyarakat hidup sehat oleh semua peserta diawali oleh Hj. Siti Mufattahah. (TAF Senopati/Adv.)  ***