Pedasnya Harga Cabai Sedikit Mereda di Pasar Ciawitali

GARUT, (GE).- Setelah dalam beberapa bulan terakhir merajai harga komoditas sayuran. Saat ini harga cabai rawit terpantau mulai berangsur turun. Sebelumnya, dalam sepekan terakhir harga komoditas sayuran pedas ini dibanderol Rp 150 ribu per kilogramnya. Dari pantauan Tim GE di Pasar Guntur Ciawitali Garut, harga cabai sedikit turun menjadi Rp 120 ribu per kilogramnya.

“Dalam sepekan kemarin harga cabai rawit merah mencapai Rp 150 ribu per kilonya. Sekarang turun Rp120 ribu,” kata Ahmad yang merupakan Kepala Unit Pelaksana Teknis Pasar Induk Guntur Ciawitali, Garut. Senin (27/2/2017).

Dijelaskannya, harga cabai rawit di Pasar Induk Guntur Ciawitali masih tergolong tinggi. Sementara pada Jumat – Ahad (24-26/2/2017) harganya turun Rp 10 ribu menjadi Rp 140 ribu. Kemudian pada Senin kembali turun Rp 10 ribu, menjadi Rp 120 ribu per kilogram.

” Dengan harga Rp 120 per kilogram di tingkat pengeser, sebetulnya masih agak tinggi. Normalnya itu Rp70 ribu per kilo,” tukasnya.

Menurutnya, kenaikan harga cabai disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kurangnya pasokan dari daerah pemasok karena petani mengalami gagal panen. Sementara Garut sebagai daerah pemasok, belum dapat memenuhi kebutuhan pasar Garut sendiri.

“Kebetulan sekarang ini ada pasokan cabai dari luar Garut, dari Majalengka, sementara kebutuhan di pasar ini mencapai 1,5 ton per harinya,” ungkapnya. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

Harga Cabai Makin Pedas, Di Pasar Ciawitali Harganya Mencapai Rp 125 Ribu Per Kg

GARUT, (GE).- Harga semua jenis cabai di Pasar Guntur Ciawitali Garut, naik hingga tiga kali lipat. Dari pantauan “GE” standar harganya ada pada kisaran Rp 40.000 ribu per kilo gram.

Kini komoditas sayuran pedas ini harganya meroket menjadi Rp 110.000 ribu hingga Rp 125.000 ribu per kilo gramnya. Meroketnya harga cabai ini berimbas pada daya beli yang turun drastis, bahkan ada yang memutuskan untuk sama sekali tidak membeli.

Misalnya salah seorang pedagang di kedai makanan, Aas Hasanah (43), yang mengeluh karena ia terpaksa memangkas tajam daya beli cabai dari biasanya.

“Berat juga sih, belinya dikurangin jauh. Biasanya sekilo sampe dua kilo, sekarang seperempat aja. ya gimana cabe lagi mahal,” keluhnya. Jumat (6/1/2017).

Imbasnya, Aas mengakui, pembeli mengeluhkan makanannya yang kurang pedas. Bahkan ia tidak bisa menggantinya dengan cabai bubuk kering meski harganya jauh lebih murah, lantaran konsumen pun tetap mengeluh karena tak seenak cabai segar.

“Disini kan jualannya banyak, mie ayam, kwetiaw, bakmi, nasi goreng. Semuanya butuh pedes, sekarang pedesnya dikurangin, pembeli pada komplen. Ga bisa diakalin sama cabai bubuk juga, karena mereka (pembeli) lebih suka cabai seger,” tambahnya.

Menurut salah seorang pedagang sayuran di Pasar Ciawitali Garut, Edi (36) naiknya harga cabai dipicu menyusutnya pasokan cabai dari petani, juga akibat dari cuaca buruk serta hasil panen yang menurun. Ia menduga kurangnya petani cabai di Garut pun menjadi salahsatu penyebabnya.

“Ya soal naik turunnya harga, tergantung banyak sedikitnya pasokan barang. Ini (harga cabai naik) kan karena kurangnya pasokan cabai akibat dari kurangnya penanam cabai juga.” ujarnya.

Kenaikan harga cabai yang hampir satu bulan lebih ini, berdampak juga pada warung-warung yang mulai berhenti menyediakan cabai. Lantaran pembeli sukar mendapat cabai yang terbilang banyak untuk harga dua ribu atau Rp 3000 ribu.

Selain naiknya harga cabai, sejumlah harga sayuran lainnya pun mengalami kenaikan. Seperti kentang yang kini Rp 11.000 ribu dari Rp 7000 ribu per kilogram, bawang putih dari Rp 30.000 ribu kini menjadi Rp 40.000 ribu per kilo gram. (Rohmah Nashruddin)***

Editor: Kang Cep.

Jelang Tahun Baru 2017 Harga Cabai Jablay Meroket Hingga 100%

GARUT, (GE).- Tahun Baru 2017 kurang dari dua pekan segera tiba, sejumlah komoditi sayuran serta kebutuhan pokok di pasar Ciawitali, Kabupaten Garut, harganya relatif normal. Namun, salah satu komoditi sayuran, yakni cabai rawit jablay malah hargaya melonjak hingga 100%.

Saat harga normal, pedagang biasa menjual pada kisarab Rp 30 ribu/ kilo, kini menjelang tahun baru dibanderol dengan harga Rp 60 ribu per kilogramnya. Lonjakan harga sayuran bercita rasa pedas ini diketahui saat Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disperindagpas) Garut, melakukan inspeksi mendadak, di Pasar Guntur Ciawitalim Garut, Kamis (22/12/2016).

” Sejumlah komoditas sayuran harganya relatif normal, hanya saja pada cabai rawit jablay yang harganya naik hingga 100%,” ucap Kepala Bidang Pengelolaan Pasar, Dani Ramdhani, Kamis (22/12/2016).

Dikatakannya, sepekan menjelang tahun baru, memang sejumlah komoditi ada yang mengalami peningkatan seperti daging ayam, sayuran dan kebutuhan lainnya. Namun saat ini sudah kembali normal.

” Penyebab naiknya cabai rawit jablay, dipicu sulitnya pasokan dari para petani yang biasa memasok ke pasar Ciawitali Garut,” jelasnya.

Salah seorang pedagang sayuran, H. Oping, yang berjualan di Blok E Pasar Ciawitali, membenarkan dengan stabilnya harga komoditi sayuran. Hanya saja dalam dua hari kebelakangan, peningkatan terjadi pada jenis cabai keriting jablay.

” Ya, kenaikan terjadi pada cabai keriting jablay, soalnya pasokan dari para petani saat ini sudah mengalami kesulitan,” tukasnya. (Memphis)***

Editor: Kang Cep.