Gara-gara Terjatuh dari Bukit, Abah Iban Batal Berhaji Tahun Ini

GARUT, (GE).- Mujur tidak boleh diraih, malang tidak boleh ditolak, mungkin peribahasa ini tidak berlebihan jika disematkan kepada Abah Iban (65) warga Kampung Ciwaru, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut. Pasalnya, pria berusia menjelang senja ini harus membatalkan berangkat Haji tahun ini (2017) gara-gara kecelakaan.

Abah Iban harus rela membatalkan cita-citanya yang dinantikan bertahun lamanya. Kondisi fisik Abah Iban tidak memungkinkan berangkat ke Tanah Suci akibat terjatuh dari bukit kawasan Gunung Wayang, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut saat dirinya melihat kebun sayurannya.

“Ya, terpaksa Bapak gagal berangkat haji, karena kesehatannya tidak memungkinkan akibat jatuh dari bukit Gunung Wayang,” ungkap Asep Salam (27) anak ketiga Abah Iban.

Kakek yang terlihat lemah karena kakinya masih sakit itu, hanya bisa mengantar istrinya Kuraesin (60) sampai kompleks gedung Pendopo Kabupaten Garut, tempat keberangkatan haji gelombang pertama, tanpa bisa menemani sang istri yang berangkat haji dalam gelombang pertama, Rabu (2/8/17).

Sementara, Kuraesin sendiri hampir saja ketinggalan dari bis rombongan jemaah, karena terlambat tiba di pendopo.” Tadi ibu terlambat, karena terjebak macet di Jalan Cimanuk atas,'” imbuh Asep.

Asep berharap ayahanda nya bisa berangkat haji tahun depan.” Mudah-mudahan tahun depan bapak bisa berangkat, kalau kondisinya membaik,” katanya.

Menurut Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, keberangkatan jemaah haji Kabupatem Garut untuk gelombang pertama tergabung denhan kloter 20 berjumlah 446 orang.” Kita doakan semoga mereka menjadi haji mabrur, selamat, dan bisa kembali ke tanah air,” ujarnya. (Jay)***

Editor: Kang Cep.