Program USAID Prioritas Resmi Ditutup, Kadisdik: Jika Memungkinkan akan Diperpanjang

GARUT, (GE).- Lima tahun sudah Program USAID Prioritas mendampingi sistem belajar mengajar secara efektif.  Program ini di Kabupaten Garut secara resmi berakhir dengan dintandai prosesi penutupuan yang dilaksanakan di aula pertemuan UPT Pendidikan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (12/5/17).

Prosesi penutupan program dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Drs. H. Mahmud, M.Si, M.M.Pd, didampingi Kepala Bidang SD, Ade Manadin, S.Pd, M.Pd. Pada acara tersebut hadir pula sebanyak 39 orang fasilitator daerah (Fasda) USAID Prioritas yang ada di Kabupaten Garut.

Dalam sambutannya, Kadisdik Garut, H. Mahmud, menyampaikan terima kasih atas peran serta USAID Prioritas dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas belajar mengajar di Garut.

“Selama lima tahun ini, USAID Prioritas sudah turut serta meningkatkan kompetensi para guru. Khususnya dalam hal keahlian menyampaikan materi pelajaran kepada murid dengan lebih baik,” ujar Kadisdik.

Mahmud mengatakan, selama ini dirasakan cukup sulit bagaimana cara menyampaikan materi pelajaran kepada murid. Namun, dengan adanya program USAID Prioritas hal itu bisa teratasi dan hasilnya cukup menggembirakan.

“Melalui dinas pendidikan, Pemkab Garut memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada USAID Prioritas. Ilmu yang sudah diberikan oleh USAID Prioritas ini tentunya harus terus diterapkan oleh semua pengajar di Kabupaten Garut. Jika memungkinkan, program USAID Prioritas ini akan diperpanjang,” katanya.

Sementara itu, Koordinator USAID Prioritas Provinsi Jawa Barat, Erna Irnawati, berharap semua guru bisa menerapkan ilmu yang telah dapat dari USAID Prioritas.

“Dengan sistem tersebut akan memberikan kemudahan bagi para murid dalam menyerap materi pembelajaran di sekolah. Saya yakin, jika semua guru bisa menerapkan tekhnik mengajar sesuai dengan apa yang didapatkan dari USAID Prioritas, maka murid di sekolah akan bisa lebih mengembangkan kreativitas dalam proses pembelajaran. Apa yang sudah diberikan oleh USAID Prioritas harus terus diterapkan, sehingga mutu pendidikan bisa lebih meningkat,” paparnya.

Usai secara resmi menutup program USAID Prioritas, Kadisdik Garut secara simbolis menerima piagam dan cendra mata dari tim USAID Prioritas tingkat provinsi. Disaping itu, sebelum acara ditutup, puluhan tamu undangan yang merupakan fasilitator USAID Prioritas yang ada di Garut diberikan sertifikat berikut piagam penghargaan. (Useu G Ramdani) ***

Editor: Kang Cep.

Warga Antusias Ikuti Sekolah Paket, Kadisdik Garut: Kita Upayakan Agar Masyarakat dapat Ijazah

GARUT, (GE).-  Dalam suasana peringatan Hari Pendidikan Nasional  (Hardiknas) 2017, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, H. Mahmud mengatakan, partisipasi masyarakat Garut untuk mendapatkan kesetaraan sekolah Paket A, B da C terus meningkat setiap tahunnya.

“Kita terus berupaya menggenjot masyarakat Garut agar mendapatkan ijazah,” kata H. Mahmud usai memperingati Hardiknas di Alun-alun Garut, Selasa (9/5/17).

Ia menuturkan, masyarakat untuk mendapatkan penyetaraan sekolah itu merupakan terget Pemerintah Kabupaten Garut.

Diungkapkannya, antusiasme masyarakat Garaut terhadap pendidikan kesetaraan cukup banyak pada 2017. Dari catattan Disdik Garut, jumlahnya mencapai  3000 an orang, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 200 an orang.

“Tentu, kami menggalakan program yang berkaitan dengan pendidikan kesetaraan kejar paket.  Kita ada peningkatan tadinya 200, menjadi 3000 an, berarti ini ada peningkatan,” katanya.

Diharapkannya dalam momen Hardiknas Pemkab Garut mampu menyelenggarakan penyetaraan dan manajerial pendidikan seperti daerah maju lainnya.

Diakuinya, upaya yang sedang dilakukan Pemkab Garut, diantaranya  meminimalisir perbedaan pendidikan di perkotaan hingga ke pelosok daerah. Pemkab Garut  terus melakukan pembenahan dalam penerapan sistem pendidikan, termasuk membenahi sarana dan prasarananya.

“Kita berupaya melakukan pembenahan sarana dan prasarana pendidikan, tentu pokoknya meningkatkan mutu dan kualitas,” katanya. (ER)***

Editor: Kang Cep.

Meubeler di SMKN 14 Disita, Pengusaha Meubel : Pihak Sekolah Nunggak Rp 35 Juta

SAMARANG, (GE).- Dalam pemberitaan ‘GE’ sebelumnya, fasilitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berupa meubeler di SMKN 14 Garut disita pengusaha meubel. Kamis (11/8/2016).

Belakangan diketahui, penyitaan meubeler di SMKN 14 Garut diduga akibat hampir setahun pihak sekolah tidak melunasi kepada pihak pengusaha meubel. Padahal ratusan unit meubeler yang dipesan ini telah digunakan untuk Kegiatan Belajar Mengajar.

“Saya kesal tentunya, hampir setahun pihak sekolah berjanji akan membayar sisa hutang yang Rp 35 juta rupiah dari total Rp 90 juta. Namun hingga kini, baik komite maupun kepala sekolah SMKN 14 Garut selalu mengelak tiap kali ditagih.” Ungkap Adang, yang merupakan pengusaha meubel. Jumat (12/8/2016)

Terkait kasus penyitaan meubeler ini, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Garut, Drs. H. Mahmud, M.M.Pd., angkat bicara. Menurutnya, kejadian ini sangat memalukan dan mencoreng dunia pendidikan Kabupten Garut. Ia berjanji akan menindak tegas pihak sekolah yang tidak bertanggung jawab.

Sangat memalulakn tentunya. Hal tersebut sebenarnya tidak boleh terjadi, atas kasus ini saya tidak akan segan memberikan sangsi tegas kepada pihak sekolah yang tidak mempertanggung jawabkan jabtannya,” tandasnya. (Hakim Abdul Ghani)***