Pembangunan GOR Ciateul Lamban, Komisi D DPRD Garut : Ini Bisa Menghambat Prestasi Atlit

GARUT, (GE).- DPRD Garut menilai, lambannya pembangunan Gedung Olahraga (GOR) di kawasan Ciateul, Kecamatan Tarogong Kidul, merupakan akibat kurang kontrolnya pemerintah, dalam hal ini Pemkab Garut.

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Garut, Asep D Maman, SH.MH., menyebutkan, pembangunan GOR yang berjalan lamban bisa berdampak pada terhambatnya prestasi para atlet. Terlebih GOR tersebut dibangun sebagai bentuk penghargaan kepada para atlet.

“Kalau memang target pembangunan sampai akhir Desember tapi melampaui ini kontrolnya siapa? Bupati yang berhak menghentikannya. Jadi seharusnya memang dihentikan,” ujar Asep di Gedung DPRD Kabupaten Garut, Senin (13/2/ 2017).

Dijelaskannya, pihaknya memang tak terlalu memperhatikan masalah pembangunan karena bukan kewenangan di komisinya. Hanya saja Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) merupakan mitra Komisi D.

“Kami hanya mengetahui soal target pembangunan, desain, sampai tahap pelaksanaan. Semuanya memang sudah tersusun saat rapat dengan kami,” ucapnya.

Menurut Asep, nantinya akan ada empat bangunan yang akan berdiri di kawasan Ciateul tersebut. Termasuk stadion sepak bola. Pihaknya pun sudah berpesan kepada Dispora agar letak bangunan tersebut harus sesuai dengan desain yang ada.

“Sekarang kan hadapi Porda juga. Ini bangunan baru ada tidak target khusus untuk cabor tertentu. Terutama hadapi target di porda,” katanya.

Meski dengan semua kendala dalam proses pembangunan, Asep berharap ada evaluasi yang dilakukan. Pihaknya pun tak mempermasalahkan bentuk bangunan jika sudah sesuai dengan proses perencanaan. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

Telan Anggaran Rp 23 Miliar, Pembangunan GOR Ciateul Kecewakan Bupati Garut

GARUT, (GE).- Bupati Garut, H. Rudy Gunawan mengaku kecewa terhadap proses dan hasil pembangunan Gelanggang Olahraga (GOR) di kawasan Ciateul. Selain hasilnya tidak memuaskan, prosesnyapun molor dari tenggat waktu yang telah ditentukan. Padahal anggaran GOR Ciateul menelan anggaran pantastis Rp 23 Miliar.

Rudy meminta, agar pembangunan GOR segera dituntaskan. Pasalnya, kata Rudy, seharusnya pembangunan GOR itu selesai di Bulan Desember 2016 silam.

Bahkan, katanya, pada pelaksanaan Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) tahun 2016 gedung tersebut harus sudah bisa digunakan. Namun pada kenyataannya akibat buruknya pelaksanaan pembangunan, gedung tersebut tidak bisa digunakan sama sekali.

Sebenarnya, lanjut Rudy, ada dua kegiatan pembangunan gedung olahraga. Kedua pembangunan gedung itu tidak selesai tepat waktu. GOR beladiri baru selesai sekitar 90 persen. Sedangkan yang satu lagi baru sekitar 30 persen.

Anggaran yang disediakan Pemkab Garut untuk pembangunan kedua GOR tersebut mencapai Rp 23 miliar. Selain itu, Pemkab juga mengeluarkan dana sebesar Rp 5 miliar untuk pembebasan lahan.

Dari pantauan “GE”, GOR beladiri yang mulai dibangun sejak Februari 2016 itu hingga kini masih dalam tahap proses penyelesaian. GOR dengan cat warna kuning itu nantinya akan digunakan untuk berbagai kegiatan atlet beladiri. Hingga akhir Januari ini, sejumlah pekerja masih terlihat menyelesaikan pembangunan GOR.

Salah seorang pekerja pembangunan GOR beladiri, menyebut proses pembangunan sudah hampir rampung. Saat ini ia dan pekerja lainnya sedang menyelesaikan pemasangan karpet dan mengecat beberapa bagian GOR.

“Seminggu lagi juga sudah bisa selesai. Kursi dan pemasangan pipa saluran udara sudah selesai. Kalau soal batas waktu pengerjaan saya kurang tahu. Cuacanya juga tidak menentu jadi menyulitkan proses pembangunan,” ucapnya saat tengah memasangkan karpet di dalam GOR. (Farhan SN)***

Ketua PSSI Garut : GOR Ciateul Mirip Gedung Hajatan

TARKA, (GE).- Seperti diberitakan beberapa media belum lama ini, Bupati Garut, Rudy Gunawan bakal memutus kontrak beberapa proyek yang diperkirakan tidak akan selesai pada akhir tahun ini, mengingat progres dari pengerjaannya berjalan lamban. Diantara proyek yang kemungkinan akan diputus tersebut, yakni pembangunan Gedung Olahraga (GOR) Multifungsi Ciateul-Ciawitali, Garut.

Lambannya pengerjaan pembangunan sarana Gedung Olahraga (GOR) di Kabupaten Garut itu, disesalkan para insan olahraga. Diantaranya diungkapkan oleh Ketua Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Garut, H. Deden Rohim.

Pria yang akrab disapa Jiden itu, menyesalkan lambatnya pengerjaan proyek GOR tersebut, mengingat Kabupaten Garut akan menggelar pada akhir bulan Desember nanti, Kabupaten Garut akan mengadakanhajatan besar Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) pada pertengahan Desember nanti.

Diapstikan GOR yang katanya akan jadi kebanggaan warga Garut itu tidak akan dipergunakan sebagai tempat pelaksanaan beberapa cabang olahraga.

“Kalau begini siapa yang rugi? kan insan-insan olah raga juga,” katanya saat ditemui di tempat kerjanya yang berada di Jalan Rancabango, Desa Rancabango Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut. Jumat (18/11/2016).

Menurutnya, selain keterlambatan dalam pengerjaannya, ia pun menyesalkan sikap pemerintah dalam hal ini pejabat Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) yang tidak melibatkan stake holder dari pelaku atau insan olah raga termasuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Garut dalam perencanaan pembangunan sarana olah raga tersebut.

Jiden menilai, performa GOR yang belum selesai itu masih diluar harapan, dimana GOR yang diperuntukan sebagai venue olahraga, lebih menyerupai gedung untuk hajatan. “ Yang sangat disayangkan itu sikap Pak Kuswendi (Kadispora/red.) yang tidak mau melibatkan insan olahraga, atau KONI dalam merencanakan GOR ini. Kan yang mengerti akan kebutuhan sarana dan fasilitas GOR itu orang KONI, yang akan jadi user, masa bentuk GOR mirip gedung buat hajatan,” sesalnya.
.
Jiden pun menyesalkan sikap Pemerintah Kabupaten Garut, yang lebih memilih pengusaha luar Garut untuk pembangunan proyek-proyek besar nan monumental, ketimbang pengusaha pribumi. Padahal kata Deden, pengusaha Garut pun banyak yang berkualifikasi baik, bahkan dipakai oleh perusahaan asing, seperti PT Chevron untuk mengerjakan proyek-proyek besar, yang nilainya puluhan miliar rupiah.

“ Sayangnya pemerintah lebih memilih pengusaha luar Garut, padahal di Garut juga banyak yang sudah berstandar ISO dan dipakai perusahaan asing. Buktinya bagaimana? Ternyata pengusaha dari luar itu kan tidak bisa mengerjakan sesuai waktu.

Menurut pengusaha konstruksi asli Garut ini, hanya Kabupaten Garut lah yang belum memiliki sarana olahraga yang memadai. Padahal letaknya sangat dekat dengan Ibu Kota Jawa Barat,Bandung.

“Di Jawa Barat ini satu satunya yang tidak punya apa apa itu Garut, padahal Garut paling dekat dengan ibu kota Jawa barat, Bandung. Makanya di PON kemarin, Garut hanya jadi penonton, karena tidak ada venue,” katanya.

Ia berharap, dalam memajukan olahraga di Kabupaten Garut, pemerintah harus memiliki perencanaan yang matang, termasuk mengadakan program unggulan. Upaya tersebut diyakininya bisa tercapai apabila sinergitas antara Birokrat, Insan dan organisasi olahraga, termasuk para pengusaha terjalin dengan baik dan komunikasi yang baik. (Jay)***

Editor: Kang Cep.

Untuk Pembebasan Lahan GOR Ciateul, Bupati Masih Butuh Rp 16 Miliar Lagi

TARKI, (GE).- Rencana pembangunan Gelanggang Olahraga ( GOR) Ciateul dengan agenda tahap pembangunan awal pada bulan depan (Februari 2016), ternyata masih memerlukan anggaran sedikitnya Rp 16 Milyar lagi, uang belasan miliar rupiah ini katanya untuk keperluan pembebasan lahan atau tanah dengan luas sekira 4 Hektare.

Bupati Garut, Rudy Gunawan, menegaskan bahwa tahap awal pembangunan GOR akan segera dilaksanakan pada Februari 2016. Pembangunan GOR termegah sepanjang sejarah dunia olah raga di Kabupaten Garut ini ditargetkan bisa selesai dalam waktu 3 tahunan.

“Untuk tahun pertama, kita hanya akan membangun gedung olahraga untuk cabang olah raga (cabor/ red) beladiri dulu. Sementara, untuk lapangan sepak bola nanti menyusul,” ungkap Bupati, dihadapan wartawan, Senin (18/1/2016).

Ditegaskannya, GOR Ciateul ini dapat segera terwujud dan bisa dimanfaatkan. Bupati menargetkan GOR Ciateul setidaknya sudah bisa dipakai pada gelaran Porda mendatang. “Ya, mohon do’anya dan dukungan dari semua pihak. Mudah mudahan segera terwujud,” tandasnya.

Sementara itu, hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Garut, Kuswendi. Kadispora berharap pembebasan tanah atau lahan untuk pembangunan GOR ini segera terealisir.

“Mudah- mudahan sebelum launching semuanya (pembebasan tanahnya) sudah beres. Insya Allah, rencananya launching GOR Ciateul ini kita gelar pada 16 Februari 2016, bertepatan dengan Hari Jadi Garut,” katanya. (Deni Rinjani)***