PPP-Golkar “Mesra,” Agus-Ade Siap Diusung di Pilkada 2018

GARUT, (GE).- Melalui Ketuanya, Agus Hamdani DPC PPP Kabupaten Garut mengkalim telah menentukan pasangan untuk maju dalam Pilkada 2018. Bahkan, pilihannya telah mengerucut pada satu nama.

“Pasangannya sudah mengerucut ke satu nama. Memang belum resmi, tapi minta doanya saja biar jadi,” ujar Agus, saat ditemui sejumlah wartawan di kawasan Cipanas, Garut, Kamis (5/10/17).

Agus menyebut jika satu nama yang akan bersanding dengannya yakni Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Garut, Ade Ginanjar. Terlebih Ade sudah mengantongi rekomendasi dari DPP Golkar.

“Saya sudah komunikasi juga dengan pengurus Golkar Garut. DPP Golkar juga sudah meminta pengurusnya di Garut untuk sosialisasi dengan PPP,” katanya.

Diharapkannya, pasangan Agus-Ade segera dideklarasikan. Usungan pasangan calon itu memang belum resmi. Namun untuk mengarah ke deklarasi hampir bisa dipastikan.

“Mudah-mudahan bisa terlaksana sampai deklarasi. Saya juga berharap secepatnya bisa diadakan deklarasi,” ucapnya.

Ditambahkannya, deklarasi pasangan Agus-Ade  bisa terealisasi antara satu sampai dua minggu ke depan. Pihaknya pun tetap menjalin komunikasi dengan sejumlah partai untuk memperkuat koalisi.

“Saya juga sudah dapat dukungan dari Habib Luthfi bin Yahya untuk maju di Pilkada Garut. Sebagai kader NU tentunya saya harus meminta restu,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Garut, Ade Ginanjar tampaknya masih “malu-malu kucing” saat ditanya terkait calon pasangan yang akan maju bersamanya di Pilkada 2018.

“Belum (tentukan pasangan). Masih komunikasi dengan semua partai juga,” kata Ade saat dihubungi. (Tim GE)***

Zacky Siradj Paparkan Nilai-nilai Pancasila di Hadapan Guru Paud

GARUT, (GE).- Pancasila lahir sebagai ideologi Bangsa Indonesia sehingga perlu ditanamkan dan diimplemntasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Ahmad Zacky Siradj selangku Anggot DPR RI dari Fraksi Golkar, mengatakan Pancasila sebagai ideoogi bangsa dan juga amanah dari para pendiri Bangsa. Sehingga Pancasila sebagai pemersatu Bangsa Indonesia dari kemajemukan yang ada di Negri ini harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Zacky juga menyampaikan sebagai bangsa yang besar jangan sampai melupakan sejarah karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya dan tidak melupakan sejarah.

“Zaman saya waktu sekolah disuruh menceritakan sejarah seperti kapan perang diponegoro terjadi, sekrang sudah tidak ada. Hilangnya suatu bangsa karena tidak mengenal dan tidak tahu sejarah bangsa,” ujarnya saat menjadi pembicara dalam penyerapan aspirasi masyarakat dengan Pengurus Himpunan Pendidik Anak Usia Dini (HIMPAUDI) di gedung Islamic Center kamis (28/9/2017).

Sementara itu menurut Wahdyudijaya selaku Kepala Kesbangpol Kabupaten Garut menyampaikan, seharusnya sebagai bangsa yang plural maka Pancasila lahir sebagai pemersatu. Sehingga sebagai anak bangsa dan generasi penerus bangsa harus bisa menjaga dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancacila dalam kehidupan sehari-hari.

“Saat ini telah terjadi degradasi moral, sehingga bagaimana kita bisa menanamkan nilai-nilai Pancasila terhadap anak bangsa untuk memperbaiki moral bangsa,” ujarnya saat memberikan materi dihadapan ratusan guru PAUD se Kabupaten Garut. (Farhan SN)***

 

Dirumorkan Berpasangan dengan Daniel, Nasib Ridwan Kamil di Pilgub Jabar Ditentukan Awal Oktober

GARUT, (GE).- Beredar surat edaran penetapan Cagub dan Cawagub Pilkada Jawa Barat yang menyatakan dukungan kepada Ridwan Kamil dan Daniel Muttaqien. DPD I Golkar Jawa Barat belum menerima fisik surat tersebut ditambah belum ada informasi apapun dari DPP Golkar.

“Sebagai ketua DPD I Golkar Jawa Barat saya belum menerima surat apalagi informasi dari DPP, mohon bersabar dulu ya para wartawan ini, ” ungkap Ketua DPD I Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi ketika ditemui di Rumah Dinasnya Jl. Gandanegara No. 25 Purwakarta. Jumat (22/9/17).

Istimewa.*

Selain itu Dedi pun menjelaska bahwa dalam pembahasan sejumlah rapat Golkar dari juni hingga Agustus 2017 lalu belum ada pembahasan terkait pencalonan di Pilgub Jabar.

“Dasar suratnya seperti apa masalahnya dari dalam rapat pembahasan pencalonan yang ada juga rapat agustus itu pembahasan bakal calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur,” pungkasnya.

Selain itu surat yang beredar pun sempat dipertanyakannya,pasalnya kondisi Ketua umum Golkar Setya Novanto yang masih dalam kondisi sakit.

“Masa iya?bukannya pak Setnov baru operasi jantung kok bisa membuat keputusan dan sempat – sempatnya membuat keputusan pencalonan Gubernur dan wakil gubernur,” ujar Dedi.

Sedangkan terkait langkah kedepan sambil berseloroh Dedi menuturkan bahwa dirinya tinggal langkah jalan saja.

“Langkahnya ya dari sini kedepan karena hari ini hari jumat langkahnya langsung ke masjid saja,lagian nanti itu urusan DPD I dan teman – teman yang lain,” selorohnya.

Sementara itu, Ridwan Kamil atau yang akrab disapa Kang Emil berencana akan deklarasi pada tanggal 1 oktober mendatang. Menurut Ridwan Kamil, dirinya hingga saat ini masih terus melakukan komunikasi politik dengan beberapa partai lainnya.

“Kepastian nanti tanggal 1 oktober kalau tidak ada halanagn PKB akan deklarasi, kita tunggu kabar saja,” ujarnya usai menyerahkan bantuan rumah tapak bagi korban banjir bandang di Desa Lengkongjaya Kecamatan Karangpawitan, kemarin (21/9/17).

Saat ditanya dengan siapa Kang Emil akan berpasangan, dirinya menyampaikan semuanya tinggal menunggu. Karena sebelum ada tanda tangan basah yang dituangkan dalam SK maka semuanya belum resmi.

“Baru dua partai yang sudah resmi yaitu NasDem dan PKB. Sebelum janur kuning melengkung itu belum pasti, apapun partainya bagaimana cara nya jadi pemimpin yang bermanfaat, karena saya punya cita-cita untuk mengurusi 46 juta penduduk,” katanya.

Emil mengaku enggan menyebutkan dengan siapa yang akan menjadi pasangannya karena masih menunggu kepastian koalisi yaitu partai mana saja yang akan mendukung dirinya. Sehingga setelah jumlah kursi sebagai persyaratan pencalonan sudah terpenuhi baru akan menyampaikan dengan siapa dirinya akan berpasangan. (Farhan SN)***

Ade Ginanjar dan Agus Hamdani Siap Dipasangkan di Pilkada 2018

GARUT, (GE).- Peta politik pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Garut yang akan bertarung di Pilkada 2018 sudah mulai menunjukkan titik terang. Salah satu pasangan yang sudah mulai membangun “chemistry” adalah Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Garut, Agus Hamdani dan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Golkar Garut, Ade Ginanjar.

Keduanya tampak sudah membangun komunikasi politik untuk bertarung di Pilkada Garut 2018. Bahkan langkah kedua politisi tersebut sudah mendapat restu dari Ketua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi.

Keseriusan mereka tampak saat menghadiri kegiatan Diklat Sar Banser NU di Pondok Pesantren Assaadah Limbagan Garut. Mereka berbincang santai dan saling melempar senda gurau. Bahkan dihadapan wartawan, mereka mengaku sudah nikah siri.

“Lamun perkawinan mah tinggal nanggap elektun. Sabab ari nikah siri na mah enggeus,” ujar Agus Hamdani sambil berkelakar di halaman depan rumah Pimpinan Pondok Pesantren Assaadah, Limbangan, Minggu (17/9/17).

Agus Hamdani, mengaku siap mendampingi Ade Ginanjar, yang juga Ketua DPD Partai Golkar Garut, dalam Pilkada 2018 mendatang. Kesiapannya mendampingi Ade Ginanjar, ada beberapa hal. Salah satu kelebihan Ade Ginanjar karena memiliki basis massa di wilayah Garut Selatan. Bahkan berdasarkan hasil survai elektabilitas dan popularitasnya terus naik.

Agus juga mengklaim, dirinya memiliki popularitas dan elektabilitas yang tinggi di kawasan Garut Utara. Sehingga jika dua kekuatan ini digabungkan ia berkeyakinan akan bisa memenangkan pertarungan di Pilkada 2018 yang akan datang.

Sementara itu, Ketua DPD Golkar Garut, Ade Ginanjar, tidak berbicara banyak pada kesempatan itu. Namun ia mengisyaratkan sudah ada kecocokan dengan Agus Hamdani.

“Saya ga mau berbicara banyak dulu. Bisi piomongeu,” ujarnya sambil masuk ke dalam rumah. (Farhan SN)***

Rudy Gunawan Tidak Konsisten, Golkar Siapkan Calon Pengganti

GARUT, (GE).- Sikap petahana yang banyak melakukan manuver politik membuat gerah petinggi Partai Golkar yang beberapa waktu sempat mengumumkan mengusung Rudy Gunawan. Tapi sekarang, Ketua DPD Partai Golkar Jabar, Dedi Mulyadi, seolah menarik pernyataannya jika dirinya telah merekomendasikan Rudy Gunawan sebagai calon Bupati Garut yang akan diusung oleh partai beringin itu.

Kekesalan Dedi memang cukup beralasan, pasalnya selain ke Partai Golkar, Rudy pun sempat mengikuti penjaringan di Partai Gerindra. Partai yang mengusung dirinya hingga bisa menjabat menjadi Bupati.

Bahkan ia sempat berucap juga akan mendaftar ke Partai Hanura dan PKB. Namun hingga penutupan pendaftaran di Partai Hanura, tak tercantum nama Rudy.

Sedangkan PKB tak membuka pendaftaran calon. Rudy pun beberapa kali menyebut tetap konsisten untuk maju menggunakan kendaraan Partai Gerindra. Walau belum ada keputusan terkait nama dari partai pimpinan Prabowo Subianto itu.

Seakan menganulir perkataannya, Dedi Mulyadi mengatakan, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Garut, Ade Ginanjar yang sebelumnya tak akan maju dalam Pilkada, kini sudah bersemangat kembali untuk mencalonkan diri. Menurutnya, calon dari internal partai tentunya jadi lebih baik. Pasalnya karakter dan sepak terjangnya sudah diketahui.

“Sampai sekarang belum ada rekomendasi. Jadi segala kemungkinan masih bisa terjadi,” ujar Dedi Mulyadi usai acara Halaqah Kebangsaan di Pesantren As-Sa’adah, Kecamatan Balubur Limbangan, Minggu (17/9/17).

Mengenai pernyataannya beberapa waktu lalu yang akan memberi rekomendasi kepada Rudy, menurut Dedi hal itu karena hasil survei Bupati Garut itu paling tinggi. Ditambah saat rapat pimpinan di Karawang, nama Rudy dan Ade muncul sebagai calon dari Golkar.

“Setelah rapat pimpinan di Karawang, pak Rudy berkunjung ke saya waktu ada pembahasan soal Pilkada di Bekasi. Lalu lihat survei paling tinggi. Makanya kita rekomendasi,” katanya.

Jika memang Rudy ingin diusung oleh Golkar, Dedi balik bertanya tentang konsistensi calon petahana itu. Jika Rudy konsisten, maka ia pun akan konsisten untuk memberikan dukungan.

“Kalau tidak konsisten, masa saya harus konsisten pada yang tidak konsisten. Jadi belum mutlak rekomendasinya,” ucapnya.

Dedi menambahkan, pihaknya juga sudah menyiapkan beberapa nama calon untuk maju di Pilkada Kabupaten Garut. Namun keputusan untuk penentuan nama calon masih cukup lama waktunya.

“Pendaftaran kan Januari (2018). Mungkin pembahasan (nama calon bupati dan wakil bupati) pada akhirnya bisa diputuskan bulan Desember,” katanya. (Farhan SN)***

Ade Ginanjar Mundur dari Pencalonan, Dedi Mulyadi Rekomendasi Rudy untuk Maju di Pilkada Garut 2018

GARUT,(GE).- Gonjang ganjing siapa bakal calon Bupati Garut dari partai “beringin” terus mengemuka. Baru-baru ini Bupati Garut, Rudy Gunawan kembali disebut-sebut menjadi bakal calon kuat yang akan diusung partai Golkar. Bahkan Rudy diketahui mendapat rekomendasi langsung dari petinggi Partai Golkar Jawa Barat untuk maju menjadi bakal calon bupati dari  pada Pilkada 2018.

Dedi Mulyadi yang merupakan Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat saat ini mengatakan, jajarannya sudah mencapai komitmen dengan Rudy untuk bersama-sama bertarung dalam Pilkada. Pihaknya pun memerintahkan agar Golkar Garut menindaklanjuti komitmen tersebut.

Namun belakangan sejumlah kader Partai Golkar menyatakan enggan jika Rudy maju dari partai Golkar. Bahkan para kader Golkar mengancam tak akan mendukung Dedi Mulyadi dalam Pilgub Jabar jika tetap mengusung Rudy.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Ketua DPD Golkar Garut. Mereka mengetahui dan menyetujui soal Rudy, tinggal Ketua DPD harus jelaskan ke pengurusnya,” ujar Dedi saat dihubungi, Jumat (25/8/2017).

Dedi menyebut, rekomendasi yang diberikan kepada Rudy karena Ade Ginanjar selaku Ketua DPD Golkar Garut mundur dari pencalonan. Namun Ade tidak menjelaskan pada internalnya tentang permasalahan tersebut.

“Lagian di Golkar selain pak Ade yang surveinya bagus pak Rudy. Tapi karena pak Ade mundur, jadi weh pak Rudy (rekomendasi calon bupati),” kata bakal calon Gubernur Jabar itu.

Ketua DPD Golkar Kabupaten Garut, Ade Ginanjar mengakui bahwa pencalonan Rudy sebagai calon Bupati Garut dari Partai Golkar atas sepengetahuan dirinya. Bahkan Pria yang menjabat sebagai ketua DPRD Kabupaten Garut ini menambahkan, sejak Rapimda lalu dirinya sudah dipasangkan dengan calon petahana tersebut.

“Dinamika saja kan tidak apa-apa. Mungkin belum tersosialisasikan di internal saja dan pencalonan pak Rudy itu pun hasil koordinasi saya,” ujar Ade ketika dihubungi melalui sambungan telepon.

Terkait kabar bahwa dirinya mundur dari pencalonan, Ade menuturkan bahwa hal tersebut tidak benar. Bahkan sebagai ketua partai yang diamanatkan, dirinya tetap mematuhi hasil Rapimda Golkar yang digelar di Karawang.

“Ya saya patuh pada hasil Rapimda serta tugas dan amanat yang diembankan pada saya,” katanya.

Terlebih Partai Golkar Garut sendiri menurutnya harus mencalonkan dari internal. Selain itu pencalonan Rudy pun diketahui olehnya.

“Kami kan kaji secara internal dan eksternal dan dicalonkan pak Rudy. Itu kan hasil sepengatahuan saya. Mungkin memang belum tersampaikan pada pengurus,” ujarnya. (Tim GE)***

Koalisi Golkar-PDIP Sudah Clear, Ade Ginanjar: ” Pak Rudy Partainya Mana ? “

GARUT, (GE).- Hingga saat ini belum ada satu partaipun yang resmi mengumumkan siapa orangnya yang akan dicalonkan sebagai bupati dan calon wakil bupati untuk maju pada Pilkada Garut 2018 mendatang. Termasuk dua kader partai besar dari Golkar Ade Ginanjar (AGR) dan Dedi Hasan Bahtiar (DHB) yang selama ini ramai diberitakan media, keduanya masih belum ada kepastian.

“Kalau koalisi partai antara Golkar Jawa Barat dengan PDIP Jawa Barat, itu sudah clear. Bisa saja calon dari Golkar bukan saya, kalau selama ini saya dipasangkan dengan Dedi Hasan, atau dengan siapapun itu cuma isue,” tegas Ketua DPD Partai Golkar, Ade Ginanjar (AGR), di Kantor DPRD Garut, Rabu (16/08/17).

Dikatakannya, penetapan calon yang akan diusung Golkar, akan ditetapkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP), melalui mekanisme hasil survei.” Kemungkinan DPP akan menetapkan calon itu September, paling lambat Oktober, menunggu hasil survei,” tukasnua.

Ditanya soal keinginan Ketua DPD Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk menyandingkan AGR dengan Bupati Garut, Rudy Gunawan. AGR malah balik nanya kepada wartawan.” Kalau Pak Dedi menginginkan saya berpasangan dengan Pak Rudy, pak Rudy partainya yang mana? Golkar kan tidak bisa mencalonkan sendiri, karena kurang dua kursi,” kata Ketua DPRD Garut itu.

Ditambahkannya, selain dirinya, ada beberapa tokoh Garut yang dimasukan dalam survei partainya, termasuk Rudy Gunawan. Sehingga belum bisa dipastikan nama calon yang akan diusung Golkar di Pilkada nanti. ” Bisa saja Golkar tidak mencalonkan saya. Pak Rudy juga termsuk yang disurvei,” tandasnya.(Jay)***

Editor: Kang Cep.

Jelang Pilkada 2018, Golkar Belum Putuskan Maju dalam Bursa Cagub Jabar

GARUT, (GE).- Meski pertarungan Pilkada 2018 mulai mendekat, namun hingga saat ini DPP Partai Golkar belum memutuskan siapa kadernya yang akan maju dalam bursa calon gubernur (Cagub) Jawa Barat.

Pengurus DPP Partai Golkar, Ferdiansyah, mengatakan selain menentukan calon gubernur, pihaknya juga akan menetapkan calon bupati/walikota. Pada pilkada 2018 nanti , sedikitnya akan ada 16 kabupaten/kota di Jawa Barat yang menggelar pilkada.

“Nanti, waktunya berbarengan dan digelar bulan Juni 2018. Jadi perlu waktu untuk menentukan calon-calon pemimpin daerah,” ujar Ferdiansyah, salah seorang anggota DPRRI dari Fraksi Golkar, Rabu (19/04/2017).

Ferdi mengungkapkan, DPP Partai Golkar baru akan menyampaikan keputusan pengusungan calon pada Agustus atau september. Hingga saat ini partai Golkar masih menunggu hasil survei.

“Dari hasil survei itu, maka DPP akan mengambil langkah melalui mekanisme dan prosedur aturan yang ada di partai,” katanya.

Sementara itu, Ketua Fraksi Golkar DPRD Provinsi Jawa Barat, Yod Mintaraga, menyebutkan banyak pengurus di tingkat kabupaten/kota mengusulkan Dedi Mulyadi untuk menjadi calon gubernur.

“Nanti hasilnya apakah bisa mengungguli calon lain atau tidak. Tentunya kader partai ingin agar ketua partainya maju menjadi kepala daerah,” kata Yod.

Diakuinya, pimpinan partai sangat layak mendapat prioritas. Pimpinan partai merupakan simbol partai. “Kader di daerah juga akan bangga jika simbol partai atau ketua partai diusulkan menjadi calon bupati atau gubernur,” tandasnya. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

Asep Barjah, Ajak Kadernya Kembangkan Partai Golkar

KARANGTENGAH,(GE).- Pada umumnya suasana sekretariat partai di tingkat kecamatan dan desa terlihat ramai oleh para aktivis maupun simpatisan partai sewaktu menjelang pesta demokrasi. Namun, setelah usai pesta demokrasi, tiba-tiba sekretariat partai terlihat menjadi sepi dari aktivitas para pengurus.

Hal tersebut diakuinya oleh Asep Barjah, SE sebagai Ketua Pimpinan Kecamatan Partai Golkar (PK Golkar) yang baru terpilih dan dikukuhkan, Minggu (07/08/2012) bertempat di ruang Sekolah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Al-Hikmah (PKBM Al-Hikmah) Desa Sindanggalih pada Musyawarah Kecamatan (Muscam) partai Golkar ke-9.

Menurutnya, sekretariat partai di tingkat kecamatan maupun di tingkat desa biasanya ramai hanya 5 tahun sekali, ketika ada pesta demorasi, atau ada Muscam. Dan sepi tatkala sudah tidak ada kegiatan.

“Insya-Allah, meskipun Sekretariat PK Partai Golkar sementara di rumah milik saya di Kampung Ancol RW 06 RT 01 Desa Sindanggalih. Kedepannya, saya akan membantu partai memiliki sekretriat yang representatif dengan mengaktifkan struktur kepengurusan, dan kader-kader Partai Golkar di Wilayah Kecamatan Karangtengah dengan berupaya mengaplikasikan AD/ART Partai Golkar, agar kesan partai itu tidak seperti musim jamur,” urainya

Dijelaskannya, agar para pengurus partai di tingkat kecamatan, dan tingkat desa kelihatan eksis terlihat oleh masyarakat, tentunya harus ada bukti karya dan kekaryaannya, seperti menggiatkan bidang olahraga dan seni budaya. Hal itu jangan sampai kesan Partai Golkar ramai tatkala ada kepentingan pemilihan anggota dewan perwakilan rakyat, pilkada dan pilpres. Kemudian setelah beres pelantikan, seperti anggota dewan, dan kepala daerah, suasana kesekretariatan, dari tingkan PK dan PD, tiba-tiba menjadi sepi dari aktivitas para pengurus.

“Nanti kita kompakan para anggota Partai Golkar sesuai dengan AD/ART partai Golkar, bahwa setiap anggota berkewajiban, diantaranya aktif melaksanakan kebijakan dan program Partai Golkar. Apalagi dalam AD/ART Partai Golkar ada Doktrin Karya Siaga Gatra Praja yang merupakan pedoman, pegangan dan bimbingan dalam melaksanakan segala kegiatan dan usaha dalam bidang- bidang ideologi, politik, hukum, ekonomi, sosial dan budaya,” ujarnya.

Untuk itu Asep Barjah mengajak kepada semua kader-kader Partai Golkar di wilayah Kecamatan Karangtengah bersama-sama mengembangkan Partai Golkar supaya lebih maju lagi, serta diharapkan menjadi pemenang pada pemilu pilkada-pilkada yang akan datang.(Ilham Amir)***

Golkar Beri Sinyal Dukung Rudy di Pilkada 2018

KOTA, (GE).- Partai Golongan Karya (Golkar) menyatakan, dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Garut 2018 akan mendukung Calon yang mau memperjuangkan kepentingan rakyat dari pada yang mendahulukan kepentingan pribadi. Demikian, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi usai membuka Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Garut ke 9, di Gedung Lasminingrat, Jalan. A Yani, Garut, belum lama ini.

Dalam kesempatan itu, Dedi memberi sinyalemen cukup kuat, kalau partai berlambang pohon beringin itu akan mendukung Rudy dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Garut mendatang. “Partai Golkar akan mendukung pada calon Kepala Daerah yang memperjuangkan rakyat ketimbang mementingkan kepentingan pribadinya termasuk akan mendukung Rudy Gunawan yang akan maju pada Pilkada mendatang,” ujarnya.

Menurut Bupati Purwakarta itu, selama ini dirinya melihat kepemimpinan Rudy Gunawan dalam memimpin Garut, cukup baik serta banyak prestasi yang sudah ditorehkan. “Meskipun Rudy Gunawan orang Partai Gerindra, namun tadi pada saat membacakan panca bakti partai Golkar, Pak Rudy paling keras mengucapkannya. Itu artinya hati Pak Rudy juga orang Golkar” katanya dengan nada gurau.

Dedi menambahkan, selain akan memberikan dukungan terhadap Bupati Garut untuk kembali mencalonkan diri menjadi Kepala Daerah. Partai Golkar juga akan mendukung seluruh calon yang memiliki visi dan misi seusuai dengan Golkar. “Bukan di Garut saja tapi diseluruh daerah juga pihaknya akan memberikan dukungan penuh pada calon Kepala Daerah yang memiliki visi misi yang sama dengan kami, yakni Partai Golkar.” ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Garut, Ade Ginanjar membenarkan, adanya sinyalemen kalau partai Golkar akan mendukung Rudy Gunawan dalam Pilkada mendatang. Menurutnya, kalau Ketua DPD Golkar Provinsi, sudah memberikan isyarat akan mengusung Rudy Gunawan. Itu artinya pihaknya juga akan turut terhadap perintah Ketua DPD Provinsi. “Kami selaku Ketua DPD tingkat Kabupaten Garut, jelas akan mendukung. Hal ini sesuai dengan intruksi DPD Provinsi,” tegas Ade.

Namun begitu, lanjut Ginanjar, pihaknya akan tetap melihat sejauh mana elektabilitas Rudy Gunawan. Bahkan sampai saat ini belum ada sikap untuk menentukan apakah partai Golkar akan menjadi wakilnya. “Belum sampai ke situ. Kita lihat dulu perkembangannya. Tetapi untuk mencalonkan Rudy Gunawan, sebagai calon Bupati Garut, sudah jelas,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Rudy Gunawan mengatakan, pihaknya sampai saat ini masih belum mengambil sikap dengan adanya sinyalemen yang diberikan partai Golkar. “Pilkada kan masih jauh. Tetapi kita menghargai apa yang telah di katakan oleh Ketua DPD Golkar Provinsi Jawa Barat, yang akan mendukung untuk kembali mencalonkan Bupati Garut,” kilah Rudy.

Sebelumnya, dalam Musda Partai Golkar Garut ke-9 yang dibuka oleh Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi secara aklamasi telah memilih kembali Ade Ginanjar sebagai Ketua DPD Partai Golkar Garut periode 2016-2021. Hal ini menyusul dukungan penuh dari semua elemen kepada Ade Ginanjar.

Dari 47 jumlah hak pilih terdiri dari 42 Pimpinan Kecamatan (PK), Pengrus DPD dan Ormas Sayap dan Pendiri pada Musda tersebut secara resmi telah memberikan dukungannya kepada Ade Ginanjar untuk dikukuhkan kembali menjadi Ketua DPD Partai Golkar periode lima tahun mendatang.

Ade membantah, bahwa tidak adanya calon lain dalam Musda kali sebagai cermin kurangnya kader yang mampu menjadi memimpin. Namun, kata Ade, karena memang masih mempercayai dirinya untuk kembali memimpin Partai Golkar Garut dan melanjutkan program programnya. “Saya yakin, bukan tidak ada kader, tapi karena memang masih mempercayai saya untuk memimpin. Dan ini bukan tanpa alasan.”Saya menjadi ketua krmarin merupakan hasil Musda Luar Biasa (Musdalub), tapi dengan kepemimpinan saya itu, pada Pemilu kemarin Golkar mampu menambah kursi di DPRD dari tujuh menjadi delapan kursi, ini mungkin salah satu alasannya juga,” tandas Ade.

Disinggung target ke depan, Ade mengaku optimis pada pemilu 2019 mendatang akan kembali meningkatkan jumlah kursi di DPRD. “Kita akan berjuang semaksimal mungkin dan tetap optimis pada Pemilu mendatang khususnya di Garut, Golkar akan kembali menjadi pemenang,” papar Agin. (Slamet Timur).***