Indikasi Gerindra Usung Rudy Gunawan Menguat

GARUT (GE).- Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Mendatangi kantor KPUD Garut Guna mendaftarkan diri sebagai Partai Peserta Pemilu 2019. Dipimpin langsung Ketua DPC Gerindra Kabupaten Garut Enan dan jajaran pengurus serta anggota Dewan Fraksi Gerindra. Namun anehnya, pada proses pendaftaran partai ini, Bupati Garut, Rudi Gunawan turut hadir mendampingi kader lainnya.

Usai menyerahkan berkas ke KPUD, Ketua DPC Gerindra Garut, Enan mengatakan DPC Gerindra Garut sengaja datang ke KPUD untuk menyerahkan berkas kepartaian yang merupakan syarat untuk mengikuti Pemilu Tahun 2019. Menurutnya, semua berkas kepartaian telah selesai dan diberikan kepada KPU Garut.

“Kami bersyukur hasil kerja dua minggu, akhirnya berkas ini sudah bisa di serahkan ke KPUD” ujar Enan, Sabtu (14/10/17).

Saat disinggung kehadiran Rudy Gunawan dalam penyerahan berkas kepartaian tersebut, Enan menjawab, kehadirannya hanya sebatas kader partai. Pasalnya, kata Enan, saat ini Rudy Gunawan tercatat sebagai Dewan Pembina Pusat (DPP) Gerindra.

“Sampai saat ini belum ada rekom dari Partai Gerindra terkait pencalonan Bupati pada Pilkada 2018. Kehadiran Bupati karena ia merupakan kader partai. Makanya ia ikut daftar ke KPU,” ungkapnya.

Sementara itu, Rudy Gunawan mengaku kehadirannya dalam penyerahan berkas kepartaian untuk mengapresiasi soliditas Partai Gerindra di Garut. Menurutnya, Partai Gerindra di bawah kepemimpinan Enan berjalan dengan baik.

“Saya ke KPU bersama pengurus Partai Gerindra hanya sebatas dukungan saja. Belum tentu saya yang diusung Gerindra. Saya kan pengurus Partai Gerindra juga,” katanya.

Penyerahan berkas dari Partai Gerindra diterima langsung Ketua KPU Garut, Hilwan Fanaqi. Sampai berita ini diturunkan, data yang diterima dari KPU Garut telah tujuh partai yang telah menyerahkan berkas kepartaian. (Fauziani)***

Kesal dengan Keputusan DPC, Ratusan Kader Gerindra PAC Samarang Lakukan Aksi Pengembalian KTA

GARUT, (GE).- Aksi pengembalian Kartu Tanda Anggota (KTA) dilakukan ratusan kader Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kabupaten Garut. Aksi yang dilakukan sejumlah kader Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kecamatan Samarang ini dipicu kekesalan mereka atas keputusan DPC Gerindra Garut yang mencopot Ketua PAC Samarang.

Menurut Saefulrohman, Ketua PAC Gerindra Kecamatan Samarang, ratusan kadernya telah mengembalikan KTA. Aksi ini dilakukan karena tidak menerima adanya kabar pemberhentian Ketua PAC yang selama ini dijabatnya.

“Ini spontan dilakukan, saat mendengar adanya pergantian Ketua PAC Samarang,” katanya, Minggu (8/10/17).

Rohman menyebut, bukan saja kader partai yang ada di Kecamatan Samarang yang melakukan aksi pengembalian KTA. Lebih dari itu, seluruh pengurus struktural PAC ikut mengembalikan KTA dan menyatakan keluar dari Partai Gerindra.

“Saya heran dengan adanya keputusan DPC yang melakukan perombakan PAC tanpa melalui mekanisme partai. Apalagi saat ini sedang verifikasi partai,” tukasya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPC Gerindra Kabupaten Garut, Enan, membantah adanya pergantian kepengurusan di tingkat PAC. Menurutnya, saat ini memang sedang dilaksanakan verifikasi partai, dan harus melampirkan kartu tanda anggota.

“Tidak ada pergantian kepengurusan partai di tingkat PAC. Ada pergantian, itu juga bagi pengurus yang sudah mengundurkan diri dan meninggal,” ujarya.

Enan mengatakan, terkait aksi pengembalian KTA yang terjadi di Kecamatan Samarang, itu merupakan manuver politik dari Ketua PAC.

“Orang tersebut tidak pernah menginjakan kakinya di DPC. Bahkan lebih memilih bergabung dengan Kagagas (Kader Gerindra Gabung Agus Supriadi),” tandasnya.

Diakuinya, sampai saat ini rekomendasi pengusungan calon Bupati Garut dalam Pilkada 2018 mendatang, memang belum turun dari DPP. “ Memang belum ada rekomendasi, siapa yang akan didukung,” tukasnya. (Tim GE)***

 

Tujuh Balon Bupati Garut Resmi Mendaftar ke Gerindra, Berikut Nama Namanya

GARUT, (GE).- Perhelatan Pilkada Garut 2018 kian mendekat, para bakal calon terus menyusun kekuatan untuk bisa meraih tahtah Garut 1. Hingga hari Senin (24/7/17) sedikitnya ada tujuh orang bakal calon (balon) Bupati Garut yang sudah resmi mendaftar ke Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kabupaten Garut. Ketujuh balon tersebut mulai mengikuti seleksi penjaringan calon Bupati Garut untuk gelaran Pilkada 2018.

Menurut Ketua Badan Pemenangan Pilkada (Bappeda) DPC Partai Gerindra Kabupaten Garut, Heri Rustiana, hingga batas akhir pendaftaran Senin (24/7/17) pukul 00.00 WIB dari delapan pendaftar yang mengambil tujuh orang diantaranya menyerahkan formulir pendaftaran.

“Batas waktu penerimaan pendaftaran bakal calon bupati/wakil, telah selesai. Dari delapan bakal calon yang mengambil formulir pendafaran, yang mengembalikan formulir hanya tujuh balon (bakal calon),” katanya.

Dijelaskannya, Partai Gerindra Garut membuka pendaftaran penjaringan calon bupati mulai 17 Juli sampai 24 Juli 2017. Selanjutnya menentukan salah satu calon yang siap maju di Pilkada Garut 2018.

“Hingga batas pendaftaran, ada tujuh orang yang resmi mendaftar. Diantaranya petahana Bupati Garut Rudy Gunawan, mantan Bupati Garut Agus Supriadi, Kolonel TNI Suryaman dan dari kalangan pengusaha serta tokoh masyarakat Irvan R Faza, Dedi Kurniadi, Dian Kusmara dan Fahrurrozi,” ungkapnya.

Dikatakannya, seluruh berkas pendaftar calon bupati itu akan diserahkan kepada Bappda DPD Partai Gerindra Provinsi Jabar untuk selanjutnya mengikuti proses seleksi hingga akhirnya ditetapkan oleh DPP Gerindra.

Seorang pendaftar calon bupati, Kolonel TNI Suryaman menyatakan, siap maju pada Pilkada Garut untuk membangun masyarakat Garut lebih baik.

“Saya siap maju dengan strategi yang sudah saya siapkan untuk kemajuan Garut,” ujar Suryaman. (Tim GE)***

Empat Balon Bupati Garut Akhirnya Mendaftar ke Gerindra, Berikut Nama Namanya

GARUT, (GE).- Menyongsong perhelatan Pilkada Garut 2018, beberapa bakal calon yang sebelumnya mulai hangat diperbincangkan akhirnya mulai melakukan pendaftaran. Beberapa hari yang lalu ada empat orang bakal calon (Balon)  Bupati yang mengambil formulir pendaftran ke DPC Partai Gerindra Kabupaten Garut.  Dari ke empat orang Balon tersebut, Bupati Garut, Rudy Gunawan adalah salah satunya yang mengamil formulir tersebut.

Menurut Ketua Badan Pemenangan Pilkada (Bappda) DPC Gerindra Garut, Heri Rusdiana, sejak dibuka pendaftaran Senin (17/7/17) lalu, sudah ada empat bakal calon yang mendaftar.

“Ya, sudah ada empat orang  yang mendaftar, diantaranya pak  Rudy Gunawan yang diwakili pihak keluarga, Irfan Faza yang langsung mengambil formulir, lalu Agus Supriadi yang diwakili timnya, dan terakhir hari ini (kemarin) ada Kolonel Suryaman yang mengambil formulir langsung ke kantor,” ungkapnya, Rabu (19/7/17).

Sebelumnya, dua bakal calon yakni Agus Supriadi dan Irfan Faza diketahui sempat mengikuti konvensi calon bupati di Partai Demokrat. Sementara Rudy Gunawan saat terpilih menjadi Bupati Garut menggunakan kendaraan Partai Gerindra. Sedangkan Kolonel Suryaman merupakan tokoh baru dan disebut-sebut telah mendapat dukungan dari DPP Gerindra.

“Batas waktu pengembalian formulir batas sampai 24 Juli. Nanti hasil pendaftaran kami serahkan ke Bappda provinsi untuk nantinya direkomendasikan DPP,” ujarnya.

Diakuinya, pihaknya juga telah dihubungi beberapa orang yang akan mendaftar ke Gerindra. Pihaknya pun terbuka dan mempersilakan untuk ikut mendaftar. “Kalau syarat sesuai dengan ketentuan Undang-undang Pilkada. Tapi yang khusus paling jika dicalonkan nantinya harus ada kesiapan dibuatkan kartu anggota partai,” tukasya. (Tim GE)***

Mengklaim Dapat Restu Prabowo, Kolonel Suryaman Siap Maju di Ajang Pilkada Garut

GARUT, (GE).- Salah seorang putra terbaik Garut, H. Suryaman, S.Ip, menyatakan tekadnya untuk maju dalam ajang Pilkada Garut sebagai calon bupati. Bukti keseriusannya, ia mengklaim telah mendapat restu dari Pimpinan Partai Gerindra, Prabowo Subiyanto.

Perwira TNI berpangkat kolonel yang saat ini masih aktif, dengan tegas menyatakan tekadnya untuk maju dalam ajang Pilkada Garut 2018 didukung penuh Partai Gerindra. Bukan hanya di tingkat bawah, Suryawan bahkan mengaku mendapat dukungan langsung dari pucuk pimpinan Partai Gerindra, Prabowo Subiyanto.

“Saya telah beberapa kali bertemu langsung dengan Pa Prabowo. Beliau sangat mendukung niat baik saya untuk memperbaiki Garut dengan cara mencalonkan diri menjadi calon bupati pada ajang Pilkada 2018 mendatang,” ujar pria kelahiran 11 Mei 1961 ini.

Meski telah mendapat dukungan dari Prabowo, akan tetapi Suryaman mengaku tetap menghormati para pengurus dan kader Gerindra yang berada di tingkat bawah. Oleh karena itu, selama ini Suryaman selalu intens menjalin komunikasi dan koordinasi dengan para pengurus dan kader Gerindra di tingkat Provinsi Jabar dan Kabupaten Garut.

“Alhamdulillah, saya juga telah mendapatkan dukungan dari 30 PAC Partai Gerindra di Garut. Dukungan itu langsung mereka nyatakan dalam sebuah pertemuan di kawasan Santolo beberapa waktu lalu,” kata ayah dari tiga anak ini.

Garut GAGAH (Garut Amanah, Gumilang, Asri, Hurip), tutur Suryaman, menjadi visi misinya dalam mencalonkan menjadi calon bupati/wakil bupati Garut. Adapun yang menjadi latar belakangnya, kondisi Kabupaten Garut dalam kurun 3 peroide kepemimpinan yang menurut pengamatan dan realita di lapangan belum kelihatan sebuah pertumbuhan dan perkembangan sebuah wilayah yang maju dan modern.

Bahkan lebih banyak ketimpangan dari segi IPOLEKSOSBUD dan Ekonomi yang tidak equal dan merata secara mekanisme pembangunan sebuah daerah dengan tata kelolanya baik, pengelolaan tata ruang yang semrawut, birokrasi yang terkesan tidak fleksible, dan mudah. Hal ini diperparah dengan pembangunan yang tidak memiliki skala prioritas, tidak memiliki unsur value for money, pengelolaan budget yang terkesan bagi-bagi projek, juga iklim perpolitikan yang terkesan tabu dan seringkali dijadikan alat untuk saling menjatuhkan.

Oleh sebab itu, dengan kehadirannya di kancah politik Garut diharapkan dapat mempercepat proses pembangunan di Garut. Pada akhirnya kesejahteraan masyarakat dapat tercapai. (Farhan SN)***