Ai “Uneh” Santy : “Coba dulu Atuh…!”

BANYAK orang merasa takut keluar dari zona nyaman kehidupan. Bahkan, ketika ditawari melakukan sesuatu pekerjaan baru, tidak sedikit yang mengaku takut ini takut itu. Justru ketakutan tidak beralasan tersebut yang membuat banyak orang gagal dalam menapaki kariernya.

Namun, itu tidak ada dalam kamus kehidupan pedangdut dan komedian Garut, Jawa Barat, Ai “Uneh” Santy. Justru, putri ke-3 dari 4 bersaudara pasangan Ayat Sudrajat dan Tati Suhyati ini mengaku tidak pernah takut untuk melakukan sesuatu yang baru.

“Kenapa harus takut. Pokonya jangan pernah mengatakan takut atau tidak bisa kalau belum dicoba. Coba dulu atuh!” tandas pemeran Uneh pada acara “Ngaler Ngidul” di sembilantv Garut ini.

Tidaklah heran, kesehariannya semakin sibuk. Selain mengisi panggung-panggung hiburan, tampil di acara televisi lokal (sembilantv garut/red), Uneh juga sibuk hilir-mudik memenuhi panggilan rias pengantin.

Memang, pengagum Rita Sugiarto ini sejak tahun 1997 aktif membina karier sebagai perias pengantin profesional. Bukan hanya di kota dodol, konsumen dari beberapa kota besar seperti Bandung, juga kerap menggunakan jasa riasnya. Belum lama ini, ia juga sibuk meladeni permintaan rais di Provinsi Banten.

Tidak puas sampai di situ. Pemilik nama lengkap Ai Santy Novela ini mulai mengembangkan usahanya membuat gaun pengantin rancangannya, dan berbagai manik-manik kebutuhan pesta pernikahan. Setiap memiliki waktu luang, penyanyi berparas inverted triangle ini sibuk menjahit di rumahnya di bilangan Kampung Cangkuang, Kelurahan Muara Sanding, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

“Capek sih iya. Habis mau bagaimana lagi,” ungkap wanita kelahiran Garut 14 Agustus 1979 dengan tinggi/berat badan : 157 cm/50 kg.

Selain mengisi kekosongan dalam kehidupannya, karena Uneh kini “terpaksa menyendiri lagi”, semua kesibukkan karier yang banyak menyita waktunya itu ia lakukan karena tuntutan profesi. Kalau dikerjakan tanggung, kata pemilik “Katineung Salon” penggemar makanan tradisional ini, sekarang era persaingan keras. Siapa terlena maka akan tersisih.

“Jadi, semua kesibukkan ini bukan karena keinginan, melainkan tuntutan karier,” kilah penggemar warna kuning yang paling benci dibohongi.

Perjalanan karier Ai Santy, panggilan akrabnya, memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak suka duka dialami. Banyak juga godaan yang dihadapi, karena statusnya yang menyendiri lagi. Namun, semua itu ia coba hadapi secara profesional. Semua ia hadapi dengan semangat juang 45.

Hanya satu yang ia takuti. Apa itu?

“Oom-oom!” katanya sambil “ngabirigidig”. Nah… loch! (Sony MS/GE)***