Longsoran Tanah Timbun Jalur Garut Selatan, Pengguna Jalan Diimbau Berhati-hati

GARUT (GE).- Guyuran hujan sejak siang tadi, Kamis (26/10/17), mengakibatkan sejumlah jalan di Garut Selatan tertimbun longsor. Selain longsor ada juga jembatan yang amblas akibat guyuran air hujan.

Tititk longsoran tanah menutup jalur provinsi di Kampung Gunung Wayang, Desa Depok. Longsor yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB ini menutupi badan jalan provinsi akan tetapi skalanya tidak terlalu besar. Selain itu, longsoran pun terjadi di Desa Gunamekar, Kecamatan Bungbulang. Tak hanya itu, sebuah jembatan nyaris ambrol diguyur hujan di kawasan Kecamatan Cihurip.

Kasubag Humas Polres Garut, Ajun Komisaris Ridwan Tampubolon, membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait kejadian longsor di Desa Gunamekar, Kecamatan Bungbulang. Material longsoran menutup badan jalan desa sepanjang kurang lebih 10 meter sehingga sempat mengganggu kelancaran aktifitas warga.

“Dampaknya tidak terlalu besar karena yang tertutup jalan desa, bukannya jalan provinsi yang banyak dilintasi kendaraan,” ujar Ridwan.

Dikatakannya, warga setempat langsung bahu membahu membersihkan material longsoran dari badan jalan sehingga kini jalan tersebut sudah kembali bisa dilalui.

Menurut Ridwan, pada hari yang sama, longsor juga terjadi di kawasan Kecamatan pakenjeng, tepatnya di Kampung Gunung Wayang, Desa Depok. Longsor yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB ini menutupi badan jalan provinsi akan tetapi skalanya tidak terlalu besar.

Selain itu, satu jembatan di kawasan Kecamatan Cihurip nyaris ambrol setelah seharian diguyur hujan. Warga setempat harus ekstra hati-hati saat melewati jembatan tersebut.

“Bersama unsur Muspika dan aparat pemerintahan desa, warga setempat juga langsung berupaya menyingkirkan material longsoran dari badan jalan. Sama halnya dengan longsor yang terjadi di wilayah Bungbulang, di Pakenjeng juga tak sampai menimbulkan korban jiwa,” ucap Ridwan.

Ridwan mengimbau kepda warga dan para pengguna jalan yang melintas di kawasan selatan Garut lebih meningkatkan kewaspadaan. Hal ini dikarenakan sepanjang jalan di kawasan selatan rawan terjkadi bencana longsor, apalagi pada saat musim hujan seperti sekarang ini.(Farhan SN)***

Bencana Mengintai Keselamatan Warga Garut

GARUT,(GE).- Musim hujan yang kini mulai mengguyur wilayah Kabupaten Garut patut disambut suka cita karena bisa mengatasi berbagai permasalahan yang timbul akibat kemarau. Namun di sisi lain, musim hujan juga patut diwaspadai mengingat tingginya potensi bencana alam.

Apalagi di wilayah Kabupaten Garut sendiri tak sedikit daerah yang masuk kategori rawan bencana alam seperti banjir, longsor, pergerakan tanah, serta bencana lain yang bisa dipicu guyuran hujan. Hal ini menjadi perhatian Pemkab Garut sehigga semua kalangan diimbau untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan.

“Tibanya musim hujan memang menjadi ancaman tersendiri bagi Kabupaten Garut. Terlebih Kabupaten Garut sendiri selama ini termasuk dalam wilayah dengan kategori ancaman bencana terbanyak kedua secara nasional,” ujar Bupati Garut Rudy Gunawan, Senin (9/10/2017).

Dikatakan Rudy, di Kabupaten Garut terdapat 18 kecamatan yang masuk kategori siaga satu bencana. Hal ini harus disikapi secara serius oleh berbagai pihak agar tidak sampai terjadi hal-hal yang tak diharapkan.

Rudy mengungkapkan, 18 kecamatan yang masuk kategori siaga satu bencana itu tersebar mulai dari wilayah utara, tengah, dan selatan. Namun paling banyak terdapat di wilayah selatan Garut, di antaranya Cihurip, Banjarwangi, Singajaya, Peundeuy, Pameungpeuk, Cikelet, Cisompet, Pakenjeng, Bungbulang, Talegong, dan Cisewu.

Untuk mengantisifasi hal tersebut, tutur Rudy, Pemkab Garut telah melakukan berbagai upaya. Salah satunya dengan menerapkan mitigasi bencana di hampir seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Garut.

Namun Rudy mengakui penerapan mitigasi bencana ini tentunya tidak akan berhasil jika tak mendapat dukungan dari berbagai pihak, terutama masyarakat. Dengan adanya mitigasi bencana serta kesigapan dari semua pihak, termasuk masyarakat di sekitar zona bencana, hal itu bukanlah sesuatu yang perlu ditakutkan.

“Secara teknisnya kami akan segera melakukan rapat koordinasi dengan semua unsur. Salah satu hal yang akan kita bahas adalah terkait untuk mengimplentasikan zona mana saja yang akan menjadi prioritas,” katanya.

Untuk menanggulangi bencana alam, tuturnya, terutama saat memasuki musim penghujan seperti sekarang ini, pihaknya telah menyiapkan anggaran sebesar RP 5 miliar dari pos biaya tak terduga (BTT). Sebenarnya anggaran yang disipakan totalnya mencapai Rp 8 miliar akan tetapi saat ini yang Rp 3 miliar sudah digunakan.

Menurut Rudy, selain menyiapkan anggaran, pihaknya juga telah menyiagakan sejumlah alat berat di sejumlah wilayah yang dinilai rawan terjadi longsor, terutama di wilayah selatan. Ini juga salah satu upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi ancaman bencana longsor yang setiap saat bisa terjadi dan berpotensi menimbulkan kerusakan infrastruktur.

“Sampai saat ini ada tiga unit alat berat yang sudah disebar dan siap digunakan setiap saat apabila terjadi longsor. Alat berat tersebut kami tempatkan di kawasan Singajaya/Cihurip, di Pameungpeuk, dan di Cisompet,” ucap Rudy.

Namun demikian Rudy tetap mengimbau kepada masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan karena setiap saat bencana bisa saja terjadi. Apalagi saat ini intensitas hujan mulai tinggi melanda kawasan Garut.

Rudy pun mengingatkan warga untuk secepatnya berkoordinasi dengan aparat pemerintahan setempat apabila terjadi sesuatu atau mengetahui adanya potensi bencana. Hal ini bertujuan untuk langkah penanganan yang lebih cepat untuk menghindari jatuhnya korban jiwa atau materi jika bencana benar-benar terjadi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Dadi Djakaria, menuturkan pihaknya terus bersiaga memasuki datangnya musim hujan seperti sekarang ini. Apalagi saat ini cuaca cukup ekstrim akibat curah hujan yang tinggi sehingga menimbulkan potensi bencana yang kian tinggi.

“Kami terus bersiaga, termasuk menerima informasi adanya bencana dari masyarakat agar segera bisa ditindaklanjuti,” tutur Dadi.

Di sisi lain, Dadi mengakui pihaknya selama ini cukup kesulitan untuk mewujudkan respon cepat tanggap seperti yang diharapkan. Hal ini dikarenakan terbatasnya sumber daya manusia di lapangan.

Dadi menyampaikan, saat ini jumlah PNS atau ASN di lingkup BPBD Garut hanya 28 orang dan sisanya dibantu non PNS. Kondisi ini menjadi kendala tersendiri karena tidak semuanya bisa disiagakan di seluruh titik bencana. Apalagi jumlah titik bencana di garut yang begitu banyak.

Lebih jauh diungkapkannya, hingga tahun lalu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, dari total 494 kabupaten dan kota se-Indonesia, tiga wilayah di Jawa Barat memiliki ancaman bencana paling tinggi. Sedangkan Kabupaten Garut berada di posisi pertama, disusul Sukabumi dan Tasikmalaya.(Farhan SN)***

Bus Budiman Meledak Hingga Hangus Terbakar, ini Dugaan Penyebabnya

GARUT, (GE).- Penyebab ledakan hingga terbakarnya Bus Budiman di Malangbong, Garut, Jawa Barat mulai terungkap. Ledakan bermula dari mesin AC yang meledak hingga menimbulkan percikan api. Dengan cepat api menjalar dan menghanguskan semua bagian mobil.

Peristiwa tersebut terjadi tepatnya di Jalan Raya Nasional Bandung-Tasik Km 72, Kampung Ciharashas RT 03 RW 03 Desa Cikarag, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, Sabtu (23/9/2017) sekitar pukul 05.00 WIB.

Sekertaris Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Garut, Satria Budi membenarkan pristiwa tersebut. Pihaknya menerjunkan dua unit pemadam kebakaran ke lokasi kejadian.

“Kami menerjunkan dua unit damkar, dibantu dua unit damkar dari Kabupaten Tasikmalaya. Bersama aparat dan warga setempat berupaya memadamkan api yang sudah membesar membakar badan bus,” katanya.

Menurutnya, api diduga bersasal dari konsleting kabel AC. Sehingga menimbulakn percikan api dan membesar hingga membakar badan bus.

Tidak ada korban dalam pristiwa tersebut, kerugian masih dalam perhitungan. Meski sudah diketahui penyebab awal kejadian namun Polisi masih melakukan penyelidikan terkait terbakarnya Bus Budiman tersebut. (Farhan SN)***

Dirumorkan Berpasangan dengan Daniel, Nasib Ridwan Kamil di Pilgub Jabar Ditentukan Awal Oktober

GARUT, (GE).- Beredar surat edaran penetapan Cagub dan Cawagub Pilkada Jawa Barat yang menyatakan dukungan kepada Ridwan Kamil dan Daniel Muttaqien. DPD I Golkar Jawa Barat belum menerima fisik surat tersebut ditambah belum ada informasi apapun dari DPP Golkar.

“Sebagai ketua DPD I Golkar Jawa Barat saya belum menerima surat apalagi informasi dari DPP, mohon bersabar dulu ya para wartawan ini, ” ungkap Ketua DPD I Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi ketika ditemui di Rumah Dinasnya Jl. Gandanegara No. 25 Purwakarta. Jumat (22/9/17).

Istimewa.*

Selain itu Dedi pun menjelaska bahwa dalam pembahasan sejumlah rapat Golkar dari juni hingga Agustus 2017 lalu belum ada pembahasan terkait pencalonan di Pilgub Jabar.

“Dasar suratnya seperti apa masalahnya dari dalam rapat pembahasan pencalonan yang ada juga rapat agustus itu pembahasan bakal calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur,” pungkasnya.

Selain itu surat yang beredar pun sempat dipertanyakannya,pasalnya kondisi Ketua umum Golkar Setya Novanto yang masih dalam kondisi sakit.

“Masa iya?bukannya pak Setnov baru operasi jantung kok bisa membuat keputusan dan sempat – sempatnya membuat keputusan pencalonan Gubernur dan wakil gubernur,” ujar Dedi.

Sedangkan terkait langkah kedepan sambil berseloroh Dedi menuturkan bahwa dirinya tinggal langkah jalan saja.

“Langkahnya ya dari sini kedepan karena hari ini hari jumat langkahnya langsung ke masjid saja,lagian nanti itu urusan DPD I dan teman – teman yang lain,” selorohnya.

Sementara itu, Ridwan Kamil atau yang akrab disapa Kang Emil berencana akan deklarasi pada tanggal 1 oktober mendatang. Menurut Ridwan Kamil, dirinya hingga saat ini masih terus melakukan komunikasi politik dengan beberapa partai lainnya.

“Kepastian nanti tanggal 1 oktober kalau tidak ada halanagn PKB akan deklarasi, kita tunggu kabar saja,” ujarnya usai menyerahkan bantuan rumah tapak bagi korban banjir bandang di Desa Lengkongjaya Kecamatan Karangpawitan, kemarin (21/9/17).

Saat ditanya dengan siapa Kang Emil akan berpasangan, dirinya menyampaikan semuanya tinggal menunggu. Karena sebelum ada tanda tangan basah yang dituangkan dalam SK maka semuanya belum resmi.

“Baru dua partai yang sudah resmi yaitu NasDem dan PKB. Sebelum janur kuning melengkung itu belum pasti, apapun partainya bagaimana cara nya jadi pemimpin yang bermanfaat, karena saya punya cita-cita untuk mengurusi 46 juta penduduk,” katanya.

Emil mengaku enggan menyebutkan dengan siapa yang akan menjadi pasangannya karena masih menunggu kepastian koalisi yaitu partai mana saja yang akan mendukung dirinya. Sehingga setelah jumlah kursi sebagai persyaratan pencalonan sudah terpenuhi baru akan menyampaikan dengan siapa dirinya akan berpasangan. (Farhan SN)***

Misteri Bangkai Pesawat Tanpa Awak Mulai Terkuat, Kata Polisi Pemiliknya….

GARUT, (GE).- Bangkai pesawat tanpa awak yang ditemukan warga Rancabuaya sempat di isukan milik asing. Namun kenyataannya, pesawat tersebut milik Tentara Nasional Indonesia (TNI). Berdasarkan penelusuran petugas, pesawat tanpa awak tersebut digunakan latihan TNI yang diselenggarakan beberapa hari yang lalu.

“Saya klarifikasi, pesawat itu bukan milik asing. Tapi milik TNI yang beberapa hari lalu digunakan latihan,” ujar Kasat Polairud Pantai Santolo Garut AKP Tri Andri, kepada wartawan, Senin (21/8/17).

Tri menjelaskan, saat itu TNI menggelar latihan peluncuran rudal. TNI menggunakan pesawat tanpa awak tersebut sebagai target latihan.

Tri mengatakan latihan uji coba rudal tersebut dilaksanakan Sabtu (19/8/17) di sebuah pantai di Kecamatan Pamengpeuk, Garut. Kemudian baru satu hari berikutnya awak pesawat yang dijadikan target ditemukan warga di Pantai Rancabuaya.

“Ya mungkin targetnya kena dan bangkai pesawat tanpa awaknya terseret lagi oleh ombak ke pesisir pantai. Itu kan di sayap pesawat ada tulisan ‘target’,” katanya.

Kini Tri mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak yang terkait. Bangkai pesawat tanpa awak tersebut rencananya akan diserahkan ke pihak TNI.

“Jadi sekarang sudah jelas, pesawat tanpa awak tersebut bukan milik asing. TNI sudah memberi keterangan,” pungkasnya. (Memphis)***

Kesadaran PNS Terhadap Zakat Penghasilan Masih Rendah

GARUT, (GE).- Kesadaran Pegawai Negeri Sipil (PNS) terhadap zakat penghasilan dinilai masih rendah. Hal tersebut terbukti, hanya 5 persen PNS yang rutin mengeluarkan zakat penghasilannya.

“Dari sekitar 20 ribu PNS atau PNS di Pemkab Garut, baru sekira 5 persen yang sudah menunaikan zakat penghasilannya,” ujar Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Garut, R. Aas Kosasih, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (3/8/17).

Aas menandaskan dari target penerimaan zakat penghasilan sebesar Rp 5 miliar per bulan, baru terkumpul sekira Rp 250 juta tiap bulannya. Itu artinya hanya baru 5 persen kurang dari target jakat penghasilan yang dihimpun dari PNS di Pemkab Garut.

“Memang program zakat penghasilan ini belum efektif diterapkan di kalangan PNS. Pasalnya baru tahun ini disosialisasikan. Mudah-mudahan tahun yang akan datang kesadaran PNS terhadap membayar zakat penghasilan semakin meningkat,” kata Aas.

Masih menurut Aas, di antara Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pemkab Garut, Dinas Kesehatan yang paling bagus kesadaran membayar pajaknya. Hal tersebut, tak terlepas dari peran kepala dinasnya yang intensif memberikan ruang untuk sosialisasi kepada Baznas.

Sementara Dinas Pendidikan yang paling banyak pegawainya dinilai masih kurang. Penyebabnya adalah lemahnya sosialisasi kepada para guru yang jumlahnya mencapai ribuan.

“Kalau sosialisasi ke para guru masih lemah. Jadi tingkat kesadaran membayarnya pun masih rendah,” ungkap Aas.

Dana yang berhasil dikumpulkan oleh Baznas yang bersumber dari zakat, infaq dan sodaqoh, kata Aas, digunakan untuk menyukseskan program Garut cerdas, Garut Sehat, Garut taqwa, Garut peduli dan Garut makmur. Program ini telah digulirkan sejak awal tahun 2017.

Program yang digulirkan oleh telah diterima oleh yang berhaknya diantaranya dari sumber zakat telah didistribusikan kepada 3.089 penerima zakat yang telah terverifikasi. Sementara dari sumber infaq telah didistribusikan kepada 250 orang yang membutuhkan. (Farhan SN)***

Proses Penerimaan Siswa Baru di Garut Dipantau Tim Saber Pungli

GARUT, (GE).- Proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) diawasi ketat Tim Satuan Sapu Bersih (Saber) Pungutan Liar (Pungli). Dalam proses PPDB pihak sekolah dilarang memungut biaya apa pun di luar kolidor aturan PPDB.

“Kita sekarang sedang fokus penerimaan siswa di semua jenjang tingkatan. Jangan sampai ada pungutan atau perbuatan curang,” kata Bupati Garut Rudy Gunawan kepada wartawan di Garut, Jumat (7/7/17).

Ia menuturkan, Tim Saber Pungli yang diketuai oleh Wakil Kepala Polres Garut terus melakukan tugas dan fungsinya dalam memberantas perbuatan pungutan liar pelayanan publik di Garut. Tanpa terkecuali, kata dia, mengawasi proses penerimaan siswa baru di setiap sekolah negeri di semua tingkatan.

“Kalau ada (dugaan pelanggaran aturan) laporkan saja, dan harus ada bukti-buktinya,” kata Rudy.

Ia menegaskan, proses penerimaan siswa baru di tingkat SD, SMP dan SMA negeri tidak boleh berbuat curang dalam seleksinya. Selain itu juga dilarang keras ada pungutan liar yang dibebankan kepada orang tua siswa. (Farhan SN)***

Ridwan Kamil Bersanding dengan Uu Ruzhanul Ulum Maju dalam Pilgub Jabar?

GARUT, (GE).- Penjajakan pencalonan pemilihan Gubernur Jawa Barat terus berlanjut. Kini Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil dan Bupati Kabupaten Tasikmalaya bertemu di Kantor DPC PPP Kabupaten Garut. Mereka saling mengenalkan satu sama lainnya dan mempromosikan diri di hadapan seluruh kader PPP.

Bahkan pada kesempatan itu, Ridwan Kamil dan Uu diperkenankan duduk berdampingan oleh Ketua Umum DPP PPP, Romahurmuziy. Sontak para kader yang hadir memberikan sambutan tepuk tangan.

Dalam perkenalannya, Emil menyebut jika kedua kakeknya berasal dari Garut yakni Banyuresmi dan Limbangan. Emil pun menyebut dirinya sebagai asgar atau asli Garut.

“Kakek dari ayah dan ibu berasal dari Garut. Jadi saya keturunan Garut,” kata Emil disambut tepukan kader PPP, Sabtu (3/6/2017).

Emil pun memberi kode kepada Ketum DPP PPP untuk bisa mendukung dirinya maju dalam Pilkada 2018.

“Kalau ada jodohnya, Pak Ketumnya jatuh cinta atau bagaimana, saya hanya ikhtiar saja. Masalah pasangan kalau bisa sesama kader PPP alhamdulillah. Ada pak Bupati Uu, tapi terserah pak Ketum karena politik bukan matematik,” ujarnya.

Emil pun berseloroh kepada kader PPP untuk mendukung dirinya yang merupakan asgar. “Masa orang Garut tak dukung asgar seperti saya,” ucapnya yang menyebut telah mendapat izin dari ibunya.

Tak ingin kalah dari Emil, Uu Ruzhanul Ulum juga memperkenalkan dirinya sebagai asgar. Ia pun mengaku jika memiliki darah Garut dari nenek buyutnya.

“Saya pun ada keturunan Garut. Buyut perempuan orang Garut. Boleh dibilang saya juga keturunan Asgar,” kata Uu.

Uu pun menyebut jika ia dan Emil memiliki satu kesamaan lainnya. Yakni sama-sama ingin menjadi Gubernur Jabar.

Sementara itu, Ketua DPP PPP, M Romahurmuziy, mengatakan Ridwan Kamil Bakal Calon (Balon) Gubernur Jabar diundang secara khusus oleh dirinya untuk ikut safari Ramadan di Garut. Selain Emil, kader PPP yang juga Balon Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, juga mendapat undangan tersebut.

“Hari ini saya ajak Kang Emil, pak Uu sebagai Balon Gubernur dan ajengan Asep sebagai Balon Wagub yang berasal dari kader PPP. Kenapa begitu banyak karena ingin chek sound ke rakyat terhadap balon yang diusung,” ujar Romi, sapaan akrabnya, kepada wartawan di Kantor DPC PPP Kabupaten Garut, Sabtu (3/6/2017).

Romi menargetkan agar PPP di Jabar bisa meraih kemenangan dalam Pilkada serentak. Untuk labuannya kepada Emil yang berasal dari luar partai, Romi mengaku jika ia mengikuti kehendak rakyat.

Mengenai Emil yang sudah lebih diusung Partai Nasdem, Romi menyebut jika ia tak melihat partainya. Namun ia lebih melihat figur Balon tersebut. Ajakan Emil ke Garut, lanjut dia, merupakan kesiapan PPP untuk memberikan dukungan.

“Kader atau non kader untuk partisipasi dipersilakan. Yang kami lihat diujung dalam pilkada itu elektabilitas. Kami mendukung kader tapi harus lihat apa yang diinginkan masyarakat,” katanya.

Pada pekan depan, PPP akan memulai pendaftaran Balon Gubernur. Ia mempersilakan semua kalangan untuk ikut mendaftar.

“Kami mengundang seluruh calon tapi reaksi dan respon calon berbeda-beda. Dapat respon baik dari Kang Emil dan kader sendiri (Uu Ruzhanul Ulum),” ucapnya.

Terkait pendaftaran Uu ke PDI Perjuangan, Romi tak mempermasalahkannya. Menurutnya PPP tak bisa mengusung calon sendiri. Perlu membangun koalisi. Ia mempersilakan untuk mengikuti prosedur di setia partai politik.

“Dengan partai manapun siap berkoalisi. Uu sudah setahun bekerja. Masih monitoring terus surveinya,” ujarnya. (Farhan SN)***

WTP yang Diraih Pemkab Garut Mulai Disangsikan

GARUT, (GE).- Kabupaten Garut meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) di Tahun 2015 silam. Saat itu banyak kalangan yang menyangsikan raihan tersebut mengingat masih banyaknya kesemrawutan administrasi. Kecurigaan tersebut semakin menguat setelah beberapa bulan ditetapkan, Kabupaten Garut malah mendapat sanksi penangguhan Dana Alokasi Umum (DAU).

Ketua Masyarakat Peduli Anggaran Garut (Mapag), Haryono, menandaskan sejak awal dirinya meyangsikan berbagai penghargaan oleh Kabupaten Garut. Pasalnya, berbagai penghargaan yang diraih terkesan dipaksakan dan semata untuk pencitraan puncuk pimpinan.

“Raihan Adipura, WTP dan yang terakhir meraih Ciptapangripta saya curiga diraih bukan atas dasar prestasi. Jika melihat realita saat ini semua penghargaan lebih mengarah pada prestise pimpinan,” ujar Haryono, Senin (29/5/2017).

Kecurigaan itu muncul, kata Haryono, setelah berbagai penghargaan yang diraih Pemkab Garut tak ada kesesuaian dengan realita. Haryono mencontohkan, opini WTP dari BPK RI diraih Pemkab Garut dalam kondisi keuangan daerah yang karut marut.

“Bayangkan saja, beberapa bulan setelah WTP diterima Pemkab Garut, DAU malah ditangguhkan. Penangguhan tersebut merupakan sanksi akibat Pemkab Garut tidak membuat laporan ke Mendagri dan Saldo di Kas Daerah yang terlalu besar,” kata Haryono.

Sampai saat ini, kata Haryono, raihan WTP Pemkab Garut tak pernah masuk akal. Kecurigaan itu semakin kuat setelah operasi tangkap tangan KPK pada Jumat (26/5/2017) lalu terkait dengan pemberian predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) pada laporan keuangan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

Haryono mengatakan, untuk meraih WTP Pemkab Garut harus membuat laporan keuangan yang diserahkan telah berbasis akrual dan terdiri dari tujuh komponen yakni laporan realisasi anggaran, laporan perubahan saldo anggaran, laporan operasional, laporan perubahan ekuitas, neraca, laporan arus kas, serta catatan atas laporan Keuangan.

“Jangan-jangan raihan WTP Kabupaten Garut pun hasil main mata. Pasalnya jika dikembalikan pada tujuh standar penilaian tentunya Kabupaten Garut akan tereliminasi,” katanya.

Terkait hal itu, Haryono mengaku telah beberapa kali datang ke DPRD agar melakukan hak-haknya. Ia merinci, pada bulan Agustus 2016 dan 25 April 2017 dirinya datang ke DPRD untuk klarifikasi dan mendesak agar DPRD melakukan haknya. Namun sampai saat ini DPRD tak melakukan haknya.

“Logisnya, jika benar WTP itu diraih berkat kinerja tentunya tak akan ada sanksi bagi Pemkab Garut. Adanya sanksi penundaan DAU semakin menguatkan adanya indikasi main mata antara Pemkab Garut dengan pejabat berwenang di BPK RI terkait WTP yang diraih pada 2015 lalu,” pungkas Haryono. (Farhan SN)***

Hati-hati! Grup Facebook Jual Beli di Garut Dipantau Polisi

GARUT, (GE).- Sejumlah Grup Facebook jual beli saat ini sedang dalam pantauan ketat Polres Garut. Maklum saja, dalam beberapa grup menjadi pelapak berbagai jenis motor yang tak dilengkapi surat-surat kendaraan.

“Sementara ini kami telah mengamkan 38 unit kendaraan roda dua dari hasil operasi kami di beberapa grup facebook yang berlokasi di Garut. Saat ini kami terus mengembangkan kasus ini dan kemungkinan jumlah pengedar dan penadahnya akan terus bertambah,” ujar Kasat Reskrim Polres Garut, AKP. Hairullah, di Mapolres kepada Wartawan, Kamis (18/5/2017).

Menurut Harirullah, saat ini sejumlah anggotanya telah bergabung dengan grup facebook yang menjual belikan motor tanpa surat menyurat. Apa lagi, katanya, ada beberapa pemetik yang langsung menjualnya melalui grup facebook jual beli.

Hairullah merinci, beberapa grup facebook yang sedang dalam pantauannya antara lain forum jual beli motor garut, forum jual beli di garut, jual beli di garut dan ada beberapa grup facebook lainnya yang dicurigai dijadikan lapak jual beli kendaraan tanpa surat-surat. “Masih ada beberapa grup facebook jual beli lainnya yang sedang kami awasi. Beberapa orang anggota telah bergabung dan terus melakukan pemantauan,” ungkapnya.

Hairullah mengimbau agar masyarakat tak tergoda dengan iming-iming kendaraan murah dengan kualitas bagus. Padahal kendaraan tersebut hasil curian. Pasalnya, menurut dia, penadah dan pengedar sama akan dikenakan hukuman.

“Jadi jangan sekali-kali membeli kendaraan yang tak dilengkapi surat-surat. Apa lagi dijual secara online di grup facebook,” imbaunya.

Masih menurut Hairullah, bagi warga yang merasa kehilangan kendaraan, agar segera datang ke Mapolres Garut. Pasalnya saat ini Polres telah mengamkan 38 kendaraan yang dicurigai hasil pencurian dan dipasarkan di grup facebook.

“Asal membawa kelengkapan kendaraan saya jamin warga sudah bisa membawa pulang kembali kendaraannya tanpa dipungut biaya sepeserpun. Kalau ada oknum anggota yang berani meminta bayaran silahkan laporkan ke Div Propam (Divisi Profesi dan Pengamanan),” pungkasnya. (Farhan SN)***