Tim “Balad Siti Mufattahah” Kunjungi Korban Kebakaran di Bayongbong

GARUT, (GE ).-  ” Ibu Hj. Siti Mufattahah contoh dewan yang kerja, jangan hanya reses atau pas waktu kampanye baru turun kelapangan mendekati masyarakat, ” tutur Yusera yang merupakan Sekretaris Desa Panembong, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, menerima kunjungan tim Hj.Siti Mufattahah, Psi.,MBA, Anggota DPR RI dari Komisi IX, Dapil Jabar XI, Partai Demokrat, Kamis (1/6/17).

Yusera menyampaikan kunjungan tim Hj.Siti Mufattahah yang dinamakan Balad Siti Mufattahah (BSM) ini  untuk menemui  dua warganya yang beberapa waktu lalu menjadi korban kebakaran.

Dijelaskannya, Mamah (60), dan Odih (58) adalah warga yang menjadi korban amuk si jago merah itu. Mamah yang merupakan janda renta ini kini hanya bisa pasrah pascamusibah kebakaran tersebut. Tempat tinggalnya ludes tak berbekas.

Menurutnya hanya Hj. Siti Mufattahah yang selalu respon  dengan  warganya. Karena itu ketika  musibah datang padanya ia pun segera berkomunikasi dengan  Komunitas BSM.

Disaat pilu melanda, ia  masih bisa  bersyukur kabar dukanya sampai pula ke Hj. Siti Mufattahah politisi Partai Demokrat yang saat ini tercatat sebagai anggota dewan aktif yang getol mengunjungi warganya.

Dengan ditemani Sekdes Desa Panembong, Mamah dan Udin masing-masing menerima bantuan dari Hj.Siti Mufattahah. Penyampaian bantuan sosial sendiri diberikan oleh Yadi Suryadi dan Dudi Iskandar, keduanya adalah  tim Hj.Siti Mufattahah yang bernaung di bawah  komunitas Balad Siti Mufattahah (BSM).

Sementara itu, Yadi Suryadi menyampaikan permohonan maafnya karena kali ini Hj. Siti Mufattahah tidak bisa hadir ditengah tengah korbannya.

” Ibu masih sakit, sehingga belum bisa berkunjung ke daerah. Sebenarnya ibu sudah tidak tahan ingin segera hadir di daerah pemilihannya. Namun karena sakitnya membuat dokter mengharuskan ibu beristirahat,” ungkapnya.

Diharapkannya, Hj. Siti Mufattahah segera sembuh dan bisa kembali berkumpul bersama  warganya. ( Taf Senopati /Adv. ) ***

Peduli Nasib Kaum Honorer, Hj. Siti Mufattahah Menyambangi Konstituennya di 4 Kecamatan Garut Selatan

BAGI Hj. Siti Mutfattahah  sepertinya tak ada istilah liburan keluarga. Meskipun waktu liburan politisi Parta Demokrat yang juga Anggota DPR RI dari komisi IX ini selalu menyempatkan diri menyambangi konstituennya di manapun berada.

Dalam sepekan terakhir, Ia menggelar safari kunjungannya. Kali ini kader partai berlambang bintang meci ini menyapa para honorer  yang tergabung dalam Forum Aliansi Guru dan karyawan ( FAGAR ) yang berada di kawasan selatan Garut.

Meski dirinya bukan berasal dari komisi yang menangani bidang pendidikan di DPR RI.  Namun kepeduliannya terhadap warga Garut dan Tasikmalaya kerap Ia tunjukan dalam berbagai kesempatan.

Dalam kunjungannya kali ini, ibu, demikian sapaan akrab  Hj. Siti Mufattahah, mendatangi para guru honorer di beberapa kecamatan di kawasan selatan Garut yang meliputi Kecamatan Bungbulang, Caringin, Cisewu, serta Talegong.

“Ya, sebenarnya di komisi DPR RI saya menangani bidang sosial/ kemanusiaan. Bidang kesehatan dan ketenaga kerjaan. Namun demikian saya bersama FAGAR Garut terus memberikan pembinaan kepada honorer Garut,” tuturnya, seraya menebar senyum ramahnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Ia juga melakukan kunjungan ke Kecamatan Limbangan, bersama honorer Limbangan Hj.Siti Mufattahah memberikan santunan kepada Anak Yatim.  Selain memberikan materi ketenagakerjaan , Ia juga menyampaikan informasi perjuangan honorer terkait revisi UU ASN No. 5 tahun 2014.

Dalam kunjungan ke Garut selatan,  Hj. Siti didampingi  beberapa orang pengurus FAGAR Garut, semisal Cecep Kurniadi, Dudi Abdullah, Dewi, Adeng Sukmana, dan sekjen Fagar Garut, Makmul Arif.

“Dalam kunjungan di Garut Selatan pun, Ibu memberikan santunan kepada anak-anak yatim dan dhuafa. Selain itu, ibu juga memberikan pemaparan materi tentang  keterampilan dunia usaha dan meyampaikan dukungannya pada honorer agar segera diangkat menjadi PNS melalui Revisi UU ASN,” kata Sekjen Fagar, Makmul Arif.

Menurut Makmul, sebagai wakil rakyat di Senayan, Hj. Siti sangat menyadari jika penghasilan para honorer jauh dari kata layak. Untuk itulah, Hj. Siti berupaya agar para guru honorer harus memiliki keahlian.

“Ya, kata ibu, para honorer harus memiliki keahlian tambahan, tanpa harus meninggalkan tugas mulianya sebagai pendidik. Kita juga masih menunggu realisasi revisi UU ASN terutama yang mengatur Honorer menjadi Pegawai Negeri Sipil. Insya Alloh, kedepannya ibu akan mengajak pengusaha sukses dari Ibu kota untuk melatih kewirausahaan kepada Honorer,” jelasnya.

Sementara itu, panitia penyelenggara acara ini, tak lain Ketua DPC Fagar Carigin Asep Aminudin , menyampaikan ucapan terima kasihnya secara khsus kepada Ibu Hj.Siti Mufattahah yang telah bersedia hadir memenuhi undangannya.

“Khusus saya sampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada ibu (Hj. Siti Mufattahah). Selain itu, saya sampaikan terima kasih jugha kepada Kepala UPT Pendidikan Caringin, Otang, S.Pd., MSi, Ketua PGRI Caringin, Suradi, S.Pd,  Camat Kecamatan Caringin Drs. H.Engkos Hardy, Kepala Desa Purbayani, Tata Juhara, S.Pd serta rombongan pengurus Fagar Garut,” katanya.

Asep mengaku senang telah kedatangan Anggota DPR RI, yang sudi langsung menyapa warganya sampai ke pelosok. Melalui Ibu Hj. Siti, Ia menitipkan pesan agar pemerintah tidak ragu-ragu dalam melaksanakan Revisi UU ASN dan mengangkat Honorer K2 Menjadi PNS. ( TAF Senopati /Adv.) ***

Editor: Kang Cep.

 

Hj. Siti Mufattahah: Empat Pilar Kebangsaan Bukan Sekedar Slogan dan Jargon Politik

GARUT, (GE). – Baru-baru ini antusiasme peserta sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan tampak di Aula Yayasan Setia Bhakti ( Yasebha) Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Rabu (23/02/2017). Dalam sosialisasi kali ini Hj.Siti Mufattahah, Psi.,MBA., yang merupakan anggota DPR/MPR RI Komisi IX dari Fraksi Partai Demokrat, Daerah Pemilihan Jabar XI.

Hj. Siti Mufattahah, dalam pemaparannya menyampaikan poin poin penting Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi pengamalan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika .

Sementara itu, peserta sosialisasi yang hadir dalam kesempatan ini terdiri dari berbagai element masyarakat. Gelaran acara ini juga berkat kerjasama apik Yayasan Setia Bhakti Cilawu bersama himpunan guru guru swasta dibawah DPC FAGAR Kecamatan Cilawu .

Dudi Iskandar, Ketua DPC FAGAR Cilawu, sekaligus peserta aksi dalam acara ini mengaku bangga, bisa bersua dengan wakil rakyat yang satu ini.

“Tentunya bangga, kami bisa bersua dengan Ibu (Siti Mufattahah/ red.). Sebenarnya bagi masyarakat Garut, Hj.Siti mufattahah sudah tidak asing. Soalnya, Ibu itu selalu tampil terdepan, konsiten, disiplin, dan respon nya luar biasa dalam setiap menghadapi persoalan warga di dapilnya. Mobilitas Hj.Siti Mufattahah sangat tinggi dimanapun dan kapanpun bagi warga dapilnya.” Ungkapnya.

Sementara itu, dalam pemaparan materinya, Hj. Siti Mufattahah mengatakan, bahwa saat ini tidak sedikit masyarakat yang beranggapan bahwa sosialisasi empat pilar sekedar slogan-slogan.

“Dalam menghadapi era globalisasi seperti sekarang , bahkan ada juga yang beranggapan empat pilar itu hanya jargon politik. Karena itu, diperlukan landasan rill dan konkrit yang dapat dimanfaatkan masyarakat melalui pemahaman yang benar.” Tandasnya.

Ketua panitia, sekaligus Ketua Yayasan Yasebha, Muhamad Budi Nur Isnaeni , mengapresiasi sosialisasi ini. Terlebih disampaikan kepada jajaran guru guru swasta dan juga pada masyarakat luas di Kecamatan Cilawu.

“Tentunya kami mengapresiasi acara ini. Peserta yang hadir bukan saja dari kalangan guru swasta. Ada juga dari kalanagan petani, para kepala desa dan para pedagang pasar se Kecamatan Cilawu.” Katanya.

Ditambahkannya, dengan memahami empat pilar kebangsaan ini, para guru sebagai pendidik akan mudah menyampaikan kembali materi empat pilar kebangsaan kepada masyarakat luas. Terutama kepada anak-anak didik mereka.

“Kegiatan ini sangat positif, terkhusus bagi guru sebagai penyampai pengetahuan kepada para siswa. Pemahaman emapat pilar akan lebih mudah dicerna oleh masyarakat. ” Ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Hj.Siti Mufattahah menegaskan, bahwa sosialisasi empat pilar kebangsaan tidak bisa dilakukan melalui doktrin atau pemaksaan. Tetapi harus dengan kesadaran.

“ Untuk itu perlu dipahami secara memadai makna empat pilar tersebut. Sehingga kita dapat memberikan penilaian secara tepat, arif dan bijaksana. Menempatkannya secara akurat dan proporsional dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.” Tandasnya.

Ia mencontohkan , seorang guru sangat memiliki peran sentral dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu selayaknyalah pendidik lebih memahami makna empat pilar kebangsaan .

“Pilar bagi suatu negara-bangsa berupa sistem keyakinan atau belief system. Atau philosophische grondslag, yang berisi konsep, prinsip dan nilai yang dianut oleh rakyat negara-bangsa yang bersangkutan. Itu semua diyakini memiliki kekuatan untuk dipergunakan sebagai landasan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.” Jelasnya. (TAF Senopati/ Adv.) ***

Editor: Kang Cep.