Bahas Dapodikdasmen Versi 2017c, FOPPSI Malangbong Gelar Pelatihan Gratis untuk Ratusan Oprator

GARUT, (GE).- Seiring peningkatan kualitas data pendidikan melalui data pendidik dan tenaga pendidikan dasar dan menengah (Dapodikdasmen) . Kini kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) telah merilis Dapodikdasmen versi 2017c.

Bertempat di gedung SDN 02 Malangbong, Kabupaten Garut ratusan oprator sekolah dari dua kecamatan mengikuti pelatihan  yang  diadakan FOPPSI secara mandiri dan gratis, Jumat (19/5/17).

Menurut Ketua Forum Operator Pendataan Pendidikan Seluruh Indonesia (FOPPSI) Cabang Malangbong, Dede Supian, kegiatan tersebut untuk memberikan penjelasan terkait Dapodikdasmen versi 2017c.

“Ya, untuk membahas dapodikdasmen versi 2017c ini kita hadirkan  Yusep Patahudin, ia merupakan relawan dapodikdasmen asal Garut tingkat nasional. Pemateri ini telah melanglang buana ke berbagai provinsi di tanah air,” katanya.

Sementara itu, Yusep Patahudin, dalam pemaparan materinya mengatakan, aplikasi pembaruan Dapodikdasmen versi 2017c. Versi ini berfokus pada hasil evaluasi pendidikan dalam bentuk nilai akhir dari peserta didik .

“Pendataan nilai peserta didik ditujukan bagi satuan pendidikan dibawah Ditjen  Dikdasmen Kemendikbud RI  pada satuan pendidikan pada jenjang SD/SMP/SMA/SMK dan SLB,” jelasnya.

Yusep menjelaskan, kewenangan mengentri nilai raport adalah sepenuhnya oleh guru dan wali kelas. Sementara Oprator hanya bertugas sebagai administratur. Untuk memulai entri nilai tersebut dipastikan telah sukses melakukan update/pembaruan ke aplikasi dapodik versi 2017c.

“Sinkronisasi ini dimaksudkan agar semua referensi semester yang dibutuhkan turun ke aplikasi dapodik. Sehingga mengaktifkan pilihan semester ganjil dan genap tahun 2014/2015, semester ganjil dan genap tahun 2015/2016, serta semester ganjil dan genap tahun 2016/2017,” urainya.

Dikatakannya,  untuk proses generate prefill rapor harus dilakukan agar data pembelajaran dan data anggota romboingan belajar (rombel) dari semester-semester terdahulu masuk ke aplikasi dapodik.

“Kemudian periksa kelengkapan data anggota rombel dan data pembelajaran pada semester dimana akan dilakukan proses entri data nilai. Pastikan akun guru mata pelajaran dan wali kelas telah aktif dan dapat login ke aplikasi dapodik,” katanya.

Sementara itu, Iman, salah seorang oprator pendataan pendidikan asal Malangbong, mengatakan, pada Dapodikdasmen versi 2017 c memiliki menu tambahan nilai  raport dan US/ USBN. Adanya menu tambahan untuk mengentri nilai raport dan US/USBN tersebut sekolah diharuskan mengentri nilai raport peserta didik  dari tahun ajaran 2014-2015 sampai tahun ajaran 2016-2017 untuk peserta didik tingkat akhir.

“Kemdikbud RI mentargetkan tahun 2017 laporan evaluasi penilaian peserta didik harus terupdate melalui Dapodikdasmen,” ujar Iman.

Dikatakannya saat ini tidak sedikit para oprator bahkan para pendidik yang masih kurang memahami mekanisme dan cara menginput nilai rapor ke dapodik.

“Sebenarnya juknis dan panduannya ada. Hanya saja, perlu pemahaman yang lebih serius terutama pengoprasianya masing-masing peran antara guru mata pelajaran dan guru kelas. Sebab Operator sekolah hanya berperan sebagai pelaksana administrator saja.  (TAF Senopati/GE) ***

Editor: Kang Cep.

FOPPSI Garut Jadi Jawara Turnamen Futsal Gubernur Cup

BANDUNG, (GE).- Mengawali liburan semester dan akhir tahun, Forum Operator Pendataan Pendidikann Seluruh Indonesia (FOPPSI) Jawa Barat menggelar turnamen Futsal dan Voly ball merebutkan trophy Gubernur Cup antar sekolah se Jawa Barat. Turnamenn perdana para operator sekolah ini diikuti 27 Kabupaten/Kota se Jabar, digelar di Citro Futsal Stadium, Kota Bandung. Sabtu, (24/12/2016).

Ketua panitia sekaligus Ketua FOPPSI Jawa Barat, Retno Edi Kurniadi, mengatakan komptensi antar oprator ini merupakan ajang silaturahmi juga mengawali liburan semester, sekaligus untuk menggali dan menyalurkan hoby olahraga khususnya di kalangan para oprator sekolah.

“Kedepannya kita akan meningkatkan gebyar turnamen Futsal dan Bola Volly ini lebih meriah lagi. Terlebih kegiatan ini didukung penuh oleh Gubernur Jawa Barat dan kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.” kata Retno.

Dalam Turnamnen Futsal Gubernur Cup 1 ini,FOPPSI Kabupaten Garut menjadi jawaranya. Di final FOPPSI Kabupaten Garut menundukkan Kabupaten Cianjur, dengan keunggulan tipis 7:6. Tim Garut sendiri dilatih oleh Yudi Wahyudi yang merupakan pengurus FOPPSI Banyuresmi.

Sejak awal memang tim FOPPSI Garut sifavoritan menjadi juara. Sementara itu, tim Bola Voly Putra asal Garut bernasib beda, mereka harus bertekuk lutut pada Tim Bola Voly FOPPSI Kabupaten Karawang. Walau demikian, justru Tim Bola Voly Putri Garut lah yang berhasil menjadi Juara dengan menghempaskan pasukan FOPPSI Cianjur.

Sukses FOPPSI Kabupaten Garut ini, tak lepas dari arahan dan bimbingan Ketua FOPPSI Kabupaten Garut, Yusep Patahuddin serta dukungan dari Bupati Garut, H.Rudi Gunawan, serta legislator Senayan, Hj.Siti Mufattahah.

Meski berhalangan hadir, Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Dapil Jabar XI ini sanagat antusias mendukung FOPPSI Kab Garut. Melalui selulernya, Ia berpesan agar keunggulan FOPPSI Garut ini senantiasa dipertahankan dan lebih ditingkatkan.

“Semoga pemerintah bisa melihat hasil dari perjuangan anak-anak oprator sekolah ini.” Ungkap Siti. (TAF Senopati)***

Editor: Kang Cep.

FOPPSI Masuk Komite Revisi Undang Undang ASN

PARA operator sekolah yang tergabung dalam Forum Operator Pendataan Pendidikan Seluruh Indonesia ( FOPPSI ) boleh berbangga hati, baru baru ini FOPPSI masuk dalam tim Komite Revisi Undang-Undang Aparatur Sipil Negara ( UU – ASN ), FOPPSI jadi wakil dari kalangan Operator Sekolah.

Ketua FOPPSI Kabupaten Garut, Yusep Patahudin, yang juga operator sekolah di SD Negeri Bayongbong 3, mengatakan, bahwa FOPPSI telah terbentuk selama dua tahun hingga saat ini.

“ Terimakasih saya ucapkan untruk semua pihak. Khusus untuk Garut, pengurus FOPPSI Kabupaten Garut telah resmi ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut. Semoga Kabupaten/kota khususnya di Jawa Barat dapat menyusul jejak Garut. “ Ungkapnya, belum lama ini.

Ditambahkannya, dengan masuknya FOPPSI dalam Komite Revisi UU N0.5 tentang ASN , merupakan satu kesempatan baik yang tidak boleh disia-siakan. Dari hasil rapat Komisi Nasional Revisi UU ASN , FOPPSI Jawa Barat yang diketuai Retno Edi Kurniadi mengusulkan beberapa ajuan sebagai berikut, menetapkan Operator pendataan Pendidikan dalam nomenklatur kependidikan di Indonesia, mengatur Operator Pendidikan sebagai CPNS, dan Penerbitan SK Operator oleh kepala Daerah setingkat Bupati/Walikota.

Dengan adanya Remunerasi bagi Operator pendataan pendidikan yang berstatus PNS, pengupahan Operator setara UMK/UMR dan Operator Sekolah mendapatkan hak tambahan Jam sebagaimana wakil kepala sekolah sejumlah 12 Jam.
“Tugas dari FOPPSI Nasioanal masuk di jajaran Komite Nasional Revisi UU ASN mengajak seluruh Operator Sekolah untuk tetap bersatu dan kokoh. Berada dalam wadah Organisasi FOPPSI. Berjuang bersama untuk meraih cita-cita para Operator Sekolah. “ Ujar Retno.

Reto mengajak para operator sekolah yang belum bergabung, untuk berjuang bersama dibawah bendera FOPPSI. Menurutnya FOPPSI adalah organisasi yang sudan berbadan hukum dengan legailtas yang jelas.

“Legalitas formalnya benar-benar dapat dipertanggung jawabkan. FOPPSI telah mendapatkan akta notaris dan dari Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Terlebih, kini FOPPSI menjadi perwakilan di Komite Nasional Revisi Undang-Undang Aparatur Nasional.” Ungkapnya. (TAF Senopati)***

Editor: Kang Cep.