Peduli Keluarga, Mahasiswa Fikom Uniga Kampanyekan “Family Time”

GARUT, (GE).- Sebagai wujud kepedulian akan kebersamaan dalam keluarga, mahasiswa fakultas ilmu komunikasi (Fikom) Universitas Garut, menggelar kampanye bertajuk “family time” (luangkan waktu bersama keluarga). Kampanye para mahasiswa ini digelar pagi-pagi dalam Car Free Day (CFD) di kawasan Garut kota, Minggu (21/5/17).

Menurut Nadya Eka Paeadigma, koordinator aksi dalam kampanye ini, wujud kepedulian mahasiswa ini sengaja diadakan dalam CFD sehingga bisa berinteraksi langsung dengan berbagai segmentasi masyarakat.

“Ya, kami sengaja memberikan apresiasi kepada keluarga yang datang ke CFD dengan membagikan bunga mawar merah. Ini tanda bentuk kasih sayang antar keluarga. Kita juga membagikan selebaran yang isinya kata-kata yang mengingatkan arti penting keluarga,’’ ujar Nadya.

Dikatakannya, aksi simpatik para mahasiswa Fikom ini juga digelar stand photo both bagi keluarga yang ingin mengabadikan momen bersama keluarga.  Saat berlangsungnya aksi para pengunjung CDF tampat antusias menyambut kegitan ini, terlebih para mahasiswa menyemarakan kegiatan ini dengan hiburan live music ala mahasiswa.

“Kegiatan ini juga adalah bentuk apresiasi mahasiswa Publik Relation (PR) Fikom universitas Garut terhadap keluarga. Saat ini tidak sedikit keluarga yang jarang meluangkan waktu bersama karana kesibukan masing-masing.  Ini juga sebagai bentuk praktek nyata dari teori yang telah didapatkan dalam rangkaian mata kuliah PR Strategi dan taktik Fikom Universitas Garut,” ungkapnya.

Diharapkannya, kegiatan dapat mempererat dan membangun kebersamaan di lingkungan keluarga.  Sehingga masyarakat dapat menyadari akan arti penting meluangkan waktu bersama keluarga. (Andriawan)***

Editor: Kang Cep.

Peringati Hari Kesehatan Internasional, Fikom Uniga Agendakan Kampanye SKSD

GARUT, (GE).- Sebagai bentuk kepedulian terhadap pentingnya kesehatan publik, khususnya kesehatan anak-anak usia dini di Garut, mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Garut (Uniga) mengagendakan kampanye kesehatan untuk masyarakat.

Agenda kampanye kesehatan yang bertepatan dengan Hari Kesehatan Internasional 2017 ini bertajuk “Cuci Tangan dengan Menggunakan Sabun  dengan tema SKSD (Sadar Kesehatan Sejak Dini).  Kegiatan tersebut rencananya akan digelar di area Car Free Day, sekitar Alun-Alun Garut, Ahad (02/03/2017).

Demikian diungkapkan Ketua kegiatan kampanye SKSD, Fanny Juliaty, Jumat (31/3/2017). Menurutnya, kegiatan kampanye tersebut  diadakan guna memberikan kesadaran kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.

“Salah satu kebiasaan yang dapat membantu menjaga kesehatan anak adalah cuci tangan dengan menggunakan sabun. Kegiatan mencuci tangan merupakan suatu kegiatan yang dianggap sebagian besar orang adalah suatu kegiatan yang sepele, sehingga terkadang kegiatan itu seringkali diabaikan,” ungkapnya.

Fanny menuturkan, setelah melakukan berbagai macam aktivitas, tangan menjadi salah satu tempat berkumpulnya berbagai macam bakteri. Kuman kuman, dan virus  tersebut dapat  menjadi penyebab berbagai macam jenis penyakit seperti Flu,Meningitis, Hepatitis A, C (gangguan hati), Penyakit Kulit, gangguan Usus dan Diare.

“Untuk itu kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Garut untuk sadar kesehatan secara dini, kegiatan mencuci tangan adalah suatu kegiatan yang ringan dilakukan, akan tapi memiliki efek dan manfaat yang sangat besar bagi kesehatan,” jelasnya.

Dijelaskannya, Hari Kesehatan Internasional diperingati setiap tanggal 7 April dengan didukung oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Hari Kesehatan Internasional juga diselenggarakan untuk memperingati pendirian WHO dan dipandang sebagai kesempatan menarik perhatian dunia untuk menyadari masalah-masalah besar kesehatan global setiap tahun.

“Ya, Hari Kesehatan Internasional juga memiliki kepentingan dalam masalah kesehatan publik,” tandasnya.  (Sidqi Al Ghifari)***

Editor: Kang Cep.

Monster Fikom, Event Mahasiswa yang Selalu Dinantikan

MONSTER 3D adalah genda tahunan Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Garut (Uniga). Dalam kegiatan ini menghadirkan beberapa event besar diantaranya Fikom Idol, Charity, Dekan Cup, dan Seminar.

Fikom Idol salah satunya yang menjadi primadona yang selalu ditunggu-tunggu para penyanyi Solo. Para peserta yang hadir dalam kontes vokal tersebut didominasi oleh siswa-siswi sekolah menengah atas (SMA).

Akbar Fachrulrozi, salah seorang alumni SMA 1 Garut yang menjadi juara pertama dalam perlombaan tersebut mensyukuri dengan diadakannya event seperti ini. Menurutnya event pencarian bakat seperti Fikom Idol sangat ditunggu-tunggu. Dengan ivent ini, menurutnya bisa mencetak mental baja bagi generasi yang sedang menyiapkan diri menjadi penyanyi solo yang berbakat.

“Bagus, dan bagi saya yang punya bakat bisa tersalurkan dengan baik. Intinya cukup positif dan bisa membuat anak muda itu berkembang, punya wadah juga untuk berlatih,” ungkapnya.

Razhip Aulia, ketua pelaksana “Monster 3D” mengatakan, event yang dilaksanakan Fikom Uniga bukan hanya untuk mahasiswa Uniga saja, melainkan dibuka untuk umum. Salah satunya adalah program Charity yang fokus pada program pemberdayaan dan sosial untuk anak sekolah dasar sampai sekolah menengah atas.

“Event seperti ini merangsang mahasiswa untuk terus memberikan aksi nyata dalam transfer ilmu, terutama ilmu komunikasi terhadap siswa-siswi sekolah. Kami berusaha melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui keilmuan ilmu komunikasi,” jelasnya.

Razhip mengungkapkan, setiap tahunnya mahasiswa Fikom Uniga berusaha terjun langsung ke lapangan, melihat, meninjau, memberikan yang bisa dilakukan untuk masyarakat Garut. Salah satunya event sosial, semosal menggalang dana untuk korban bencana dan aksi-aksi yang bersifat sosial lainnya.

Seperti diketahui, FIKOM Universitas Garut adalah Fakultas Ilmu Komunikasi satu-satunya yang ada di Priangan Timur dan terakreditasi B. Keberadaan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Garut tidak terlepas dari sejarah dan cita-cita pendiri dan pembina perguruan tinggi swasta di Kabupaten Garut yang menanggapi aspirasi masyarakat.

Fikom Uniga berdiri pada tanggal 29 Juni 2007 melalui Surat keputusan Nomor 1580/D/T/2007 perihal izin penyelenggaraan program-program studi jenjang Strata 1 (S1).

Setiap tahunnya Fakultas Ilmu Komunikasi Uniga memberikan Beasiswa kepada mahasiswa yang berprestasi, melalui Kopertis wilayah IV, yakni beasiswa peningkatan prestasi akademik (PPA), Beasiswa dari Dirjen DIKTI Depdiknas, Beasiswa Bantuan Belajar Mahasiswa (BBM), Beasiswa Bidikmisi, Beasiswa Yayasan UNIGA, dan Beasiswa Benny Subianto Foundations.

Ada tiga program studi unggulan Fikom Uniga, yaitu Konsentrasi Jurnalistik, Konsentrasi Public Relations dan Konsentrasi Secretary Executive.

Tahun ajaran 2017-2018 Fikom Uniga telah membuka pendaftaran calon mahasiswa-mahasiswi baru, pendaftaran dibuka dari Januari sampai Agustus 2017. (Sidqi Al Ghifari/ adv.)***

Editor: Kang Cep.

Peringati Hari Lingkungan Hidup Internasional, Fikom Uniga Gelar Aksi Bersih-bersih

KOTA,(GE). – Sejumlah mahasiswa dari Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Garut (Uniga) menggelar aksi bersih-bersih di sepanjang Jalan. A. Yani, Garut kota, Minggu (05/06/ 2016).

Aksi simpatik para masiswa ini merupakan respon positif dari kaum akademisi dalam rangka menyambut hari Lingkungan Hidup international 2016. Aksi bersih-bersih ala mahasiswa ini dilaksanakan di sepanjang utama Garut kota, mulai dari Alun-alun Garut hingga perempatan Pengkolan di sela program acara rutin Cars Freeday.

Ketua Pelaksana Aksi Beberesih, Widi Novianti mengatakan, kegiatan tersebut selain untuk memperingati hari Lingkungan Hidup Internasional, kegiatan ini juga untuk memenuhi praktikum salah satu mata kuliah semester 6 Program studi Public Relation Fikom Uniga.

“Saya dan teman-teman tidak hanya memenuhi itu saja, ini juga adalah kesadaran dari kita sebagai generasi muda untuk melakukan kegiatan positif. Khususnya sebagai wujud wujud kepedulian pada lingkungan hidup.” Ujarnya.

Diungkapkannya, kesadaran masyarakat terhadap lingkungan saat ini dinilai masih minim. Khusunya dalam mengelola sampah tidak maksimal, sehingga berdampak pada lingkungan.
“Untuk mengatasi hal tersebut harus dimulai dengan kebiasaan sederhana seperti aksi beberesih ini.” Tandasnya.

Dalam “Aksi Beberesih” ini istri Bupati Garut, Diah Kurniasari turut serta hadir untuk memberikan dukungannya terhadap aksi para mahsiswa. Acara bersih-bersih ini juga bekerja sama dengan DLHKP Garut, Polres Garut dan UKM Pencinta Alam Univesitas Garut.
Diah mengatakan, bahwa kebersihan Garut adalah tanggung jawab semua elemen masyarakat.

“Mudah-mudahan Aksi Beberesih ini ada perhatian dari semua dinas, khususnya untuk Dinas Lingkungan Hidup. Untuk 2020 Indonesia bebas sampah, Insya Allah Garut harus siap. Tapi saya merasa pesimis, sebagaimana kita tahu bahwa sampah plastik yang ada di Indonesia ini produksinya sangat banyak. Mudah-mudahan banyak kesadaran dari masyarakat Indonesia khususnya Garut bahwa kebersihan itu sebagian dari iman,” ungkap Diah.

Sementara itu, Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Uniga, Rosanti Utami D.Sy, S.Sos. M.Ikom., menyebutkan, kegiatan ini salah satunya untuk melatih mahasiswa agar peka terhadap isu-isu sosial.

“Ya, kita sengaja mengangkat hari lingkungan hidup ini. Karena lingkung hidup sekarang jadi perhatian utama, bagaimana sampah menjadi masalah besar saat ini, ” tandasnya.

(Sidqi Al Ghifari)***