Gelar Halal Bihalal, TA Azmi Ingatkan Pendamping Desa untuk Lebih Pro Aktif

GARUT, (GE).- Tenaga Ahli (TA) Kabupaten Garut, Pendamping Desa Pemberdayaan (PDP/PDTI) dan Pendamping Lokal Desa (PLD) tampak ceria memasuki RM Astro Cimaragas, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut untuk bersilaturahmi dan halal bihalal, Kamis (6/7/17).

Suasana keakraban dan penuh sumringah terlihat ketika enam Tenaga Ahli, 81 Pendamping Desa, 8 Pendamping Lokal Desa serta Sekretaris DPMD Garut berkumpul. Semangat kerja terpancar kuat di wajah TA, PDP/PDTI dan PLD.

Koordinator TA Kabupaten Garut, Emu M. Azmi, M.Pd dalam sambutannya mengingatkan, Pendamping Desa Pemberdayaan khususnya dituntut segera untuk menyelesaikan form Realisasi Dana Desa.

“Saya harap anggaran Dana Desa sebesar 214 milyar pada tahun 2017 ini dapat dituangkan dalam form pengisian secara baik. Jika pendamping masih ada yang belum faham dalam tata cara pengisian jangan diam saja tapi silahkan untuk bertanya melalui jaringan pribadi (japri) wa,” tuturnya.

Lebih lanjut dikatakan Azmi, pendamping desa pun harus selalu berkoordinasi melalui WA, sesuai arahan dari Dirjen Kemendelas RI.

“Saya tahu pendamping yang suka ngacung ataupun yang tidak. Tak perlu takut, jika menemukan persoalan di lapangan tanyakan lewat japri bukan melalui WA secara open karena akan menambah pabaliut dan sulit konsentrasi. Tanpa komunikasi yang baik apalah kita ini. Kalau sama mertua mungkin boleh takut,” tandas Megister Pendidikan Teknologi ini.

Sementara itu, ada momen menarik saat sambutan disampaikan oleh Sekretaris DPMD Garut, Asep Jaelani. Senyuman para pendamping terselip di sela sambutan tersebut. Sembari guyon, Asep jaelani mengungkapkan rahasia kedatangannya.

“Pihaknya datang ke acara halal bihalal ini bareng Ketua Parade Desa Nusantara dan Kasi Keuangan DPMD. Ketika diajak untuk datang kesini ternyata beliau ini semangat sekali. Ternyata dia itu mengharap sesuatu yang bening-bening disini. Ya udah, nanti kita antar ke Kec. Selaawi. Kan gak jauh,” sindirnya tanpa lebih jauh menjelaskan maksud dan tujuan mengantar ke Kec. Selaawi tersebut.

Kegiatan Halal Bihalal dan Silaturahmi TA dengan PD ini adalah yang pertama kalinya digelar setelah proses seleksi ketat rekrutmen dan kelulusan TA dan PD pada tahun 2015 yang lalu. (Sy)***

Editor: Kang Encep.

Dana Desa Cair, TA dan PD Gelar Rakor Terbuka Bersama Pemkab

GARUT, (GE).- Tenaga Ahli (TA) Tingkat Kabupaten dan Pendamping Desa (PD) menggelar rapat koordinasi (rakor) terbuka bersama Pemkab Garut di Aula Bapeda Garut, Jumat, (19/5/17).

Hadir dalam rapat tersebut, Koordinator TA Garut, Emu M. Azmi serta H. Dadang, Ghinan, Farham, Teten dan Leni selaku 5 anggota TA Kabupaten Garut. Hadir pula Sekda Garut, H. Iman Ali Rahman, para Kepala Dinas, para Camat dari 42 kecamatan dan Pendamping Desa se Kabupaten Garut.

Dalam sambutannya, Koordinator Tenaga Ahli Kabupaten Garut, Ceng Emu M. Azmi menyampaikan,  pihaknya selama ini di lapangan berjibaku dan secara intens terus mengawal dana desa mulai dari administrasi perencanaan, pelaksaaan hingga laporan pertanggunjawaban.

“Saat ini, Dana Desa (DD) sebesar Rp 214 miliar sudah masuk ke rekening masing-masing desa. Penyaluran dana desa sendiri dilakukan melalui aplikasi KPPN. Tidak ada pihak ketiga karena dana desa menggunakan sistem swakelola,” tuturnya.

Pemerintahan desa saat ini, lanjut Ceng Emu, sudah banyak mengalami kemajuan. “Baligo APBDes sudah terpasang dimana-mana. Alhamdulilah, semua transfaransi itu tak lepas dari peran para pendamping desa.  Terlebih setiap kecamatan sudah memiliki pendamping desa. Kecamatan Cigedug, Talegong dan Cikelet pun sudah terisi,” ucapnya.

Ceng Emu juga menyinggung sekaligus meminta kepada Sekda Garut untuk turut memfasilitasi kantor sekretariat TA yang baru serta seragam untuk pendamping desa.

“Sebagaimana pendamping desa di kabupaten lainnya, mereka mendapat bantuan dan perhatian dari pemerintah daerahnya. Kita baru punya seragam warna putih saja, sebagai simbol kinerja pendamping desa benar-benar lurus,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, H. Iman Ali Rahman langsung mengamini dan meminta kepada DPMD  untuk segera menyiapkan fasilitas kantor baru untuk TA. Menurutnya, rapat koordinasi perlu dilakukan secara rutin dan tak perlu menunggu persoalan itu terjadi terlebih dahulu.

“Besaran anggaran dana desa (DD, ADD dan IP) yang diturunkan ke desa tahun ini sebesar Rp 621 miliar atau hampir Rp 1 triliun. Anggaran yang begitu besar harus berbanding lurus dengan pengelolaan dan perencanaan keuangan desa secara benar dan baik. Saya harap Pengelolaan keuangan Desa di Kab. Garut bisa menjadi pecontohan di Jawa Barat maupun Nasional,” paparnya. (SY)***

Editor: Kang Cep.