Sepuluh Tahun DOB Garsel Diperjuangkan, Hasilnya Belum Jelas

GARUT,(GE).- Sepuluh tahun sudah Daerah Otonomi Baru (DOB) Garut Selatan (Garsel) diprjuangkan. Namun hingga saat ini belum ada titik terangnya. Ketidakjelasan DOB Garsel ini ditenggarai akibat adanya moratorium dari pemerintah pusat.

Diakui Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, pihaknya terus nerupaya mendorong pemerintah pusat membuka keran moratorium DOB. Jika melihat wilayah Garut yang luas, dengan 42 kecamatan, dinilai sudah layak untuk dimekarkan.

“Tadi saya hadir dalam Forum Komunikasi Nasional Percepatan Pembentukan DOB (Forkonas PP DOB) di Gedung MPR/DPR. Dalam forum itu dibahas tentang pembentukan DOB di seluruh Indonesia,” kata Wabup, Senin (21/8/ 17).

Helmi mengungkapkan, dalam forum tersebut dibahas kesepakatan agar tahun ini (2017) ada DOB yang dibentuk. Menurut catattan, Garut menjadi salah satu dari 22 daerah yang diprioritaskan.

” Dalam Forkonas PP DOB mendorong agar DOB segera dibentuk. Garut juga terkena moratorium dan minta segera dicabut,” tukasnya.

Menurutnya, sudah 10 tahun DOB Garsel diperjuangkan. Berdasarkan hasil kunjungan DPD RI, Garut memang sudah selayaknya memiliki DOB. Hasil analisis dari DPRD Kabupaten Garut dan DPRD Provinsi Jabar juga sudah menyepakati pembentukan DOB Garsel.

“Analisis di daerah sudah ada kesepakatama. Garut layak punya DOB yakni Garsel,” tandasnya.

Wabup menyebut, dari 300 lebih pengajuan DOB, Garut masuk ke dalam 22 daerah prioritas. Pihaknya pun kini masih menunggu keputusan DOB dari pemerintah pusat.

“Ada yang 22, 65, 88, dan 314 (prioritas) DOB itu. Nah Garut itu masuk ke yang awal (22 daerah prioritas DOB). Apalagi Garut menunggu lebih dari 10 tahun. Tentunya di forum ini ingin ada percepatan,” jelasnya.

Helmi menyebut, nantinya Forkonas PP DOB akan meminta agar pemerintah pusat segera merealisasikan DOB. Target tahun ini agar bisa diwujudkan DOB diharapkan bisa terlaksana.

“Jika DOB Kabupaten Garut Selatan terbentuk, akan ada 16 kecamatan yang menjadi bagiannya. Yakni Kecamatan Banjarwangi, Bungbulang, Caringin, Cibalong, Cihurip, Cikajang, Cikelet, Cisewu, Cisompet, Mekarmukti, Pameungpeuk, Pakenjeng, Pamulihan, Peundeuy, Singajaya, dan Talegong,” ungkapnya. (Tim GE)***