Kasus Kebakaran Kembali Terjadi di Garut. Rumah Aliah Ludes Dilalap Api

GARUT, (GE).- Lagi-lagi, kasus kebakaran terjadi di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kali ini menimpa rumah milik Aliah (58), warga Kampung Sukatani RT/RW 05/02, Desa/Kecamatan Caringin, ludes dilalap api, Jumat (7/4/17) sekira pukul 02.30 WIB dini hari.

Saat kejadian, seluruh warga termasuk para penghuni rumah sedang tertidur lelap. Awalnya, Aliah tidak menyadari ada api yang menyala dan membakar rumahnya. Beruntung, tidak lama kemudian Aliah sontak terbangun karena merasakan ada sesuatu yang tidak beres di rumahnya. Bau asap menyengat yang membuatnya sesak napas.

Begitu menyadari rumahnya yang berukuran 5 x 8 meter itu terbakar, Aliah langsung membangunkan anaknya, Siti Melina (20). Mereka pun langsung berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke luar rumah.

Camat Caringin, Engkos, menjelaskan, meski dibantu warga memadamkan api  rumah Aliah tidak bisa diselamatkan. Kobaran api malah terus membesar hingga meluluhlantakan seluruh bagian rumah dan barang-barang yang ada di dalamnya.

“Aliah dan anaknya hanya bisa pasrah menyaksikan rumah tempat tinggal mereka ludes terbakar. Kini mereka terpaksa numpang di rumah saudara terdekatnya,” kata Engkos.

Engkos mengaku ini belum mengetahui penyebab kebakaran. Pihak kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan. Diharapkan, penyebab kebakaran segera diketahui. Begitu juga nilai kerugian yang diderita Aliah, belum bisa diketahui. (Farhan SN/GE)***

Editor : SMS

Rumah “Paraji” Tua Luluh Lantak Dilalap Si Jago Merah

GARUT, (GE).- Mak Unuk (73), kini terpaksa harus ikut menginap di rumah anaknya. Pasalnya, Selasa (28/3/17) siang sekira pukul 13.30 WIB rumah panggungnya yang terletak di Kampung Citomo RT/RW 01/05, Desa Panyindangan, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut, Jawa Barat, dilalap si jago merah. Beruntung nyawa ibu tua yang berprofesi sebagai paraji (dukun beranak) itu bisa diselamatkan. Mak Unuk yang tinggal bersama salah seorang cucunya langsung berusaha menyelamatkan diri saat musibah kebakaran terjadi.

Namun begitu rumah dan seluruh harta milik Mak Unuk tidak bisa diselamatkan. Akibat kejadian ini, diperkirakan Mak Unuk menderita kerugian sekira Rp 50 juta. Selain sebuah sepeda motor Mio, 13 karung gabah siap giling, uang tunai sebesar Rp 3 juta milik Mak Unuk ikut dilalap si jago merah.

Menurut Kepala Desa Panyindangan, Roni, kebakaran diduga akibat kosleting arus pendek listrik. Kobaran api coba dipadamkan secara manual beramai-ramai oleh warga setempat. Namun, karena tiupan angin cukup kencang dan jarak sumber air cukup jauh, akhirnya rumah Mak Unuk tidak bisa diselamatkan.

Untuk sementara, Mak Unuk menginap di rumah salah seorang anaknya. Roni berharap, rumah Mak Unuk segera bisa dibangun kembali. Ia bersama warga setempat akan berusaha membantu ibu tua itu agar bisa kembali menempati rumahnya sendiri. ( Iwan Setiawan/GE)***

Editor : SMS