Geliat Tambang Pasir Haruman, Tingkatkan Perekonomian Warga Sekitar

LELES, (GE).-  Munculnya pertambangan pasir di kawasan Desa Haruman, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut disyukuri warga sekitar. Beberapa perusahaan kini mulai banyak yang melirik kawasan ini untuk berinvestasi dalam usaha pertambangan.

Dodi, warga sekitar tambang mengaku, sebelum adanya tambang batu-pasir Haruman ini, ternyata tak sedikit warga yang menganggur harus mencari nafkah ke luar. Dengan dibukannya tambang ini, kina warga Desa Haruman dan sekitarnya mendapatkan pekerjaan baru, dan penghasilan baru, tentunya.

“Alhamdulillah, kita bersyukur dengan adanya tambang batu-pasir ini, kita bisa dapat pekerjaan dan penghasilan baru. Sebelum adanya tambang banyak masyarakat yang harus kerja diluar daerah untuk menyambung hidup.” Ungkapnya, saat djumapi di areal tambang, Rabu (03/02/2016)

Diakui Dodi, dalam kurun waktu 3 tahun ia bekerja di tambang batu-pasir ini bisa mencukupi kebutuhan sehari-harinya.  Dalam sehari, selama 8 jam waktu bekerja ia mengaku bisa mendapatkan Rp. 250.000,- hingga Rp. 300.000,-.

Bersama rekan rekannya sesama pekerja di tambang batu-pasir Haruman, Dodi berharap  Kepada Pemkab Garut dan Dinas terkait agar membantu kelangsungan kawasan tambang di Kecamatan Leles ini.

Sementara itu, Kepala Desa Haruman Drs. Hernawan, mengatakan jika keberadaan tambang pasir ini sedikit banyaknya bisa meningkatkan taraf perekonomian warga didaerahnya kami.

“Ya, tambang ini cukup membantu warga, khususnya warga yang mengandalkan penghasilannya dari pertanian.  Tadinya banyak pengganguran jika di musim kemarau dan baru bisa bertani  di musim penghujan. Juga dapat membantu warga yang tidak memiliki penghasilan tetap.” Ungkapnya.

Kepala Desa Haruman mengakui, saat ini 40 hingga 50 persen wargannya bekerja di tambang pasir ini, khususnya warga yang tinggal di sekitar Kampung Leuweungtiis. Menurut catattan Kades Haruman, bahkan sekira du RW atau sekitar 65 persennya kini menggantungkan penghasilannya dari tambang pasir ini.

“Banyak juga sopir-sopir truk yang berdomisili di Kampung Leuweungtiis yang bersyukur. Tadinya harus ke Cimalaka Kabupaten Sumedang mengambil pasir untuk kebutuhan warga Garut.  Sekarang beralih di Desa Haruman, jadi lebih dekat. Ini tentunya bisa menbantu meningkatkan PAD ( Pendapatan Asli Daerah ),” jelas Kades Haruman. (Nuroni)***

Wilayah Haruman Akan Jadi Kawasan Industri, Warga Ramai-ramai Urus Legalitas Tanahnya

LELES, (GE). Ratusan warga Desa Haruman, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut berbondong-bondong mendatangi Aula Desa Haruman. Kedatangan ratusan warga ini terkait legailtas kepemilikan tanah resmi mereka. Untuk mengetahui kejeleasan legalitas tanah warga ini panitia bersama pihak pemerintahan Desa Haruman, Sabtu (30/1/2016)

Menurut Rusli, yang merupakan ketua panitia penyelesain tanah tersebut. Gelaran acara ini merupakan tindak lanjut  program pada tahun 2005 silam dengan agenda serupa. “Alhamdulilah waktu itu kurang lebih 200 Kepala Keluarga (KK) telah menyelesaikan legalitas kepemilikan tanah  secara resmi. Mungkin ada beberapa KK yang belum menyelesaikanya. Jadi sosialisasi kembali kami adakan,” ungkapnya.

Wakta sekitar tampak antusias untuk mengurus tanah miliknya sehingga legalitasnya benar-benar terjamin. Terlebih kawasan Desa Haruman ini ke depannya direncanakan akan menjadi salah satu daerah sentra  industri, perniagaan hingga pertambangan.

“Supaya menarik investor masuk ke Desa Haruman, ya salah satu instruken pentingya adalah kejelasan legalitas tanahnya. Maka di awal  tahun 2016 kami beserta ketua RW,aparat desa dan tokoh masyarakat  membentuk panitia penyelesaian legalitas tanah.” Jelasnya.

Dikatakannya, dalam tahap ke dua beberapa tanah milik warga Desa Haruman akan segera diselesaikan legalitas kepemilikannya dengan dibuatkan Sertifikat Hak Milik (SHM).

“Ya, dalam tahap ke dua ini, kita akan selesaikan beberapa tanah warga dengan dibuatkan SHM-nya, diantaranya nomor : 152,187,188,189 dan 177 yang status tanahnya berlokasi  di Desa Haruman, Kecamatan Leles,” kata Rusli.

Sementara itu, beberapa warga setempat berharap agar tanah mereka dihargai secara layak. Jangan sampai harga yang berlokasi di pinggir jalan disamaratakan dengan tanah yang berada di dalam. “Kami berharap juga, untuk membuat legaitas tanah (AJB) ini jangan terlalu mahal,apa lagi warga di sini banyak yang ekonominya rendah,” Tutur Idin warga setempat.

Secara umum acara yang dihadriri Muspika setempat dan digelar di Aula Desa Haruman ini berjalan cukup kondusif. Namun demikian pada sesi tanya jawab antara warga dan pemateri sempat sedikit memanas. (Nuroni )***

Desa Haruman Gandeng BNI, Gulirkan Program Kredit Usaha Masyarakat (KUR)

LELES, (GE).- Untuk menyegarkan dan memberdayakan potensi bidang ekonomi, khsusunya ekonomi kerakyatan, di awal tahun ini (2016) Pemerintrahan Desa Haruman bekerjasama dengan beberapa pihak menggulirkan program Kredit Usaha Masyarakat (KUR).

Dalam launching-nya, program KUR ini mendapatkan sambutan antusias dari masyarakat sekitar Desa haruman. Hal ini tampak saat acara sosialisasi, ratusan warga setempat yang didominasi kaum ibu tampak berbondong-bondong menghadiri acara yang digelar di Aula Desa Haruman, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Kamis (14/01/2016)

Menurut panitia acara, sosialisasi KUR ini terselenggara berkat kerjasama beberapa pihak, seperti Neo Komunika, PT. Leles Putra Perkasa serta BNI. Beberapa warga sekitar Desa Haruman berharap program KUR ini bisa benar-benar bermanfaat bagi tumbuh kembangnya perekonomian di desanya.

“Ya, saya harap mudah-mudahan program KUR ini bisa bermanfaat bagi masyarakat. Saya yakin perekonomian di desa akan lebih baik jika mendapatkan dukungan dari perusahaan yang sudah mapan, seperti Neo Komunika,” tutur Entin, salah seorang pedagang kelontong dari Kampung Sayuran, Desa Haruman yang turut serta menjadi peserta sosialisasi ini.

Sementara itu, Drs, Hernawan yang merupakan Kepala Desa Haruman merespon positif dengan digulirkannya program KUR yang perdana ini. Menurutnya program KUR yang didukung beberapa pengusaha ini akan sangat membantu peningkatan sektor perekonomian warganya.

“Tentu, sebagai kepa desa saya sangat mendukung program ini. Dengan program KUR ini saya harap masyarat di sini (Desa Haruman) bisa meningkatkan taraf ekonominya,” ungkapnya.

H.Dhani Dhanial yang akrab disapa H.Agan adalah salah seorang pengusaha setempat yang turut serta menyokong program ini. H. Agan sendiri merupakan direktur utama PT.Putra Leles Perkasa yang bergerak di bidang developer-contractor-consultant dan general trading. Sebagai putra daerah, ia merasa terpangil untuk membantu perekonomian warga Desa Haruman, salah satunya melalui program KUR ini.

“Insya Alloh, saya ingin sekali membantu masyarakat, khusus warga Desa Haruman. Makanya dengan ini saya bekerjasama melalui Desa Haruman dan menggandeng BNI. Harapannya supaya masyarakat lebih tahu untuk mengajukan kredit melalui dana KUR ( Kredit Usaha Rakyat) yang difasilitasi oleh Bank BNI.” Jelas H.Agan.

Dikatakannya, program KUR yang ditawarkan BNI ini dinilai akan membantu bagi pelaku usaha mikro. KUR itu sendiri ditawarkan dengan suku bunga yang hanya 9 % dengan persyaratan serta proses pencairan yang terbilang mudah. (Nuroni)***