Deklarasikan Hari Lasminingrat, Ratusan Orang Berkumpul di SDN Regol 7-10

GARUT, (GE).- Sebagai bentuk dukungan untuk mengusung Raden Ajoe (RA) Lasminingrat menjadi pahlawan anasional, ratusan orang berkumpul di kompleks SDN Regol 7- 10, Kelurahan Regol, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Senin (10/4/2017). Pada tanggal tersebut, tepat pada 10 April, merupakan hari wafatnya RA Lasminingrat.

Selain dukungan moril, sejumlah elemen masyarakat ini juga medeklarasikan tanggal 10 April sebagai Hari Lasminingrat.  Sejumlah seniman pada hari yang sama juga menggelar lukisan wajah Lasminingrat. Pada hari itu juga tampak Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar memberikan dukungannya, bakan Wakug menyempatkan melihat bukti peninggalan tersebut.

Ketua Tim pengusung gelar pahlawan RA Lasminingrat, Rani Permata Dicky Chandra, menyebutkan sedikitnya ada empat poin pentiing yang disampaikan di hari peringatan wafatnya RA Lasminingrat. Diharapkannya ada dukungan dari semua pihak agar perjuangan RA Lasminingrat bisa dihargai.

“Kami berharap setiap 10 April ditetapkan menjadi Hari Lasminingrat. Penetapan itu diharapkan bisa menghormati jejak perjuangan beliau,” kata istri Dicky Chandra ini kepada sejumlah awak media, Senin (10/4/2017).

Dijelaskannya, kegiatan tersebut merupakan bentuk deklarasi pengusungan kembali RA Lasminingrat menjadi pahlawan nasional. Pada 2010, pihaknya sudah melakukan pengajuan namun belum membuahkan hasil.

“Kami juga ingin agar SDN Regol 7 dan 10 yang dibangun Lasminingrat didaftarkan menjadi benda cagar budaya. Saya juga berharap bisa terdapat Jalan RA Lasminingrat di Kabupaten Garut. Kita akan berupaya agar RA Lasminingrat yang wafat di tahun 1948 bisa menjadi pahlawan nasional,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy mizwar,memberikan dukungan agar tim pengusung gelar pahlawan RA Lasminingrat. Wagub berharap ada upaya mencari dan menggali lebih dalam lagi terkait data atau kelengkapan dokumen tentang asal usul Lasminingrat.

“Dengan begitu, penemuan data-data kelengkapan baik yang di dalam dan di luar negeri  tersebut bisa memuluskan RA Lasminingrat menjadi pahlawan nasional. Nantinya dokumen itu diajukan ke pihak kementerian, ” kata Deddy. (Tim GE)***

Editor : Kang Cep.

Deklarasi Antikomunisme dan Radikalisme, Ribuan Warga Padati Alun-Alun Garut

RIBUAN warga masyarakat Kabupaten Garut, Jawa Barat, tumpah ruah memadati Lapangan Otista Alun-Alun Garut, Sabtu (18/3/17). Mereka merupakan perwakilan dari aliansi pergerakan mahasiswa, OKP, alim ulama, tokoh masyarakat, dan element masyarakat Garut lainnya.

KETUA MUI Kabupaten Garut, KH Sirojul Munir, disaksikan Danrem 062/Tn, Kolonel Inf. Joko Hadi Susilo, S.Ip, Bupati Garut Rudy Gunawan, Dandim 0611, Kapolres Garut, Wakil Bupati, dan sejumlah pimpinan elemen masyarakat Garut, mendeklarasikan gerakan Antikomunisme dan Radikalisme di Alun-alun Garut, Jalan Otista, Sabtu (18/3/17). (Penrem 602/Tn)***

Kehadiran mereka dengan atribut warna-warni membuat suasana Alun-alun lain dari biasanya. Pekik juang untuk mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terus didengungkan. Puncaknya, seluruh elemen masyarakat Kabupaten Garut hari itu bersama-sama mendeklarasikan gerakan Antikomunisme dan Radikalisme.

Acara tersebut dihadiri langsung Bupati Garut, Rudy Gunawan, SH, MH, MP. Danrem 062/Tn, Kolonel Inf. Joko Hadi Susilo, S.Ip. Turut hadir pula Dandim 0611/Garut, Kapolres Garut, dan tamu undangan lainnya.

DANREM 062/Tn, Kolonel Inf. Joko Hadi Susilo, S.Ip, Bupati Garut Rudy Gunawan, bersama Dandim 0611 Garut, Kapolres Garut, Wakil Bupati, dan para pimpinan elemen masyarakat Garut, mengangkat tinju sebagai bukti dukungan terhadap gerakan Antikomunisme dan Radikalisme di Kabupaten Garut. (Penrem 602/Tn)***

Bupati Garut, Rudy Gunawan, mengatakan, NKRI terlahir dari ikatan bersama seluruh komponen bangsa yang terdiri dari berbagai suku bangsa. Dalam memperjuangkan kemerdekaan Bangsa Indonesia, para pendiri bangsa, para syuhada, dengan susah payah mengorbankan segalanya. Bahkan, mereka sampai mengorbankan harta dan nyawa sekalipun, demi sebuah kemerdekaan dan Pancasila sebagai warisan besar yang harus dipertahankan keberadaannya.

Lebih jauh dikatakan, ragam suku bangsa, agama, ras dan budaya, tidak menjadi penghalang bagi kita untuk mencapai kebersamaan serta satu pemahaman dalam menjaga kesatuan dan persatuan NKRI. Anugerah yang diberikan Allah SWT kepada kita atas Negara dan Bangsa ini, begitu sempurnanya. Alam yang kaya raya, ragam budaya, budi pekerti yang bernilai tinggi, merupakan modal dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

PC IPM dan Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan turut mendeklarasikan gerakan Antikomunisme dan Radikalisme di Alun-alun Garut, Jalan Otista, Sabtu (18/3/17). (Penrem 602/Tn)***

Ancaman terhadap ideologi bangsa telah terjadi pada tahun 1965 yang dikenal dengan gerakan G-30 S PKI. Karenanya, sangat penting untuk menapaki kembali perjalanan sejarah perjuangan bangsa terutama pada saat-saat munculnya gerakan pengkhianatan G-30 S PKI tahun 1965, yang mungkin sudah terlupakan oleh generasi bangsa saat ini.

Perlunya pemutaran atau pengingat sejarah bangsa terhadap kekejaman yang telah dilakukan Partai Komunis Indonesia (PKI), sebagai bentuk penyadaran sejarah generasi muda bangsa Indonesia khususnya generasi muda di Kabupaten Garut, bahwa faham komunisme dan radikalisme sangat bertentangan dengan azas dan ideologi bangsa Indonesia serta tidak ada tempat di bumi Pertiwi kita.

Dengan melihat situasi dan kondisi sekarang, ancaman kebangkitan ideolgi komunis dan radikalis, harus dicegah dan dihentikan. NKRI, Pancasila, dan UUD 1945, adalah dasar penting bangsa ini yang tidak bisa ditawar lagi untuk menuntaskan berbagai persoalan kebangsaan, harus menjadi tanggung jawab kita bersama.

PARA santri putra dan putri Pesantren Persatuan Islam turut menyemarakkan deklarasi gerakan Antikomunisme dan Radikalisme di Alun-alun Garut, Jalan Otista, Sabtu (18/3/17). (Penrem 602/Tn)***

Pemerintah sebagai yang menjalankan amanat rakyat, harus memiliki komitmen pada pemberantasan, pencegahan, sekaligus penyadaran di masyarakat tentang bahaya laten komunis dan radikalis. Untuk keluar dari berbagai persoalan yang sedang ada di hadapan kita, beberapa langkah strategis harus diambil dalam menata kehidupan demokrasi berbangsa bernegara ke depan.

Adapun bunyi kesepakatan Aliansi Pergerakan Mahasiswa, OKP, Alim Ulama dan seluruh elemen masyarakat Garut, sebagai berikut : Segenap elemen bangsa di Kabupaten Garut menolak faham komunisme dan radiaklisme karena tidak sejalan dengan adat, budaya bangsa Indonesia, dan Dasar Negara yaitu Pancasila dan UUD 1945. Semua elemen bangsa yakni, Pemerintah bersama rakyat bertanggung jawab menyosialisasikan gerakan antikomunisme dan radikalisme, serta harus bersih dari orang-orang yang berfaham komunisme dan radikalisme.  (Tim GE)***

PC IPNU-IPPNU Garut Deklarasikan Diri “Perangi Hoax”

GARUT, (GE).- Belakangan istilah Hoax atau berita palsu begitu santer di berbagai media, dampaknya mengundang perhatian dari berbagai kalangan, termasuk Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Garut yang mendeklarasikan diri memerangi Hoax pada kegiatan puncak hari lahir (Harlah) IPNU ke-63 dan IPPNU ke-62 di Gedung Pendopo Garut, Ahad (05/03/2017).

Secara simbolik mereka meneguhkan Tim Jurnalistik Pelajar NU Garut, yang sepekan sebelumnya diberi pelatihan khusus oleh media-media lokal maupun nasional terkait jurnalistik dasar sebagai salahsatu upaya mengenali dan melawan Hoax.

Ketua IPNU Garut, Ridwan Pamungkas, mengatakan bahwa Pelajar NU Garut tidak bisa diam saja menyaksikan gencarnya berita hoax.  Sebagai umpan balik, mesti menebar informasi positif bagi kemaslahatan umat.  Salahsatunya dengan memahami ilmu jurnalistik secara teoritis maupun praktisnya.

“Kita bukan anti hoax saja, karena kalo ‘anti’ saja berarti kita hanya diam. Kita harus melawannya dengan menebar berita-berita positif bagi kemaslahatan umat. Kami (PC IPNU dan IPPNU) berusaha mengawal pelajar NU Garut dengan pemahaman keilmuan Jurnalistik,” ungkapnya.

Dari upaya pemahaman apa dan bagaimana ciri-ciri hoax, pada kesempatan harlah tersebut salahsatu Pembina IPNU dan IPPNU Garut, Drs. KH. Samhari mengutarakan karakter dasar hoax yang bisa dikenali dengan melihat berita-berita di “media arus utama.”

“Salahsatu cara mengenali sebuah berita hoax atau tidak. Coba kita lihat apakah media arus utama turut memberitakan berita itu atau tidak. Karena kalau berita itu benar adanya. Maka akan ada diliput berbagai media arus utama, karena media tersebut pun membutuhkan bahan berita.” Tegasnya saat memberikan pengarahan pada harlah tersebut.

Sebelumnya, IPNU dan IPPNU Garut juga mengadakan Futsal Cup bagi pimpinan anak cabang IPNU sekabupaten Garut sebagai rangkaian kegiatan yang meningkatkan ukhuwah antarunsur pelajar NU.

Acara puncak hari ini pun, dimeriahkan dengan pengumuman pemenang Futsal Cup yang berhasil dimenangkan oleh PAC IPNU Kecamatan Balubur Limbangan, Kabupaten Garut. (Rohmah Nashruddin)***

Editor: Kang Cep.

Peduli Kesehatan Lingkungan, Tiga Desa di Kecamatan Selaawi Deklarasikan ODF

SELAAWI,(GE).- Sebagai reaksi kepedulian terhadap lingkungan yang bersih dan sehat, sedikitnya tiga desa di Kecamatan Selaawi secara bersamaan mendeklarasikan Open Defecation Free (ODF). Ke tiga desa yang peduli akan lingkungan sehat ini meliputi Desa Pelitaasih, Samida serta Desa Putrajawa.

Pendeklarasian ODF tiga desa ini terasa spesial dengan disaksikan langsung orang nomor satu di Kabupaten Garut, yakni Bupati Rudy Gunawan. Open Defecation Free (ODF) atau Sanitasi Tottal Berbasis Masyarakat (STBM) ialah kondisi satu wilayah yang telah dikatagorikan terbebas dari perilaku buang air besar sembarangan.

Prosesi pembacaan deklarasi ODF tiga desa telah berlangsung di halaman kantor Kecamatan Selaawi ini secara simbolik disampaikan oleh tiga orang Kepala Desa stempat dihadapan Bupati Garut, Rudy Gunawan, Sabtu (20/02/2016)’

Amo, Kepala Desa Pelitaasih, Koko, Kepala Desa Samida dan Ismet Kepala Desa Putrajawa saat deklarasi mendapatkan kehormatan sebagai deklarator untuk membacakan beberapa poin deklarasi. Salah satu poin deklarasi tersebut diantaranya, masyarakat ke tiga desa itu menyatakan sudah tidak lagi melakukan Buang Air Besar (BAB) di sembarang tempat. Disamping itu kinidi masing-masih rumah sudah warga sudah dilengkapi sanitasi yang aman bagi kesehatan.

Camat Selaawi, Ridwan Efendi menegaskan, bahwa tiga dari tujuh desa yang ada di Kecamatan yang dipimpinnya, kini sudah menjadi Desa berbasis ODF. Sementara empat desa lainnya akan segera menyusul.

“Tiga desa ini, kini sudah ditetapkan sebagai desa berbasis ODF. Untuk beberapa desa lainnya kita masih mengupayakannya, karena memang terkendala sulitnya pengadaan air bersih. Insya Allah kedepannya semua desa di Selaawi bisa terbebas dari buang air besar sembarangan.” Ungkap Ridwan, disela-sela prosesi deklarasi.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Lingkungan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Eman Suherman,BE., menjelaskan, Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)  adalah pendekatan untuk merubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan. Dikatakannya, komunitas merupakan kelompok masyarakat yang berinteraksi secara sosial berdasarkan kesamaan kebutuhan dan nilai-nilai untuk meraih tujuan.

Open Defecation Free (ODF) adalah kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan. Salah satu pendukung diantaranya,perilaku cuci tangan dengan menggunakan sabun dengan air bersih yang mengalir.” Tandasnya, saat djumpai ‘GE’ di kantornya, belum lama ini.

Dijelaskannya, Pengelolaan Air Minum Rumah Tangga (PAMRT) adalah suatu proses pengolahan, penyimpanan dan pemanfaatan air minum dan air yang digunakan untuk produksi makanan dan keperluan oral lainnya seperti berkumur, sikat gigi, persiapan makanan dan minuman bayi.

Ditambahkannya, sanitasi total adalah kondisi ketika suatu komunitas telah berperilaku sehat. Perilaku hidup sehat yang berbasis ODF itu diantaranya, tidak buang air besar (BAB) sembarangan, mencuci tangan pakai sabun, mengelola air minum dan makanan yang aman, mengelola sampah dengan benar serta mengelola limbah cair rumah tangga dengan aman.

“Jamban sehat adalah salah satu instrumen penting pembuangan tinja yang efektif untuk memutus mata rantai penularan penyakit.” Tandasnya. (Useu G Ramdani)***