TPA Pasir Bajing Disoal, DPRD Segera Panggil DLHKP

GARUT, (GE).- Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Pasir Bajing yang berlokasi Kampung Leuweung Tiis, Desa Sukaraja, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, kembali disoal warga sekitar. Warga sekitar TPA mengeluhkan keberadaan TPA ini yang menimbulkan pencemaran udara. Namun, belakagan, warga sekitar Leuweung Tiis malah menuntut untuk dibuatkan TPU (Tempat Pemakaman Umum).

Menanggapi persoalan TPAS Pasir Bajing, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Garut melalui Komisi B akan segera memanggil pihak Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (LHKP).

“Dalam waktu dekat kami akan segera memanggil pihak Dinas LHKP untuk dimintai keterangan terkait penolakan warga Kampung Leuweung Tiis terhadap keberadaan TPAS Pasir Bajing. Ini permasalahan serius yang harus segera ditindaklanjuti.” ujar Sekretaris Komisi B DPRD Garut, Deden Sopian, Jumat (6/1/2017).

Diakuinya, pihaknya telah mendengar adanya permasalahan terkait keberadaan TPAS Pasir Bajing yang ditolak warga jika akan diperpanjang.

“Sudah ada informasi, Pemkab Garut sudah merencanakan untuk membeli lahan di kawasan Legok Nangka, Kabupaten Bandung untuk dijadikan tempat pembuangan sampah menggantikan TPAS Pasir Bajing. Namun entah kenapa, di tahun anggaran 2015, Pemkab Garut malah memperluas lokasi di Pasir Bajing.” Ungkapnya.

Dijelaskannya, Komisi B diantaranya akan mempertanyakan alasan perluasan lokasi TPAS Pasir Bajing. Setelah mendapatkan penjelasan, tindakan selanjutnya adalah terjun ke lapangan untuk mencari tahu kondisi TPAS Pasir Bajing saat ini secara detail.

“Kita akan turun ke lapangan agar dapat mengetahui lebih jelas terkait kondisi di TPAS Pasir Bajing. Namun sebelumnya kita terlebih dahulu ingin meminta penjelasan dari pihak Dinas LHKP,”tukasnya.

Selain itu, Deden juga menegaskan pihaknya akan berkoordinasi dan juga menggandeng pihak lain guna mendalami dampak lingkungan dari kondisi TPAS Pasir Bajing.

“Tidak menutup kemungkinan keberadaan TPAS Pasir Bajing menimbulkan dampak yang kurang baik terhadap kesehatan warga sekitar, sebagaimana selama ini dikeluhkan warga.” Tuturnya. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.