Kerjasama dengan Kementan, Kodim 0611 Akan Cetak Puluhan Hektare Sawah Baru

GARUT, (GE).- Sebagai upaya ciptakan ketahanan pangan di kawasan Kabupaten Garut, Kodim 0611 Garut bekerjasama dengan Kementerian Pertanian (Kementan) siap mencetak sedikitnya 24 hektare lahan sawah baru.

Dandim 0611/Garut, Letkol Arm. Setyo Hani Susanto, menegaskan, di tahun ini (2017) pihaknya mendapat program dari Kementan untuk membuka lahan sawah. Lahan tersebut tersebar di dua kecamatan di kawasan selatan Garut.

“Kami akan cetak sawah di Pakenjeng dan Pameungpeuk. Kedua wilayah itu sudah kami survey dan cocok untuk membuka lahan baru,” tandasnya, Selasa (17/1/ 2017).

Setyo menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan warga setempat untuk pembukaan lahan sawah tersebut. Sementara, tanah yang akan digunakan merupakan lahan milik warga. Pihaknya hanya berperan untuk melakukan pendampingan.

“Kita juga koordinasi dengan Dinas Pertanian Garut. Jadi ada beberapa fase yang harus dilalui sebelum dijadikan sawah,” jelasnya.

Beberapa wilayah di Jawa Barat, menurutnya telah sukses melakukan program pencetakan sawah baru yang bekerjasama dengan TNI. Dengan digulirkannya program yang baru pertama kali di Garut ini diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan bagi warga sekitar.

“Di tiap kecamatan ada 12 hektare lahan yang akan dibuka. Kalau masih ada lahannya, kami akan minta untuk tambah lagi,” ucapnya.

Untuk mengatasi masalah air, Setyo juga telah meninjau sumber mata air terdekat. Nantinya, akan ada pembuatan irigasi agar lahan sawah bisa terus teraliri air.

“Kami sudah cek ada sekitar 4 sampai 7 kilometer sumber air itu. Nanti akan kami buat sodetan biar air bisa mengalir ke sawah. Selama ini warga sudah berupaya tapi kurang maksimal,” ujarnya.

Diungkapkannya, pihaknya akan memberikan bimbingan kepada para petani agar bisa menanam hingga tiga kali dalam setahun. Selama ini banyak petani yang terlalu mengandalkan musim tanam dan hanya bisa sekali panen setahun. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

Hari Ini Dandim 0611 Garut Peringati HUT TNI di Daerah Terdampak Banjir Cimanuk

KOTA, (GE).- Komandan Kodim (Dandim) 0611 Garut, Letkol Arm Setyo Hani Susanto, SIP, telah memastikan kemarin merupakan hari terakhir masa tanggap bencana. ‎Sementara itu, pada hari ini, Rabu (5/10/2016) akan digelar upacara peringatan HUT ke-71 Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Berbeda dengan tahun tahun sebelumnya, peringatan HUT TNI ini digelar di tempat yang berbeda, yakni di lokasi terdampak banjir bandang paling parah, tepaynya di wilayah Cimacan, Kecamatan Tarogong Kidul, agenda usai upacara akan dilanjutkan korpe atau karya bhakti pembersihan oleh seluruh anggota yang hadir.

Dikatakannya, berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan, mas‎a tanggap bencana banjir bandang tidak akan diperpanjang. Senin (3/9/ 2016) merupakan hari terakhir masa tanggap bencana. Posko tanggap darurat pun dialihkan ke Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut termasuk pengelolaan bantuan yang selama ini dilakukan di Makodim 0611 Garut.

‎”Jadi setelah dilakukan evaluasi tidak akan dilakukan perpanjangan lagi masa tanggap darurat bencana banjir bandang, termasuk juga tim SAR dari Basarna sudah menghentikan operasi pencarian sejak kemarin. Selanjutnya posko akan dialihtugaskan di kantor BPBD Garut,” tandasnya, Selasa (4/10/2016).

Dijelaskannya, surat keputusan (SK) pengangkatan dirinya sebagai Komadan Satgas berlaku hingga hari kemarin dan secara otomatis otoritas pengelolaan terkait banjir bandang beralih tugas kepada kepala pelaksanan (Kalak) BPBD Garut. ‎Dengan demikian, pengelolaan pengungsi termasuk pendistribusian bantuan akan langsung dilakukan oleh BPBD, termasuk penggunaan dana yang masuk ke rekening posko dan bantuan langsung uang dari donatur dengan jumlah mencapai Rp 3 Miliar.

“Kita juga tetap membantu sesuai dengan kapasitas dan kebutuhan yang bisa kita lakukan dengan komando dari BPBD Garut, termasuk unsur Muspida Provinsi Jawa Barat juga kita diamanahi untuk memonitor kawasan hulu sungai Cimanuk.,” ungkapnya.

Terkait upaya pencarian, pihaknya tidak memberhentikan secara total, namun menggerakan Komandan kewilayahan, seperti Koramil, Polsek, Babinsa, juga Babinkamtibas, dan pembedanya hanya tidak terorganisir layaknya tim. Adapun hari ini, Rabu (5/10/2016) agenda memperingati HUT TNI ke-71 dengan ditandai upacara di Kampung Cimacan Kecamatan Tarogong Kidul. Selain upacara, dalam peringatan HUT TNI kali ini juga digelar karya bhakti dengan menerjunkan ribuan personil anggota TNI.

“Ada sekitar 6000 personil akan melakukan karya bhakti di sekitar Cimacan dan lainnya, juga ada aksi donor darah dalam memeringati HUT ke-71 TNI kali ini,” tandasnya. (Tim GE)***

Garut Hujan Air Mata, Korban Meninggal Bertambah Jadi 26 Orang

KOTA, (GE).- Ucapan bela sungkawa terus berdatangan dari berbagai penjuru negeri. Suasana haru anggota keluarga korban yang mendapati sodaranya terbujur kaku memecah langit Kota Garut yang nampak mendung belakangan ini.

Salah seorang korban yang kini tinggal di tempat pengungsian, Fitri (21), kerap menangis saat hujan turun. Ia mengaku trauma setelah nyawanya hampir direnggut amukan Sungai Cimanuk.

Menurut Dandim 0611 Garut, Letkol. ARM. Setyo Hani, mengatakan sampai Kamis (22/9/2016), jumlah korban jiwa terus bertambah. Sampai pukul 24.00 WIB jumlah korban mencapai 26 orang. Sementara data orang hilang hilang sebanyak 23 orang.

Pencarian akan terus dilakukan dengan mengerahkan tim gabungan. Pencarian masih akan dilakukan selama satu pekan ke depan.

“Kita masih menyisir di bantaran Sungai Cimanuk. Komunikasi terus ditingkatkan agar proses pencarian bisa efektif dan efisien,” kata Hani, Kamis (22/9/2016).

Menurutnya proses pencarian hari Kamis (22/9/2016) tim telah menemukan 6 korvan jiwa di sepanjang bantaran Sungai Cimanuk. Menurutnya proses pencarian dilakukan sampai ke Sumedang.

Berikut data sementara korban meninggal di Pusat Posko Makodim 0611 Garut diantaranya sbb :

– Laki laki : 8 orang

1.Tn Nawawi 65 th(Asr lapang paris)
2.Tn Deni 23 th(Bayongbong)
3.Tn Jana 35 th ( Bojong larang )
4.Tn Aceng 50 th ( Jaya raga )
5.An Irsad 8 th (Asrama Lp)
6.An Ahmad 3,5 th ( Ci macan)
7.An Rehal 4 bln ( Asrama lp)
8.An Zikri 9 th (Asrama lapang paris)

-Perempuan : 18 orang

9. Ny Iis 35 th ( Asrama Lp )
10. Ny Siti 28 th ( c macan )
11. Ny Santi 38 th ( Asrama lp )
12. Ny Nunung 75 th(asrama lp)
13. Ny Sari 25 th(asrama lp)
14. Ny Welis 25 th ( asrama lp )
15. Ny Nuryati 58 th(asrama lp)
16. Entin kartini 62 th (Bojong Larang)
17. Ny Nonoh 30 th(Tarogong kidul)
18. Ny.Oom 83 th (asrama Lp)
19. Ny Dede Sumiati 56 th (asrama Lp)
20. Ny Win Sukaningsih 74 th (kikisikcimacan)
21. Ny X 20 th (asrama lp)
22. An Revina 7 th(asrama lp )
23. An Fitriani 9 th(Bojong Sudika)
24. An Fika 4 th (Cipoos kersamanah)
25. An Diana 4 th (Ci macan)
26. An Wanda 8 th (asrama Lp)

Data sementara orang hilang di Pusat Posko Makodim 0611 Garut di antaranya sbb :

1. Sdr. Dede sumayati 52 thn
2. Sdri. Lena agustina 18
3. Sdr. Ano 60 th
4. Sdri. Oom 52 th
5. Sdr. Feri 40 th
6. Sdri. Eneng 12 th
7. Sdri. Kokom 35 th
8. Anak dari sdr Bu mimin 3 th
9. Sdr. Supri 40 th
10. Anak Sdr Supri 3 th
11. Sdr. Ahmad 4 th
12. Sdr. Etoy 12 th
13. Ibu Neni suryani 30th
14. Ibu Ane 35th
15. Ibu Kokom 35th
16. Sdr Endan 45 th
17. Ibu Yayah 50 th
18. Ibu Nani 70 th
19. Ibu Aah 60 th
20. Sdri Ira 25 th
21. Ibu Euis 35 th
22. Sdri Novi 14 th
23. Sdr Zikri 8 th

Berdasarkan pantauan “GE” meski di malam hari proses pencarian para korban terus dilakukan. Sementara itu tim lainnya ada yang membantu warga membersihkan tempat tinggalnya ada juga yang melayani korban bencana yang tinggal di beberapa posko pengungsian. (Farhan SN)***