Saat Berpatroli Malam, Begini Aksi Brigadir Doni Nuroni Gagalkan Pelaku Curanmor di Malangbong

GARUT, (GE).- Anggota polisi lalu lintas (Polantas) Polsek Malangbong, Brigadir Dani Nuroni berhasil menggagalkan aksi pelaku pencurian sepeda motor (Curanmor). Brigadir Doni yang kebetulan tengah berpatroli di kawasan Jalan raya, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (25/10/17) malam, sebelumnya mencurigai gerak gerik seorang pemuda yang mondar mandir di salah satu area parkir sebuah warung.

“Awalnya saya mencurigai gerak gerik pelaku, lalu saya amati dan ternyata benar dia mau mencuri motor,” kata Dani usai membawa tersangka ke Polsek Malangbong.

Diungkapkannya, aksi pencurian sepeda motor itu bermula ketika pemilik sepeda motor Yamaha Mio, Fajar hendak berbelanja ke warung di Kampung Baping, Desa Sukarasa, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut. Kemudian, pelaku yang diketahui bernama AG (38) mendekati sepeda motor korban, lalu berusaha membawa sepeda motor tersebut.

“Pelaku berpura pura mendekati sepeda motor, lalu memegang dan menaiki sepeda motola untuk dibawa kabur,” katanya.

Aksi curanmor berhasil digagalkan setelah korban mengetahui sepeda motornya akan dibawa kabur.

Brigadir Doni Nuroni kemudian berusaha menggagalkan aksi pencurian tersebut hingga akhirnya pelaku berhasil diciduk. Hingga berita ini diturunkan, pelaku masih diperiksa intensif di Mapolsek Malangbong. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

Mencuri Motor Saat Peringatan HSN, Pemuda Ini Kepergok Polantas

GARUT, (GE).- Nasib sial dialamai seorang pemuda yang melakukan aksi kriminal di sela peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Kompleks Alun-alun Garut, Minggu (22/10/17).

Aksi curanmor ini akhirnya kepergok salah seorang Polisi lalu lintas (Polantas) Garut yang kebetulan tengah bertugas.

“Sekitar jam setengah satuan, pas udah upacara HSN. Tadi saya mau pulang pakai motor, tapi pas di parkiran motor saya udah gak ada, terus saya lapor ke polisi yang lagi ngatur jalan,” ungkap Abdul, pemilik motor, Minggu (22/10/17).

Mendengar kabar tersebut, anggota polantas langsung saling berkoordinasi untuk mengepung pelaku yang membawa kabur motor Yamaha RK-King nopol E 4578 PD milik Abdul tersebut.

Kasat Lantas Polres Garut AKP Erik Bangun Prakasa, mengatakan pelaku akhirnya berhasil ditangkap saat hendak membawa kabur sepeda motor di Jalan Cimanuk, Kecamatan Tarogong Kidul.

“Saat terima laporan dari masyarakat anggota langsung menyebarkan informasi ini melalui HT (handy talky). Alhamdulillah pelaku bisa diamankan sekitar 5 menit setelah pelaku mencurinya,” ungkap Erik.

Sempat terjadi aksi kejar-kejaran. Pelaku yang berusaha kabur memacu kendaraan curiannya menuju ke arah barat dari Masjid Agung Garut. Namun polisi berhasil menangkapnya setelah pelaku melintas di depan salah satu anggota yang berjaga.

“Ada anggota yang sedang mengatur lalin di wilayah Jalan Cimanuk. Saat dia amati, ada pemuda yang menunggangi motor yang ciri-cirinya sama dengan motor yang dicuri. Kemudian anggota tanya namun pelaku berusaha kabur dan anggota akhirnya menangkap pelaku,” katanya.

Pelaku yang diketahui berinisial RH (20) tersebut mencuri motor dengan cara menjebol kunci dan kabel di bagian depan motor. Guna menghindari amuk massa yang terus berdatangan, polisi kemudian mengamankan pelaku beserta barang bukti ke Mapolsek Garut Kota. (Memphis)***

Editor: Kang Cep.

Kepergok Nyolong di Siang Bolong, Dua Pemuda Ini Bonyok Dihajar Warga

GARUT, (GE).- Dua orang pemuda ini bernasib sial, saat nekat melakukan aksi pencurian sepeda motor di siang bolong. Saat melakukan aksi curanmornya warga sekitar memergokinya. Tak ayal, pemuda berinisial AN (16) dan AA (23) harus menerima sejumlah bogem mentah dari warga yang marah saat itu.

Kedua orang pemuda ini sebelumnya diketahui warga baru beberapa hari mengontrak tak jauh di sekitar tempat kejadian, yaitu di Kampung Tegalsari, Desa Langensari, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut.

Warga menduga, selama mengontrak inilah kedua pemuda ini mengamati situasi dan mengintai sepeda motor yang hendak dicurinya. Usai babak belur dihajar, wargapun melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Tarogong Kaler.

Kapolsek Tarogong Kaler, IPTU Tito Bintoro, mengungkapkan, motif pencurian ini atas dasar keinginan pelaku untuk memiliki sepeda motor. Kejadiannya berlangsung sekira pukul 07.00.WIB pada hari Minggu, (30/07/2017).

“Setelah mematahkan kunci leher sepeda motor satria FU yang sebelumnya telah mereka incar. Kedua pelaku membawa sepeda motor tersebut dengan cara di dorong,” katanya Senin (31/07/2017).

Untuk pemeriksaan lebih lanjut, pelaku kini mendekam di Mapolsek Tarogong Kaler. Jika terbukti bersalah mereka akan di jerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian. (Useu G Ramdani)***

Editor: Kang Cep.

Jalan Mawar Rawan Curanmor, dalam Sebulan 4 Unit Sepeda Motor Raib

GARUT,(GE).– Berhati-hatilah bila Anda memarkir motor di Jalan Mawar, Kelurahan Pakuwon, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Dalam rentang waktu waktu sebulan, sedikitnya empat unit sepeda motor terparkir di jalan tersebut raib digondol maling. Baru-baru ini, lagi-lagi satu unit sepeda motor yang terparkir di badan Jalan Mawar menjadi sasaran empuk pencuri.

Rawannya pencurian motor di Jalan Mawar diakui Rekki Subagja, salah seorang warga warga setempat.

“Ya, dalam waktu sebulan itu berturut-turut, ada empat motor hilang di sepanjang Jalan Mawar. Salah satunya milik teman saya yang kebetulan menginap di rumah saya,” ungkapnya.

Rekki menjelaskan, ketika itu sepeda motor temannya diparkir di halaman rumah. Namaun, tidak lama berselang, ternyata sepeda motor tersebut raib.

“Saat itu pagi hari, sekira 10 menit motor ditinggal di halaman, saya dan teman masuk sebentar ke dalam rumah, pas keluar motor sudah hilang,” jelasnya.

Senada dengan Rekki, Noris Alberto (21) warga perumahan Intan Regency Garut juga mengaku menjadi korban curanmor di kawasan Jalan Mawar.

Karena itu, warga berharap, petugas kepolisian lebih giat lagi berpatroli.

“Sepeda motor saya hilang  saat diparkir tidak jauh dari halaman Masjid Al-Ikhlas Jalan Mawar. Kita tentunya berharap, pihak kepolisian bisa lebih giat lagi dalam berpatroli. Khususnya polisi berbapakain preman, karen kalau patro bersergaram ntar ketahuan sama pencurinya,” harapnya.  (Sidqi Al Ghifari)***

Editor: Kang Cep.

Curi Mobil Tetangga, DH Dicokok Polisi

GARUT, (GE).- Jajaran aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Sukawening, Kabupaten Garut, Jawa Barat, berhasil mengungkap dan mencokok tersangka pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) roda empat yang terjadi di wilayah hukumnya, Kamis (2/3/2017). Kini pelaku diamnakan di sel tahanan Mapolsek Sukaweining untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.

“Tadi pagi, kita memang telah berhasil menangkap tersangka pelaku curanmor r4 atau mobil berinisial DH bin Apen (24). Tersangka merupakan warga Kampung Babakan Mariuk RT 02 RW 07, Desa Maripari, Kecamatan Sukawening,” ujar Ridwan, Kamis (2/3/2017).

Menurut Ridwan, aksi curanmor roda empat itu terjadi di kawasan Kampung Maripari, tak jauh dari tempat tinggal tersangka, Senin (27/2/2017) sekitar pukul 04.00 WIB. Tersangka membawa kabur mobil yang saat itu diparkir di depan rumah korban bernama Rendi Fauzi (27) yang masih tetangga tersangka.

“Tersangka mencuri mobil milik Rendi Fauzi yang rumahnyan tak jauh dari rumah tersangka. Diduga tersangka menggunakan kunci duplikat saat mencuri mobil avanza warna hitam bernopol D 1502 OE tersebut,” kata Ridwan. (Mempis)

Editor : SMS

Setelah Diburu dalam Dua Pekan, Para Pelaku Curanmor Ini Akhirnya Digelandang Satreskrim

GARUT, (GE).- Sedikitnya empat pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berhasil digelandang Tim Satreskrim Polres Garut. Para pelaku teridentifikasi sebagai komplotan jaringan lokal yang kerap melakukan pencurian di kawasan perkotaan Garut.

Kasatreskrim Polres Garut, AKP Hairullah, mengatakan para pelaku ini dicidukdalam waktu dua pekan terakhir. Pelaku berinisial H, FA, JT, dan RR itu merupakan buruan pihak kepolisian. Para pencuri ini kerap melakukan aksinya di lokasi parkir.

“TKP nya ada yang di Tarogong Kidul dan Cibiuk. Mereka memang kerap melakukan aksi pencurian di beberapa tempat yang berbeda,” ungkap Kasatreskrim kepada sejumlah awak media di Mapolres Garut, Selasa (14/2/ 2017).

Dari para pelaku, polisi berhasil mengamankan satu unit mobil bak Suzuki Carry bernomor polisi D 8742 EO dan dua unit kendaraan roda dua yakni Yamaha Vixion bernomor polisi Z 3091 FE serta Yamaha Mio bernomor polisi Z 5134 ES. Selain itu tiga buah kunci astag yang digunakan untuk mencuri juga tutut dijadikan barang bukti.

“Para pelaku tidak melakukan aksinya seorang diri. Satu pelaku berperan mengawasi situasi di sekitar dan satunya lagi melakukan aksi pencurian,” katanya.

Dijelaskannya, satu unit mobil yang berhasil dicuri pelaku dijual seharga Rp 7,5 juta ke wilayah Tasikmalaya. Sementara untuk sepeda motor dijual pelaku ke wilayah selatan Garut.

“Lokasi parkir di RSUD dr Slamet juga sering menjadi incaran para pelaku. Mereka sudah profesional dalam melakukan aksinya,” ucapnya.

Hairullah mengaku para pelaku yang diamankan tersebut dibekuk sejak bulan Januari. Pihaknya pun kini masih melakukan penyelidikan terhadap sejumlah kasus kriminalitas di wilayah Garut lainnya. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

 

Lagi, Pelaku Curanmor di Kawasan RSUD dr. Slamet Diciduk Polisi

GARUT, (GE).- Seorang pelaku curanmor (pencurian kendaraan bermotor) berinisial RR (24) warga Kampung Sukapadang Atas, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut berhasil diciduk jajaran satuan Reserse dan Kriminal Polsek Tarogong Kidul, Rabu (1/2/2017) siang.

Tersangka RR terbukti telah melakukan tindak pidana pencurian kendaraan roda dua, yang terjadi pada 26 Januari  lalu dengan lokasi pencurian di lingkungan RSUD dr. Slamet Garut.

“Ya, kami telah menerima laporan dari salah seorang warga, yang berjualan di lingkungan RSUD dr. Slamet Garut, kehilangan sepeda motornya saat di parkir,” ujar Kapolsek Tarogong Kidul,

Dijelaskannya , awalnya pelaku bisa terungkap  setelah polisi mendapatkan informasi dari warga yang melihat sepeda motor milik Eti Rohaeti, warga Kelurahan Sukakarya, yang hilang berada di kediaman pelaku. Setelah melakukan penyelidikan, pihaknya langsung mendatangi tempat tinggal pelaku, ternyata memang benar sepeda motor yang dinyatakan hilang tersebut berada dalam rumah.

” Saat penangkapan pelaku tidak melakukan perlawanan, sehingga dengan mudah diringkus dan digiring ke Mapolsek Tarogong Kidul,” tegasnya.

Berdasarkan pengakuan pelaku, awalnya tidak memiliki niat untuk melakukan aksi pencurian sepeda motor. Namun saat berada di dalam lingkungan RSUD, pelaku melihat kunci kontak masih menempel pada kontak sepeda motor milik seorang pedagang. Dari sana baru muncul niatnya untuk mencuri dan langsung membawa lari.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku baru satu kali melakukan tindak pidana pencurian sepeda motor. Tetapi pihaknya juga saat melakukan penangkapan, menemukan satu unit kendaraan sepeda motor lagi. Diduga sepeda motor yang satunya lagi hasil pencurian.

Guna melakukan penyelidikan, pihaknya terus mengembangkan kasus tindak pidana pencurian bermotor. Saat ini pelaku mendekam dirumah tahanan Mapolsek Tarogong Kidul.

Atas perbuatannya, tersangka RR saat ini masih mendekam di tahanan, polsek Tarogong Kidul untuk proses penyidikan lebih lanjut.  Akibat perbuatannya, tersangka  terancam dengan hukuman kurungan diatas 5 tahun penjara.  (Hakim)***

Editor: Kang Cep.

 

BREAKING NEWS: Dor-dor! Suara Tembakan Peringatan, Kawanan Curanmor di Cibiuk Dilumpuhkan Polisi

GARUT, (GE).- Pelaku Pencuruan Motor (Curanmor), berhasil dibekuk di lokasi kejadian oleh jajaran Polsek Cibiuk. Kendaraan curian kawanan Curan ditabrak oleh kendaraan anggota Polsek Cibiuk saat akan melarikan diri.

“Untung ada anggota Polsek yang mengawasi. Kalau tidak motor milik kepala sekolah yang sedang rapat di Kantor UPT. Pendidikan Cibiuk sudah raib digondol maling,” ujar salah seorang saksi mata, Aan Suryana, saat ditemui “GE” di lokasi kejadian, Selasa (31/7/2017).

Menurut Aan, saat itu dirinya sedang mengikuti jalaannya rapat bersama puluhan kepalaa sekolah lainnya di Kantor UPT. Pendidikan Cibiuk. Peristiwa itu terjadi sekira pukul 10.30 WIB. Tiba-tiba ada ribut-ribut di luar. Saat dirinya ke luar ruangan sudah ada motor tergeletak dan ada orang yang ditangkap.IMG-20170131-WA0019

“Ternyata ada pencuri motor yang sedang diamankan Polisi. Untung saja Polisi bergerak cepat dan bisa menangkao pelaku,” katanya.

Aksi heroik penangkapan kawanan Curanmor di UPT. Cibiuk, Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat, tak lepas dari aksi heroik Kanit Intel Polsek Cibiuk, Ipda. Iwan Kurniawan. Saat itu ia akan berangkat ke kantornya yang tak jauh dari tempat kejadian. Namun saat di perjalanan ia melihat gelagat mencurigakan.IMG-20170131-WA0018

Lalu, kata Iwan, ia mengamati gerak gerik kedua pelaku. Saat itu ia tak langsung melakukan penangkapan.

Sebelum melakukan penyergapan Iwan mengaku balik dulu ke kantor untuk memberitahu anggota yang lain. Saat balik ke TKP motor sudah dalam keadaan menyala.

Saat akan ditangkap, kedua pelaku sempat melakukan perlawanan dengan cara menabrakkan motornya ke anggota yang datang ke TKP. Namun usaha pelaku gagal.

Bahkan pelaku juga sempat akan melarikan diri. Namun karena anggota mengeluarkan senjata dan meletuskan tembakan peringatan kedua pelaku pencurianpun menyerahkan diri.

Kini kedua pelaku berinisial M (20) dan R (21) harus berurusan dengan Polisi. Bahkan sebelumnya tersangka sempat akan dihakimi massa. Namun lagi-lagi anggota Polsek Cibiuk mampu menenangkan suasana. (TAF Senopati)***

Siapa Tahu Kendaraan Anda Ada, Berikut Nomor Mesin Kendaraan yang Berhasil Diamankan Polres Garut dari Hasil Penangkapan Curanmor

GARUT, (GE).- Diberitakan sebelumnya, Satresmob Polres Garut baru baru ini berhasil menciduk tiga orang anggota komplotan pencuri kendaraan bermotor (curanmor). Komplotan curanmor yang berhasil dibekuk ini diketahui kerap melakuka aksinya di kawasan perkotaan.

Kasubag Humas Polres Garut, AKP Ridwan Tampubolon, mengungkapkan, komplotan curanmor yang diciduk ini diantaranya berinisial AS (24) warga Tarogong Kaler, M (20) warga Cisompet, dan AGS (24) warga Rancaekek Kabupaten Bandung.

“Ya, ada pengungkapan komplotan curanmor oleh Satresmob Polres Garut baru-baru ini. Ada tiga orang anggota komplotan yang berhasil kita tangkap dan saat ini sudah diamankan di Mapolres,” jelasnya, Ahad (18/12/2016).

Berikut identitas kendaraan yang berhasil diamankan jajaran Polres Garut. Bagi Anda yang merasa kehilangan kendaraan silahkan melakukan pengecekan dengan membawa kelengkapan surat-surat kendaraan.

Dua Unit mobil Pick up suzuku future :
1. Suzuki futura warna hitam
Nosin : G15AID1037846
Noka :
MHYESL415FJ7508638
2. Suzuki futura warna hitam
Nosin : G15AID1048541
Noka :
MHYESL415GJ7614148

Dan sepuluh unit kendaraan R2 yg terdiri dari :

1. Honda supra X 125 hitam
Sin : JB91E2971887
Noka :
MH1JB9125CK984851
2. Honda blade hitam
Sin : JBH1E1380968
Noka :
MHIJBH114DK387533
3. Honda supra X 125
Sin : JB81E1337573
Noka :
MHIJB81128K340958
4. Honda beat hitam
Sin : JFP1E1337573
Noka :
MH1JFP11XEK457568
5. Honda verza hitam
Sin : KC51E1037732
Noka :
MH1KC5113EK037327
6. Suzuki satrya FU merah
Sin, : G4201D69419
Noka :
MH8BG41CABJ633422
7. Yamaha Vega ZR hitam
Sin : 5D9033654
Noka :
MH35D90019J033577
8. Honda beat hijau
Sin : JF51E1407806
Noka :
MH1JF511XAK403295
9. Honda beat biru putih
Sin : JFP1E2371184
Noka :
MH1JFP122GK398929
10. Honda beat merah
JM11E1059810
Noka :
MH1JM1110GK061718

Komplotan Curanmor Diciduk, Puluhan Unit Ranmor Berhasil Diamankan

GARUT, (GE).- Satresmob Polres Garut baru baru ini berhasil menciduk tiga orang anggota komplotan pencuri kendaraan bermotor (curanmor). Komplotan curanmor yang berhasil dibekuk ini diketahui kerap melakuka aksinya di kawasan perkotaan.

Kasubag Humas Polres Garut, AKP Ridwan Tampubolon, mengungkapkan, komplotan curanmor yang diciduk ini diantaranya berinisial AS (24) warga Tarogong Kaler, M (20) warga Cisompet, dan AGS (24) warga Rancaekek Kabupaten Bandung.

“Ya, ada pengungkapan komplotan curanmor oleh Satresmob Polres Garut baru-baru ini. Ada tiga orang anggota komplotan yang berhasil kita tangkap dan saat ini sudah diamankan di Mapolres,” jelasnya, Ahad (18/12/2016).

Dijelaskannya, komplotan tersebut selama ini kerap melakukan aksinya sehingga meresahkan warga. Adapun modus yang mereka lakukan adalah dengan meminjam kendaraan milik korban. Berdasarkan hasil pemeriksaan petugas, tutur Ridwan, kendaraan hasil curian mereka kebanyakan dijual ke kawasan selatan Garut. Kawasan selatan selama ini memang sering digunakan tempat penjualan motor-motor hasil curian karena dianggap aman.

“Awalnya, tersangka meminjam sepeda motor milik salah seorang temannya di kawasan Terminal Guntur. Setelah beberapa hari, ternyata sepeda motor tersebut tidak juga dikembalikan sehingga korban memutuskan untuk laporan ke Polres Garut yang akhirnya berhasil menangkap AS dan dua anggota komplotan lainnya,” katanya.

Dikatakannya, petugas terus mengorek keterangan dari para tersangka yang berhasil diamankan hingga akhirnya diperoleh pengakuan. Para tersangka juga mengaku motor hasil curiannya tersebut kebanyakan dijual ke wilayah selatan Garut, terutama kawasan Cisompet.

“Motor-motor hasil curian komplotan curanmor ini kebanyakan dijual ke daerah Garut selatan terutama Cisompet. Satu unit sepeda motor hasil curian tersebut rata-rata mereka jual dengan harga Rp 2,5 juta,” tandasnya.

Masih menurut Ridwan, selain mengamankan tiga pelaku, polisi saat ini tengah mengejar seorang tersangka lainnya berinisl D yang diduga berperan sebagai penadah. Sepeda motor hasil curian ketiga tersangka yang berhasil diamankan, diketahui kemudian dijual kepada tersangka D. Oleh tersangka D, kemudian motor-motor hasil curian itu kemudian kembali di jual ke warga.

“Ada sepuluh unit sepeda motor yang diduga hasil curian anggota komplotan tersebut yang telah berhasil kita amankan. Sepuluh unit motor tersebut disita dari warga yang sebelumnya membelinya dari tersangka D yang saat ini masih buron,” katanya.

Selain sepuluh unit sepeda motor, tambah Ridwan, petugas juga mengamankan barang bukti lainnya berupa dua unit mobil pick up yang juga diduga ada kaitannya dengan aksi kejahatan komplotan ini. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.