Tanah Bergerak, Kampung Loasari Cisurupan Tertimbun Longsor

GARUT,(GE).- Timbunan maetrial longsor tiba-tiba menerjang Kampung Loasari, Desa Tambak Jaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Selasa (26/7/) malam. Akibat timbunan longsor ini rumah warga beserta kandang ayam mengalami kerusakan cukup serius..

“Kemungkinan longsor ini akibat pergerakan tanah. Memang dibawah tanaha di sini ada aliran airnya,” tutur Kepolsek Cisurupan, AKP Surya Effendi, Kamis (27/7/17).

Dijelaskannya, longsor yang terjadi kawasan tersebut sebelumnya sama sekali tidak terjadi hujan. Beruntung tidak sampai ada korban jiwa akibat longsr ini, hanya menelan kerugian materi saja.

“Tidak ada korban jiwa. Saat kejadian, kebetulan pemilik peternakan tidak sedang beraktivitas,” ungkapnya.

Dampak dari adanya pergerakan tanah ini, permukaan tanah yanga ada di lokasi tersebut menjadi anjlok kurang lebih lima meter. Adanya kejadian ini membuat warga sekitar khawatir akan terjadninya longsor susulan. (Tim GE)***

MA Plus Al-Islam Konsisten Cetak Pelajar Prestatif, Kualitas Lulusannya Sebanding dengan Sarjana

GARUT, (GE).- Meskipun berada di daerah pelosok, Madrasah Aliyah Plus Al-Islam selalu menorehkan banyak prestasi. Sekolah yang beralamat di Kampung Pasirjeungjing, Desa Simpangsari, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut itu setiap tahunnya meluluskan siswa-siswi berprestasi yang mendapatkan beasiswa di berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta.

Tahun ini tercatat ada 23 alumni yang mendapatkan beasiswa, 16 orang diantaranya mendapatkan beasiswa program Bidikmisi ke Universitas Islam Negeri Bandung (UIN Bandung) dan UIN Yogyakarta juga perguruan negeri swasta.

Ahmad Supratman, yang meripakan staf kesiswaan, mengatakan MA Plus Al-Islam dalam kurikulumnya tetap mengutamakan pendidikan kepesantrenan, dan nilai-nilai keagaamaan. Hal tersebut yang menjadi salah satu resep rahasia setiap siswanya selalu berprestasi.

“IPA ya fokus di IPA, begitu juga IPS. Tetapi tetap ilmu kepesantrenan itu diberikan porsi yang sama. Meskipun sekolah ini berada di kampung, tapi minat setiap pelajarnya tinggi terhadap perkuliahan. Ya, meskipun di kampung tidak merasa kampungan, meskipun sunyi tetap saja berbunyi. Buktinya setiap kali ada perlombaan-perlombaan, siswa-siswi kami selalu eksis dan unggul,” ungkapnya, Ahad (14/05/2017).

Disamping kerap berprestasi, Ahmad menyebut setiap siswa yang baru saja lulus biasanya banyak diminta oleh sekolah-sekolah di luar daerah untuk dijadikan sebagai staf pengajar.

“Ya, mungkin karena kualitasnya yang sebanding dengan sarjana, juga lebih diunggulkan dengan kepesantrenan nya,” jelasnya.

Ahmad menyebut sekolah MA Plus Al-Islam sebagai sekolah dengan SPP murah, hanya Rp 50.000 sampai Rp 75.000 per bulannya. MA Plus Al-Islam juga setiap tahunnya mengagendakan ujian pengabdian masyarakat di kabupaten lain. Ujian pengabdian ini disiapkan pengelola sekolah sebagai bekal para siswa untuk menghadapi kehidupan bermasyarakat kelak. (Sidqi Al Ghifari/GE)***

Editor: Kang Cep.

Lomba Baca Puisi di Kaki Gunung Papandayan?

SENIN (27/3) pagi, suasana SMK Nurul Muttaqien Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, tampak agak berbeda. Pagi itu, sekolah yang terletak di kaki Gunung Papandayan tersebut, dikunjungi banyak anak sekolah berseragam putih biru. Ternyata, kedatangan para siswa SMP/MTs itu bukan untuk mendaftar menjadi siswa baru SMK Nurul Muttaqien, melainkan mengikuti Lomba Baca Puisi tingkat SMP/MTs dan Sederajat se-Kabupaten Garut. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Mini Sanggar Creative (MSC), sebuah wadah kegiatan ekstrakurikuler di SMK Nurul Muttaqien.

Dalam sambutan pembukaan lomba, Kepala SMK Nurul Muttaqien, H. Erus Iskandar, S.Ag, MM, mengharapkan lahirnya generasi-generasi pecinta sastra yang berprestasi sebagai penerus estafet sejarah kesusateraan Indonesia.

Kegiatan ini diikuti sebanyak  50 orang peserta. Mereka berasal dari SMP, MTs dan sekolah sederajat se-kabupaten Garut. Kelimapuluh peserta, dipersilahkan untuk memilih puisi yang disediakan panitia, dan membacakannya di hadapan dewan juri yang terdiri dari Saeful Anwar, Yayan Mulyana, dan Inda Nugraha Hidayat. Ketiganya merupakan praktisi seni sastra dan teater di Garut.

Adapun puisi-puisi yang disediakan panitia antara lain : Jangan Takut Ibu (W.S. Rendra), Sajak Rajawali (W.S. Rendra), Puisi Ibu (Chairil Anwar), Krawang Bekasi (Charil Anwar). Ada juga Tanah Air Mata (Sutardji Calzoum Bachri), Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini (Taufik Ismail), Membaca Tanda-tanda (Taufik Ismail), Cipasung (Acep Zamzam Noor). Selain itu, Aku Menangis Bersama Rumputan (Acep Zamzam Noor), Pahlawan Tak Dikenal (Toto Sudarto Bachtiar), dan Sajak Tuhan Kita (Inda Nugraha Hidayat).

Dari kelimapuluh peserta, dipilih tiga orang juara dan tiga orang juara harapan. Para juara berhak atas piala tetap, sertifikat kejuaraan, dan uang pembinaan. Sedangkan juara harapan berhak atas piala tetap dan sertifikat kejuaraan.

Kepala SMK Nurul Muttaqien, H. Erus Iskandar, S.Ag, MM.***

Adapun hasil kejuaraan selengkapnya, sebagai berikut : Juara I Hilma Muthia (SMP Plus Nurul Muttaqien Cisurupan), Juara II  Nahda Alifa Zahira Putri (SMPN 1 Cisurupan), Juara III Aditya Nova Ramdani (SMPN 1 Cisurupan). Juara harapan I Amelia Putri (SMPN 1 Cisurupan), Juara Harapan II Intan Rahmawati (SMP Plus Nurul Muttaqien), dan Juara III Pipit Pudiani (SMPN 1 Cikajang).

PEMBINA MSC, Lukman.***

Menurut Lukman, salah seorang guru sekaligus pembina dari MSC, kegiatan yang baru pertama kali dilaksakanan ini, akan diusahakan menjadi agenda tahunan. Bahkan, ke depan, mata lombanya direncanakan akan ditambah. Mungkin dengan lomba cipta puisi, musikalisasi puisi, atau bentuk lomba lainnya. (IENHA)***

Editor : SMS

BREAKING NEWS : Banjir Bandang Kembali Terjang Garut, Dua Desa Terkena Dampak

CISURUPAN, (GE).- Hujan deras yang terus mengguyur sebagian besar wilayah Cisurupan dan sekitar Gunung Papandayan sejak Rabu pagi hingga sore (26/10/2016) mengakibatkan aliran sungai Cile’et meluap hingga ke pemukiman warga. Sebanyak dua desa yaitu Desa Balewangi dan Desa Kramatwangi Kecamatan Cisurupan terkena dampak.

Camat Cisurupan, Dadang Herawan, membenarkan kejadian banjir bandang yang menimpa wilayahnya itu. Menurut pengamatannya, banjir diakibatkan luapan Sungai Cile’et.

“Yang terkena dampak cukup parah yaitu Kampung Cibojong Desa Kramatwangi dan Kampung Ciseupan Desa Balewangi,” kata Dadang saat dihubungi “GE” Rabu (26/10/2016).

Dadang menambahkan, pihaknya tengah berkoordinasi dengan pemerintah setempat bersama unsur Muspika untuk melakukan penanganan darurat. Berdasarkan laporan yang ia terima tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut.

“Kami sedang berkoordinasi dengan kades masing-masing desa. Unsur Muspika juga telah melakukan penanganan darurat dan pendataan kerusakan yang timbul. Sementara itu dari informasi yang kami terima tidak ada korban jiwa, semoga saja tidak ada korban,” harapnya.

Salah seorang warga, Hilman (35) mengatakan meluapnya Sungai Cile’et terjadi sekira pukul 14.00 WIB, warga sempat panik karena besarnya arus air yang mengepung pemukiman.

“Kami sempat panik melihat deras dan besarnya air bah yang masuk ke kampung kami,” tutur Hilman.

Luapan sungai yang membawa material lumpur dan bebatuan dan banyak pula potongan kayu gelondongan yang memenuhi perkampungan hingga badan jalan. Sampai berita ini diturunkan, sebagian warga tengah membersihkan rumah mereka. (Agus Muhram)***

Editor : Farhan SN

Hindari Tabrakan dengan Motor Tak Berlampu, Elf ini Terjun ke Jurang

CISURUPAN, (GE). – Satu unit angkutan umum (Elf) jurusan Garut-Bandung bernasib naas. Elf yang dikemudikan SS (30) Warga Sanding Lebak, Kelurahan Muara Sanding, Kabupaten Garut ini terjun ke jurang dengan kedalaman sekira 10 meter. Kecelakaan tunggal ini terjadi di bilangan Jalan Cipelah, Kampung Andir, Desa Tambak Baya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Sabtu (28/5/2016) malam.

Dari keterangan sopir, kecelakaan ini bermula saat ia menghindari tabrakan dengan pengendara speda motor yang tidak memakai lampu.

“Saya kaget saat itu, mobil yang saya kendarai maksudnya menghindari motor tidak memakai lampu. Motor yang tidak pakailamu itu melaju dari arah Cikajang menuju Garut. Pas di belokan Jalan Cipelah, motor dari arah Cikajang itu mencuri jalan tanpa ada lampu, saya langsung membantingkan setir ke arah lain karena kaget, hingga akhirnya masuk jurang,” ungkap SS.

Kapolsek Cisurupan, AKP. Krisna Irawan, membenarkan adanya kecelakaan ini, dikatakannya, kecelakaan tersebut terjadi sekira pukul 18:30 WIB.

“Ya, kejadian sekitar pukul 18.30 AN. Untuk korban dalam kecelakaan ini kita catat ada 8 penuimpang orang. Empat orang diantaranya menderita luka berat, ke 4 orang pascakejadian langsung dilarikan ke RSUD dr. Dan yang empat orang lagi hanya luka ringan.” Tandasnya.

Ditegaskannya, untuk proses pemeriksaan lebih lanjut, sopir Elf diamankan ke Mapolres Garut. Untuk proses evakuasi kendaraan yang berada dalam jurang, polisi melibatkan dinas terkait untuk membantu mendereknya,” Tandasnya. (Tim GE)***