Pacu Motor Ninja dengan Kecepatan Tinggi, Pemuda Ini Hantam Truk Hingga Tewas

GARUT, (GE).- Kecelakaan lalulintas (lakalantas) kembali terjadi di Garut hingga merenggut korban jiwa. Lakalantas yang melibatkan dua unit motor dan satu truk ini berlangsung sekira pukul 17.30 WIB di kawasan Jalan raya Garut-Bandung, tepatnya di betulan Kampung Cimaragas, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Selasa (3/9/17).

Menurut aparat kepolisian sektor Cilawu Garut, kejadian tragis ini bermula saat speda motor Honda Beat nopol Z 4182 EP yang dikendarai oleh Taufik (18) warga Kampung Muara Hilir, Desa Cinunuk, Kecamatan Wanaraja, Garut yang berboncengan dengan Silvi (14) datang dari arah Garut menuju Tasikmalaya, saat melintas di jalan lurus, hendak berbelok ke kanan datang speda motor Ninja dengan Nopol Z6631DL yang dikemudikan Dedi (21) dengan kecepatan tinggi.

“Kemudian kedua motor bersenggolan, speda motor ninja oleng ke kanan dan menabrak truk double dengan nomopr polisi D9664 AD yang dikemudikan oleh Wandi Sutisna yang datang dari arah berlawanan,” ungkapnya.

Akibat lakalantas ini, Dedi (21) pengendaran speda motor ninja meninggal di tempat kejadian perkara (TKP). Sementara itu pengendara motor honda beat hanya mengalami luka ringan. Korban yang dinyatakan meninggal di tempat tersebut teridentifikasi sebagai warga Kampung Ngamplang, Desa Ngamplang, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut. (ER)***

Editor: Kang Cep.

BREAKING NEWS: Gara-gara Warga Bakar Sampah, Kebun Bambu Milik H. Ujah Hangus Terbakar

GARUT, (GE).- Cuaca panas dalam sebulan terakhir menjadi salah satu pemicu terjadinya kebakaran di beberapa wilayah Kabupaten Garut. Yang terbaru, pada malam ini, sekira pukul 19. 30 WIB, amuk api melalap area perkebunan bambu di Kampung Cimaragas, Desa Ngamplangsari, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Selasa (19/9/17) malam.

Menurut Megi yang merupakan Ketua RW setempat, kebakaran yang menghanguskan perkebunan bambu milik H. Ujah ini bermula sekira pukul 18.00, warag sekitar ada yang membakar sampak di sekitar areakebun bambu. Diduga karena tiupan angin yang kecang serta pepohonan bambu yang kering, api tiba-tiba membesar dan mebakar kebun tebu tersebut.

“Ya, mulanya ada warga yang membakar sampak di sekitar kebun bambu, kemudian api membesar dan merembet ke perkebunan tebu, “ ungkapnya, Selasa (19/9/17).

Khawatir kebakaran merembet ke pemukiman penduduk, warga setampat langsung melaporkan kejadian kebakaran tersebut ke Dinas Pemadam Kebakaran Garut. Selang 30 menit, arnada Damkar tiba di lokasi kejadian dengan menerjunak 3 unit armada pemadam serta satu unit mobil water suply.

Hingga berita ini diturunkan, aparat, muspika bersama warga sekitar bahu membahu memadamkan kobaran api di sekitar kebun bambu milik H. Ujah.  Belum ada laporan korban jiwa akibat peristiwa kebakaran tersebut, hanya saja kerugian materiil ditaksir mencapai jutaan rupiah. (ER)***

 

Tak Hanya di Solo, Ternyata di Garut Juga Ada Kampung Jokowi

GARUT,(GE).- Selama ini sebagai masyarakat mengetahui kampung halaman presiden Jokowi adalah di kota Solo, Jawa Tengah. Namun, belakangan ini salah satu wilayah di Kabupaten Garut “memproklamirkan” salah satu wilayahnya sebagai “Kampoeng Jokowi.

”Belakangan diketahui, Kampoeng Jokowi ini diketahui berada di kawasan Perkebunan Teh PTPN VIII Dayeuh Manggung, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut.

Warga sekitar perkebunan itu menamai kampungnya dengan Kampoeng Jokowi ternyata hanya sebuah singkatan saja untuk sebuah objek wisata baru di kawasan tersebut. Jokowi menurut versi warga kampung tersebut adalah kependekan dari “Jadikan Olehmu Kebun Dayeuh Manggung Menjadi Objek Wisata.”

Selain mengubah nama Kampungnya, warga Kampoeng Jokowi juga menata kampungnya sedemikain rupa. Misalnya berbagai tanaman hias mempercantik setiap rumah, pekarangan serta halaman sempit dengan aneka hiasan yang berbahan barang bekas yang didaur ulang.

Kampoeng Jokowi  yang saat ini memiliki penduduk 90 Kepala Keluarga (KK), berharap menjadi salah satu destinasi wisata yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatwan yang berkunjung ke Garut.

Menurut Asep Jatnika, penggas Kampoeng Jokowi yang juga pejabat administratur di PTPN VIII Nusantara Dayeuh Manggung, Garut, perubahan nama dan tatanan kampung tersebut sudah berjalan selama enam bulan. Sebelum dirubah naman kampung ini bernama Kampung Cipinang.

“Ya, kampung ini pun sama halnya dengan nama jokowi ini, dari bawah merangkak dan menjadi besar dan dikenal di Indonesia. Jadi Jokowi ini keinginan warga di sini mengartikannya itu jadikan, o nya itu olehmu, ka nya itu kebun Dayeuhmanggung, o, w dan i artinya objek wisata indah. Ini karya nyata yang dilakukan warga Kampung Jokowi yang ingin membuktikan dengan kemmpuannya menjadikan kampung jokowi ini menjadi kampung yang lebih indah, dengan kesederhanaan ala kampung dengan modal semangat dan kemampuan untuk menjadikan destinasi wisata,” urainya.

SALAH satu sudut Kampoeng Jokowi tampak asri dengan berbagai tanaman hias di halaman rumah./ foto: Andri/GE.***

Selain menata halaman rumah, warga juga membangun balai pertemuan dengan nama ‘ Balai Pertemuan Jokowi. Sementara itu, beragam lukisan didinding rumah rumah warga pun menegaskan diri sebagi sebuah kampung wisata.

Sejauh ini, sejumah pengunjung cukup tertarik dengan keberadaan “Kampoeng Jokowi,” Para pengunjung yang datang ke kawasan wisata baru tersebut, tampak asyik berswafoto dengan latar belakang perkampungan asri yang penuh warna.

“Kampungnya enak sejuk, banyak lukisan-lukisannya. Bagus buat poto-poto, kalau ke sini (Kampoeng Jokowi” enaknya sama teman atau keluarga soalnya tempatnya cocok buat ber-selfie ria, “ tutur Nadia, sa;ah seorang pengunjung, Minggu (20/8/2017).

Rencananya, warga dan pengelola Kampoeng Jokowi akan terus berhias dan membenahi kampungnya, sehingga lebih menarik wisatwan. Untuk legalitas resmi kawasan tersebut, warga setempat telah mendaftarkan Kampoeng Jokowi ke pihak Pemerintah Daerah Garut. (Andri)***

Editor: Kang Cep.

 

Sambut Fajar Kemerdekaan, Layang-layang Terbang di Atas Kampoeng My Darling

KEMERIAHAN pesta rakyat menyambut HUT RI ke 72 tersaji hampir di seluruh pelosok tanah air. Tak terkecuali di Kabupaten Garut. Untuk perayaan tahun ini (2017), warga sekitar perkebunan Dayeuh Manggung, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut memiliki cara tersendiri untuk menyambut tibanya ‘fajar kemerdekaan.’

Belakangan, di kawasan Perkebunan Dayeuhmanggung ada salah satu kampung unik yang mendadak ‘viral.’ Bagaiamana tidak, kampung tersebut mereka namakan “Kampoeng My Darling.” Sesuai dengan namannya, di perkampung ini suasananya dihias sedemikian rupa sehingga terkesan sebuah kampung asri bernuansa penuh cinta dan kasih sayang. Berbagai tanaman hias dan aneka rupa bunga, menasbihkan bahwa kampung ini adalah Kampoeng My Darling.

Sebagai wujud cinta dan pada “kekasihnya” yakni kemerdekaan, warga di sekitar kawasan ini menggelar sebuah lomba layang-layang hias beraneka rupa. Untuk menegaskan sakralnya menyambut hari lahir kemerdekaan RI yang ke 72, panitia pun membatasi pesertanya, yakni 72 peserta.

Persis di hari peringatan HUT RI ke 72, di atas langit Kampoeng My Darling pun berterbanganlah puluhan layang layang hias aneka corak dan rupa, Kamis (17/8/17). Puluhan peserta berusaha membuay bentuk layangan seindah dan semenarik mungkin, mulai dari loga stasiun TV, pesawat, perahu, kelelawar dan logo Kampoeng My Darling, tentunya.

Kegiatan bernuansa Agustusan ini, menurut Asep Budi Jatnika, salah seorang panitia penyelenggara merupakan ivent yang digagas pihak Perkebunan Dayeuhmanggung dengan melibatkan warga sekitar. Antusiasme warga tampak, sejak peserta bersiap menerbangkan layang-layang hasil kreasinya masing-masing.

“Ya, lomba layang-layang hias ini digagas pihak perkebunan. Alhamdulillah, warga sangat antusias dengan berbagai macam bentuk walaupun dengan kondisi angin yang kurang menguntungkan masih banyak yang belum naik, ada kapal pinisi, ya macem-macem lah, ini spesial tahun 2017,” ungkapnya.

Sementara itu Saiful, salah seorang peserta dalam gelaran ini mengatakan, dirinya butuh waktu sepekan untuk membuat layang layang hias yang diniliannya paling unik dan indah.

“Ini burung belekok, untum membuatnya sekitar satu minggu. Partisipasi saja, kita kan semua warga Indonesia kebetulan momentum terbaik mengenang hari kemerdekaan. Saya bawa empat, satu kelelawar yang sudah terbang kedua burung, ketiga strawberi dengan kelelawar merah,” tuturnya, seraya menunjukan sejumlah layang layang hasil kreasinya. (Andri)***

Editor: Kang Cep.

Longsor Terjang Cilawu, Tiga KK Diungsikan

GARUT,(GE).- Sekira pukul 13.15, WIB, Rabu (1/3/2017) tebing setinggi kurang lebih 20 meter di Kampung Babakan Kawung, Desa Karyamekar, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, ambruk setelah duguyur hujan deras. Longsoran maerial nyaris menimbun rumah warga di sekitar tebing.

Camat Cilawu, Ahmad Mawardi menyebutkan, longsor terjadi saat wilayah Kecamatan Cilawu diguyur hujan lebat.  “Ya, material longsor hampir saja menimpa rumah warga. ” kata Ahmad, Rabu (1/3/2017).

Dijelaskannya, letak rumah warga yang diketahui milik Diah berada tepat di bawah tebing. Sementara rumah warga lainnya bernama Karsono, berada persis di atas tebing yang mengalami longsor.

“Rumah bu Diah hampir tertimbun, sementara rumah pak Karsono di atas tebing juga nyaris tergusur longsoran,” katanya.

Ahmad memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian longsor ini. Pihak Muspika Kecamatan Cilawu, mengungsikan warga yang menghuni dua rumah tersebut.

“Mereka yang dievakuasi ke tempat aman ada tiga KK (kepala keluarga), dengan jumlah jiwa sebanyak 11 orang. Forum Pengurangan Risiko Bencana Desa Karyamekar, BPBD, Muspika Cilawu, dan masyarakat setempat berperan dalam proses evakuasi terhadap warga yang rumahnya hampir diterjang longsor ini,” ungkapnya. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

Rapat Dengar Pendapat DPR RI Komisi IX, Hj. Siti Mufattahah Tampung Aspirasi Warga Cilawu

PANCASILA sebagai dasar dan falsafah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) idealnya menjadi acuan setiap tingkah warga negara. Namun saat ini dalam penyelenggaraan negara terkesan telah ditinggalkan .

Demikian disampaikan Ketua, Muhammad Budi Nur Isnaeni, saat membuka kegiatan Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait empat pilar kebangsaan. Kamis, (23 /02/2017).

Acara yang digelar di kawasan Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut ini dihadiri sejumlah elemen masyarakat sekitar. Dalam acara ini tampak para guru honorer swasta, petani, serta unsur pemerintah Desa yang tergabung dalam Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI) se Kecamatan Cilawu.

“Tak sedikit dari perilaku masyarakat sekarang yang tidak mencerminkan pribadinya. Khususnya sebagai warga negara Indonesia yang berasaskan Pancasila.” Tutur Muhammad Budi.

Ketua Yayasan Setia Bhakti, secara khusus menyampaikan apresiasi dan terimakasihnya kepada Hj. Siti Mufattahah PSi, MBA Anggota Komisi IX DPR /MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat.

“Saya sampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Ibu (Hj. Siti Mufattahah/ red.) yang untuk kali keduanya hadir di Yayasan Setia Bhakti. Kami berharap kepada Ibu Hajjah tidak bosan datang ke Yasebha.” Harapnya.

Dalam rapat dengar pendapat ini bermunculan pertanyan-pertanyaan mendasar terkait Empat pilar kebangsaan. Selain itu harapan dan aspirasipun peserta yang hadir menyampaikan berbagai harapan dan aspirasinya.

Menanggapi berbagai pertanyaan dan aspirasi melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP), Hj.Siti Mufattahah, menjelaskannya secara detail dan terstruktur.

“Pancasila adalah bagian dari sendi kehidupan yang sangat fundamental. Pancasila bagian yang tidak terpisahkan dari Empat Pilar Kebagsaan. Jadi harus benar-benar diamalkan oleh seluruh warga masyarakat. Empat pilar kebangsaan sebagai penyangga kehidupan berbangsa dan bernegara meliputi, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia.” Urainya.

Dijelaskannya, pemahaman mengenai Pancasila pada masyarakat dipengaruhi banyak hal, misalnya menurunnya sosialisasi nilai-nilai Pancasila dalam masyarakat, pendidikan masyarakat, sikap apatisme, berkembangnya hedonisme dan materalisme, merupakan faktor-faktor yang menyebabkan masyarakat meninggalkan nilai-nilai luhur Pancasila.

“Masyarakat adalah kumpulan individu yang terdiri dari berbagai kepribadian yang berbeda-beda. Jadi pemahaman masyarakat mengenai Pancasila juga berbeda-beda. Dalam hal ini pemerintah memiliki peran yang sangat penting untuk membantu masyarakat dalam memahami Pancasila. Termasuk saya, sebagai wakil rakyat yang ada di parlemen.” Jelasnya. (TAF Senopati/ Adv.) ***

Editor: Kang Cep.

Hj. Siti Mufattahah: Empat Pilar Kebangsaan Bukan Sekedar Slogan dan Jargon Politik

GARUT, (GE). – Baru-baru ini antusiasme peserta sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan tampak di Aula Yayasan Setia Bhakti ( Yasebha) Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Rabu (23/02/2017). Dalam sosialisasi kali ini Hj.Siti Mufattahah, Psi.,MBA., yang merupakan anggota DPR/MPR RI Komisi IX dari Fraksi Partai Demokrat, Daerah Pemilihan Jabar XI.

Hj. Siti Mufattahah, dalam pemaparannya menyampaikan poin poin penting Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi pengamalan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika .

Sementara itu, peserta sosialisasi yang hadir dalam kesempatan ini terdiri dari berbagai element masyarakat. Gelaran acara ini juga berkat kerjasama apik Yayasan Setia Bhakti Cilawu bersama himpunan guru guru swasta dibawah DPC FAGAR Kecamatan Cilawu .

Dudi Iskandar, Ketua DPC FAGAR Cilawu, sekaligus peserta aksi dalam acara ini mengaku bangga, bisa bersua dengan wakil rakyat yang satu ini.

“Tentunya bangga, kami bisa bersua dengan Ibu (Siti Mufattahah/ red.). Sebenarnya bagi masyarakat Garut, Hj.Siti mufattahah sudah tidak asing. Soalnya, Ibu itu selalu tampil terdepan, konsiten, disiplin, dan respon nya luar biasa dalam setiap menghadapi persoalan warga di dapilnya. Mobilitas Hj.Siti Mufattahah sangat tinggi dimanapun dan kapanpun bagi warga dapilnya.” Ungkapnya.

Sementara itu, dalam pemaparan materinya, Hj. Siti Mufattahah mengatakan, bahwa saat ini tidak sedikit masyarakat yang beranggapan bahwa sosialisasi empat pilar sekedar slogan-slogan.

“Dalam menghadapi era globalisasi seperti sekarang , bahkan ada juga yang beranggapan empat pilar itu hanya jargon politik. Karena itu, diperlukan landasan rill dan konkrit yang dapat dimanfaatkan masyarakat melalui pemahaman yang benar.” Tandasnya.

Ketua panitia, sekaligus Ketua Yayasan Yasebha, Muhamad Budi Nur Isnaeni , mengapresiasi sosialisasi ini. Terlebih disampaikan kepada jajaran guru guru swasta dan juga pada masyarakat luas di Kecamatan Cilawu.

“Tentunya kami mengapresiasi acara ini. Peserta yang hadir bukan saja dari kalangan guru swasta. Ada juga dari kalanagan petani, para kepala desa dan para pedagang pasar se Kecamatan Cilawu.” Katanya.

Ditambahkannya, dengan memahami empat pilar kebangsaan ini, para guru sebagai pendidik akan mudah menyampaikan kembali materi empat pilar kebangsaan kepada masyarakat luas. Terutama kepada anak-anak didik mereka.

“Kegiatan ini sangat positif, terkhusus bagi guru sebagai penyampai pengetahuan kepada para siswa. Pemahaman emapat pilar akan lebih mudah dicerna oleh masyarakat. ” Ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Hj.Siti Mufattahah menegaskan, bahwa sosialisasi empat pilar kebangsaan tidak bisa dilakukan melalui doktrin atau pemaksaan. Tetapi harus dengan kesadaran.

“ Untuk itu perlu dipahami secara memadai makna empat pilar tersebut. Sehingga kita dapat memberikan penilaian secara tepat, arif dan bijaksana. Menempatkannya secara akurat dan proporsional dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.” Tandasnya.

Ia mencontohkan , seorang guru sangat memiliki peran sentral dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu selayaknyalah pendidik lebih memahami makna empat pilar kebangsaan .

“Pilar bagi suatu negara-bangsa berupa sistem keyakinan atau belief system. Atau philosophische grondslag, yang berisi konsep, prinsip dan nilai yang dianut oleh rakyat negara-bangsa yang bersangkutan. Itu semua diyakini memiliki kekuatan untuk dipergunakan sebagai landasan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.” Jelasnya. (TAF Senopati/ Adv.) ***

Editor: Kang Cep.

Tak Miliki Lubang Anus, Bocah Ini Butuh Bantuan untuk Berobat

GARUT, (GE). – Nasib malang menimpa bocah Rizki berusia 2 tahun warga Kampung Batususun RT. 8 RW. 8 Desa Sukahati, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat yang harus menahan rasa sakit terus menerus saat hendak buang air besar karena Rizki terlahir tanpa lubang anus.

Kini anak dari pasangan Wawan (45) dan Omih (36) ini sehari harinya tidak mau lepas dari pangkuan ibunya terutama saat hendak buang air besar ia selalu rewel karena ia harus buang air besar melalui lubang diperutnya.

“Sekarang Rizki masih menjalani berobat jalan di RS Santosa Bandung rencananya akan di operasi menggunakan kartu PPJS,” Kata Omih, ibu kandung Rizki, saat ditemui di rumahnya Jumat (6/1/2016).

Menurut Omih proses kelahiran Rizki saat itu berlangsung normal seperti kebanyakan bayi lainnya bisa buang air normal.

“Awalnya normal-normal saja, tapi setelah usia dua puluh hari sejak dilahirkan Rizki mendadak tak bisa buang air besar sehingga perunya kembung dan muntah muntah setelah diperiksakan ternyata ia mengalami kelainan tidak memiliki lubang anus,”Ungkapnya.

Diakuinya, Rizki pernah di rawat di RSUD dr. Slamet Garut selama empat belas hari, tapi hasilnya Rizki harus dirujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung. Pihak RSUD dr. Slamet beralasan tidak ada alat untuk melakukan operasi.

“Akhirnya Rizki saya bawa ke RS Santosa Bandung karena bisa memakai kartu PPJS untuk biaya perawatannya dan berlangsung selama 16 hari, sampai sekarang menjalani berobat jalan,” tuturnya, seraya menyeka air matanya.

Meski berobat di RS Santosa Bandung tidak memakai biaya karena ditanggung BPJS, tetapi untuk keperluan lainnya kesulitan. Terlebih saat menunggu di Rumah Sakit selama Rizki di rawat, harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Rizki juga memerlukan makanan makanan tambahan lainnya.

Ayah kandung Rizki yang bekarja serabutan, sesekali bekerja sebagai buruh tani kini mengaku sudah tidak sanggup lagi memenuhi kebutuhan biaya selama perawatan anaknya tersebut.

“Suami saya hanya kuli, buruh tani dengan penghasilan yang tidak jelas. Kalau ada yang menyuruh kalau tak ada yang menyuruh kerja terpaksa hany bisa pasrah,” ucap Omih, lirih.

Omih bersama suaminya kini hanya bisa pasrah, Ia berharap ada dermawan yang bersedia mengulurkan tangannya guna membantu menyelesaikan perawatan Rizki hingga selesai operasi pembuatan lubang anusnya.

“Mudah-mudahan saja ada dermawan yang mau membantu pengobatan anak saya sampai upaya operasi pembuatan lubang anusnya berhasil dilakukan tim dokter di RS Santosa Bandung,” imbuhnya.

Omih juga mempersilahkan bagi siapapun yang hendak membantu keperluan biaya pengobatan Rizki dapat menghubungi langsung atau konfirmasi melalui No Hp 082118553676 atas nama Mimin. (Kus Kuswara)***

Editor: Kang Cep.

Setelah Empat Bulan Lamanya, Aksi Penculikan yang Dilakukan Pasutri Ini Akhirnya Terbongkar

GARUT, (GE).-  Dengan dalih ingin memiliki anak, “DS” dan “OL” pasangan suami istri (pasutri) ini melakukan persekongkolan untuk menculik anak oran lain. Pasutri yang belakangan diketahui warga Kecamatan Cilawu Garut ini melakukan aksinya di wilayah Cimacan, Haur Panggung. “DS” dan “OL” dengan modus memberikan jajan pada anak, berhasil menculik seorang anak berusia 5 tahun yang tengah bermain.

Namun aksi kriminal pasutri ini akhirnya terbongkar polisi, setelah hampir empat bulan lamanya menyimpan anak hasil penculikannya. Menurut Kanit PPA Polres Garut, Aiptu Julius, terbongkarnya kasus ini bermula saat pelaku membawa anak ini jalan jalan. Saat membawa anak keluar itula, pelaku menemui sial, secera kebetulan bertemu petugas.

“Ya, kita (Polisi/red.) berhasil menagkap pelaku saat membawa korban (anak hasilcpenculikan) berjalan-jalan. Sebelumnya kita telah mendapatkan laporan dari oran tua anak ini yang mengaku telah kehilangan anaknya selma empat bulan. Dan kita berhasi menangkapnya,” Ungkap Aiptu Julius, Senin (12/12/2016).

Dijelaskannya, saat diperiksa, pelaku mengaku kerap menganiaya anak ini jika tidak mau disuruh mengerjakan sesuatu. Hal ini dibuktikan dengan beberapa bekas penganiyaan di tubuh korban, misalnya ada luka lebam dan bekas luka bakar sundutan rokok.

“Pelaku berdalih, motif menculik anak berusia lima tahun ini karena ingin memiliki anak, Karena katanya sudah lama tidak memiliki anak,” kata Kanit PPA Polres Garut.

Sementara itu, korban saat ini dalah kondisi shock sehingga harus mendapatkan pemulihan mental melalu therapy trauma healing di salah satu lembaga perlindungan anak.

Akibat perbuatannya ini pelaku “DS” dan “OL” terancam pasal penculikan, dengan ganjaran hukuman maksimal 15 tahun penjara. (Aden)***

Editor: Kang Cep.

Di Rusunawa Ada Dangdutan Diantara Pengungsi Korban Banjir

CILAWU, (GE). – Banyak cara untuk meringankan derita yang membebani jiwa. Hiburan, bagi kebanyakan orang akan menjadi cara yang dipilih agar tak terlalu larut dalam kesedihan. Hal ini tampaknya yang sedang dilakukan para pengungsi korban banjir bandang Cimanuk di Rusunawa, Gandasari, Desa Mangkurakyat, Kecamatan Cilawu, Garut.

Jum’at sore, (30/9/16), usai berkumandang adzan dan menjalankan ibadah sholat ashar, para pengungsi tampak asyik bergoyang dangdut dengan iringan organ tunggal. Lagu lagu populer pun dilantunkan oleh penyanyi dadakan dengan merdunya. Penyanyinyapun diantara para pengungsi juga, tanpa menggunakan panggung pula.

“Yuk, mari.. Yang mau joget,” teriak perempuan usia belasan tahun dengan pakaian seadanya. Tak dinyana, ternyata nyanyinya bagus, suaranya tak kalah baik dari biduan panggung hajatan, yang mampu menggerakkan hati teman teman sesama pengungsi untuk melantai dan bergoyang dengan ceria.

Dari anak anak, remaja hingga bapak bapak dan ibu ibu pun ikut bergoyang ramai ramai bersama para relawan, seakan lupa kegetiran yang menimpa akibat bencana. Seakan lupa, peristiwa banjir bandang yang telah menghanyutkan rumah tinggal berikut isinya.

Seakan hilang bebam derita akibat kehilangan sebagian saudara atau bahkan anggota keluarganya. Seakan lupa bahwa dia sedang berada ditempat mengungsi yang tak pernah dibayangkannya.

Menurut Camat Cilawu, Ahmad Mawardi yang tampak intens mendampingi para pengungsi di wilayahnya ini, meski sekedar acara dadakan, namun dia menilai sebagai ide segar dan kreatif.

“Saya terharu melihat mereka tampak gembira menikmati hiburan. Jauh dibanding kemarin waktu mereka mulai tinggal disini, murung, menangis dan tampak bingung,”ujar Ahmad, diantara para pemgungsi.

Ahmad menambahkan, hiburan tersebut merupakan sumbangan dari relawan yang memang seniman musik yang biasa main dalam berbagai acara hiburan. “Ini murni sumbangan dari mereka untuk menghibur para korban bencana yang kami tampung di rusunawa ini,”imbuhmya.

Dijelaskan Ahmad, korban banjir yang menghuni rusunawa tersebut tercatat sebanyak 371 jiwa dari 95 kk. ” Mereka kami tampung dari beberapa lokasi terdampak bemcana, baik yang dari Lapang Paris, Cimacan, Sindangreret, dan lokasi lain yang datang sendiri dan mengaku menjadi korban banjir bandang Cimanuk, Selasa (20/9/2016) lalu,” kata Ahmad.

Selaku pimpinan wilayah, Ahmad menyatakan akan selalu berupaya semaksimal mungkin membantu melayani mereka, agar mereka merasa nyaman meski dengan kondisi seadanya.

“Dan Alhamdulillah, kepedulian masyarakat sangat tinggi, bantuan datang dari mana mana, sehingga kami tak khawatir dengan kebutuhan logistik untuk mereka,” pungkasnya. (Slamet Timur).***