Hj. Siti Mufattahah jadi Tempat Curhat Warga Garsel Soal BPJS

SELALU berada ditengah warganya adalah hal yang  tidak boleh terlewatkan. Demikian yang kerap dilakukan  politisi senayan yang duduk di Komisi IX DPR RI partai Demokrat ini. Ia adalah Hj. Siti Mufattahah Wanita  energik yang getol menjumpai warganya.

Politisi partai Demokrat satu satunya Anggota DPR RI yang tidak ingin melewatkan waktunya bersama warga didapilnya. Di berbagai kesempatan ia berusaha menyempatkan hadir memenuhi undangan bahkan dengan inisiatifnya  menjumpai konstituan nya.

Tak salah bila sudah dua priode  ia masih dipercaya masyarakat untuk menjadi wakilnya di DPR RI. Kali ini, ia kembali hadir bersama warga Garut Selatan di acara silaturahmi  akbar yang bertempat di Gd. Manggala Wiyata Cikajang beberapa hari yang lalu.

” Bila ada ijin Allah, sehat dan tidak sedang ada agenda di parlement saya ingsa Allah siap hadir memenuhi undangan warga ” kata Hj. Siti Mufattahah kepada GE, Senin,  5 /06/2017.

Dalam silaturahmi kali ini, Hj. Siti Mufattahah kembali memaparkan pentingnya memiliki jaminan sosial kesehatan.

Ia datang ke Cikajang  setelah mendengar berbagai keluhan dan persoalan  terkait pelayanan BPJS didaerah, khususnya di Garut Selatan. Salah satu penanya asal Kecamatan Cigedug Iman,  tidak sedikit puskesmas nakal yang selalu kehabisan Obat-obatan yang ditaggung BPJS. Akibatnya  pasieun hanya membeli Obat sendiri di luaran dengan resep dokter.

Menanggapi itu, Hj. Siti mufattahah menjelaskan  sebenarnya pasieun bisa meminta rujukan obat yang ditanggung BPJS, dan kuitansinya bisa di kembalikan ke Rumah Sakit  atau paskes tersebut.

Persoalan itu, imbuh iman rata rata kecap terjadi di paskes. Persoalan lain lanjut Iman soal pelayanan kaitannya denga prinsip portabilitas. Prinsip portabilitas dalam program JKN/KIS yang berjalan selama ini belum optimal. Padahal prinsip portabilitas setiap peserta dapat menikmati layanan kesehatan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia. Kalaupun seorang peserta pergi ke daerah lain, ia tetap bisa mendapatkan layanan.

Namun, dari sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) yang ditemui ada kebijakan BPJS Kesehatan yang membatasi pelayanan bagi peserta yang berobat di luar faskes tingkat pertama (FKTP) tempat peserta terdaftar.

Peserta bisa mendapat pelayanan di FKTP itu maksimal 3 kali. Ada juga FKTP menolak melayani peserta dari FKTP wilayah lain dengan alasan mekanisme pembayaran untuk portabilitas belum jelas. Jika tetap ingin dilayani, ia harus menghubungi layanan di daerah asal.

Sementara Hj. Siti Mufattahah menambahkan DJSN  telah merekomenfasikan hasil temuannya terkait prinsip portabilitas itu, yakni  pembatasan pelayanan sebanyak 3 kali itu ditujukan kepada peserta yang terdaftar di faskes yang masih dalam satu kabupaten/kota; menyediakan petugas call center di daerah untuk pelayanan portabilitas; dan  mengembangkan pola pembayaran khusus kepada FKTP yang memberi pelayanan kepada peserta yang berasal dari FKTP daerah lain.

Diakhir kegiatan Hj. Siti Mufattahah memberikan cindramata kepada seluruh peaerta yang hadir. (TAF Senopati/Adv.)***

Hj. Siti Mufattahah Sosialisasikan JKN di Cikajang

GARUT,(GE),-  ” Sosialisasi jaminan kesehatan nasional ( JKN ) , serta BPJS dipandang sangat penting , agar program tersebut bisa berhasil dan dirasakan masyarakat luas,”  ujar Hj. Siti Mufattahah Psi., M.B.A.  Anggota DPR RI Komisi IX Dapir Jabar XI Garut Kab Kota Tasikmalaya dari praksi Partai Demokrat pada GE, Senin 05 /06 2017 di gedung Wiyata Mandala Cikajang.

Dikatakannya sosialisasi seharusnya harus dilakukan sampai ke tingkat desa hingga RT/RW.  Pasalnya Jika ini dilakukan,  tentu kurangnya pemahaman warga masyarakat akan pentingnya manfaat memiliki  Kartu BPJS Kesehatan  akan semakin meningkat.

Lebih Jauh Hj. Siti menjelaskan  jaminan sosial merupakan sistem untuk mewujudkan kesejahteraan dan memberikan rasa aman sepanjang hidup. Makna kesejahteraan adalah untuk adanya pendapatan yang dapat membiayai hidup ketika seseorang sedang mengalami risiko. Misalnya sakit berat dan kronis.

Peristiwa akan membawa dampak atau pengaruh terhadap kondisi keuangan bahkan kehilangan pendapatan keluarga.  Disini negara hadir untuk menjamin agar rakyatnya memperoleh kesejahteran sosial dengan memulihkan kesehatannya ketika sakit.

Jaminan sosial bukan asuransi karena di Indonesia pelaksanan Jaminan sosial adalah BPJS Kesehatan. Pendiriannya berdasarkan Undang-undang, dimana mengikat semua warga untuk mematuhinya.

Demikian disampaikan Hj. Siti Mufattahah dihadapan ratusan warga Garut  khususnya warga, Kecamatan Cisurupan, Cikajang, Cigedug bahkan ada yang datang dari Kecamatan Karangpawitan dan Kecamatan Cilawu.

Dalam kegiatan itu, Fagar  Kecamatan Cikajang Kabupaten Garut bekerjasama dengan kantor cabang  BPJS Kabupaten Tasikmalaya mendatangkan nara suber Hj. Siti Mufattahah . Anggota DPR RI dari komisi IX  Praksi partai Demokrat Daerah pemilihan ( dapil ) Jabar XI .

Sementara itu, ketua panitia pelaksana Adeng Sukmana menjelaskan  di Cikajang sendiri  masih banyak warga yang  belum mengikuti  program JKN , atau menjadi peserta BPJS. Karena itu ia  bertrimakasih Ibu Hj. Siti Mufattahah  yang telah memberikan penyegaran dan pahaman terkait manfaat memiliki BPJS kepada warga Cikajang dan sekitarnya.  (TAF Senopati/ Adv.) ***

BREAKING NEWS: Diduga Jadi Korban Perampokan, Seorang Nenek Ditemukan Tak Bernyawa dengan Luka di Lehernya

GARUT, (GE).- Kembali terjadi di Garut, Eti (70) seorang  perempuan renta ditemukan sudah tak bernyawa di rumahnya. Eti yang merupakan warga Kampung Kebon Jeruk, Desa Pasar Wetan, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, ditemukan sudah meninggal dunia di rumahnya dengan kondisi luka memar di bagian leher, Kamius (13/04/2017).

“Ya, korban bernama Eti berusia 70 tahun ditemukan sudah meninggal di rumahnya. Saat ditemukan jasad korban dalam kondisi terlentang di kamarnya. Korban mengalami luka memar dibagian leher,”  ungkap Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Hairullah, Kamis (13/4/2017)

Menurut Haerullah,  beberapa barang dan perhiasan milik korban yang disimpan dalam tas, hilang setelah kejadian berlangsung. Namun polisi tidak menemukan indikasi pencurian karena rumah korban dalam keadaan tertutup rapih.

“Masih dalam penyelidikan, unsur perampokan belum ditemukan karena tidak ada tanda-tanda apapun dirumah korban. Hanya saja menurut keterangan keluarga ada beberapa barang korban hilang,” katanya.

Untuk keperluan identifikasi, jasad korban dilarikan ke RSUD dr. Slamet Garut untuk dilakukan autopsi. Polisi sendiri hingga saat ini masih melakukan pengejaran terhadap tersangka yang diduga berjumlah lebih dari satu orang. (Memphis)***

Editor: Kang Cep.

 

Pemkab Garut Berharap Reaktivasi Jalur Kereta Api Cibatu-Garut-Cikajang bisa Segera Diwujudkan

GARUT, (GE).- Rencana reaktivasi jalur kereta api jurusan Cibatu-Garut-Cikajang oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI), hingga kini belum ada kejelasan. Namun demikian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, Jawa Barat, berharap reaktivasi jalur kereta api tersebut bisa terwujud.

“Sebagian warga sangat menanti. Tapi sebagian lagi juga ingin kepastian karena rumahnya atau lahan sawahnya berdiri di atas tanah PT KAI,” ujar Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman, di Hotel Sumber Alam, Cipanas, Rabu (22/3/17).

Ia juga mengaku kurang mengetahui skema yang harus dilakukan Pemkab jika ingin mengaktifkan jalur yang telah berhenti pada tahun 1982 itu. Helmi juga baru tahu jika Pemkab yang harus usulkan.

“Sampai 2018 saja belum ada kegiatan lagi untuk aktivasi ini,” katanya.

Lebih jauh Helmi mengatakan, warga Garut sangat antusias terhadap rencana aktivasi. Bahkan, dirinya sering mendapatkan pertanyaan dari warga masyarakat yang tempat tinggalnya di atas lahan PT KAI mengenai rencana pengaktifan kembali jalur kereta api tersebut.

“Warga juga ingin menikmati moda transportasi alternatif ini. Jadi kami sangat berharap bisa segera diaktifkan,” ucapnya.

Namun demikian, Helmi mengaku telah menerima dua opsi jika aktivasi dilakukan. Pertama, dengan menggunakan jalur yang lama. Kedua, membuka jalur lama, namun saat memasuki wilayah perkotaan menggunakan jalur baru.

Helmi menilai, kehadiran kereta api akan ikut mendongkrak pertumbuhan ekonomi Garut. Apalagi pertumbuhan ekonomi Garut pada 2015 menjadi yang ketiga terendah di Jawa Barat sebesar 4,2 persen.

“Dengan moda transportasi yang baik, diharapkan akan mengundang banyak investor masuk. Dengan begitu, hasil pertanian dan wisata di Garut akan semakin berkembang,” katanya.

Jika hanya mengandalkan armada angkutan jalan raya, imbuh Helmi, akan sulit mengejar ketertinggalan. Untuk itu, diperlukan moda transportasi alternatif. Dengan kembalinya kereta api di Garut, Helmi menyebut jika julukan Swiss Van Java bisa kembali disandang. Saat pertama kali dibuka pada 1930, julukan tersebut diberikan sejumlah tokoh dunia.

Kasi Kelaikan Jalur Pembangunan Kereta Api Wilayah I Dirjen Perkeretapian Kementerian Perhubungan, Santoso Sinaga, mengungkapkan, jalur yang menjadi prioritas untuk diaktivasi di Jawa Barat, yaitu jalur kereta Rancaekek-Tanjungsari. Sedangkan untuk Cibatu-Garut-Cikajang belum menjadi prioritas meski telah dilakukan studi kelayakan.

“Reaktivasi Cibatu-Garut-Cikajang belum masuk sampai program di 2018. Sedangkan untuk reaktivasi Rancaekek-Tanjungsari tahun lalu sudah diprogramkan. Tinggal menunggu pembebasan lahan dari PT KAI,” ujar Santoso.

Guna reaktivasi jalur kereta Cibatu-Garut-Cikajang, Santoso menyarankan Pemkab dan pemerintah pusat harus duduk bersama. Apalagi belum ada keputusan terkait trase yang akan digunakan.

Berdasarkan kajian dilakukannya, terang Santoso, dana yang dibutuhkan untuk reaktivasi jalur Cibatu-Garut-Cikajang ini membutuhkan Rp 2,3 triliun. Jumlah sebesar itu karena harus memperbaiki rel yang rusak, dan termasuk memperbaiki sejumlah jembatan. (Farhan SN/GE)***

Editor : SMS

Danyonif 303/Kostrad Berikan Penghargaan Kepada Sejumlah Reporter

GARUT, (GE).- Sejumlah reporter (wartawan) dari beberapa media baik cetak maupun elektronik mendapatkan penghargaan dari Batalyon Infanteri (Yonif 303) Kostrad. Penyerahan penghargaan kepada para juru warta yang bertugas di wilayah Garut ini diserahkan oleh eks Komandan Batalyon (Danyon) 303/ Kostrad, Letkol Inf. Fransisco, S.E.

Prosesi penyerahan penghargaan berlangsung saat acara serah terima jabatan (sertijab) Danyonif/SSM Raider, di kawasan Cibuluh, Kecamatan Cikajang, Garut, Selasa (27/12/2017) pagi.

Menurut Danyonif 303, pemberian penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada sejumlah wartawan yang secara intensif mereportase berbagai kegiatan di Yonif 303.

Sedikitnya ada 7 orang reporter/wartawan yang diberi penghargaan, baik cetak, elektronik dan website. Dari ke 7 orang reporter tersebut, Hakim Abdul Ghani yang merupakan reporter Garut Express, menjadi salah satunya yang mendapatkan penghargaan.

“Saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat, para wartawan dan seluruh jajaran pemerintahan Garut. Beberapa tahun kami telah menjalin kerjasama dalam upaya mewujudkan Garut yang aman dan tentram,”tutur Letkol Inf.Fransisco, yang kini dialihtugaskan sebagai Dandim 0621/ Kabupaten Bogor.

Sementara itu Komandan Yonif 303/SSM yang baru, Mayor Inf. Benny Wahyudi mengaku bangga bisa memimpin pasukan Batalyon ini. Ditegaskannya, dirinya akan melanjutkan beberapa program Danyon sebelumnya.

“Alhamdulillah, luar biasa, saya bisa berada disini, saya mengharap kerja sama dari semua pihak untuk membuat Garut ini lebih tentram lagi. Saya juga akan melanjutkan beberapa program Danyonif sebelumnya yang saya rasa sangat bagus.” Tegasnya. (Memphis)***

Editor: Kang Cep.

Kwarnas Gelar Kemah Bakti Pramuka Peduli di Lapangan Mako Yonif 303/Kostrad

GARUT, (GE).- Kwartir Nasional Gerakan Pramuka melalui Bidang Abdimasgana dan Bidang Lingkungan Hidup menggelar Kemah Bakti Pramuka Peduli, (20-23/12/ 2016) di Lapangan Mako Yonif 303/ Raiders Kostrad, Desa/ Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut. Sementara itu, pembukaan Kemah Bakti Pramuka Peduli ini secara resmi telah dibuka hari ini, Rabu (21/12/2016).

Untuk peserta dalam perkemahan ini dari berbagai Kwartir Daerah (Kwarda) di Indonesia yang terdiri dari 4 orang Pramuka Penegak atau Pandega (dua putera dan dua puteri) dan seorang pembina pendamping, syarat lainya adalah berpengalaman mengikuti perkemahan di daerahnya.

Dari laporan Kasrem 062/ Tn Garut, jumlah peserta dalam kegiatan ini mencapai 350 orang perwakilan Pramuka dari seluruh Indonesia. Dalam pembukaan kegiatan ini turut hadir pihak pihak terkait, diantaranya, Drs. Abdul Sobur, S.H., M.M (Wakil Kurwatir Nasional bidang Lingkungan), Letkol Arm Setyo Hani Susanto, S.IP. (Dandim 0611/Garut), Letkol Inf Fransisko (Danyon Raiders Yonif 303/Kostrad), Letkol Inf Subawa (Kaster Korem 062/Tn), H. Delit Suparman (Ketua PP Garut), Asep (Kasi BNN Garut), Muspika Kecamatan Cikajang, serta Muspika Cisurupan.

Usai disampaikan beberapa kata sambutan dari Dandim 0611Garut, Letkol Arm Setyo Hani Susanto S.IP,M.Si., serta Wakil Kawarnas Drs. Abdul Sobur, pembukaan Kemah Bakti Pramuka Peduli ditandai dengan aksi demonstrasi Pramuka dari Saka Wira Kartika Kodim 0611 Garut. Selain itu, sebagai wujud kepedulian Pramuka terhadap kelestarian alam, di hari yang sama juga dilakukan penanaman pohon secara simbolis. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

BKF Bangun Karakter Anak dengan Program “Berdaya Kreatif Camp”

GARUT, (GE).- Salah satu upaya membangun karakter anak selain bisa dilakukan secara formal di kelas, kegiatan outdoor pun bisa lebih efektif untuk membangkitkan mental dan spiritual anak.

Komunitas Creative Village (Desa Kreatif) yang membentuk sebuah yayasan dengan nama Berdaya Kreatif Foundation (BKF), baru baru ini  menggelar program Berdaya Kreatif Camp di Lapangan Yonif 303, Cibuluh, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut selama dua hari, Ahad-Senin (11-12/12/2016).

Menurut panitia BKF, Muhammad Iqbal Mujahid Akbar, selain menyenangkan peserta kemah, kegiatan tersebut diharapkan mampu membangun karakter anak-anak lebih baik.

“Kemah ini untuk bersenang-senang dengan anak-anak, di dalamnya ada fun, games, juga sebagai upaya membangun karakter peserta agar lebih baik, lebih berbakti pada orangtua dan peduli terhadap pendidikan. Karena nanti ada materi dan kegiatan spiritual juga,” ujar Iqbal, saat dijumpai di Sekretariat BKF Jalan KH. Mustafa Kamil No. 900 Tarogong Kidul Garut, Minggu (11/12/ 2016).

Dikatakannya, dalam kegiatan tersebut, basis utamanya menyenangkan peserta yang terdiri dari peserta Sekolah Dasar, SMP dan SMA. Disamping itu, sejumlah peserta mencakup anak-anak yatim dhuafa, anak-anak korban banjir bandang dan peserta dari penerima beasiswa OYOC (One Youth One Child) salah satu program Creative Village. Sedangkan Panitia kegiatan merupakan gabungan dari relawan Creative Village.

Iqbal mengatakan, Berdaya Kreatif Camp merupakan rangkaian dari program BKF yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat. Sebelumnya semua peserta diberikan bimbingan oleh Yayasan Berdaya Kreatif, hingga mengikuti perkemahan ini akan ada tindak lanjut berupa monitoring terhadap perkembangan karakter peserta.

Yayasan yang berdiri April 2016 ini membantu anak-anak dan warga Kabupaten Garut dalam hal ekonomi, sosial dan pendidikan seperti munculnya program Sekolah Hatiku Senang (SHS).

Kiprah BKF dalam kegiatan kemah ini didukung oleh Pemerintah Kabupaten, terlebih sebelumnya telah mendapatkan penghargaan Pemuda Kreatif dari bupati Garut seperti yang tercantum di situs berdayakreatif.org.

“Kegiatan ini didukung oleh Bupati, sehingga mendorong harapan kami agar BKF tidak hanya mampu bergerak di tingkat lokal saja, selanjutnya bisa sampai tingkat regional bahkan nasional.” Pungkas Iqbal yang juga menjabat sebagai ketua Creative Village Pusat. (Rohmah Nashruddin)***

Editor: Kang Cep.

Gara-gara Sering Diurut, Nenek Ini Alami Pembengkakan di Sekujur Tubuhnya

CIKAJANG, (GE).- Nasib mengenaskan dialami seorang nenek bernama Edah (70) warga Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Alih alih mendapatkan kesembuhan dengan cara diurut, perempuan renta ini malah mengalami pembengkakan disekujur tubuhnya. Tampak kini tubuhn Nek Edah lebih mirip penderita penyakit kaki gajah.

Belakang akhirnya nenek ini dbawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Rusmiati, salah seorang anak Nenek Edah mengungkapkan, sebelum diurut, neneknya memang sempat terjatuh dan mengalami patah di bagian kaki sebelah kiri.

Pascakejadian, pihak keluarga pun memutuskan untuk membawanya ke tukang pijat namun setelah beberapa kali di pijat kaki dan tangan sang nenek malah bengkak.

“Iya, ,malah jadi bengkak-bengkak. setelah sekian lama menunggu, namun tak kunjung sembuh, akhirny kita bawa ke rumah sakit.” Ungkap Rusmiati kepada “GE.” Rabu (14/09/2016).

Hingga berita ini diturunkan pihak rumah sakit belum bisa dimintai keterangan. Sementara pihak keluarga Nek Edah tengah dirundung kecemasan menunggu hasil diagnosa pihak rumah sakit. (Hakim AG)***

Memilukan, Janda Renta Ini Tinggal Menyendiri di Rumah yang Hampir Ambruk

CIKAJANG, (GE).-  Siapapun yang melihat tempat tinggal ini bisa dipastikan merasa khawatir. Miris dan memilukan, mungkin kata itu bisa mewakili gambaran kondisi rumah milik Pupu Marpuah (61). Janda dengan usia tak muda lagi ini kini hidup sebatang kara di rumahnya yang hampi roboh. Rumah yang sepertinya lebih pantas disebut gubuk ini berada di Kampung Kupajajar, Desa Mekarsari, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Rumah dengan berbahan kayu dan bilik ini tampak kumuh karena tidak terurus. Bagian atap berlubang-lubang, beberapa tiang penyangga sudah keropos, bahkan ruangan dapur sudah miring hendak roboh.

“Saya sering ketakutan kalau datang hujan, atap pada bocor, tiang-tiang sudah keropos, takutnya roboh. Apalagi kalo mau buang air, saya harus melewati dapur yang sudah miring. Jika diterpa angin rumah ini bergoyang, saya sering ketakutan, takut roboh. Saya hanya bisa pasrah karena tidak mampu memperbaiki rumah ini.” Tuturnya, lirih. Saat dijumpai “GE” belum lama ini.

Diakuinya, ia memiliki dua putri yang sudah berkeluarga. Kedua putinya kini tinggal jauh bersama suaminya di Irian Jaya dan Jawa Timur. Satu tahun yang lalu ia sempat hidup berdua bersama suaminya, persoalan rumah tangga menyebabkan Pupu berpisah dengan suaminya.

Kondisi ini menyebabkan Pupu jauh dari perhatian keluarga terdekatnya. Dengan usiannya yang sudah tidak mungkin lagi bekerja, kini ia hanya hanya bisa bertahan hidup dari belas kasihan tetangga-tetangganya.

“Dengan kondisi Saya yang sudah tua begini, Saya hanya bisa hidup dari belas kasihan tetangga. Saya sangat bersyukur masih bisa tidur di rumah ini, meskipun kondisinya rawan roboh seperti ini,” ungkapnya, seraya menyeka air mata yang meleleh di pipinya yang mulai keriput.

Niknik salah satu tetangga Pupu mengaku merasa kasihan menyaksikan kondisi Pupu yang tinggal sebatang kara di rumahnya yang tak layak huni. Ia berharap ada dermawan yang mau membantu meringankan beban hidup tetangganya.

”Ya kasihan tentunya, takut terjadi apa-apa sama beliau. Hidup sendirian jauh dari perhatian. Saya berharap pemerintah membantu meringankan beban nhidup ibu Pupu. Untuk keperluan sehari-harinya kami para tetangga jika ada rizki hanya bisa membantu untuk sekedar kebutuhan makannya saja,” ungkapnya.

Dengan kondisinya saat ini, Pupu hanya bisa pasrah, shabar dan tawakal. Mau tidak mau ia harus mensyukuri keadaan hidupnya. Namun demikian, ia tetap berharap ada perhatian dari pemerintah. (Sidqi Al Ghifari)***

Diguyur Hujan Deras, Longsor di Kawasan Batu Tumpang Sempat Menutupi Sepertiga Jalan

CIKAJANG,(GE).- Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Garut dan sekitarnya sempat mengakibatkan genagan banjir di beberapa titik kota Garut. Selain itu, tingginya curah hujan ini mengakibatkan terjadinya longsor di kawasan Cikajang, Sabtu (10/09/2016)

Akibat derasnya hujan ini, tebing setinggi 5 meter di perbukitan Batu Tumpang, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat mengalami longsor. Longsoran juga menjatuhkan bongkahan batu berukuran besar dan sempat menutupi sepertiga jalan raya yang menuju kawasan selatan Garut.

Pascakejadian sejumlah petugas dari Dinas Binamarga Provinsi Jawa Barat, berupaya mengevakuasi material longsor dengan cara manual.

Akibat kejadian ini, kendaraan yang melintasi jalan Batu Tumpang harus harus memperlambat laju kendaraannya. Material longsor yang menutupi ruas jalan di kilometer 98, 750 Jalan raya Cikajang – pamengpeuk. Dalam kejadian ini beruntung tidak sampai menelan korban jiwa.

Pihak BPBD Kabupaten Garut, memastikan, akibat kejadian ini tidak berdampak luas. “Kita pastikan, akibat longsor ini tidak berdampak luas, kita bisa tangani segera,” tutur Rakhmat yang merupakan Kabid Darlog BPBD Kabupaten Garut, saat meninjau ke lokasi kejadian, Sabtu (10/09/2016).

Sementara itu, pihak BPBD dan Dinas Binamarga Provinsi Jawa Barat, menghimbau kepada setiap pengguna jalan yang hendak menuju wilayah Garut Selatan untuk ekstra waspada. Seperti diketahui, sebagian besar jalan jalur wilayah selatan Garut memang rawan longsor, terlebih di saat musim hujan. (Hakim AG) ***