Harga Sembako di Garut Relatif Stabil, Namun Daya Beli Masyarakat Rendah

GARUT,(GE).- Menurut Ketua Ikatan Warga Pasar Guntur Ciawitali (IWAPA) Kabupaten Garut, Asep Mithun, saat ini harga kebutuhan komoditas sembako relatif stabil. Bahkan di Pasar Guntur Ciawitali sejumlah komuditas sayuran stoknya cukup melimpah.

“Stok barang berbagai komoditas baik keringan maupun sayuran cukup berlimpah. Namun daya beli masyarakat tampaknya masih rendah sehingga berakibat menurunnya pendapatan bagi para pedagang di Pasar Induk  Guntur Ciawitali Garut,” ujarnya, Rabu (2/11/2017).

Asep menjelaskan,meski harga kebutuhan pokok mengalami fluktuatif dan pasang surut.  Namun tidak begitu berpengaruh terhadap stabilitas perekonomian di lingkungan pasar Guntur Ciawitali. “Harga kebutuhan pokok masyarakat di pasar Cawitali masih sanggup bersaing dengan pasar semi modern atau mini market lainnya,” tandasnya. (Tim GE)***

Terdampak Kemarau, Harga Sejumlah Komoditas Sayuran di Pasar Guntur Naik

GARUT,(GE).- Sejumalah komoditas sayuran terpantau mengalami kenaikan. Naiknya harga sayuran ini ditenggarai dampak dari musim kemarau.Di sisi lain, kenaikan harga sayuran ini menjadikan berkah tersendiri bagi petani.

Dudi (38), salah seorang petani sayuran di kawasan Desa Sukajadi, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut mengaku musim kemarau tahun ini memang berdampak kurang baik bagi tanamannya karena minimnya pasokan air. Namun kenaikan harga sayuran bsa sedikit mengobati.

“Memang pasokan air yanng minim mengganggu tanaman sayuran. Namun kerugian akibat berkurangnya produksi hasil pertanian bisa sedikit terobati dengan naiknya harga sejumlah komoditas sayuran,” ujar Dudi, Rabu (13/9/2017).

Dijelaskannya, komoditas sayuran yang kini harganya mengalami kenaikan diantaranya cabe gepeng, cabe kriting, dan cabe rawit merah.

Diharapkannya, musim kemarau segera berakhir dan berganti dengan musim hujan. Bagaimana pun juga kalau lahan pertanian terus dilanda kekeringan seperti sekarang ini.

“Saat ini kerugian masih sedikit tertolong dengan naiknya harga sejumlah komoditas sayuran. Namun jika kemarau berlangsung lama, kami pun pasti tak akan bisa bertahan. Semoga musim hujan segera tiba,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasubag UPTD Pasar Guntur, Ciawitali, Yayat, mengatakan, selain cabe gepeng, cabe kriting, dan cabe rawit merah, jengkol harga juga naik .

“Sedangkan jengkol, untuk jengkol basah hanya mengalami kenaikan Rp 1 ribu dimana sebelumnya Rp 17 ribu kini menjadi Rp 18 ribu per kg. Sementara jengkol kering dari Rp 17 ribu menjadi Rp 20 ribu per kilo,” jelasnya.

Ditambahkannya, meski harga sejumlah komodoti sayuran mengalami kenaikan akan tetapi untuk ketersediaan stoknya sendiri saat ini masih terbilang aman. Selain itu, mayoritas komoditi sayuran di Pasar Guntur Ciawitali merupakan produk lokal.

“Namun sejumlah kebutuhan pokok lainnya di musim kemarau ini juga ada yang mengalami penurunan seperti harga ikan basah dan daging ayam. (Tim GE)***

Idul Adha Sehari Lagi, Harga Bawang dan Cabai Meroket Hingga 300 %

CIAWITALI,(GE).- Jelang hari raya idul adha 1437 H (2016) sejumlah harga komoditi beberapa sayuran di Pasar Guntur Ciawitali, Garut, Jawa Barat, terpantau mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Bahkan, beberapa jenis sayuran melonjak harganya hingga beberapa kali lipat. Misalnya, bawang merah dan cabai-cabaian per kilogramnya mengalami kenaikan hingga 300 % .

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Garut, Wawan Nurdin, saat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Guntur Ciawitali menemukan penyebab kenaikan sejumlah komoditi sayuran. Untuk komoditi sayuran seperti bawang dan cabai cabaian. Kenaikan hargaya disebabkan di tingkat petani yang diakibatkan serangan hama dan cuaca buruk yang akhrinya menurunkan jumlah pasokan ke pasaran.

“Hal tersebut berdampak terhadap panen petani menjadi berkurang. Sehingga pasokan bawang dan cabai ke pasar tradisional mengalami penurunan.” Kata Wawan.

Dikatakannya, harga cabai merah yang tadinya hanya Rp 15.000,-, saat ini hareganya mencapai Rp 45.000,- per kilogramnnya. Harga cabai kriting sebelumnya Rp 11.000 per kilogram, jelang Idul Adha ini dibanderol Rp 50.000 per kilogramnya.

Menyikapi kenaikan harga sejumlah komoditi sayuna ini, Disperindag berjanji akan segera berkoordinasi dengan Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Kabupaten Garut untuk menanggulangi serangan hama sayuran. Selain komoditi sayuran, harga sejumlah produk sembako di Pasar Guntur Ciawitali Garut relatif stabil. (Hakim AG)***