Seorang Warganya jadi Korban Pantai Cijeruk, Kades Iyeng Bersama Muspika Bertolak ke TKP

GARUT, (GE).- Mendapat kabar salah seorang warganya menjadi korban keganasan ombak pantai Cijeruk, Kades Wanamekar, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, Arrahim Iyeng, bersama Muspika Wanaraja langsung bereaksi untuk menjemput korban ke TKP.

Kades Iyeng bersama rombongan bertolak dari halaman kantor Kecamatan Wanaraja, Selasa (27/6/2017) pagi. Sebelumnya, Camat Wanaraja Drs. Nurodin melakukan koordinasi bersama Muspika Kecamatan Cibalong.

Dari informasi yang berhasil dihimpun  garut express.com, Rizal (15) warga kampung Bojong, Desa Wanamekar, Kecamatan Wanaraja, tercatat sebagai salah seorang korban tenggelam dipantai Cijeruk, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, yang terjadi, Senin (26/6/2017) sekira pukul 16 ’00 WIB.

Hingga Selasa siang ini pencarian terhadap jasad korban masih terus dilakukan pihak Basarnas dibantu keamanan setempat. Kabarnya baru satu orang korban atas nama Nandang warga asal Cisurupan berhasil ditemukan dalam keadaan sudah tak bernyawa. Sedangkan untuk korban atas nama Rizal, hingga kini masih dalam proses pencarian.

Camat Wanaraja Drs. Nurodin, mengatakan, keberangkatan rombongan dari Wanaraja ini merupakan reaksi tanggap darurat yang biasa dilakukan pihaknya setiap dihadapkan pada kondisi urgen. Selain itu, tindakan ini juga sebagai wujud empati terhadap keluarga korban.

“Sejak tadi malam kita lakukan kordinasi dengan Muspika Kecamatan Cibalong. Hasilnya dipastikan salah seorang korbanya sebagai warga kita di sini. Makanya kita lanjut ambil tindakan menjemput korban, meskipun belum ada kabar penemuan terhadap korban. Nanti di sana akan kita tunggu saja sampai ada kabar, baik dari BPBD maupun Basarnas. Kepada keluarga korban, kami dari Muspika bersama pak Kades menyampaikan turut berduka cita, semoga diberi ketaabahan dan korban segera ditemukan” , ungkap Camat usai memimpin doa sebelum keberangkatan.

Sementara Kades Wanamekar, Kang Iyeng mengaku cukup terpukul menerima kabar buruk tersebut. “Ya, kita sekarang berangkat menuju TKP mudah-mudahan korban segera ditemukan. Kita akan bersama keluarga korban disana nanti, semoga mereka diberi kelapangan hati dan Alloh mudahkan upaya pencarianya. Masih ada harapan semoga ada muzijat ,korban ditemukan selamat. Kita doakan saja,” tandasnya. (Doni Melody Surya)***

Editor: Kang Cep.

Camat Wanaraja Akan Kembalikan Akses Jalan Menuju Talaga Bodas Steril dari Sampah

WANARAJA, (GE).- Program “Jumat Bersih” yang telah digulirkan rutin oleh Muspika  Wanaraja beserta elemen peduli lingkungan ternyata belum cukup ampuh untuk merubah perilaku buruk masyarakat yang membuang sampah sembarangan, khususnya di area steril sepanjang trotoar Jalan Talagabodas.

Baru baru ini sejumlah titik di ruas jalan tersebut tepatnya di sebrang SDN Wanamekar 2, banyak gundukan sampah liar seiring berdirinya lokasi pasar darurat. Kondisi ini tentunya mengusik kenyamanan lingkungan sekitar.

Belakangan, kondisi ini menjadi perhatian serius pihak Muspika Kecamatan Wanaraja. Bahkan dalam beberapa malam terakhir pihaknya dibantu satpol PP, keamanan dan tokoh masyarakat mengelar patroli dan pengawasan di lokasi hingga menjelang subuh.

Drs, Nurodin, yang merupakan Camat Wanaraja, menegaskan pihaknya akan mengebalikan lokasi tersebut sebagai area steril.  Terlebih sepanjang jalan  itu merupakan akses menuju kawasan wisata kawah Talagabodas.

Saat ini dititik lokasi gundukan sampah sudah tampak bersih setelah pada gala Jumat bersih kemarin muspika menyewa armada khusus dengan mengangkutnya langsung ke TPS.

” Kita akan tempuh berbagai cara untuk mengembalikan stabilitas kenyamanan di area ini. Volume sampah yang dibuang ditempat ini cukup tinggi sehingga tidak cukup efektif bila kita siasati hanya melalui gerakan Jumat bersih saja . Ada beberapa cara yang akan kita tempuh guna menanamkan perilaku hidup sehat. Disamping sosialisasi, Kita laksanakan patroli malam untuk melakukan pengawasan dan sangsi, namun kita laksanakan melalui pendekatan persuasif,” tutur Nurodin, saat dijumpai “GE” beberapa hari yang lalu, (12/10/2016).

Dirharapkannya, dengan pendekatan tersebut, terwujud perubahan perilaku hidup sehat dan tenggang rasa. Dalam operasi malam tersebut, beberapa pelaku yang membuang sampah sembarangan berhasil dipergoki. Saat itu juga Camat memberikan teguran, dan memperingatkan untuk menghentikan kebiasaan buruknya.

Camat menegaskan, apabila melalui langkah langkah tersebut tidak jua menimbulkan efek jera, maka akan memberlakukan sangsi tegas bagi mereka membandel. Nurodin pun menghimbau agar masyarakat segera melapor bila menemui pelaku buang sampah ditempat steril tersebut.

” Kita sedang rumuskan dan dikoordinasikan dengan pihak terkait agar dibuatkan titik tampung sampah. Akan tetapi kita buat sistem kelolanya dengan benar. Dijaga dan dibuatkan retribusinya akan sirkulasi sampah dari titik tampung ke TPS dapat berjalan cepat dan tidak menggangu kenyamanan. Selama ini kita angkut sampah sampah tersebut dengan biaya sewa truk mencapai Rp 400 ribu, itu untuk sekali biaya angkut.” Ungkapnya.

” Yang lebih penting, mari kita bersama tanamkan rasa memiliki dan cinta terhadap lingkungan. Perilaku toleransi hidup sehat harus selalu dijungjung tinggi. Kita sama-sama jaga dan awasi kawasan steril ini agar tercipta suasana yang bersih, nyaman dan sehat.” Tandasnya. (Doni Melody Surya)***