Ditanya Soal Pencalonan di Pilkada 2018, Jawaban Rektor Uniga Bikin Jleb

GARUT, (GE).- Konstalasi politik jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 terus memanas. Sejumlah nama politisi sudah mulai menyatakan diri maju di ajang pesta demokrasi lima tahunan ini.

Namun satu nama yang saat ini menjadi perhatian banyak orang tertuju pada seorang Rektor Uniga, Dr. H. Abdusy Syakur Amin, M. Eng. Namanya kerap dikaitkan dengan ajang Pilkada pasalnya ia merupakan salah seorang kontestan di Pilkada 2013 yang lalau.

Waktu itu, ia hanya kalah tipis dari pewegang kekuasaan di Kabupaten Garut saat ini. Banyak kalangan yang menilai, kalau Syakur akan kembali maju untuk bertarung di Pilkada 2018.

Ditemui di ruang Rektorat Uniga, Jalan Raya SDamarang, Kecamatan Tarogong Kaler, Garut, Jawa Barat, Syakur Amin, mengaku dirinya siap menjadi salah satu kontestan di ajang Pilkada. Namun tentunya, jika ada Parpol yang mau mengusung dirinya.

Ia mengaku, sampai saat ini sudah ada komunikasi politik dengan beberapa Parpol yang siap mengusung dirinya untuk maju di Pilkada 2018. Syakur menandaskan tak akan tergesa-gesa untuk mengambil langkah. Pasalnya, melangkah di jalur politik tentunya ada beberapa babak yang harus ditempuhnya.

“Jangan tergesa-gesa, semuanya ada babaknya,” ujar Syakur dengan nada mantap, Sabtu (23/7/17).

Syakur menambahkan, dalam Pilkada 2018 nanti tentunya harus menghadirkan para calon yang kompeten. Sehingga masyarakat akan banyak pilihan.

“Semua calon memiliki kelebihan masing-masing. Tinggal masyarakat menentukan mau pemimpin seperti apa untuk Garut ke depan,” pungkasnya. (Farhan SN)***

Rudy Gunawan Tidak Konsisten, Golkar Siapkan Calon Pengganti

GARUT, (GE).- Sikap petahana yang banyak melakukan manuver politik membuat gerah petinggi Partai Golkar yang beberapa waktu sempat mengumumkan mengusung Rudy Gunawan. Tapi sekarang, Ketua DPD Partai Golkar Jabar, Dedi Mulyadi, seolah menarik pernyataannya jika dirinya telah merekomendasikan Rudy Gunawan sebagai calon Bupati Garut yang akan diusung oleh partai beringin itu.

Kekesalan Dedi memang cukup beralasan, pasalnya selain ke Partai Golkar, Rudy pun sempat mengikuti penjaringan di Partai Gerindra. Partai yang mengusung dirinya hingga bisa menjabat menjadi Bupati.

Bahkan ia sempat berucap juga akan mendaftar ke Partai Hanura dan PKB. Namun hingga penutupan pendaftaran di Partai Hanura, tak tercantum nama Rudy.

Sedangkan PKB tak membuka pendaftaran calon. Rudy pun beberapa kali menyebut tetap konsisten untuk maju menggunakan kendaraan Partai Gerindra. Walau belum ada keputusan terkait nama dari partai pimpinan Prabowo Subianto itu.

Seakan menganulir perkataannya, Dedi Mulyadi mengatakan, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Garut, Ade Ginanjar yang sebelumnya tak akan maju dalam Pilkada, kini sudah bersemangat kembali untuk mencalonkan diri. Menurutnya, calon dari internal partai tentunya jadi lebih baik. Pasalnya karakter dan sepak terjangnya sudah diketahui.

“Sampai sekarang belum ada rekomendasi. Jadi segala kemungkinan masih bisa terjadi,” ujar Dedi Mulyadi usai acara Halaqah Kebangsaan di Pesantren As-Sa’adah, Kecamatan Balubur Limbangan, Minggu (17/9/17).

Mengenai pernyataannya beberapa waktu lalu yang akan memberi rekomendasi kepada Rudy, menurut Dedi hal itu karena hasil survei Bupati Garut itu paling tinggi. Ditambah saat rapat pimpinan di Karawang, nama Rudy dan Ade muncul sebagai calon dari Golkar.

“Setelah rapat pimpinan di Karawang, pak Rudy berkunjung ke saya waktu ada pembahasan soal Pilkada di Bekasi. Lalu lihat survei paling tinggi. Makanya kita rekomendasi,” katanya.

Jika memang Rudy ingin diusung oleh Golkar, Dedi balik bertanya tentang konsistensi calon petahana itu. Jika Rudy konsisten, maka ia pun akan konsisten untuk memberikan dukungan.

“Kalau tidak konsisten, masa saya harus konsisten pada yang tidak konsisten. Jadi belum mutlak rekomendasinya,” ucapnya.

Dedi menambahkan, pihaknya juga sudah menyiapkan beberapa nama calon untuk maju di Pilkada Kabupaten Garut. Namun keputusan untuk penentuan nama calon masih cukup lama waktunya.

“Pendaftaran kan Januari (2018). Mungkin pembahasan (nama calon bupati dan wakil bupati) pada akhirnya bisa diputuskan bulan Desember,” katanya. (Farhan SN)***