Bupati Garut Jamin Kondusivitas Selama Penyelenggaraan Natal dan Tahun Baru

GARUT, (GE).– Bupati Garut, Rudy Gunawan, mengatakan, perayaan natal dan tahun baru 2016 di Kabupaten Garut, akan berjalan kondusif, seperti tahun-tahun sebelumnya.

” Kami bersama Kapolres menjamin tidak akan terjadi apa-apa pada saat perayaan natal dan tahun baru,” ungkapnya, Rabu (14/12/2016) pada wartawan.

Rudy mengaku akan menggelar rapat bersama seluruh unsur Muspida serta tokoh-tokoh agama, baik NU, Ansor dan MUI. Bahkan sebelumnya juga telah berkomunikasi kalau ormas-ormas Islam memberikan jaminan tidak akan terjadi apa-apa pada saat natal dan tahun baru.

” Di Kabupaten Garut, toleransinya sangat luar biasa. Sudah ada jaminan dari NU, Ansor dan MUI, mereka akan ikut menjaga disetiap tempat peribadatan yang melaksanakan natal,” tegas Rudy.

Masih menurut Rudy, pihaknya juga bersama unsur Muspida lainnya dalam perayaan natal dan tahun baru, akan ikut serta dan mengunjungi perayaan natal dan tahun baru disetiap lokasi.

” Kami setiap tahun kerap berada di lapangan, ikut merayakan natal bersama umat nasrani yang tengah merayakan natal,”

Dirinya juga menegaskan, pada momen penting tersebut, dalam pengamanan selain mendapatkan bantuan dari ormas Islam, pihak Kepolisian dan TNI juga akan turun untuk mengamankan perayaan natal dan tahun baru tersebut.

Perayaan natal dan tahun baru 2016, tutur Rudy, di Kabupaten Garut, harus dijadikan momen kebersamaan. Yang mana tidak ada perbedaan lain antar umat beragama, sesuai dengan Bhineka Tunggal Ika.

” Kebersamaan merupakan tonggak untuk menjaga keutuhan NKRI,” pungkas beliau. (Memphis)***

Atasi Kemacetan, Bupati Garut Umbar Janji Bangun Flyover Kadungora-Leuwigoong

GARUT, (GE).- Kemacetan di Garut semakin tak terhindarkan lagi. Oleh sebab itu, Bupati Garut berambisi akan membangun flyover sebagai solusinya.

“Saya menargetkan akan membangun flyover dari Kadungora sampai Leuwigoong. Sehingga kemacetan di Leles dan Tarogong bisa dihindari,” ujar Bupati Garut, Rudy Gunawan penuh ambisi, Kamis (17/11/2016).

Selain itu menghadapi idul fitri tahun 2017 mendatang, pihaknya pun akan memuluskan jalan agar tidak terjadi pelambatan. Sehingga tidak ada kepadatan arus lalu lintas seperti tahun sebelumnya.

Rudy mengatakan jika flyover menurutnya penting dibangun agar tidak terjadi pelambatan saat arus lalulintas di wilayah Kadungora tengah padat atau meriah. Rencananya sendiri flyover akan dibangun dari sekitar taman satwa di wilayah Kecamatan Kadungora yang mengarah ke Leuwigoong dimana pada idul fitri tahun dengan bisa digunakan.

“Kita sangat berharap agar pemborong (pembuat flyover) bisa cepat sehingga saat idul fitri bisa digunakan. selain itu kita juga akan memasang rambu-rambu lalulintas dan memuluskan jalan karena tidak sedikit kecalakaan akibat jalan tang rusak, selain itu pemulusan jalan juga diperlukan karena pelambatan terjadi akibat adanya jalan yang rusak, mudah-mudahan dengan apa yang kita lakukan itu tidak ada pelambatan,” ujarnya. (Farhan SN)***

Obor PON XIX Nginap di Garut, Bupati : Ini Sejarah Baru

KOTA, (GE).- Api PON XIX datang di Garut tepat pukul 19.00 WIB. Kedatangan api PON tersebut telah disambut ribuan warga Garut yang memenuhi sepanjang jalan obor api PON diarak.

Setibanya di Jalan Ciledug, obor api PON diarak sepajang 2,5 KM. Rutenya dari Jalan Ciledug menuju Pendopo Garut. Atlet asal Garut, Syaripudin mendapatkan kesempatan untuk membawa obor yang diterimanya dari atlet nasional asal Tasikmalaya.

Kemudian obor api PON diserahkan kepada Bupati Garut, Rudy Gunawan di Babancong dengan iringan acara seremonial. Obor tersebut saat ini dibiarkan terus menyala diarea Babancong. Rencananya besok hari sekira pukul 07.00 WIB obor tersebut akan kembali diarak dari Babancong menuju Simpanglima Tarogong Kidul. Nantinya obor tersebut akan diserahkan kepada atlet Sumedang untuk diarak di sana.

Bupati Garut Rudy Gunawan menyambut baik datangnya obor api PON di Garut. Menurutnya kegiatan tersebut merupakan sejarah. Meski di Garut tidak bisa melangsungkan pertandingan namun animo masyarakat untuk mendukung suksesnya penyelenggaraan PON tetap tinggi.

“Memang di Garut belum ada sarana yang memadai untuk menyelenggarakan pertandingan sekelas PON. Namun dukungan penuh tentunya akan diberikan baik oleh Pemkab Garut atau pun masyarakat,” kata Rudy usai menerima obor api PON di area Babancong, Kamis (8/9/2016).

Rudy melanjutkan, meski tidak bisa menyelenggarakan PON di Garut namun 30 atlet asal Garut siap mewujudkan ambisi Jabar kahiji. Apalagi atlet pencak silat Garut telah banyak berbicara hingga di tingkat nasiinal. Jadi wajar sajar uporia warga Garut nampak antusias menyambut obor PON XIX ini.

Rudy berharap, kedepannya sarana olah raga di Garut bisa terus diperbaiki. Mengingat banyak potensi yang bisa dikembangkan.

Ia mencontohkan, seperti di Situ Bagendit bisa digunakan untuk dayung dan jet sky. Kemudian di Cibeureum Samarang bisa digunakan balap sepeda dunhil. Dan masih banyak lagi tempat-tempat yang bisa dioptimalkan untuk pertandingan. (Farhan SN)***