BREAKING NEWS: Warga Bayongbong Garut Gagalkan Percobaan Bunuh Diri

GARUT, (GE). – Warga Kp. Sasakbeusi desa Mulyasari Kecamatan Bayongbong Garut, Jawa Barat, berhasil menggagalkan upaya bunuh diri yang dilakukan seorang pemuda di sebuah Jembatan Simpang – Bayongbong, Rabu (20/09/2017).

Dalam sebuah video terlihat pemuda yang belum diketahui identitasnya tersebut dalam keadaan tergantung dengan seutas tali yang melilit lehernya di bagian bawah jembatan, beruntung beberapa warga tengah melintas tak jauh dari tempat kejadian langsung berupaya melepaskan tali yang melilit leher pemuda tersebut dengan cara dipotong.

Menurut babinsa desa Mulyasari, Suhendar, awalnya warga mengira pemuda tersebut hendak mengecek pipa yang berada dipinggir jembatan tetapi selang beberapa menit ternyata pemuda tersebut malah gantung diri.

“Kejadiannya sekitar pukul 14.00 barusan, kirain warga mau benerin atau ngecek pipa yang ada disisi jembatan ternyata malah pake tali terus gantung diri, spontan warga yang melihat langsung berusaha menolong dan memutus tali” kata Suhendar

Setelah itu, lanjut Suhendar pelaku percobaan bunuh diri tersebut dibawa oleh warga ke Puskesmas Bayongbong. (Agus Muhrom)***

Perempuan yang Bakar Diri ini Ternyata Pernah Berniat Bunuh Diri Sebanyak Empat Kali

GARUT, (GE).- Sesosok jasad perempuan yang ditemukan tewas dengan kondisi sekujur tubuhnya menderita luka bakar, Kamis (6/4/17), akhirnya terungkap. Menurut Kapolsek Bayongbong, Kabupaten Garut,  AKP Bambang Supriyono, mayat perempuan tersebut teridentifikasi sebagai warga Kampung Sukapadang, Desa Sukamulya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

“Mayat seorang perempuan yang kemarin ditemukan akhirnya teridentifikasi. Kami bisa mengungkapnya setelah ada laporan dari salah seorang yang mengaku sebagai suaminya. Laporannya baru kami terima hari ini, Jumat (7/4/2017) sekira pukul 01.30 WIB,” kata Bambang.

Dijelaskannya, seseorang yang mengaku suami almarhumah ini menyebutkan, ia mengetahui mayat tersebut sebagai istrinya setelah melihat berita di media massa.

“Pelapor membenarkan bahwa jasad perempuan yang telah terbujur kaku di ruang jenazah RSUD dr. Slamet itu benar-benar istrinya. Hal ini diyakini, setelah pelapor memeriksa barang bukti milik almarhumah, berupa dompet warna cokelat tua, sepasang sandal dan gelang,” jelasnya.

Bambang menjelaskan, korban yang diduga bunuh diri dengan cara membakar tubuhnya ini berinisial DM, usianya 31 tahun, Islam, dengan alamat Kampung Sukapadang, Desa Sukamulya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

“Langkah selanjutnya, dari kasus ini, pihak keluarga diharuskan membuatkan surat pernyataan keberatan untuk dilakukan autopsi, surat izin pengambilan jenazah, dan izin penguburan jenazah,” ungkapnya.

Dikatakan lebih jauh, dari hasil keterangan suaminya perempuan yang ditemukan tewas ini ternyata sudah empat kali berusaha melakukan bunuh diri.

“Dari keterangan suaminya, istrinya tersebut sudah empat kali berusaha bunuh diri. Dan sudah pernah ditangani di Polsek Tararogong Kidul masalah percobaan bunuh diri sebanyak dua kali,” ungkapnya. (Hendra YG/GE)***

Editor : Kang Cep

BREAKING NEWS: Tinggalkan Uang Rp 21 Ribu di Tasnya, Perempuan Muda Ini Bakar Diri Hingga Tewas

GARUT, (GE).- Sesosok perempuan ditemukan sudah tak bernyawa dengan kondisi sekujur tubuhnya melepuh terbakar. Sontak saja, kejadian di Kampung Saung Seng, Desa Ciela, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut ini membuat geger warga sekitar.

Menurut Kasubag Humas Polres Garut, AKP Ridwan Tampubolon, sekira pukul 12.05 WIB, piket Mapolsek Bayongbong menerima laporan dari seorang warga melalui telepon. Warga yang melapor tersebut menyebutkan ada seorang perempuan yang membakar dirinya hingga tewas, Kamis (06/04/2017).

“Saat ditanya identitas, si penelepon tak mau menyebutkan namanya. Dia hanya mengatakan ada perempuan yang sengaja membakar dirinya di Jalan Ojeg Urug kawasan Kampung Saung Seng,” katanya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, sejumlah petugas Polsek Bayongbong pun langsung mendatangi TKP (tempat kejadian perkara). Benar saja, di TKP, ternyata sudah banyak orang berkerumun menyaksikan sesosok jasad perempuan dengan kondisi luka bakar di sekujur tubuhnya.

“Ya, hampir seluruh bagian tubuhnya memang terlihat menghitam karena luka bakar. Namun luka paling parah terjadi pada bagian kepala dan wajah sehingga sulit untuk dikenali,” jelas Ridwan.

Diungkapkannya, berdasarkan keterangan sejumlah warga, sebelumnya perempuan yang usianya diperkirakan sekitar 20 tahunan ini terlihat turun dari angko. Kemudian dia terlihat berjalan ke arah Jalan Ojeg Urug di kawasan Kampung Saung Seng, Desa Ciela.

“Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian korban. Namun dugaan sementara berdasarkan keterangan warga setempat, korban sengaja membakar dirinya dengan tujuan bunuh diri,” tandasnya.

Dijelaskannya, mayat perempuan tersebut oleh petugas kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) dr Slamet Garut untuk dilakukan autopsi.

“Petugas tidak menemukan identitas korban di sekitar TKP. Adapun barang yang diamankan dari TKP berupa sepasang sendal warna merah, dompet perempuan warna coklat yang berisi uang Rp 21.000, dan sebuah korek gas warna merah,” katanya. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

 

Diduga Bunuh Diri, Warga Kampung Tanjung Luhur Ditemukan Tewas Tergantung di Kusen Rumahnya

GARUT, (GE). –, Warga Kampung Tanjung Luhur, RT 05/04, Desa Melarjaya, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut digegerkan dengan penemuan jasad seseorang yang tewas tergantung. Belakangan, jasad warga yang sudah tak bernyawa ini diketahui bernama Aan (31). Saat ditemukan, sekira pukul 07.30 WIB, Aan tergantung di kusen pintu rumahnya. Selasa (07/02/2017)

Camat Sukaresmi Ridwan, menyebutkan, jasad Aan pertama kali ditemukan oleh Ajid (70), yang juga warga setempat. “Ya, penemuannya terjadi pada pagi hari, sekitar pukul 07.30 WIB,” ungkapnya.

Ridwan menduga Aan nekad melakukan aksi bunuh diri. Pasalnya, tidak ditemukan luka-luka pada anggota tubuhnya. “Kemungkinan bunuh diri,” tukasnya.

Untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya, jenazah dibawa ke Puskesmas Sukamulya, Kecamatan Sukaresmi, agar diperiksa kondisi tubuhnya. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

JK Diduga Bunuh Diri, Ditemukan Tewas Tergantung dengan Seutas Kabel

GARUT,(GE).- Warga kampung Cipari digegerkan dengan penemuan sesosok pemuda yang sudah tak bernyawa. Pemuda berinisial JK (30) ditemukan tewas dengan kondisi tergantung di sebuah gubuk sekira pukul 13.00 WIB, Ahad (08/1/2017).

Belakangan almarhum diduga melakukan bunuh diri ini merupakan warga Kampung Cilame, RT 03/ RW 03, Kecamatan Pangatikan Kabupaten Garut.

Menurut Atik, salah seorang saudara korban, JK sebelumnya memang pernah mencoba melakukan bunuh diri.

“Ya, setelah pulang dari Jakarta setahun yang lalu, tingkah lakunya (JK/ red) sudah kelihatan linglung. Ia kerap menanyakan kabel.” Ungkapnya.

Sementara itu dr. Yosef Kurniawan, petugas medis yang melakukan pemeriksaan korban mengatakan, setelah melakukan pemeriksaan, JK diduga kuat telah melakukan bunuh diri.

“Setelah kami melakukan pemeriksaan, kami menemukan sperma yang keluar dari korban. Tidak menemukan bekas kekerasan, maka kami menyimpulkan ini murni bunuh diri,” jelasnya. (Sidqi Al Ghifari)***

Editor: Kang Cep.

 

Lama Menderita Gangguan Jiwa, Pria Ini Tewas Tergantung di Sebuah Gubuk

GARUT, (GE).- Warga Kampung Cikaak, Desa Sindangsari, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut digegerkan dengan kejadian tewasnya seorang pria warga setempat yang tergantung di sebuah gubuk. Rabu (30/11/2016).

Menurut keterangan Bripka Dedi Kuswendi, yang merupkan Kanit Intel dari Polsek Cisompet, pria yang diduga meninggal dengan cara gantung diri ini bernama Dayat bin Amin berusia 47 tahun,Almarhum merupakan warga Kampung Cikaak, RT 03/ 02, Desa Sindangsari, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut.

“Menurut keterangan dari keluarganya, Almarhum ini menderita gangguan jiwa. Dari hasil pemeriksaan dr. Titi (dokter di Puskesmas Cisompet) tidak ada tanda tanda mencurigakan. Dan dari pihak keluarga korban juga meyakini dan tidak ada curiga atas kematian koran dilakukan oleh orang lain,” jelas Bripka Dedi, Rabu (30/11/2016). (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.