Rumah Terduga Pelaku Bom Panci di Garut Dijaga Aparat

GARUT, (GE).- Sejumlah aparat dari unsur Polri dan TNI kini menjaga ketat rumah terduga pelaku bom panci di kawasan Kampung Cibelentuk, Desa Bojong, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, Minggu (9/7/2017).

Meski tidak dilakukan penggeledahan, aparat saat ini masih menggali informasi dari warga sekitar. Sebelumnya, warga Garut selatan ini diduga telah melakukan aksi teror dengan menggunakan bom panci di wilayah Buahbatu Bandung.

Sebelumnya warga Bungbulang berinisial AW (22) duduga pelaku utama bom panci di sebuah rumah kontrakan di Kampung Kubang Beureum, Kelurahan Buahbatu, Kota Bandung, Sabtu (8/7/17)kemarin.

Sementara itu, Kepala Desa Bojong, Kecamatan Bungbulang, Garut, Suhyani mengatakan, kabar ditangkapnya AW oleh Densus 88 cukup mengagetkan.

“Selama ini Aw tidak menunjukan perilaku mencurigakan, bahkan agus dikenal warga yang baik,” tukasnya, Minggu (09/07/2017).

Dikatakannya, AW mulai “berubah” dalam satu tahun terakhir. Aw yang awalnya ramah, mulai banyak mengurung diri. “Pas lebaran kemarin, AW selama pulang lebih mengurung diri di rumahnya,” katanya.

Puncaknya petang kemarin, pemuda 22 tahun itu diduga melakukan aksi nekatnya dengan meledakan bom panci.Ledakan bom panci yang diduga dilkedakan AW ini sekira pukul 15.30 WIB membuat kaget warga di sekitar Buahbatu, Bandung, Sabtu (8/7/17).

Beruntung dalam aksi bom panci ini tidak sampai merenggut korba jiwa. Pascaperistiwa terror tersebut, Polisi menemukan barang bukti berupa panci berisi paku dan rangkaian kabel yang diduga sebagai bagian dari bom rakitan yang sudah meledak. (Tim GE)***

3 Calon Siap Bertarung di Ajang Pilkades Margalaksana

GARUT, (GE).- Sebanyak tiga calon Kepala Desa Margalaksana, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyatakan diri siap bertarung di ajang pemilihan kepala desa (Pilkades) yang akan digelar pada 22 Mei mendatang. Mereka adalah Asep Kurnia, Ade Purwataris, dan Iksan Sugianto. Ketiganya merupakan muka baru. Kades incumben, Elana Maolana, tidak bisa lagi dicalonkan karena sudah menjabat selama dua periode.

Menurut Ketua Panitia Pilkades Margalaksana, Hanapi Heryawan, tahapan pilkades sendiri sudah memasuki tahap pengundian nomor urut calon kades.  Hasilnya, Asep Kurnia mendapat nomor urut 1, Ade Purwataris nomor urut 2, dan Iksan Sugianto nomor urut 3. Pengundian nomor urut dilaksanakan di Aula Desa Margalaksana, Selasa (26/4/17). Acara pengundian berlangsung meriah karena disaksikan langsung  oleh masing-masing tim sukses calkades bersangkutan.

Pada pelaksanaan pilkades nanti, ketiga calon akan memperebutkan sebanyak 2.430 suara. Karena itu, semua tim sukses semakin gencar menyosialisasikan program-program andalan jagoannya masing-masing. Persaingan diperkirakan berlangsung sengit. Mengingat, ketiga calon memiliki kans yang sama untuk memenangkan pertarungan.

Para calon yang sekarang bertarung, selain muka-muka baru, juga mewakili tiga profesi berbeda. Asep berlatar profesi sebagai pedagang dan petani. Ade Purwataris berstatus karyawan tata usaha SMP Islam Almutmainah. Sedangkan Iksan Sugianto selama ini dikenal sebagai pengusaha batu akik. Para calon kades sendiri bersepakat, siap menang, siap kalah. Siapa pun yang menjadi jawara, akan mendapatkan dukungan dari seluruh warga dalam menjalankan roda pemerintahan Desa Margalaksana.

“Siapa pun pemenangnya, kami berharap bisa amanah dalam menjalankan jabatannya. Mencintai seluruh masyarakat, terutama mereka yang secara ekonomi tergolong kurang mampu. Saya yakin, ketiga calon siap memajukan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Margalaksana,” ugkap salah seorang tokoh warga setempat, Nurjamil, S.Pd. (SMS/GE)***

BREAKING NEWS: Berselfie Sambil Berenang, Mahasiswa Unikom Ini Tenggelam Digulung Ombak Pantai Cikaso Bungbulang

GARUT, (GE).- Berniat mendapatkan hasil foto keren di atas deburan ombak, Aldino Ubaydillah (19) salah seorang mahasiswa Unikom Bandung dinyatakan hilang digulung ombak. Saat kejadian, diketahui mahasiswa naas ini tengah berdarmawisatan bersama sejumlah temannya di kawasan Pantai Cikaso, Desa Sinarjaya, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut. Jumat (27/1/2017).

Menurut keterangan saksi mata yang juga teman temannya, sekira pukul 7.00 WIB, pagi, korban hendak mengambil foto (selfie) sambil berenang dengan menggunakan ponselnya. Namun, saat melakukan selfie tiba-tiba ombak membesar dan menggulung Aldino hingga tenggelam.

“Saat itu kami sedang berfoto di Pantai Cikaso, kemudian teman kami (korban.red.) malah berenang sambil berfoto, namun tiba-tiba datang ombak besar. Akhirnya dia terseret hingga tenggelam. Kami sengaja datang ke sini bersama 9 orang untuk berwisata, termasuk Aldi (korban/red.),” ungkap salah seorang teman korban kepada “GE.”

Aldino Ubaydillah (19) mahasiswa Unikom Bandung, yang menjadi korban keganasan ombak pantai selatan ini belakangan diketahui merupakan warga Perum Griya Jatinangor, Sukasari, Kabupaten Sumedang.

Sementara itu, menurut Bripka Mudawan, salah seorang anggota Satpolairut Polres Garut, hingga pukul 15.00 WIB, Jumat (27/1/2017) korban yang ditelan ombak pantai selatan ini belum ditemukan, dan masih dinyatakan hilang.

“Ya, kami masih melakukan pencarian bersama anggota Polsek Bungbulang, anggota Koramil Bungbulang dan dibantu warga setempat. Untuk sementara kami hanya bisa melakukan pencarian di tepi pantai saja karena memang TKP sulit dijangkau perahu. Disamping itu gelombang serta angin laut yang kencang menjadi kendala dalam proses pencarian. Mudah-mudahan korban segera bisa kita temukan .” Jelasnya.

Hal senada disampaikan Kapten CJI Agus Sobur, yang merupakan Danramil Bungbulang. Dilkatakannya, upaya pencarian akan terus dilakukan, setelah cuaca di sekitar pantai membaik.

“Kami akan terus melakukan pencarian, kami menunggu cuaca gelombang bersahabat. Nantinya kita akan melakukan pencarian dengan menggunakan kapal motor,” tandasnya. (Deni-Siti)***

Editor: Kang Cep.

Leuwi Jurig, Keindahannya Tak Seangker Namanya

BERBINCANG mengenai destinasi wisata di Garut seolah tak ada habisnya. Seiring berjalannya waktu, beberapa kekayaan alam tersembunyi terus ditemukan dan diekspolrasi, walau belum secara resmi. Kawasan selatan Garut, adalah salah satu wilayah yang banyak menyimpan keindahan alamnya.

Baru baru ini nama “Leuwi Jurig” merupakan nama sebuah kawasan dalam bahasa Sunda, bisa diartikan “Lubuk Hantu,” ada juga yang mengartikan “Lolam Setan.” Sebuah nama yang cukup angker dan menyeramkan. Namun setelah menyaksikan tempat ini, ternyata keindahannya tak seangker namanya. Saat ini Leuwi Jurig mulai diperibincangan para pecinta alam.

Terpikatnya para pengunjung ke kawasan ini cukup beralasan, Leuwi Juring memang memilki panorma alam lembah nan indah dipadu perairannya yang jernih menjadikan kawasan ini berpotensi menjadi tempat wisata favorit. Destinasi wisata potensial ini persisinya berlokasi di Kampung Rupit, Desa Bojong, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut.

Secara geografis, Leuwi Jurig adalah sebuah aliran sungai yang diapit oleh tebing besar di setiap sisinya. Dengan pemandangan yang disuguhkannya menjadikan pemandangannya mirip Green Canyon.

Air yang megalir di Leuwi Jurigpun membuat pengunjung betah berlama-lama tinggal di kawasan ini. Saking jernihnya, air di sini terkadang bisa berwarna biru layaknya air laut terutama jika musim kemarau.

Aliran sungai Leuwi Jurig memiliki panjang kurang lebih 500 meter, selain jernih, kedalamanya juga terbilang cukup dangkal, jadi aman untuk berenang. Tapi tetap harus hati-hati juga karena bebatuannya cukup licin.

Akhir-akhir ini, popularitas Leuwi Jurig semakin mencuat setelah foto –foto kerennya banyak diunggah netizen dan tersebar luas di sosial media.

Menurut Usep (40) hingga saat ini keberadaan Leuwi Jurig belum tereksplorasi secara maksimal oleh pemerintah, khususnya Pemkab Garut. Tak heran, saat ini tidak ada tiket retribusi apapun bagi para pengunjung yang datang ke kawasan ini.

“Saat ini bagi para pengujung yang datang tidak harus membayar tiket retribusi. Sayang sekali tempat ini belum ada perhatian dari pemerintah atau dinas terkait . Seandainya tempat ini dibangun mungkin bisa menjadi sala satu wisata andalan di Kecamatan Bungbulang. Air sugainya berwarna jernih kehijauan, juga dangkal. Sehingga tidak membahayakan untuk berenang.” Tutur Usep, belum lama ini. (Deni-Siti)***

Editor: Kang Cep.

Tak Kunjung Dapat Bantuan Rehab, Satu Ruang Kelas di SDN Cihikeu 1 Mubazir

BUNGBULANG, (GE).- Seharusnya fasilitas pendidikan yang ada bisa difungsikan sebagaimana mestinya. Sehingga fasilitas tersebut bisa bermanfaat, tidak terkesan mubazir. Demikian diungkapkan Bahtiar (48) salah seorang wali murid di SDN Cihikeu 1 Kecamatan Bungbulang, Garut.Bahtiar menyayangkan saat melihat salah satu ruang kelas di sekolah tersebut, dibiarkan begitu saja.

“Ya, sayang satu ruang kelas dbiarkan mubazir. Seharusnya kan bisa dimanfaatkan untuk kegitan sekolah,” tuturnya, Rabu (30/11/2016).

Selama ini SDN Cihikeu 1 merupakan salah satu fasilitas pendidikan tingkat dasar andalan bagi warga Kampung Nagrak, Desa Cihikeu, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garu. Menurut Supratman, S.Pd., salah seorang staff pendidik di SDN Cihikeu 1, meski ruang kelas tersebut tak difungsikan, sebenarnya proses Kegiatan Kelajar Mengajar (KBM) di sekolahnya kancar lancar saja.

” Memang satu ruang kelas itu tidak difungsikan, karena kondisinya tidak memungkinkan. Sudah rusal dan lapuk dimakan usia. Sejak awal di bangun sekitar tahun 1982 hingga saat ini belum tersentuh bantuan dari pemerintah. Itulah sebanya bangunan ruang kelas rusak parah. Kalau KBM selama ini berjalan lancar lancar saja. Hanya sayang saja itu ruangan mubazir. Kami berharap pemerintah segera memberikan bantuan untuk rehab berat, dan bangunan tersebut bisa difungsikan kembali.” Ungkapnya.

Dijelaskannya, saat SDN Cihikeu 1 belum memiliki ruang perpustakaan dan kantor. Untuk menjalankan proses KBM, sekolah ini hanya memiliki 6 ruangan kelas, satu ruangan diantaranya merangkap sebagai kantor. (Siti)***

Editor: Kang Cep.

Longsor Susulan Robohkan Tanjakan Kapten, Jalur Bungbulang-Garut Tersendat

GARSEL, (GE).- Setelah sebelumnya diguyur hujan dengan intensitas tinggi, hingga beberapa ruas jalan di kawasan selatan Garut rusak tergerus arus banjir. Beberapa wilayah di Garut selatan (Garsel) juga dikabarkan terjadi longsor yang berdampak pada rusaknya infrastruktur. Kondisi tersebut tentunya dikhawatirkan warga sekitar.

Kekhawatiran warga di kawasan selatan Garut kembali terjadi. Ruas jalan utama penghubung Garut-Bungbulang, tepatnya di betulan Tanjakan Kapten, Desa Mekarjaya, Kecamtan Bungbulang, Garut kembali diterjang longsor susulan..

Menurut Sekmat Bungbulang, Sukman, longsor susulan ini terjadi sekira pukul 17.00 WIB, Sabtu (12/11/2016). Dampak dari longsor susulan ini hampir sepertiga badan jalan ambrol, akibatnya lalulintas tersendat. Karena jalan yang sebagian besar badan jalan ambrol, praktis tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.

“Ya,longsor susulan ini terjadi sekira pukul 17.00 kemarin (Sabtu,12/11/2016). Sekarang hanya bisa dilalui motor (roda dua/red.) saja. Karena hampiir sepertiga jalan ini ambrol,” kata Sukman.

Dikatakannya, untuk sementara pihaknya bersama warga bergotong-royong memperbaiki bahu jalan dengan alat seadanya. Hal ini dilakukan agar warga bisa tetap beraktivitas dengan melintasi jalan ini.

“Kita perbaiki sementara dengan bergotong royong bersama warga. Mudah-mudahan dalam beberapa hari lagi bisa dilalui kendaraan roda empat.” Tukasnya.

Sementara itu, Bachtiar (47) warga Bungbulang mengaku was-was karena terpaksa harus melewati jalan ambrol dengan speda motornya. Ia berharap pemerintah segera memperbaiki jalan tersebut, sebelum memakan korban jiwa.

“Ya, tentunya hariwang (khawatir/red.) karena tidak ada jalan alternatif, kita terpaksa melewati jalan yang sudah ambrol ini. Saya berharap pemerintah segera memperbaiki jalan ini, karena ini jalan sangat vital, setiap hari dilewati masyarakat,” harapnya. (Deni-Siti)***

 

Dampak Banjir Garut Selatan, Puluhan Rumah Rusak Lima Jembatan Terputus

GARSEL, (GE).- Pendataan kerusakan infrastruktur akibat banjir di wilayah Garut selatan (Garsel) pada Rabu (9/11/2016) lalu, terus dilakukan. Menurut Danramil Bungbulang, Kapten Infanteri. Agus Sobur sedikitnya ada 97 unit rumah warga rusak terdampak banjir.

“Ya, 97 unit rumah ini dihuni oleh 306 orang, kondisi rusaknya beragam,” tandasnya.
Dijelaskannya, kerusakan rumah yang terdampak banjir ini variatif, mulai dari sedang, hingga ringan pada sejumlah bagian. Tercatat dua unit rumah rusak berat, 24 unit rusak sedang, sementara sisanya 71 unit rusak ringan.

“Puluhan rumah yang rusak tersebut tersebar di beberapa kampung, diantaranya di Kampung Ciawitali dan Ciloa, Desa Margalaksana, Kampung Cibalubur dan Cibungur, Desa Cihikeu, Kampung Cikawung dan Cisarua, Desa Hanjuang, Kampung Ciroyom, Desa Mekarjaya, Kampung Sawah Ceuri, Desa Gunamekar, serta Kampung Pasantren, Desa Bungbulang.” Urainya.

Diungkapkannya, tim kecamatan telah mendata kembali jumlah jembatan yang rusak terdampak banjir, ternyata ada enam jembatan. Ke enam jembatan tersebut meliputi, Jembatan Palahan dengan ukuran panjang 8 meter lebar 4 meter, Jembatan Gantung Awibulu ukuran panjang 25 meter lebar 2 meter, Jembatan Cisarua ukuran panjang 15 meter lebar 4 meter, Jembatan Cihikeu ukuran panjang 20 meter lebar 4 meter, Jembatan Sampalan berukuran panjang 5 meter lebar 3 meter, dan Jembatan Cicaduk panjang 4 meter lebar 4 meter,” urainya.

Dari keenam jembatan ini, jelas Agus, hanya satu jembatan yang mengalami rusak sedang, yaitu Jembatan Cicaduk. Sementara lima jembatan lainnya terputus dan rusak akibat diterjang banjir.

Heri Hermawan, yang tak lain Camat Bungbulang, mengatakan, pihaknya masih menginventarisir dampak kerusakan akibat banjir ini. “Nilai materi kerugian masih dalam penghitungan, karena daerah yang terkena bencana tersebar bukan hanya di satu atau dua desa saja,” katanya.

Sementara itu, tercatat ada enam desa yang diterjang banjir akibat luapan sejumlah sungai di Kecamatan Bungbulang ini. Ke enam desa tersebut diantaranya Desa Mekarjaya, Margalaksana, Cihikeu, Hanjuang, Mekarbakti dan Gunamekar. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

Jembatan Terputus, Siswa dan Warga Garut Bertaruh Nyawa Lintasi Derasnya Sungai Cisarua

BUNGBULANG, (GE).– Jembatan Cisarua yang ambruk akibat sapuan banjir bandang telah memutus akses jalan penghubung Kecamatan Bungbulang menuju Kecamatan Mekarmukti. Pagi tadi, Kamis (10/11/2016),  sejumlah siswa dan warga terpaksa melintasi derasnya Sungai Cisarua agar bisa bersekolah dan menjalani aktivitas.

Salah seorang siswa, Dinan Aulia (12), mengaku memberanikan diri melintasi derasnya Sungai Cisarua agar bisa sampai ke sekolahnya. Ia mengaku khawatir saat arusnya tiba-tiba membesar. Padalnya arus air tak dapat diprediksi.

“Sebenarnya saya takut, tapi mau bagaimana lagi. Ini satu, satunya jalan menuju sekolah. Kalau pun ada harus memutar puluhan kilo meter,” ujarnya kepada “GE”, Kamis (10/11/2016), saat ditemui di lokasi kejadian.

Tak hanya kegiatan siswa yang terganggu, warga setempat pun turut kesulitan menjalankan aktivitasnya. Pasalnya jembatan Cisarua yang terletak di Kampung Cisarua, Desa Hanjuang, Kecamatan Bungbulang ini menjadi akses vital mereka.

Warga setempat, Heri (42),  mengaku saat jembatan roboh dan terbawa arus Sungai Cisarua dirinya baru pulang kerja. Kendaraan roda duanya tak bisa melintas. Jadi saat pulang sepeda motornya dititipkan di rumah warga yang ada di sebrang jembatan.

“Kemarin suasananya mencekam. Jembatan putus, air meluber di mana-mana,” kata Heri.

Heri berharap pemerintah bergerak cepat menanggulangi permasalahan ini. Pasalnya, bukan hanya jembatan namun banyak rumah warga dan lahan pertanian yang tersapu banjir bandang.

Sementara itu, Kepala Desa Hanjuang, Asep Rahayu Efendi mengatakan, banjir bandang yang terjadi kemarin Rabu (9/11/2016) telah memutus Jembatan Cisarua yang terletak di Kampung Cisarua, Desa Hanjuang, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Selain itu, masih ada dua jembatan desa lainnya yang ikut terputus.

Tidak hanya jembatan, kata Asep, 4 irigasi dan 10 rumah warga ruskak berat. Berdasarkan data yang dimilikinya tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun aparat desa dibabtu BPBD saat ini sedang melakukan penyisiran.

Berdasarkan pantauan “GE” di lokasi kejadian pascabanjir bandang akses jalan Bungbulang ke Mekarmukti terputus total. Sementara akses jalan dari Cikajang ke Bubgbulang masih bisa dilalui meski banyak longsoran kecil. Akses jalan lainnya dari Bungbulang ke Rancabuaya masih bisa dilalui meski ada longsoran kecil. Bagi warga yang akan bepergian ke daerah Bungbulang dan sekitarnya direkomendasikan agar menggunakan kendaraan roda dua. Pasalnya banyak longsoran tanah.

Diberitakan sebelumnya, hujan deras di wilayah Garut Selatan mengakibatkan jembatan Cisarua terputus. Puluhan rumah terendam dan hektaran lahan pertanian disapu banjir bandang. Setidaknya ada lima sungai besar yang meluap di wilayah Garut Selatan. Sungai tersebut adalah, Sungai Cikandang di Mekarmukti, Sungai Cikaengan di Kecamatan Peundeuy, Sungai Cipalebuh di Pameungpeuk, SUngai Cipasarangan di Cikelet dan Sungai Cikawung di Kecamatan Bungbulang. (Idrus Adriawan)***

Garut Selatan Dikepung Banjir dan Longsor, Akses Jalan Terputus Puluhan Rumah Terendam

GARSEL, (GE).- Banjir bandang kembali menimpa Kabupaten Garut. Setelah wilayah perkotaan disapu Sungai Cimanuk, kini lima sungai di wilayah Garut Selatan kembali mengamuk. Akibatnya, sejumlah akses jalan putus, puluhan rumah terendam dan hektaran lahan pertanian terendam banjir. 

Kasi Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Tubagus Agus Sofyan, hujan deras terus mengguyur Kabupaten Garut sejak siang hari. Puncaknya sekira pukul 13.30 WIB beberapa sungai yang ada di wilayah Garut Selatan meluap. 

Menurut Tubagus, sedikitnya ada lima sungai yang meluap. Sungai tersebut adalah, Sungai Cikandang di Mekarmukti, Sungai Cikaengan di Kecamatan Peundeuy, Sungai Cipalebuh di Pameungpeuk, SUngai Cipasarangan di Cikelet dan Sungai Cikawung di Kecamatan Bungbulang. 

Akibat luapan sungai tersebut, Tubagus mengatakan Jembatan di Kampung Cibengang, Desa Hanjuang, Kecamatan Bungbulang terputus. Jembatan tersebut merupakan akses penghubung dua kecamatan di Garut Selatan yaitu Kecamatan Bungbulang dan Kecamatan Mekarmukti. 

“Jembatannya menghubungkan dua kecamatan. Yakni Bungbulang dan Mekarmukti. Saat ini tidak bisa dilintasi berbagai jenis kendaraan,” ucap Tubagus, Rabu (9/11/2016).  

Sementara itu, banjir bandang di Kampung Ciroyom, Desa Mekarjaya juga membuat sejumlah rumah warga tergenang. Sedikitnya ada 20 rumah warga yang terendam. Banjir kebanyakan menimpa sawah milik warga. 

Sementara itu, Camat Bungbulang, Drs Heri Hermawan  mengatakan kejadian tersebut bermula dari curah hujan dengan intensitas tinggi. Mengakibatkan sejumlah sungai meluap ke jalan, lahan pertanian dan pemukiman warga. 

Kerusakan terparah menimpa Jembatan yang lokasinya berada di Kampung Cibengang, Desa Hanjuang, Kecamatan Bungbulang. Akibatnya ada beberapa orang warga yang terjebak tak bisa melintas du jalan penghubung dua kecamatan tersebut. 

Menurutnya, ada empat desa yang ada diwilayah Kecamatan Bungbulang terkena dampak banjir bandang. Ia menyebutkan Desa Mekarjaya, Desa Hanjuang, Desa Cihikeu, dan Desa Mekarbakti terendam banjir setinggi 20-30 centi meter. 

“Padahal desa-desa tersebut jauh dari aliran sungai, mungkin hanya genangan air, karena derasnya hujan,” terangnya. 

Heri menambahkan, akibat banjir tersebut membuat beberapa insfrastruktur rusak, dan beluma ada laporan korban jiwa. Saat ini BPBD Kabupaten Garut telah terjun ke lokasi kejadian.

Bagi Anda yang akan berangkat ke wilayah Garut Selatan, sebaiknya hindari jalur berikut karena terjadi longsor. Berikut pantauan “GE” di lokasi kejadian. Jalan penghubung Dengan gaya ke Cideng tertimbun longsor tepat di Kampung Cilayu,  Desa Sukajaya, Kecamatan Cisewu. Selain itu akses dari Mekarmukti ke Bungbulang terputus di Kampung Cisarua, Desa Hanjuang, Kecamatan Bungbulang. Selain itu masih  banyak longsoran-longsoran lainnya di sejumlah ruas jalan di wilayah Garut Selatan. (Farhan SN)*** 

Banjir Garut Selatan, Sejumlah Wilayah di Tiga Kecamatan Dilaporkan Terendam

BUNGBULANG,(GE).- Beberapa orang warga di wilayah Garut setalan mengaku panik, dengan adanya banjir dari luapan Sungai Cikawung., Rabu ( 9/11/ 2016). Hujan yang mengguyur wilayah selatan Garut ini terjadi sejak pukul 13.30 hingga pukul 16.00 WIB. Dampak dari derasnya hujan ini, Sungai Cikawung meluap.

Menurut laporan dari pihak BPBD dan Polres Garut, terjangan banjir ini merendam beberapa wilayah di tiga Kecamatan, yang meliputi Kecamatan Bungbulang, Mekarmukti dan Caringin. Disamping itu, luapan banjir juga mengakibatkan robohnya jembatan Cisarua yang berada di Kampung Cibengang, Desa Hanjuang, Kecamatan Bungbulang. Jembatan ini merupakan penghubung dua kecamatan, Bungbulang dan Mekarmukti.

“Ya, akibat ambruknya jembatan ini, lalulintas dari ke dua kecamatan lumpuh,” tutur Deni, warga setempat.

Anggota Polres Garut mengatakan, akibat ambruknya jembatan Cisarua, otomatis memutuskan akses jalan penghubung dua kecamatan. Untuk sementara, arus lalulintas menuju Kecamatan Mekarmukti dialihkan melaluli Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut.

BPBD Garut menyebutkan, selain merobohkan jembatan, akibat terjangan Sungai Cikawung juga merendam beberapa pemukiman warga di Kampung Ciroyom, Desa Mekarjaya, Kecamatan Bungbulang, Garut. Disamping merendam pemukiman warga, sejumlah areal pesawahan pun terendam luapan air bah. Untuk sementara, pihak BPDB Garut maupun warga sekitar belum mencatat adanya korban jiwa. (ER)***

Editor: Kang Cep.