Abai Terhadap Penyelenggaraan Porkab, Kadispora Diusulkan Diganti

TARKA, (GE).- Dinilai tak respek terhadap penyelenggaraan Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Garut, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) kabupaten Garut, Kuswendi diusulkan untuk diganti. Bahkan tuntutan tersebut telah dibuatkan surat permohonannya oleh para pengurus Komite Nasional Olahraga Nasional (Koni) Garut yang ditandatangani oleh berbagai elemen Koni.

Mengenai surat permohonan tersebut dibenarkan oleh pengurus Koni, yang juga Ketua Komisi A DPRD Garut, H. Alit Suherman.” Ya saya lihat suratnya sudah dibuatkan dan keputusannya sepenuhnya diserahkan kepada kewenangan pemerintah dalam hal ini Pak Bupati,” katanya.

Menurut Alit, sesuai Peraturan Pemerintah Nomer 17 dinyatakan, bahwa penyelenggaraan kegiatan olahraga adalah pemerintah, dalam hal ini Dispora. Meski dalam Porkab ini secara teknis menjadi ranahnya Koni, namun kata Alit sebaiknya Dispora juga harus bersama-sama mensukseskan pelaksanaan Porkab tersebut.

Menurut para pengurus Koni, Kuswendi tak pernah menghadiri kegiatan Koni dalam persiapan Porkab yang Jum’at malam (24/12) akan memasuki pembukaan. Seperti halnya pada acara ekspose Porkab yang dilaksanakan Senin (19/12) yang dihadiri Bupati dan unsur Muspida lainnya, Kadispora juga tak hadir.

“ Sebaiknya hadir, harus kompak, nanti saya komunikasikan supaya koordinasi. Jadi supporting dari pemerintah itu perlu, dalam hal ini leading sectornya Dispora,” ujar Rudy Gunawan, usai mengikuti ekspose Porkab tersebut, di RM. Pujasega. (Jay)***

Jalan Berlubang Dekat Rumah Bupati Garut Menelan Korban

GARUT, (GE).- Jalan berlubang dekat rumah Bupati Garut, Rudy Gunawan menelan korban. Seorang pengendara sepeda motor terjatuh saat melindas aspal berlobang persis di Jalan Raya Wanaraja depan Kantor Bank Sinarmas.

“Waktu itu pengendara sepeda motor dari arah timur menuju barat dengan kecepatan sedang masuk ke dalam lubang jalan. Kemudian pengendaranya jatuh membentur aspal,” ujar saksi mata, Anton (39) kepada GE di lokasi kejadian, Selasa (20/12/2016).

Korban kecelakaan, kata Anton diketahui namanya Agus Koswara warga Kecamatan Sukawening. Saat itu, korban akan berangkat ke Nagreg Bandung.

Saat kejadian sekira pukul 19.20 WIB kondisi jalan gelap karena tak ada penerangan jalan. Sehingga lubang yang cukup dalam tak terlihat oleh korban.

Kini, kata Anton, kondisi korban sedang menjalani perawatan di Puskesmas Wanaraja. Korban mengalami luka serius di bagian kepala.

Menurut Anton, jalan berlobang di daerah itu sudah satu bulan dibiarkan menganga membahayakan para pengguna jalan. Padahal lokasinya hanya 100 meter dari kediaman Bupati Garut Rudy Gunawan.

Selain di Wanaraja, kata Anton, jalan berlubang pun terdapat di Ciparay Kecamatan Karangpawitan. Setiap hari para pengguna jalan ke Karangpawitan terjebak kemacetan selama berjam-jam. Bahkan kemacetan selalu mengular hingga ke kawasan Bundaran Suci.

Ia berharap, Pemkab Garut segera bertindak mengatasi jalan berlubang di sejumlah jalan protokol di Garut. Sebelum merenggut korban jiwa para pengguna jalan. (Farhan SN)***

Beban Kerja Berat, 42 UPTD Pendidikan Dipertahankan

KOTA, (GE).- Dewan Pendidikan Kabupaten Garut mendesak Bupati untuk mempertahankan keberadaan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan agar jumlahnya tetap 42, sesuai dengan jumlah Kecamatan yang ada di Kabupaten Garut. Karena sekarang ini UPTD pendidikan diperluas peran dan fungsinya. Sebelumnya hanya mengelola kebijakan berbagai input dan proses pendidikan pada sekolah dasar (SD) dan pendidikan anak usia dini (PAUD) saja, tapi kini menjadi diperluas sampai sekolah menengah pertama (SMP).

Demikian disampaikan Ketua Dewan Pendidikan Kab. Garut, H .E. Sumarno di Kantornya, Minggu (18/12). Sumarno, yang didampingi sekretaris Dewan Pendidikan, Duden Surachman menjelaskan, dalam meningkatkan mutu pelayanan pendidikan yang berkualitas di Kab. Garut masih dibutuhkan UPTD di setiap Kecamatan. Mengingat Kabupaten Garut merupakan Kabupaten kedua terluas di Jawa Barat. “Makanya salah besar jika UPTD Pendidikan di Garut dikurangi. Justru sebaliknya harusnya jumlah UPTD itu ditambah seiring bertambahnya beban tanggungjawab UPTD itu sendiri,” kata E. Sumarno.

Bahkan, Dewan Pendidikan pun mempertanyakan kepada para wakil rakyat, alasan dikuranginya jumlah UPTD Pendidikan yang ada di Kab. Garut. “Ya jelas kami juga mempertanyakan kepada DPRD Garut. Kenapa jumlah UPTD malah harus dikurangi dan itu berdasarkan alasan apa, berdasarkan kajian bagaimana sehingga UPTD ujug-ujug dikurangi menjadi 10 dari sebelumnya 42. Ini, ini DPRD juga mestinya tahu geografis Kab. Garut yang begitu luas. Mestinya para wakil rakyat itu mengkaji dulu, jangan ujug-ujug dikurangi,” kata Sumarno dengan nada tinggi.

Oleh karena itu, Dewan Pendidikan mendesak kepada Bupati agar segera mengajukan kembali atau konsultasi dengan pihak DPRD terkait upaya mempertahankan jumlah UPTD tersebut. Duden menambahkan, dengan UPTD yang ada sekarang ini kondisi pendidikan di Kab. Garut masih seperti ini, apalagi kalau UPTD malah dikurangi. “Jelas mutu pendidikan di Garut akan melorot jika UPTD Pendidikan dikurangi,” ucapnya.

Duden menjelaskan, jumlah sekolah dasar (SD) di Garut sebanyak 1.583 sekolah, dan SMP 350 sekolah termasuk ratusan PAUD. Sekolah tersebut tersebar di pegunungan, perbukitan, pesisir di 42 kecamatan dengan jarak tempuh relatif jauh. Sementara itu.

Sementara itu Bupati Garut, Rudy Gunawan, yang ditemui terpisah, menyatakan setuju, jika UPTD dikembalikan ke semula yakni 42, mengingat beban kerja UPTD Pendidikan yang sangat berat.” Sebetulnya dari semula kita memang mengusulkan tetap 42, hanya DPRD meminta jadi 10. Nah sekarang sudah ada surat dari kementerian dan dari Pemerintah Provinsi soal UPTD ini, maka kita akan membahasnya dengan Dewan,” terangnya.

Sebelumnya Ketua Pansus DPRD Garut yang membahas tentang SOTK termasuk UPTD Pendidikan,
Alit Suherman, mengatakan, terkait masalah jumlah UPTD Pendidikan masih dapat dirubah dan itu mudah dilakukan, asalkan Bupati Garut mengajukan permohonan ke pihak DPRD.

Alit Suherman, yang juga Ketua Komisi A di DPRD Garut itu menilai ada kesalahan pada saat pembahasan susunan organisasi dan tata kerja (SOTK) pada DPRD, sehingga ada kesalahan juga pada penetapan jumlah UPTD Pendidikan menjadi 10 dari sebelumnya 42 UPTD. Dia mengaku, pada saat Pansus membahas draf Raperda tidak pernah membahas bagan struktur organisasi (BSO). Dan tidak dibahas pula tentang beban kerja SKPD dan yang lainnya, mengingat waktu pembahasan yang mepet. (Jay)***

Jaket Gunung Buatan Warga Garut Diminati Wisatawan Asing

GARUT, (GE).– Datangnya musim libur panjang menjadi berkah tersendiri bagi sebagian warga Garut. Bagaimana tidak ? Garut yang dikenal sebagai kota wisata dengan objek wisata nan memikat seperti gunung dan pantainya, mampu menarik minat wisatawan untuk singgah di Kota ini.
 
Hal ini berdampak terhadap industri rumahan yang memproduksi berbagai macam kebutuhan liburan di Kota Garut. Tak hanya dodol, dan jaket kulit yang laris diburu wisatawan, jaket gunung asli buatan Garut juga laris dipasaran.
 
Menjelang libur panjang hari Natal dan tahun baru 2017, para pengusaha Jaket Gunung mulai kebanjiran pesanan. Tak hanya produk-produk buatan luar negeri, ternyata Garut sendiri mempunyai brand lokal asli buatan pemuda kota intan.
 
Salah satunya ada di Jl. Merdeka, Desa Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut. Jelang musim liburan kali ini, mereka kebanjiran pesanan dari para wisatawan lokal.
 
“Jelang hari libur ini, kami sangat kewalahan menerima pesanan dari para wisatawan yang ingin mendaki gunung, kenaikannya hampir 50% dari hari biasa. Kalau biasa kami bikin 80 pieces, kini kami bisa bikin hingga 400 pieces/hari,” ungkap salah seorang pemilik brand jaket asli Garut North Of The Ridge, Iqbal Kusumah, kepada tim GE Selasa (20/12/2016) pagi.
 
Masih menurut Iqbal, tak hanya para wisatawan lokal, wisatawan dari mancanegara juga sudah jauh-jauh hari memesan jaket, yang dipersiapkan untuk liburan mereka.
 
“Kemarin sempat ada wisatawan dari Inggris yang kontek saya via Email, katanya pengen pesan jaket untuk naik gunung, karena dia ingin liburan ke Garut,” ucapnya.
 
Iqbal juga menambahkan, kelebihan produk yang dibuat oleh industrinya adalah dari segi model dan kekuatan bahan.
 
“Disini kami produksi jaket yang memiliki kekuatan bahan yang sangat bagus, dan model yang terus kami sempurnakan. Dari segi harga juga kami jauh lebih murah dari brand-brand luar negeri,” pungkasnya.(Memphis)***

Geger, Foto Presiden Jokowi Diturunkan

Foto Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla di ruang kepala SMAN 1 Nuha, Luwu Timur, Jumat (16/12/2016), diturunkan. Penurunan foto kepala negara tersebut atas perintah Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Luwu Timur, Dewa Ngakan Putu Andi Asmara.

Dewa saat menggelar program jaksa masuk sekolah di SMAN I Nuha.

“Bendera di belakang presiden dan wakilnya warna merah hitam tidak sesuai dengan perintah undang-undang,” kata Dewa kepada wartawan, seperti dilansir tribunnews.com.

Dewa menyebut foto melanggar Undang-undang nomor 24 tahun 2009 tentang bendera, bahasa, dan lambang negara serta lagu kebangsaan.

“Ini bendera negara tidak boleh main-main,” tegas Dewa.

Kepala SMAN 1 Nuha, Suriani Kaso, mengatakan tidak memperhatikan bendera pada foto tersebut.

“Saya tidak terlalu perhatikan itu foto,” kata Suriani kepada tribunlutim.com.

Pihak sekolah diminta memasang foto yang sesuai aturan, merah putih bukan merah hitam. (*)

Peringatan HJK, Korem 062 Tarumanagara Gelar Khitanan Massal Gratis

GARUT, (GE).– Dalam rangka memperingati Hari Juang Kartika (HJK) Tahun 2016, jajaran Korem 062 Tarumanagara bersama Kodim 0611 Garut menggelar berbagai kegiatan bhakti sosial. Salah satu kegiatannya yaitu menggelar sunatan massal bagi anak yang berasal daru keluarga kurang mampu.

Danrem 062 Tarumanagara melalui Kapenrem, Mayor. Inf. Sutisna, S.Pd.I, mengatakan berbagai kegiatan sosial telah dilaksanakan oleh jajaran TNI di bawah koordinasi Korem 062 Tarumanagara. Salah satunya hari ini telah melaksanakan sunatan massal bagi anak yang berasal dari keluarga kurang mampu.

“Mudah-mudahan acara ini bisa meringankan beban bagi rakyat kurang mampu,” kata Sutisna, Rabu (14/12/2016).

Selain itu, kata dia, besok hari Korem akan menggelar botram bersama di Lapang Merdeka Kherkhof. Rencananya acara tersebut akan dihadiri 2000 warga Garut.

Berikut berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan pada peringatan Hari Juang Kartika di wilayah Korem 062 Tarumanagara :
Yth. Danrem 062/Tn
Cc : Kasrem, Kasi Ops, Pa Siaga Puskodal Rem 062/Tn

Ijin melaporkan Situasi wilayah Kodim 0611/Garut pada hari Rabu 140600 Desember 2016 Sbb :

1. Melaksanakan Ziarah dalam rangka memperingati Hari Juang Kartika th 2016 di TMP Tenjolaya Tarogong Garut.
2. Melaksanakan gladi Up dalam rangka memperingati Hari Juang Kartika th 2016 di lap Kerkop Tarogong Garut.
3. Menghadiri Bhaksos kitanan masal dlm rangka tasyakur Milat Radio Reks FM ke 47 di Gedung Radio Reks FM Jl Raya Cimanuk Garut.
4. Dandim menghadiri undangan sbg pemateri tentang Lat Sar kepemimpinan Mahasiswa di Kampus STH Jl Kiyai Hasan Arip Garut.
5. Monitor jajaran dlm melaksanaan pendampingan ketahanan pangan dan giat LTT.
6. Monitor pelaksanaan pekerja pembangunan Mesjid Makodim 0611/Garut.
7. Monitor jajaran dalam melaksanakan Karya bhakti.
8. Monitor jajaran dalam melaksanakan program Jambanisasi.
9. Monitor jajaran dlm melaksanakan pendampingan ketahanan pangan tambah CPCL.
10. Monitor jajaran dalam pembinaan sakawira Kartika.
11. Monitor bangsit di wilayah.

B. KORAMIL 01/Gk
s/d 23/Csw

1. Melaksanakan pendampingan pertanian pendistribusian bibit pajale dan pupuk di wilayah binaan.
2 Melanjutkan Pendampingan pertanian dan kegiatan sergap di wilayah binaan.
3. Melaksanakan pendampingan ketahanan pangan mempercepat LTT di wilayah binaan.
4. Memberikan pembinaan Pramuka Sakawira Kartika di wilayah binaan.
5. Melanjutkan Pembuatan jamban dlm rangka pelaksanaan program jambanisasi.
6. Melaksanakan giat komsos dg tomas, toga, toda, todat dan menjelaskan ttg was bang serta kesadaran Bela Negara di wilayah binaan.
7. Monitor titik titik rawan banjir dan longsor di wilayah binaan.
8. Monitor perkembangan pengungsi korban bencana alam banjir/longsor.
9. Memonitor dan memantau bangsit di wilayah. (Advertorial)***

Hati-hati Longsor di Nagreg, Arus Kendaraan di Lingkar Nagreg Diberlakukan Dua Arah

GARUT, (GE).- Kendaraan dari Garut menuju Bandung harap berhati-hati. Pasalnya, Kendaraan dari arah Bandung ke Garut dibelokkan ke arah Lingkar Nagreg. Akibatnya arus lalu lintas di Lingkar Nagreg jadi dua arah.

Pengalihan arah tersebut dilakukan petugas Kepolisian untuk menghindari longsor setinggi 15 meter yang terjadi di Jalan Raya Tanjakan Bohong, Kampung Warung Bir, Desa Ciherang Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Longsor terjadi sekitar pukul 17.05 WIB sore tadi Jumat (9/12/2016). Material longsoran sempat menutup ruas jalan Bandung-Garut. Bahkan satu unit mobil Avanza sempat tertimbun longsoran.

KBO Polres Garut, IPTU. Jaenuri mengatakan saat ini arus lalu lintas dari Garuy sudah mulai terurai. Meski sebelumnya sempat ada hambatan.

Namun menurutnya pengguna jalan harus tetap meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya kondisi jalan saat ini licin.

Apa lagi, lanjut Jaenuri, bagi warga Garut yang akan berangkat ke Bandung, saat ini jalur di Lingkar Nagreg diberlakukan dua arah. Jadi kewaspadaan harus ditingkatkan karena akan berpapasan dengan kendaraan lain yang berlawanan arah.

“Informasi yang diterima, material longsoran sudah dibersihkan. Namun untuk arus lalu lintas masih dialihkan ke jalur Lingkar Nagreg. Jadi harap hati-hati saat melintas di Nagreg,” ujarnya kepada “GE” Jumat (9/12/2016).

Jaenuri menyarankan agar warga Garut tidak menggualnakan jalur alternatif Cijapati. Pasalnya jalur tersebut rawan kecelakaan apa lagi malam hari. (Awis)***

Lelang Lima Jabatan Kadis di Pemkab Garut, Dua Kursi Sepi Peminat

GARUT, (GE).- Lima posisi jabatan eselon II setingkat kepala dinas, dilelang Pemerintah Kabupaten (Pem-kab) Garut. Kelima posisi tersebut yaitu Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Slamet, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik), Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo), Kepala Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Distarkim), dan Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA).

Sampai berita ini diturunkan, sejumlah jabatan sudah mulai diperebutkan. Jabatan Kepala Dinas Pendidikan menjadi primadona. Sementara jabatan Direktur RSU dr. Slamet Garut dan Distarkim masih sepi peminat. Sehingga BKD Garut memperpanjang masa pendaftaran kedua calon instansi tersebut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Iman Alirahman mengatakan, lelang jabatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari ketentuan yang harus dilaksanakan Pemkab Garut sebagaimana diatur Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ditindaklanjuti dengan surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi (Menpan-RB). Ketentuan tersebut dalam rangka pengisian jabatan setelah diberlakukannya Peraturan Pemerintah No. 18 Tahun 2016 yang diluangkan di daerah dalam Peraturan Daerah No. 9 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah.

Menurut Iman, penyegaran jabatan di lima lembaga tersebut berdasarkan hasil evaluasi dari panitia seleksi (pansel). Kendatimikian, tidak menutup kemungkinan jika pejabat yang sekarang menduduki posisi tersebut akan kembali menempati jabatan itu jika pansel menyatakan hasil ujiannya, baik tes tertulis, wawancara, maupun psikotes dinilai baik.

“Pengisian jabatan itu direncanakan paling lambat 29 Desember, karena Januari 2017 harus sudah dengan SOTK baru dengan pejabat-pejabat yang sudah dikukuhkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Garut, Asep Sulaeman Faruq, mengaku masa pendaftaran jabatan Kadistarkim dan calon direktur RSU dr. Slamet Garut diperpanjang hingga 12 Desember 2016 mendatang. Alasannya, jumlah pelamar untuk kedua dinas ini baru dua orang. Namun jika batas tambahan waktu yang telah ditentukan masih belum ada peminatnya tim Pansel akan menyerahkan nama pendaftar tersebut.

“Memang ada dua instansi yang masih kurang peminatnya, jadi pendaftarannya diperpanjang,” ujar Asep Faruq, Jumat (09/12/2016).

Masih menurut Asep, untuk dinas lainnya, saat ini proses lelang jabatan sudah mencapai tahap wawancara dan penyampaian karya tulis. Direncanakan tim Pansel akan menyerahkan hasilnya kepada bupati pada tanggal 21 Desember 2016. Sehingga di akhir bulan ini semua jabatan sudah terisi dan segera dilakukan pelantikan.

“Berdasarkan jadwal, pelantikan akan dilakukan pada tanggal 28,29 dan 30 Desember 2016. Sehingga awal Tahun 2017 semua jabatan SOTK baru sudah terisi,” harap Asep.

Asep menandaskan, pelantikan pejabat terpilah akan dilakukan secara bertahap. Tak kurang dari 1800 pejabat yang nanti akan dilantik terdiri dari eselon II, III dan IV. (Farhan SN)***

Gapokjin Selaawi Siap Pecahkan Rekor MURI Pembuatan Sangkar Burung Terbesar

GARUT, (GE).– Selama ini, warga Kecamatan Selawi terkenal sebagai penghasil kerajinan bambu, terutama sangkar burung yang sudah mendunia. Gabungan Kelompok Pengrajin (Gapokjin) Kecamatan Selaawi, sangat mendukung terhadap program pemerintah setempat. Sehingga tak heran, dalam menyambut momen milangkala Kecamatan yang ke-33 ini, Gapokjin menjadi bagian penting dari seluruh program dan rangkaian acara.

Salah satu peran penting Gapokjin dalam milangkala kali ini, ialah membuat sangkar burung terbesar, yang akan memecahkan rekor Muri. menurut salah seorang pembuat sangkar burung raksasa ini, Cecep Rukmana (41), tahapan pembuatan sangkar burung terbesar yang kini sudah berada di alun-alun Kecamatan, memakan 30 hari dalam pengerjaannya, dan di kerjakan oleh 20 orang pengrajin. Selain itu, sangkar yang tingginya mencapai 7 meter lebih dan menghabiskan 203 batang bambu yang di buat di Desa Mekarsari, sebelumnya di arak oleh Muspika dan warga Selaawi saat di pindahkan ke alun-alun Kecamatan, tutur Cecep.sangkar-burung

Ketika di tanya apakah sangkar raksasa ini akan di jual jika ada yang mau membelinya, sambil tersenyum, pengrajin yang mengaku sudah puluhan tahun berprofesi sebagai pengrajin sangkar burung tersebut mengatakan akan menjualnya, asalkan harganya sepadan, apalagi klo jatuh di harga 300 juta, katanya.

Setelah berada di alun-alun Kecamatan, sangkar raksasa tersebut menjadi tontonan warga sekitar yang penasaran. saat ini, perangkaian sangkar sudah dalam tahap pemasangan baki-baki dan mahkota swrta bagian atas sangkar. Disamping tahapan pembuatañ yang cukup lama, dalam tahap perangkaiannyapun bisa di bilang rumit. Yang penting, saat nanti pembukaan Festival Selaawi, sangkar ini sudah siap di pamerkan, pungkasnya.

Camat Selaawi, Ridwan Effendi, sangat bangga akan hasil kerja keras Gapokjin selama ini. Dengan adanya sangkar burung terbesar yang akan menjadi catatan sejarah dan memecahkan rekor muri tersebut. Ridwan yang di wawancarai di alun-alun Kecamatan, Kamis,(8/12/2016) menambahkan, hal itu merupakan salah satu upaya penguatan khususnya bagi pengrajin bambu di Selaawi, yang akan menjadikan pemersatu diantara para pengrajin itu sendiri. Yang tak kalah penting di ajang Festival selaawi itu, bisa di jadikan ajang promosi dan pembuktian jika pengrajin bambu Selaawi, mempunyai potensi yang sangat besar, dan harus terus di kembangkan, pungkasnya.

Kini semua warga di kecamatan Selaawi, menantikan hari di bukanya festival Selaawi, yang rencananya akan di hadiri oleh para pejabat penting. Antusias warga tersebut bisa di bilang wajar, karena kegiatan yang cukup besar itu, salah satu kegiatan yang baru bagi warga. (Useu G Ramdani)***

Keluarga Korban : Pelaku Pembunuhan Bukan Pacar Korban

GARUT, (GE).- Keluarga korban pembunuhan dan pemerkosaan menegaskan pelaku pembunuhan bukan pacar korban. Selama ini beredar isue jika pelaku merupakan pacar almarhum Fahmi Nisa Nurbayani.

“Sama sekali tidak benar jika ada isue pelaku merupakan pacar adik saya. Pelaku itu murni orang tak dikenal yang akan merampok di rumah keluarga saya,” ujar kaka korban, Rahmi (28).

Menurut Rahmi, aksi yang dilakukan tersangka sudah direncanakan karena beberapa hari sebelum kejadian, sempat ada yang bertanya kepada ibu korban perihal rumah yang ditinggali Korban di Perumahan Banyu Herang, Kecamatan Banyuresmi, Garut, Jawa Barat. Kepada wartawan ia mengatakan adiknya tinggal di perumahan kurang lebih dua tahun. Dalam kurun waktu dua tahun tersebut, adiknya tidak selalu tinggal sendiri di rumah yang jaraknya tidak jauh dari rumah orang tuanya itu.

“Ayah dan ibu pun kadang selalu menemani Nisa. Pelaku yang sudah ditangkap Polisi saya ketahui sebagai pendatang baru, adik saya tidak mengenal pelaku, begitu pun keluarga, tidak mengenal sama sekali,”Kata Rahmi, Senin (5/12/2016).

Menurutnya pihak keluarga memastikan jika korban tidak mempunya pacar sebagaimana sempat ada kabar yang menyebutkan adiknya pacaran.

“Kami keluarga merasa tidak enak jika ada gosip yang menyebutkan pelaku adalah pacar adik saya, padahal buka sama sekali, pelaku hanya orang asing yang tidak mempunyai hati dan iman,” ungkapnya.

Rahmi menuturkan almarhumah adiknya saat kecil sekolah di TK Tadika, SD Cipicung, MTs Baiturrahman, MA at Tajdid Singaparna, dan kulian di Akper Pemda Garut. Ia memastikan adiknya orang yang ramah, baik, shalehah, dan pergaulannya pun luas.

“Adik saya aktif di organisasi Ismakes (Ikatan Mahasiswa Kesehatan), dan kemarin adik saya terpilih menjadi ketua Ismakes Kabupaten Garut. Teman-temannya kemarin hadir untuk mendoakan adik saya ke rumah, baik teman waktu adik saya SD, SMP, SMA, hingga kuliah dan di organisasi pun semuanya hadir. Adik saya memang orang yang shalehah,” imbuhnya. (Tim)***