Duduki Gedung Baru, Kajari Garut Berjanji Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik

GARUT (GE).- Duduki gedung baru yang megah dan refresentatif, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Garut, berjanji tingkatkan pelayanan dan kinerja yang lebih baik. Kepala Kejati (Kejaksaan Tinggi) Jawa Barat (Jabar) Setia Untung Arimuladi, meresmikan Gedung Kejaksaan Negeri Garut pada Selasa (09/10/17) di halaman gedung Kejaksaan Negeri Garut Jl. Merdeka Garut.

Hadir dalam acara tersebut Gubernur Jawa Barat Yang diwakili Kepala Bakorwil, Wakil Bupati Garut Helmi Budiman, Perwakilan Danrem 062 Tarumanagara, Dandim 0611 Garut Letkol Arm Setyo Hani, Perwakilan Polres Garut, Ketua Koni Garut H Ato Hermanto dan pejabat di lingkungan SKPD Garut.

Dalam sambutannya Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut, Mamik Suligiono mengungkapkan dibangunnya gedung Kejaksaan Negeri Garut merupakan langkah untuk meningkatkan pelayanan dan kinerja Kejari Garut. Pembangunan gedung tersebut bersumber dari bantuan Pimpinan Kejaksaan RI dan Gubernur Jawa Barat sehingga berdirilah bangunan yang megah yang mendukung kinerja lebih baik.

“Kami bersyukur dan terimakasih kepada Pimpinan Kejagung RI dan Gubernur Jawa Barat yang memberi bantuan dalam pembangunan gedung yang megah ini. Semoga dengan dibangunanya gedung ini merupakan langkah terbaik bagi Kejaksaan Negeri Garut, untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakatm sehingga akan mendukung kinerja yang efektif,” ujarnya.

Sedangkan Wakil Bupati Garut Helmi Budiman menyambut baik peresmian gedung Kejaksaan Negeri Garut, pasalnya akan memperbaiki dan mempermudah pelayanan dan penanganan hukum yang ditangani Kejaksaan Negeri Garut.

“Pemda Garut menyambut baik pembangunan gedung Kejaksan Negeri Garut ini, yang akan nenupang dan memperbaiki pelayanan kejaksaan dalam penanganan Hukum di kabupaten Garut,” pungksnya. (Fauziani)***

Rekrutmen Panwascam Sarat Titipan, ini Pengakuan Komisioner Panwaskab Garut

GARUT (GE).- Isu rekrutmen Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) yang sarat titipan Organisasi Masyarakat (Ormas) tertentu membuat sejumlah peserta yang ikut seleksi gerah. Mereka beranggapan, usahanya mendaftar menjadi Panwascam hanya sia-sia pasalnya peserta yang nantinya lulus hanya yang mendapat rekomendasi daru Ormas tertentu.

“Rekomendasi dari Ormas tertu menjadi bahan pertimbangan untuk lulus Panwascam. Ini tidak adil karena yang direkomendasi belum tentu memiliki kapasitas dalam penyelenggaraan Pemilu,” ujar salah seorang pendaftar Panwascam yang enggan disebutkan namanya saat ditemui di halaman Polres Garut.

Ia heran dengan sistem rekrutmen Panwascam sekarang. Dirinya mencurigai kinerja para komisioner yang mencoba bermain mata dengan para pendaftar.

“Saya tau para komisioner itu para aktivis Ormas. Tapi tolong jangan di bawa ke ranah profesionalisme kerja sebagai Panwaskab. Apa lagi kinerja mereka sangat menentukan nasib rakyat lima tahun ke depan,” ujarnya.

Menanggapi tudingan itu, Ketua Panwaskab Garut, Heri Hasan Basri, mengaku rekrutmen Panwascam telah dilakukan secara prosedur. Bahkan dirinya mengaku akan melaksanakan tahapan rekrutmen dengan terbuka.

“Nanti semua peserta yang daftar bisa tau hasilnya seperti apa. Jadi jangan berprasangka dulu,” ujar Heri.

Ia memastikan tidak berlaku titipan siapa pun terkait rekrutmen Panwascam. Namun dirinya tak menyangkal, jika rekomendasi dari Ormas atau organisasi apa saja tentunya akan menjadi pertimbangan Panwaskab.

Komisioner Panwaskab lainnya, Asep Burhan, turut membantah jika rekomendasi dari Ormas bisa meloloskan peserta seleksi. Semua peserta tetap akan mengikuti tes tulis dan wawancara untuk bisa menjadi Panwascam.

“Kalau ada rekomendasi dari ormas itu kami memasukkannya ke tanggapan dari warga saja. Kami memang meminta tanggapan soal peserta ke warga. Tapi tidak jadi syarat untuk lolos juga,” ujar Asep.

Adanya tanggapan dari masyarakat itu, tambahnya, untuk mengetahui latar belakang peserta. Jangan sampai ada peserta yang lolos tapi menjadi kader partai atau tim sukses calon.

“Kami tak segan mendiskualifikasi jika ada kejanggalan di peserta. Semuanya harus memiliki kualitas yang baik untuk menjadi Panwascam,” ucapnya.

Rekrutmen Panwascam di Garut, lanjutnya, menjadi yang terbanyak di Jawa Barat dengan jumlah peserta sebanyak 709 orang. Dari jumlah tersebut ada beberapa kecamatan yang tak memenuhi target peserta.

Jika setelah perpanjangan pendaftaran tak ada lagi yang mendaftar, maka ta menjadi persoalan. Tes tulis peserta seleksi akan dilakukan sekitar tanggal 9 sampai 18 Oktober. Namun waktu pastinya masih menunggu surat dari Bawaslu. (Farhan SN)***

Desember 2017 Semua UPT di Garut Sudah Dibubarkan

GARUT (GE).- Wacana pembubaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) di semua dinas semakin menguat. Bupati Garut, Rudy Gunawan, menandaskan pembubaran semua UPT akan dilakukan di Bulan Desember 2017.

“Bulan Desember 2017 semua UPT harus sudah dibubarkan. Ini aturan PP 18 tahun 2016. Meski UPT dibutuhkan namun aturannya melarang jadi terpaksa dibubarkan,” katanya.

Bupati melanjutkan, selaku pimpinan daerah dirinya mengikuti aturan tersebut. Menurutnya, sebelum PP itu diterbitkan pembentukan UPT memang diperbolehkan. Oleh sebab itu dibentuklah peraturan bupati (Perbup) untuk menjadi payung hukumnya.

“Sebelum UPT ini dibubarkan saya harus mengganti dulu Perbupnya. Tentunya amanat PP akan dilaksanakan. Jadi pada prinsifnya UPT memang harus dibubarkan,” kata Bupati.

Saat disinggung terkait sumber daya manusia (SDM) yang ada di UPT saat ini, Bupati menandaskan akan merekontruksi ulang SOTK di Pemkab Garut. Nantinya, kata Rudy, pegawai di UPT Pendidikan akan dialihkan menjadi staf atau fungsional.

“Kita tidak mungkin menampung semua pejabat struktural UPT. Nantinya mereka harus terima kalau menjadi fungsional,” ujarnya.

Sebenarnya dulu, kata Bupati, PP 18 tahun 2016 memperbolehkan pembentukan UPT. Sehingga kita buat Perbupnya. Padahal itu, ujarnya, sudah dikonsultasikan ke gubernur.

“Sebenarnya UPT yang harus dibubarkan bukan hanya UPT pendidikan tapi UPT Kesehatan pun sama,” tandasnya.

Ia menegaskan, di Bulan Desember semua UPT sudah dihilangkan. Nantinya, alur kendali dilakukan dinas masing-masing.

Namun secara tidak langsung, bupati menyayangkan terkait aturan yang memaksa UPT harus dibubarkan. Pasalnya, secara geografis Kabupaten Garut sangat luas. Jadi rentang kendalinya sangat sulit jika hanya mengandalkan dinas semata. Jadi sebenarnya, secara kinerja UPT ini sangat dibutuhkan Pemkab Garut.

“Kalau seperti Kota Bandung sangat logis UPT ini dihilangkan. Tapi alau ukurannya Garut tentu akan menyulitkan,” keluh Bupati.

Bupati menambahkan, jika UPT dibubarkan, tentunya para Kasie harus lebih sering terjun ke lapangan. Terkait tambahan tunjangan dan hal teknis lainnya sedang dibuatkan aturannya. (Farhan SN)***

Menderita Kanker Payudara, Janda Renta Ini Tak Mampu Berobat

DUA puluh tahun sudah Mak Ade Asmanah (55) warga Kampung Cidahu, RT04/05, Desa Neglasari, Kecamatan, Cisompet, Kabupaten Garut ditinggal wafat suaminya. Kini janda yang telah berusia senja ini hidup bersama dua anaknya dalam keterbatasan ekonomi.

Dua anak Ade sendiri hanya bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kelaurganya. Penderitaan Mak Ade kini bertambah, setelah setahun terakhir tubuhnya digerogoti penyakit berbahaya, yakni kanker payudara.

”Pun biang sateuacanna gaduh panyawat mah, calikna di bumi anjeuna,ngurus nyalira margi sateuacan gaduh panyawat mah sok buburuh ngaramet. Kirang langkung tos dua taun pun biang calikna sareng abdi, teras panyawatna kalah langkung kacida. Simkuring salaku putrana bujeng-bujeng tiasa ngalandongan pun biang ka rumah sakit, kango neda sadidinten ge batan sakieu sesahna. Kantenan pun lanceuk teu gaduh padamelan nu puguh,” ungkapnya, seraya menyeka air matanya.

Kondisi penyakit kanker yang diidap Mak Ade tampak semakin parah. Terkait penyakitnya ini, Mak Ade mengaku belum mendapatkan bantuan dari  pemerintah, hanya tetangganyalah yang sudah membantu.

“Belum, belum ada yang bantu, apalagi dari pemerintah. Selama ini hanya  para tetangga yang membantu untuk sekedar makan,” tututnya,lirih. (Iwan Setiawan).***

Editor: Kang Cep.

Jamaah Masjid Darussalam Sambut Hj. Siti Mufattahah

PULUHAN jamaah Masjid Darussalam di kawasan Haurpanggung, Tarogong, Kabupaten Garut antusias menerima kunjungan anggota DPR RI Dari Partai Demokrat Komisi IX Hj. Siti Mufattaah. Gelaran taraweh keliling yang dilakukan oleh Hj. Siti Mufattahah itu, kali ini bertempat di daerah terdampak banjir bandang Garut beberapa waktu yang lalu.

“Saat bajir bandang beberapa waktu lalu saya hadir disini, karena itu kali ini ketika Garut dikejutkan kembali dengan bencana banjir, saya teringat masa banjir bandang, ” ujarnya, lirih.

Malam itu, Hj. Siti diterima warga Haurpanggung di Masjid Darusalam. Ketua DKM Darusalam, Ajengan Aan mengatakan, ia tidak mengira akan kedatangan tamu istimewa anggota DPR RI.

“Seingat saya baru pertama kali ini ada kunjungan teraweh keliling langsung dari pejabat ke pinggiran kali Cimanuk ini. Di tempat yang mulia ini kami jamaah Masjid Darusalam dan warga Haurpanggung mendoakan ibu Hj. Siti agar diberikan kebarokahan, kesehatan dan lindungan Allah Swt,” kata Ajengan Aan.

Sementara itu, Tika, salah seorang warga menyebutkan, ibu Hj. Siti sudah dua kali berkunjung ke tempat ini. “Saat Banjir bandang melanda Garut tempo hari, Ibu juga berkunjung ke tempat ini. Dan kini saat bulan yang penuh berkah Ibu Hj. Siti kembali bersama warga Haurpanggung dalam gelaran taraweh keliling,” ungkapnya.

Dikatakannya, Hj. Siti adalah sosok wanita yang patut dicontoh dan ditauladani. Meski seorang pejabat tapi ia enggan menampakkan dirinya sebagai seorang pejabat.

“Ibu merakyat sekali dan dekat dengan warganya. Biasanya anggota DPR itu akan sibuk turun kelapangan bila menjelang kampanye dalam pemilu. Tapi beda dengan Ibu Hj. Siti Mufattahah, turun ke lapangan sudah menjadi kebiasaan rutinnya. Ini yang membuat warga Garut cinta pada Ibu Hj. Siti,” tuturnya.

Diuraikannya, untuk mengejar waktu dalam menemui warganya tak sungkan ia harus naik kendaraan roda dua.

Seusai melakukan teraweh keliling iapun masih ada agenda lain ditempat yang lain yaitu melakukan pertemuan dengan kaula muda Garut. (TAF.Senopati/ADV)***

BREAKING NEWS : Tiga Napi Tertangkap Basah saat Pesta Narkoba di Sel Tahanan Lapas

GARUT, (GE).- Sebanyak tiga orang narapidana akhirnya dicokok petugas karena tertangkap basah saat berpesta narkoba di dalam sel tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Garut, Jawa Barat, Rabu (7/6/17). Pengungkapan peredaran narkoba di dalam Lapas itu diketahui dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan petugas.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Garut, Ramdani Boy, menyebutkan, sebelumnya petugas mendapatkan informasi ada sejumlah napi tengah berpesta narkoba di dalam sel. Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti dengan melakukan operasi tangkap tangan yang dilakukan sejumlah petugas.

“Hasil operasi tangkap tangan yang kita lakukan, ternyata benar ada tiga napi yang menghuni Kamar D1 Blok Papandayan yang tengah berpesta narkoba. Kita langsung amankan ketiganya untuk selanjutnya akan kita serahkan ke Polres Garut untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Boy, di Lapas Kelas IIB Garut, Jalan Hasan Arif, Kecamatan Banyuresmi, Kamis (8/7/17).

Ketiga napi yang diduga tengah berpesta narkoba itu masing-masing berinisial RB, IS, dan ON. Selain ketiga tersangka, petugas juga mendapatkan barang bukti berupa 11 linting narkoba yang diduga jenis gorila, sejumlah uang, dan HP milik ketiga napi.

Ketiganya merupakan napi kasus kriminal umum yang tinggal dalam satu sel. Mereka belum lama menghuni Lapas bahkan ada di antaranya yang masih status titipan.

“Berdasarkan pengakuan, mereka mendapatkan barang tersebut melalui pesanan secara daring (online). Barang tersebut dipesan melalui HP milik salah seorang napi yang telah kita amankan juga beserta sejumlah barang bukti lainnya,” kata Boy.

Dilihat dari jumlah lintingan narkoba yang cukup banyak, tuturnya, tak menutup kemungkinan narkoba itu bukan hanya untuyk mereka konsumsi sendiri. Bisa jadi mereka juga merencanakan untuk mengedarkannya di dalam Lapas.

Terkait keberadaan HP yang dimiliki napi di dalam Lapas, diakui Boy berdasarkan aturan, napi tak diperbolehkan memegang HP. Oleh karena itu pihaknya akan melakukan penelusuran terkait keberadaan HP yang dimiliki napi.

Menurut Boy, narkoba tersebut bisa masuk dengan berbagai cara ke dalam Lapas. Biasa saja dimasukan ke dalam makanan yang dibawa pengunjung dan melewati pintu gerbang yang selama ini dijaga ketat atau bisa juga dengan cara dilempar dari luar.

“Semua kemungkinan bisa saja terjadi. Untuk lebih pastinya kita tunggu hasil pengembangan penyelidikan dan penyidikan yang akan dilakukan Satuan Narkoba Polres Garut,” ucap Boy.

Boy menandaskan akan lebih memperketat penjagaan dan pemeriksaan di Lapas untuk mencegah terulangnya kejadian serupa. Pihaknya, tambah Boy, tidak ingin kecolongan lagi dengan masuknya narkoba ke dalam Lapas.

Salah seorang napi yang diamankan, RB, mengaku jika narkoba yang dipesannya merupakan jenis gorila. Ia memesan barang tersebut secara daring menggunakan telepon genggam miliknya.

Ia memesan 11 paket kecil tembakau gorila sebesar Rp 1 juta. Uang pembelian didapat dari sejumlah napi lain yang akan membeli narkoba tersebut.

“Belum sempat diedarkan barangnya. Sempat dihisap dulu sama temen satu sel akan tetapi keburu ketahuan petugas,” katanya.

Diterangkan RB, dirinya baru pertama kali memesan barang haram tersebut. Rencananya tembakau gorila itu akan ia edarkan di dalam Lapas. Satu paket kecil bisa direcah menjadi dua atau  tiga linting. Satu lintingnya bisa dipake untuk tiga orang. Sedangkan harga  satu paketnya rencananya akan dijual dengan harga Rp 100 ribu. (Farhan SN)***

Editor : SMS

PDI P Garut Tetapkan Dedi Hasan Maju di Pilkada 2018

GARUT, (GE).- Dedi Hasan Bahtiar didukung penuh oleh 42 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Garut untuk manggung pada Pilkada 2018 yang akan datang. Para kader beranggapan, sosok Dedi Hasan dianggap tepat untuk memimpin Garut selama lima tahun ke depan.

Sekretaris Jendral DPC PDIP Kabupaten Garut, Juju Hartati, mengatakan sosok Dedi Hasan merupakan salah satu kader terbaik yang dimiliki PDIP Kabupaten Garut, sekarang ini. Terlebih saat ini Dedi Hasan memiliki pengalaman dengan menjabat dua kali Anggota DPRD Garut dan sekarang tengah menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat.

“Jelas mereka PAC sudah menudukung secara bulat untuk mendukung Dedi Hasan Bahtiar, untuk maju dalam Pilkada mendatang,” ujar Juju, Rabu (17/5/2017).

Sementara Ketua PAC PDIP Kecamatan Kersamanah, Didit, menilai, sangat tepat jika Dedi Hasan Bahtiar diusung PDIP untuk maju sebagai Calon Bupati Garut. Lantaran, selama ini sosok Dedi Hasan Bahtiar, sudah di kenal dikalangan masyarakat, baik tingkat bawah sampai lingkungan eksekutif.

“Dedi Hasan Bahtiar, merupakan salah satu kader terbaik yang dimiliki PDIP Kabupaten Garut, kiprahnya sebagai Anggota DPRD Provinsi Jabar, sudah banyak dirasakan oleh masyarakat Garut,”

Dikatakannya, Dedi Hasan Bahtiar, memiliki konsep yang sangat jelas, untuk memajukan Kabupaten Garut, untuk membawa Garut bermartabat. “Kami bersama 42 PAC se Kabupaten Garut, mendukung dan siap untuk memenangkan Dedi Hasan Bahtiar dalam Pilkada Kabupaten Garut,”

Dikatakannya, dirinya bersama dengan PAC lainnya, akan terus mendorong Dedi Hasan Bahtiar, untuk daftar dalam penjaringan Calon Bupati Garut, yang akan dibuka oleh DPC PDIP Garut. Dirinya juga meyakini, kalau nantinya rekomendasi yang akan dikeluarkan oleh DPP akan jatuh pada Dedi Hasan Bahtiar.

Ditempat terpisah, Sekretaris Jendral DPD PDIP Jawa Barat, Abdy Yuhana, mengatakan, DPD PDIP Jabar, dalam mengusung nama untuk maju dalam Pilkada serentak, akan memprioritaskan kader internal partai yang memiliki kualitas bagus.

“Kami akan memprioritaskan kader internal terlebih dahulu, termasuk nama Dedi Hasan Bahtriar salah satu nama yang dipersiapkan PDIP untuk maju dalam Pilkada Garut. Ya, kami memang akan membuka pendaftaran untuk menjaring Calon Bupati yang akan bertarung pada Pilkada serentak 2018, termasuk membuka pendaftaran untuk Calon Gubernur Jabar,” ucapnya.

Namun khusus untuk Pilkada Garut, partai PDIP masih belum bisa mengusung satu pasangan calon. Yang mana saat ini PDIP Garut di DPRD memiliki 6 kursi, sehingga untuk memenuhi kursi sesuai aturan, pihaknya tetap harus melakukan koalisi dengan partai lain. “Kami sudah intruksikan pada pengurus DPC Garut, untuk melakukan komunikasi politik dengan partai lain,”

Diakuinya, pihaknya juga tetap akan melihat hasil survai untuk memposisikan apakah akan di Calon Bupati atau Wakil Bupati dalam menempatkan kadernya. PDIP sebenarnya ingin menempatkan kadernya di Calon Bupati Garut, tetapi jika nantinya hasil survai berada di bawah yang lain. Maka PDIP juga bisa menempatkan kadernya di posisi Wakil Bupati Garut.

“PDIP realistis dan fleksibel bisa menempatkan di Garut satu atau di Garut 2” ujarnya. (Adriawan)***

ABH Penghuni Bapas Garut Mendapat Pelatihan Keterampilan Budidaya Lele

MESKI sedang menjalani masa hukuman, para Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) mendapatkan perlakuan secara manusiawi dari petugas. Tidak hanya dibina secara mental dan spiritual, mereka pun mendapatkan pelatihan keterampilan budidaya ikan lele. Hal tersebut dilakukan agar selepas menjalani masa pembinaan mereka bisa diterima masyarakat sekitar dan memiliki keahlian sebagai bekal hidup mereka saat menghirup udara bebas.

Ditjen Pemasyarakatan Kemenkumham, Djoko Setiyono, mengatakan penjara menjadi pilihan terakhir untuk melakukan pembinaan kepada anak berhadapan dengan hukum (ABH). Pemberian keterampilan menjadi pilihan untuk melakukan pembinaan.

“Pidana penjara harus dihindarkan. Penjara itu banyak negatifnya. Mereka (ABH) diberi pidana alternatif yang lebih manusiawi dan positif,” ujar Ditjen Pemasyarakatan Kemenkumham, Djoko Setiyono usai menghadiri kube budidaya lele di Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II B Garut, Senin (15/5).

Sejumlah ABH yang kini dibina Bapas Garut, tutur Djoko, diberi sejumlah pelatihan. Mulai dari bercocok tani hidroponik, ternak lele, hingga keterampilan las.

“Sejak adanya UU nomor 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak, penjara itu hanya pilihan terakhir. Jadi anak diberi keterampilan dulu,” katanya.

Sanksi hukum, lanjut dia, tetap diberikan namun lebih mendidik. Menurutnya, sejumlah pelanggaran dikarenakan beberapa faktor. Diantaranya keimanan, lingkungan, dan ekonomi.

“Pembinaan yang dilakukan Bapas ini salah satunya untuk mengatasi faktor ekonomi. Bagaimana mereka kelak dapat penghidupan yang baik secara ekonomi serta tak melanggar hukum,” ucapnya.

Selain melakukan pembinaan kepada ABH, tutur dia, Bapas juga membina warga binaan dewasa. Tugas Bapas untuk mengetahui penyeban warga binaan melakukan pelanggaran hukum.

“Sebelum dilepas kembali ke masyarakat, warga binaan ini harus diberi keterampilan. Kami harap juga ada dukungan dari semua pihak agar tujuannya tercapai,” katanya. (Farhan SN)***

Istri Dilindas Suami Pakai Truk Tronton, Begini Penuturan Ayah Korban

GARUT, (GE).- Kabar istri dilindas suaminya menggunakan truk tronton di Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, langsung merebak. Aksi pelaku diduga bermula dari cekcok adu mulut diantara keduanya.

Namun belakangan ini, ayah korban menuturkan kronologi sebenarnya. Menurut ayah korban, Fardin Supardi (62), mengatakan menantunya memang dikenal keluarga tempramental. Bahkan anaknya yang menjadi korban kerap mengeluh diperlakukan kasar oleh pelaku yang sekarang sudah menjadi tahanan di Mapolres Garut.

Fardin melanjutkan, sejak anaknya dipersunting tersangka pada Tahun 2008 lalu kerap terjadi kekisruhan dalam rumah tangganya. Bahkan di Tahun 2013 silam tersangka pernah dilaporkan ke Polisi dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Namun karena tersangka meminta maaf dan berjanji tak akan mengulanginya lagi, berkas laporannya dicabut. Jadi ia bisa kembali menghirup udara bebas.

“Memang sudah sering terjadi pertengkaran. Bahkan karena saya jengkel mereka saya suruh untuk ngontrak rumah. Namun karena kasihan akhirnya anak saya kembali ke rumah,” ujar Fardin kepada “GE”, saat ditemui di kediamannya di Kampung Calincing, Desa Sindanglaya, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (3/5/17).

Namun puncak percekcokan antara keduanya, ungkap Fardin, terjadi Senin malam (1/5/17). Saat itu, korban menanyakan utang tersangka. Namun bukannya membayar tersangka malah marah dan menuduh korban telah selingkuh.

“Saat itu juga, pelaku malah ke luar rumah. Namun, karena hand phone anak saya dibawa pelaku akhirnya anak saya menyusul. Beberapa saat kemudian ada tetangga yang mengabarkan anak saya kecelakaan,” ujar Fardin.

Korban langsung dibawa ke RSU. dr. Slamet Garut untuk mendapat pertolongan, ujar Fardin, namun karena terlalu banyak mengeluarkan darah, korban akhirnya meregang nyawa. Fardin berharap, pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai dengan perbuatannya. (Farhan SN)***

BREAKING NEWS : Puluhan Warga Bayongbong Keracunan Nasi Tumpeng

GARUT, (GE).– Puluhan warga Kampung Radug, Desa Sukasenang, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengalami keracunan massal setelah menyantap nasi tumpeng dari salah seorang warga di sana. Menurut data yang dikeluarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut, sebanyak 30 orang dilarikan ke Puskesmas Bayongbong.

“Ada 30 orang yang berobat ke Puskesmas Bayongbong. Saat ini 8 orang masih dirawat, sementara 22 orang lainnya sudah diperbolehkan pulang,” ujar Kalak BPBD Garut, Dadi Djakaria, kepada wartawan, Minggu (29/4/17).

Dadi mengatakan, kemungkinan jumlah korban akan terus bertambah. Saat ini petugas terus berjaga dan berusaha membantu evakuasi para korban. (Farhan SN) ***