Pejabat Lama Kemungkinan Besar Masih Bertengger di Kursi Disdik-1

GARUT, (GE).– Seleksi calon Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut yang dilakukan lewat lelang jabatan hingga Jumat (23/12/2016), ada empat calon yang telah lolos seleksi administrasi. Keempatnya adalah pejabat setingkat eselon III yang mengikuti promosi jabatan menjadi kepala dinas.

Keempat pelamar tersebut, menurut Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kabupaten Garut Asep Sulaeman Farouq yaitu Sutiarman yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Undang Suryana yang saat ini menjabat Inspektorat Pembantu di Inspektorat Wilayah Kabupaten Garut, Adi Purnomo yang saat ini menjabat Sekretaris Kantor Kesbangpol Kabupaten Garut dan Natsir Alawi Kepala Bagian Organisasi.

Menurut Asep, keempat Kadisdik tersebut, sudah mengikuti sesi wawancara dan menyampaikan karya tulis. Tim Pansel sendiri, rencananya akan menyerahkan hasil seleksi kepada Bupati Garut pada 21 Desember 2016.

Berdasarkan jadwal yang ada, menurut Asep pelantikan akan mulai dilakukan pada tanggal 28 hingga 30 Desember 2016. Dengan begitu, pada awal tahun 2017 semua jabatan di lingkungan pemkab Garut telah terisi. Tak kurang dari 1800 pejabat nantinya akan dilantik terdiri dari pejabat eselon II, III dan IV.

Saat disinggung calon terkuat untuk kursi Kadisdik, menurut Asep semua mempunyai peluang. Namun, belum tentu semua bisa lulus dalam tahapan selanjutnya. Pasalnya, selain linieritas dan latar belakang pengalaman kerja, ada beberapa hal teknis yang harus dimiliki oleh seorang calon Kadisdik.

Ditemui terpisah, salah seorang pejabat setingkat eselon II yang namanya enggan dikorankan mengungkapkan, dalam sebuah kesempatan, bupati pernah mengungkapkan bahwa empat calon Kadisdik yang ada, tidak memenuhi harapannya.

Selain itu, menurut sumber tersebut, bupati juga mengungkapkan dari sekian banyak pejabat setingkat sekretaris dinas yang melamar menjadi kepala dinas yang kursinya dilelangkan dalam lelang jabatan, hanya ada empat orang yang dinilainya layak untuk bisa menjadi seorang kepala dinas.

Keempat orang sekretaris tersebut adalah Sekretaris Dinas Binamarga Aah Anwar Saefulloh, Sekretaris Dinas Pendidikan Dede Sutisna, Kepala Bagian Natsir Alawi yang melamar sebagai Kadisdik dan Camat Garut Kota Basuki Eko.

Khusus untuk kursi Kadisdik, menurutnya hanya ada satu nama yang dinilai layak oleh bupati yaitu Natsir Alawi. Makanya, menurutnya, tiga calon lainnya bisa saja gugur dalam tahapan seleksi selanjutnya. Namun, sayangnya nama Natsir Alawi yang menurut bupati layak, ternyata tidak memiliki latar belakang mengelola pendidikan hingga kemungkinan nama tersebut akan ditempatkan di dinas lain.

“Melihat formasi saat ini, kemungkinan jabatan Kadisdik akan dikendalikan oleh seorang Plt (Pelaksana teknis). Namun, tak menutup kemungkinan Kadisdik lama dipertahankan untuk beberapa waktu. Yang jelas saat ini Pemkab sedang berburu dengan waktu mengejar target SOTK baru tahun 2017,” katanya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Garut Iman Alirahman mengungkapkan, penyegaran di lima dinas yang jabatannya dilelangkan tersebut, berdasarkan hasil evaluasi dari panitia seleksi. Namun, tidak menutup kemungkinan pejabat yang saat ini menduduki kursi kepala dinas yang dilelangkan kembali menempati jabatan tersebut jika Pansel menyatakan hasil ujian dinilai baik.

Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman menyampaikan, empat nama yang saat ini mengikuti seleksi calon Kadisdik, meski telah lulus seleksi administratif, belum tentu lolos dalam tahapan selanjutnya. Karena, untuk kursi Kadisdik, akan dilakukan penggodokan secara mendalam.

“Penilaiannya sepenuhnya diserahkan kepada Pansel. Nanti bupati akan menentukan siapa yang layak menduduki kursi Kadisdik-1,” ujarnya saat ditemui “GE” di salah satu hotel ternama di Garut, Jumat (23/12/2016).

Namun untuk para calon Kadisdik, dr. Helmi memiliki ekspektasi tersendiri. Menurutnya, siapa pun Kadisdik terpilih harus memiliki kemampuan manajerial dalam pendidikan. Terutama, bagaimana mencarikan solusi untuk menciptakan kualitas pendidikan di Garut. “Problem saat ini yang paling krusial adalah pemerataan. Bagaimana kualitas dan sarana bisa merata sampai ke daerah,” ujar Helmi.

Selain itu, pemerataan tenaga pendidikan juga masih menjadi permasalahan krusial. Saat ini guru-guru berkualitas masih bertumpuk di wilayah perkotaan. Jadi Kadisdik baru dituntut melakukan perubahan untuk mengatasi disvaritas sarana pendidikan, kualitas dan kuantitas tenaga pengajar.

Saat disinggung terkait kemungkinan terburuk para calon yang tidak memenuhi kriteria sebagai Kadisdik, Wabup menjawab akan mencoba beberapa formula untuk mengatasinya. Salah satunya, jabatan Kadisdik dijabat oleh Pelaksana Tugas (PLT) atau Kadisdik lama dipertahankan sementara waktu sampai ada asesmen berikutnya.

“Kalau berbicara kemungkinan, Kadisdik lama bisa dipertahankan. Dengan catatan dari hasil asesmen tidak ada yang memenuhi kualifikasi,” ungkap Wabup.

Helmi melihat, Kadisdik saat ini sebenarnya dari hasil test beberapa waktu lalu, masih memiliki kualitas dalam mengelola bidang pendidikan meski dari aspek kesehatan yang bersangkutan sedikit terganggu. Namun, jika memang Kadisdik saat ini sudah tidak bisa lagi bertugas, maka alternatif terakhir adalah menunjuk Plt.

“Kemungkinan Plt-nya bisa dari dalam Disdik atau dari dinas lain, semisal oleh asisten atau yang lainnya. Jadi masih banyak kemungkinan. Namun yang jelas kita harus menunggu dulu hasil asesmen yang sedang dilakukan Tim Pansel. Baru membuat opsi lainnya,” pungkas Helmi. (Tim)***

Jelang Perayaan Tahun Baru, Polres Garut Bekuk Lima Tersangka Pengedar Narkotika

GARUT, (GE).- Jelang perayaan tahun baru 2017 jajaran Polres Garut bergerak cepat dalam rangka menciptakan keamanan. Salah satu yang menjadi perhatian peredaran narkotika.

Dalam menumpas peredaran narkotika ini, Polres Garut menggunakan jejaring masyarakat sebagai pemberi informasi. Kemudian, dengan sigap Polisi bergerak dan mengamankan para pengedar dan penhonsumsi narkotikan.

Rabu (14/12/2016) siang, jajaran Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba) Polres Garut berhasil mengamankan lima tersangka dalam kasus penyalahgunaan narkotika dan psikotropika. Selain lima tersangka, petugas juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa ganja dan sejumlah tablet.

Kasat Narkoba Polres Garut, Ajun Komisaris Asep Darajat, menyebutkan penangkapan terhadap lima tersangka penyalahgunaan narkotika dan psikotropika itu berawal dari adanya laporan masyarakat. Pihaknya langsung bergerak cepat dalam menanggapi laporan tersebut dengan melakukan penyelidikan berdasarkan keterangan awal dari masyarakat terkait adanya penyalahgunaan narkotika dan psikotropika.

“Setelah melakukan penyelidikan dengan cukup bukti, maka kami lakukan penangkapan serta pemeriksaan terhadap para tersangka. Hasilnya, kami berhasil menemukan sejumlah barang bukti yang ada kaitannya dengan penyalahgunaan narkotika dan psikotropika,” ujar Asep, Rabu (14/12/2016).

Asep melanjutkan, kemungkinan jenis barang haram ini akan digunakan mereka pada perayaan tahun baru 2017. Sebagai antisipasinya jajaran Polres Garut akan terus melakukan penangkapan terhadap para pelaku pengedar narkotika sampai perayaan tahun baru nanti.

Dikatakan Asep, lima tersangka yang telah diamankan itu berasal dari empat kejadian perkara yaitu di Kecamatan Pameungpeuk, Tarogong Kidul, Karangpawitan, dan Kadungora. Mereka adalah SS, DA, SA, DR, dan AH. Kelima pelaku ditangkap antara bulan November hingga Desember 2016. Sedangkan barang bukti yang berhasil diamankan, tambah Asep, terdiri dari 18 tablet yang diduga psikotropika jenis merk Riklona, satu kemasan kosong tablet yang diduga psikotropika jenis merk Riklona, 6,5 tablet yang diduga psikotropika jenis merk Lexzepam, serta 120,73 gram diduga narkotika jenis dun ganja kering.

Tiga tersangka, yaitu SS, DA, dan AH dijerat dengan pasal 111 ayat (1) Subs pasal 114 ayat (1) tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara paling singkat empat tahun subsider penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 1 miliar. Sedangkan tersangka SA dan DR dijerat dengan pasal 62 Undang-undang RI Nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika dengan anacaman penjara lima tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta.

Lebih jauh Asep menerangkan, selama tahun 2016, ada 38 laporan yang ditangani Satnarkoba Polres Garut. Dari jumlah laporan sebanyak itu, ada 47 tersangka yang telah diamankan dengan perkara berupa penyalahgunaan ganja, sabu, obat-obatan, dan minuman keras.(Farhan SN)***

Mahasiswa Uniga Galang Bantuan Dana untuk Korban Gempa di Aceh

GARUT, (GE).– Mahasiswa Universitas Garut (Uniga) menunjukkan rasa empatinya terhadap korban bencana di Aceh. Untuk membantu korban gempa di Aceh, mahasiswa menggalang bantuan dari sesama mahasiswa di Uniga.

Aksi penggalangan dan oleh para mahasiswa tersebut dimulai dari Kampus Uniga dengan melakukan penggalan disejumlah ruang kuliah meminta para mahasiswa menyumbangkan sesuai kemampuan merak masing-masing. Para mahasiswa juga menyisir seluruh sudut-sudut kampus tempat para mahasiswa berkumpul untuk meminta uluran tangan mereka. Satu persatu mereka mengeluarkan uang pecahan ribuan kemudian dimasukan kedalam kotak yang disodorkan rekannya.

“Ini panggilan kemanusiaan, kita harus egera berbuat demi membantu saudara-saudara kita di Aceh,” Kata Asri Rayna slah seorang mahasiswa penggalang dana tersebut, Kamis (8/12/2016).

Ia menyebutkan gempa dengan kekuatan 6,5 SR benar-benar telah mengguncang bumi serambi mekah hingga mengundang perhatian banyak pihak keran besarnya kerusakn serta banyaknya koban jiwa meninggal.

“Mendengar dan melihat sejumlah informasi tentang kerusakan dan banyaknya korban meninggal membuat kami sangat tersentuh dan segera harus melakukan upaya penggalangan dana ini,” Ungkapnya.

Para mahasiswa berharap kegiatan pengalangan dana yang digelar mulai hari ini akan dapat sedikit meringankan beban para korban gempa tersebut. Dana yang terkumpul selanjutnya akan ditransferkan ke sejumlah rekening penyalur dana bantuan dengan harapan dapat sampai kepada pihak-pihak yang membutuhkan terutama para korban gempa tersebut. (Tim GE)***

Kepindahan Konate ke Persib Terganjal, Ini Penyebabnya

GARUT, (GE).– Kedatangan Konate bersama timnya T-Team FC ke Garut untuk menjajal pertandingan melawan Persigar Garut di Stadion Jayaraga dalam persiapan pramusim. Atmotsfer Bobotoh juga ingin kembali dirasakan Konate dalam laga yang digelar Senin (5/12/2016) sore pukul 15.00 WIB.

“Saya sudah pernah datang ke Garut. Ke sini (Garut) sudah dua, tiga kali bersama Persib. Sekarang datang lagi bersama tim saya sekarang,” ucap pemain yang pernah menjuarai Liga Indonesia bersama Persib itu.

Diakui Konate, memang sudah ada komunikasi dengan Persib tentang kemungkinan untuk kembali. Sejak satu pekan lalu, Manajer Persib, Umuh Muchtar sudah menghubunginya. Namun semua itu baru sebatas pembicaraan informal.

“Haji Umuh sama pemain sekitar satu minggu lalu sudah ada komunikasi. Melalui WhatsApp dan lain-lain. Masih komunikasi saja. Untuk (kembali) bermain belum,” katanya.

Menurut Konate, permainan di Indonesia dan Malaysia sama saja. Hanya iklim suporter yang sangat berbeda. Di Indonesia, khususnya Persib, dukungan suporter lebih banyak. Hal tersebut yang membuatnya rindu dengan suasana permainan sepak bola Indonesia.

“Belum pasti untuk kembali lagi ke Persib. Lihat kedepannya saja untuk main di Persib,” ujarnya.
Pelatih T-Team FC, Rahmad Darmawan, memiliki keinginan untuk mempertahankan semua pemainnya yang akan mengikuti kompetisi kasta tertinggi di Malaysia musim depan. Semuanya tergantung pemain untuk bertahan atau pindah ke klub yang lain.

“Saya tak pernah untuk membujuk pemain (pindah atau bertahan). Kalau mau tinggal dia harus enjoy, senang. Kalau mau main dengan klub lain saya tak akan halangi,” ucap RD sapaan akrabnya.

RD mengaku keinginannya untuk mempertahankan Makan Konate. Namun semuanya kembali lagi kepada pemain tersebut. RD menegaskan, jika dia tak akan menghalangi para pemainnya yang ingin pergi.

Diakui RD, ia sudah mendengar selintingan jika Konate telah diincar beberapa tim dari Indonesia. Seperti Persib Bandung dan Barito Putera. Apalagi Konater pernah main di kedua tim itu.

“Selebihnya saya serahkan kepada pemain,” kata RD.

Keibginan RD untuk mempertahankan keutuhan timnya akan menjadi ganjalan bagi Persib untuk mendatangkan kembali salah satu pemain terbaiknya. Bersama Konate, Persib Bandung pernah meraih kesuksesan menjuarai Liga Super Indonesia. (Farhan SN)***

Makan Konate Rindu Atmosfir Persib, Inikah yang Dinamakan CLBK

GARUT, (GE).- Dukungan “Bobotoh” terhadap tim kesayangannya Persib Bandung, membuat kesan tersendiri bagi tiap pemain yang pernah berlabuh di klub kebanggaan rakyat Jawa Barat ini. Salah satunya Makan Konate. Meski ia sudah merumput bersama tim barunya T-Team FC di Malaysia namun hatinya masih menyangkut di Bandung.

Tadi sore, garut-express.com mendapatkan kesempatan berbincang dengan Konate. Rencananya besok Senin (5/13/2016) sore T-Team FC bakal bertanding melawan klub kebanggaan Kabupaten Garut Persigar. Laga akan dihelat di Stadion Jayaraga pukul 15.00 WIB.

Pada sesi wawancara, Konate tak ragu mengungkapkan kecintaannya terhadap Persib. Bahkan menurutnya Cinta Lamanya Bersemi Kembali (CLBK) saat dirinya menginjakkan kaki di Garut untuk yang ketiga kalinya.

Pernyataan itu, sekaligus menyiratkan Konate ada peluang untuk bermain kembali bersama Persib. Hanya saja Konate masih malu-malu untuk mengungkapkan seberapa besar peluangnya untuk merumput bersama tim Maung Bandung.
“Saya kangen sama bobotoh. Kangen sama Persib juga. Insya allah musim depan bisa balik (bergabung dengan Persib),” ujar Konate usai bertemu dengan Bupati Garut di Rumah Dinas Bupati, Minggu (4/12/2016). (Farhan SN)***

Insiden Pembunuhan Mahasiswi di Garut, Berikut Kronologinya

Dalam keterangan pers yang diterima redaksi garut-express.com Polda Jawa Barat merilis secara rinci peristiwa pembunuhan mahasiswi di Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Berikut rilis asli dari Polda Jabar yang diterima “GE”.

Perihal : *Kejadian Curas Yang Menyebabkan Korban Meninggal Dunia*

Telah terjadi *_Pencurian dg kekerasan yg mengakibatkan korban meninggal dunia dan diduga disertai pemerkosaan_*.

*Waktu* : Hari Jumat, 2 Des 2016, sekitar Pkl. 01.00 WIB

*TKP* : Perum Banyuherang Bok D 02 Kp. Dunguschili, Ds. Cipicung, Kec. Banyuresmi Kab. Garut

*Identitas Korban* :
Nama. : Nisa Nurhayati
Umur. :19 tahun
Pekerjaan : Mahasiswi
Alamat. : sda TKP

*Tindakan yg dilakukan* :
1. Mendatangi TKP
2. Olah TKP
3. Mencatat saksi saksi
4. Mengumpulkan informasi
5. Membawa korban ke RS
6. Mengejar pelaku

Setelah mendapatkan laporan dari masyarakat, anggota segera mendatangi TKP dan melakukan olah TKP.
Di TKP ditemukan korban telah tergeletak di atas tempat tidur dalam kondisi setengah telanjang dan meninggal dunia.
Selanjutnya krn pelaku _mengambil Hp korban_ maka dilakukan cek posisi melalui IT, dan di dapatkan posisi ada di Garut Kota.
Hingga pada Pkl. 05.30 Wib di Kp lebaksari Kel Regol Kec Garut, berhasil ditangkap *satu pelaku* yaitu :
Nama. : RF
Umur. : 20 th
Pekerjaan : Swasta
Almt : Kp Lebaksari Rt 03/23, Kel. Regol, Kec. Garut Kota, Garut.

*Kronologis Kejadian* :
Sekitar Pkl. 24.00 Wib dua orang pelaku yaitu *RF* dan *E* berniat melakukan pencurian di rumah korban *Nisa Nurhayati*.
Pelaku masuk ke rumah korban melalui atap genting dan turun di depan rumah, kemudian menuju belakang rumah dan mencongkel jendela rumah bagian belakang dg menggunakan gagang soled.
Kemudian RF menuju kamar depan dan mengambil sebuah HP yg ada di atas meja, sementara E mengacak acak lemari di kamar belakang, tiba tiba korban terbangun dan lari ke kamar belakang sambil teriak teriak dan kemudian RF langsung memukul korban ke arah kepala dgn menggunakan batu bata dan korban lari ke kamar depan dan mengambil setrikaan dan dipukulkan ke arah kepala RF dari belakang korban, pelaku E melakukan pemukulan dgn batu bata ke arah kepala korban sehingga korban langsung terjatuh dan pingsan.
Selanjutnya korban digotong oleh ke dua pelaku tsb ke atas tempat tidur korban, krn korban masih hidup kemudian RF membungkam mulut korban dgn menggunakan kaos kaki dan pada waktu yg sama pelaku E memperkosa korban dan RF memegang tangan korban dan membungkam mulut korban.
Sekitar 5 menit kemudian terdengar orang orang mendatangi rumah korban sehingga kedua pelaku tsb langsung melarikan diri.

Selanjutnya sekitar Pkl. 05.30 wib di Kp lebaksati Kel Regol Kec Garut satu orang yg bernama RF berhasil di tangkap oleh anggota Reskrim Polres dan Polsek Garut. (DOK)***

Breaking News: Akibat Banjir Bandang Sungai Cimanuk, 25 Orang Dilaporkan Hilang

KOTA, (GE).- Akibat terjangan banjir bandang di tujuh kecamatan di Kabupaten Garut ratusan rumah rusak dan 15 orang dikabarkan meninggal dunia. Sementara 25 orang lainnya dinyatakan hilang.

Jenazah korban banjir akibat luapan Sungai Cimanuk di Kabupaten Garut satu persatu ditemukan. Belasan jenazah sedang dimandikan di Rumah Sakit (RS) Guntur, Kecamatan Garut Kota.

Dokter Polisi dari Polres Kabupaten Garut, Endah Krisnawati mengatakan, sejak pagi jenazah yang dibawa ke RS Guntur terus bertambah. Sampai pukul 12.00 siang, sudah ada 15 jenazah yang tiba di RS Guntur.

“Sebanyak lima jenazah lagi sedang diperjalanan menuju RS Guntur,” kata Dokter Endah kepada Republika, Rabu (21/9/2016).

Menurut Dokter Endah, sebanyak 25 orang dilaporkan hiang. Mereka belum bisa dipastikan selamat atau tidak. Semua pihak masih melakukan pencarian.

Tim gabungan terdiri dari BPBD, Kodim 0611 Garut dan Polres Garut terus melakukan pencarian di sepanjang bantaran Sungai Cimanuk. Sebagian petugas berusaha membantu warga membersihkan puing-puing reruntuhan di rumah warga. (Farhan SN)***

Apes ! Bermaksud Hindari Razia, Pengendara Bermotor Malah Tabrak Blokade Polisi

KOTA, (GE).- Bermaksud hindari razia Polisi seorang pemuda paruh baya malah menabrak blokade Polisi yang sedang menjalankan operasi. Untung saja, petugas yang sedang bekerja berhasil menghindar dari serudukan sepeda motor yang sudah oleh itu. Pengendara nahas tersebut akhirnya tersungkur di atas aspal dan menabrak papan razia.

Kanit Turjawali Satlantas Polres Garut, IPTU. Tejo Reno, membenarkan peristiwa tersebut. Kondisi korban yang tidak membawa identitas tersebut mengalami lecet di bagian kaki dan tangan. Kini pengendara tersebut diamankan jajaran Polres Garut guna dimintai keterangan lebih lanjut.

“Dia datang dari arah barat menuju Timur di Jalan Ahmad Yani. Kaget melihat razia, pengendara malah tancap gas dan menabrak papan pemberitahuan,” kata Tejo, saat ditemui “GE” saat menggelar razia di Jalan Ahmad Yani, Senin (5/9/2016).

Saat diperiksa, lanjut Tejo, pengendara tersebut tidak memiliki surat kelengkapan berkendara. Bahkan ia tak membawa kartu identitas apa pun. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, pengendara tersebut diamankan di Mapolres Garut berikut sepeda motornya.

Tejo melanjutkan, razia kali ini bertujuan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas khususnya di Kabupaten Garut. Dalam razia kali ini, Polisi berhasil menjaring puluhan pengendara kendaraan bermotor yang tidak melengkapi surat-surat berkendara.

“Hari ini ada 50 pengendara yang mendapatkan sanksi berupa tilang. Pelanggarannya tidak membawa surat kelengkapan berkendara seperti SIM dan STNK. Ada juga yang tidak memakai helm dan kelengkapan kendaraan seperti kaca spion, dan knalpot bising,” pungkasnya. (Hakim AG)***

Periodesasi Kepsek Jilid Dua Dihantui Kegamangan

BUPATI Garut, H. Rudy Gunawan memegang komitmennya untuk terus menggulirkan aturan pembatasan jabatan kepala sekolah atau yang akrab disebut periodesasi kepala sekolah. Meski sarat tentangan dari kepala sekolah yang akan terkena dampaknya namun aturan itu akan terus diberlakukan. Tepatnya Bulan September 2016 Bupati, melalui Dinas Pendidikan akan kembali memberhentikan ratusan kepala sekolah yang masa periode pengabdiannya telah habis.

Usai melaksanakan rapat Muspida, Bupati Garut, H. Rudy Gunawan, SH, MH, MP, kembali menegaskan akan melakukan periodesasi kepala sekolah jilid dua. Kini Pemkab sedang melakukan penilaian terhadap para kepala sekolah yang sudah memasuki periode ke tiga masa pengabdiannya.

“Saat ini sedang dinilai dulu. Mungkin pelaksanaannya pada Bulan September 2016 sudah bisa dilakukan,” kata Rudy.

Namun menurut Rudy, Pemkab Garut tidak akan melakukan periodesasi kepala sekolah (Kepsek) tingkat SMA/SMK selama 2016 ini. Kekosongan kepala SMA/SMK yang terjadi pun cukup dirangkap kepsek terdekat.

Saat disinggung terkait kekhawatiran banyak kalangan akan ada kegaduhan lagi dalam pelaksanaan periodesasi, Bupati menanggapi permasalahan itu dengan santai saja. Ia menegaskan selama Pemkab melakukannya dengan aturan yang jelas tentunya tak akan gentar. Apa lagi, dalam putusan PTUN tahun lalu Pemkab memenangkan atas gugatan para kepala sekolah yang terkena dampak periodesasi.

Rudy melanjutkan, pada pelaksanaan periodesasi kali ini. Dirinya telah menugaskan kepada disdik agar membentuk tim penilai. Kegunaannya untuk menentukan kepala sekolah yang masih bisa diperpanjang atau tidak. Tentunya penilaian itu berdasarkan raihan prestasi.

“Kalau yang berprestasi kan masih bisa diperpanjang. Apa lagi jika prestasinya sampai ke tingkat nasional. Kepsek yang bersangkutan bisa tiga periode menjabat,” kata Rudy.

Sementara itu, Kabid Pendidikan Dasar Disdik Kabupaten Garut, Totong, mengatakan pihaknya akan mengevaluasi kinerja Kepsek yang telah menjabat selama 8 sampai 12 tahun. Berdasarkan peraturan, Kepsek yang sudah memasuki periode ketiga atau lebih dari delapan tahun seharusnya kembali menjadi guru.

“Tapi kami juga harus melihat kinerja mereka. Jika ada yang berprestasi, mereka bisa diperpanjang. Hanya saja jabatan Kepseknya akan dialihkan ke sekolah yang lain,” ujar Totong di Kantor Disdik Garut, Jalan Pembangunan, Kamis (28/7/3016).

Nantinya para Kepsek yang memiliki prestasi tingkat Kabupaten maupun Provinsi, lanjut Totong, akan diberi penghargaan kembali untuk bisa menjabat Kepsek. Hanya saja para Kepsek itu akan dipindahkan ke sekolah yang tipenya lebih rendah dari sekolah yang dipimpinnya saat ini.

“Misal sekarang sekolahnya tipe A, nanti dipindah ke yang tipe B. Mereka kan sudan berprestasi di sekolahnya yang dulu. Jadi diharapkan bisa mengangkat prestasi sekolah yang lain,” ucapnya.

Dari data yang ada, tambah Totong, jumlah Kepsek yang sudah memasuki periode ketiga sebanyak 286 orang. Sedangkan yang memasuki masa pensium sebanyak 31 orang dan yang sudah melebihi 12 tahun masa jabatan sebanyak 56 orang.

“Itu untuk yang SD saja. Kalau untuk yang tingkat SMP ada 46 orang yang sudah memasuki periode ketiga. Dalam waktu dekat akan segera kami evaluasi,” katanya.

Totong menyebut, jika dari hasil evaluasi kinerja yang ditunjukkan kurang baik maka para Kepsek itu akan dikembalikan menjadi guru. Pihaknya pun telah menyiapkan sebanyak 246 calon Kepsek untuk mengganti para Kepsek yang memasuki periode ketiga.

“Tapi kalau dilihat dari jumlah Kepsek yang pensiun dan yang sudah lewat periode tiga kami butuh minimal 346 calon Kepsek. Nanti dari hasil evaluasi pasti ada Kepsek yang memasuki periode tiga masih akan menjabat. Jadi bisa tertutupi kebutuhannya,” ujarnya.

Menanggapi rencana periodesasi tersebut, Ketua MKKS SMP, R. Yusuf Satria Gautama, S.Pd, menyampaikan dukungannya. Menurutnya, penyegaran Kepsek tentunya dibutuhkan agar tidak terjadi kejenuhan. Namun ia berharap Pemkab bisa konsisten dan tak pandang bulu dalam penerapannya.

Selain itu, kata Yusup, proses penilaiannya pun harus terbuka. Sehingga kepala sekolah yang terkena dampak periodesasi tak merasa dihianati kebijakan. Sehingga permasalahan seperti pada penerapan periodesasi jilid pertama tak terulang lagi sekarang.

Bahkan dirinya pun berharap Pemkab bisa menerapkan aturan tersebut untuk semua jenjang pendidikan. Selama ini, kata Yusuf, periodesasi kepala sekolah hanya berlaku untuk Kepsek SD dan SMP sementara untuk jenjang SMA/SMK sama sekali belum tersentuh. Padahal, banyak kepala sekolah yang masa pengabdiannya lebih dari dua periode.

Selain itu, Yusuf mengaku sosialisasi penerapan periodesasi kepala sekolah ini dirasakan masih kurang. Dirinya mengaku selama ini belum pernah dilibatkan dalam proses sosialisasi. Padahal jika bercermin kepada daerah yang sukses melaksanakan periodesasi kuncinya ada pada gencarnya sosialisasi.

“Kabupaten Bandung yang paling pertama dan sukses melaksanakan periodesasi, ternyata kuncinya ada pada proses sosialisasi. Jadi saya sarankan agar Disdik terus melakukan sosialisasi agar para kepala sekolah yang akan terkena dampak sudah menyadarinya sejak dini,” kata Yusuf.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Garut, Asep D Maman, menyebut Disdik harus tegas dalam menerapkan aturan periodisasi Kepsek. Jika ada Kepsek yang menjabat di atas 12 tahun, maka harus dikembalikan menjadi guru biasa.

“Kepsek itu kan guru yang diberi jabatan untuk memimpin sekolah. Jadi tidak ada masalah kalau kembali menjadi guru,” kata Asep di Gedung DPRD Kabupaten Garut.

Agar tak menjadi masalah, ungkap Asep, Disdik harus selektif dalam mengevaluasi Kepsek. Ke depan Disdik pun harus memperhatikan usia calon Kepsek agar tak menjadi masalah dengan aturan periodisasi saat ini. Asep menambahkan, saat ini yang menjadi sorotan periodisasi Kepsek justru dari tingkat SMA/SMK. Pasalnya banyak Kepsek yang sudah menjabat lebih dari 12 tahun.

“Tapi karena tingkat SMA/SMK akan diambil alih provinsi belum ada kejelasannya. Nanti kalau memang sudah diambil alih nanti kewenangannya bukan di kabupaten lagi,” ujarnya. Farhan SN***