BREAKING NEWS : Tiga Napi Tertangkap Basah saat Pesta Narkoba di Sel Tahanan Lapas

GARUT, (GE).- Sebanyak tiga orang narapidana akhirnya dicokok petugas karena tertangkap basah saat berpesta narkoba di dalam sel tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Garut, Jawa Barat, Rabu (7/6/17). Pengungkapan peredaran narkoba di dalam Lapas itu diketahui dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan petugas.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Garut, Ramdani Boy, menyebutkan, sebelumnya petugas mendapatkan informasi ada sejumlah napi tengah berpesta narkoba di dalam sel. Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti dengan melakukan operasi tangkap tangan yang dilakukan sejumlah petugas.

“Hasil operasi tangkap tangan yang kita lakukan, ternyata benar ada tiga napi yang menghuni Kamar D1 Blok Papandayan yang tengah berpesta narkoba. Kita langsung amankan ketiganya untuk selanjutnya akan kita serahkan ke Polres Garut untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Boy, di Lapas Kelas IIB Garut, Jalan Hasan Arif, Kecamatan Banyuresmi, Kamis (8/7/17).

Ketiga napi yang diduga tengah berpesta narkoba itu masing-masing berinisial RB, IS, dan ON. Selain ketiga tersangka, petugas juga mendapatkan barang bukti berupa 11 linting narkoba yang diduga jenis gorila, sejumlah uang, dan HP milik ketiga napi.

Ketiganya merupakan napi kasus kriminal umum yang tinggal dalam satu sel. Mereka belum lama menghuni Lapas bahkan ada di antaranya yang masih status titipan.

“Berdasarkan pengakuan, mereka mendapatkan barang tersebut melalui pesanan secara daring (online). Barang tersebut dipesan melalui HP milik salah seorang napi yang telah kita amankan juga beserta sejumlah barang bukti lainnya,” kata Boy.

Dilihat dari jumlah lintingan narkoba yang cukup banyak, tuturnya, tak menutup kemungkinan narkoba itu bukan hanya untuyk mereka konsumsi sendiri. Bisa jadi mereka juga merencanakan untuk mengedarkannya di dalam Lapas.

Terkait keberadaan HP yang dimiliki napi di dalam Lapas, diakui Boy berdasarkan aturan, napi tak diperbolehkan memegang HP. Oleh karena itu pihaknya akan melakukan penelusuran terkait keberadaan HP yang dimiliki napi.

Menurut Boy, narkoba tersebut bisa masuk dengan berbagai cara ke dalam Lapas. Biasa saja dimasukan ke dalam makanan yang dibawa pengunjung dan melewati pintu gerbang yang selama ini dijaga ketat atau bisa juga dengan cara dilempar dari luar.

“Semua kemungkinan bisa saja terjadi. Untuk lebih pastinya kita tunggu hasil pengembangan penyelidikan dan penyidikan yang akan dilakukan Satuan Narkoba Polres Garut,” ucap Boy.

Boy menandaskan akan lebih memperketat penjagaan dan pemeriksaan di Lapas untuk mencegah terulangnya kejadian serupa. Pihaknya, tambah Boy, tidak ingin kecolongan lagi dengan masuknya narkoba ke dalam Lapas.

Salah seorang napi yang diamankan, RB, mengaku jika narkoba yang dipesannya merupakan jenis gorila. Ia memesan barang tersebut secara daring menggunakan telepon genggam miliknya.

Ia memesan 11 paket kecil tembakau gorila sebesar Rp 1 juta. Uang pembelian didapat dari sejumlah napi lain yang akan membeli narkoba tersebut.

“Belum sempat diedarkan barangnya. Sempat dihisap dulu sama temen satu sel akan tetapi keburu ketahuan petugas,” katanya.

Diterangkan RB, dirinya baru pertama kali memesan barang haram tersebut. Rencananya tembakau gorila itu akan ia edarkan di dalam Lapas. Satu paket kecil bisa direcah menjadi dua atau  tiga linting. Satu lintingnya bisa dipake untuk tiga orang. Sedangkan harga  satu paketnya rencananya akan dijual dengan harga Rp 100 ribu. (Farhan SN)***

Editor : SMS

Dekatkan TNI dengan Warga, Korem 062 Tarumanagara Santap Nasi “Liwet” Bersama Warga Priangan

GARUT, (GE).- Bertempat di Lapangan Merdeka Kherkof, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat, ratusan personil TNI dari kesatuan Korem 062 Tarumanagara, gelar peringatan Hari Juang Kartika (HJK) tahun 2016. Selain unsur TNI yang berada di Kabupaten Garut, tutur hadir pula Kodim yang berada diseluruh priangan timur berbaur bersama menikmati hidangan nasi liwet ala TNI.

Berbagai rangkaian kegiatan mewarnai Hari Juang Kartika. Namun yang lebih menarik seluruh unsur TNI berbaur dengan masyarkat menyantap nasi liwet yang beralaskan daun pisang. Sedikitnya 2000 peserta mengikuti santap nasi liwet terbanyak di Indonesia.

Danrem 062 Tarumanagara, Kolonel Inf. Joko Hadi Susilo, mengatakan, kegiatan makan liwet bersama rakyat merupakan salah satu pilosofi kuat TNI, apabila berbaur dengan masyarakat.

“Ini bukti nyata kalau TNI bersinergi dengan rakyat, dengan cara makan nasi liwet tidak ada perbedaan sama sekali,” ungkapnya, Kamis (15/12/2016) pada wartawan usai menyantap nasi liwet.

Dikatakannya, makan nasi liwet yang dibuat oleh TNI sendiri sudah dipersiapkan satu hari sebelum pelaksanaan. Yang mana TNI juga menunjukan kalau kemampuannya bukan saja memegang senjata tetapi keahlian memasak juga dimiliki oleh TNI.

Sementara salah satu warga, Imas (37) warga asal Kecamatan Tarogong Kidul, mengatakan, kegiatan santap nasi liwet terbanyak ini baru pertama kali diselenggarakan di Kabupaten Garut. Bahkan tidak ada sekat sama sekali antara aparat dengan rakyat.

“Kami baru bisa berbaur dengan aparat TNI, selama ini banyak masyarakat yang enggan untuk bisa dekat dengan TNI, karena ada perbedaan dari seragam,” katanya.

Dirinya juga berharap, kalau momen Hari Juang Kartika ini merupakan momen bersatunya TNI dengan rakyat. ” Ternyata TNI juga memiliki perasaan sama dengan rakyat, hanya saja yang membedakan seragamnya saja,” singkatnya. (Memphis)***

Hendak Diedarkan Saat Malam Tahun Baru, Ribuan Botol Miras di Garut Diamankan Polisi

GARUT, (GE).- Jajaran Polres Garut terus meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran Minuman Keras (Miras) dan berbagai barang narkotika lainnya. Rabu sore (14/12/2016) ribuan botol Miras kembali diamankan Polisi. Sebelumnya lima orang pengedar narkotika jenis ganja dan obat terlarang telah lebih dulu ditangkap.

Miras sebanyak itu diangkut dari salah satu perusahaan di Jalan Sukarno-Hatta Bandung dengan menggunakan sebuah mobil boks yang rencananya akan didistribusikan ke sejumlah toko yang ada di dua kecamatan di Kabupaten Garut.

Kapolsek Tarogong Kidul, Komisaris Richard Latue, mengatakan truk box yang mengangkut ratusan dus miras itu diamankan petugas di kawasan Jalan Merdeka, Kelurahan Jayaraga, tidak jauh dari Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Garut. Aksi penangkapan truk boks tersebut dilakukan pada Rabu (14/12/2016).

“Sebelumnya, semalaman penuh tim Reserse Polsek Tarogong Kidul telah melakukan pengintaian di sekitar lokasi. Saaat disergap, sopir dan kernet truk tak bisa berbuat apa-apa karena petugas sudah mempunyai bukti-bukti kalau yang ada di dalam boks kendaraan tersebut adalah miras dari berbagai jenis dan merk,” ujar Richard.

Selain mengamankan mobil boks, pengemudi dan kernet, serta 151 dus miras yang ada di dalam kendaraan, dikatakan Richard, petugas juga berhasil mengamankan sejumlah nota dari dalam mobil. Nota tersebut di antaranya berisi jumlah serta jenis miras yang ada di dalam mobil serta toko yang menjadi tujuan pengiriman miras.

“Ada sejumlah toko yang rencananya akan jadi tujuan pengiriman miras tersebut. Toko-toko tersebut berada di wilayah dua kecamatan di kawasan perkotaan Garut, yaitu Garut Kota dan Tarogong Kidul. Kita juga akan memanggil dan memintai keterangan dari pemilik toko yang akan dikirimi miras tersebut,” katanya.

Diakui Richard, selam ini tingkat perdaran miras di wilayahnya memang terbilang tinggi. Hal ini telah banyak menimbulkan keresahan warga skarena pengaruh negatif yang ditimbulkannya. Maraknya peredaran miras di wilayah hukumnya tersebut, menurut Richard ada kaitannya dengan banyaknya tempat-tempat hiburan malam.

hal ini patut diwaspadai apalagi menjelang perayaan tahun baru dimana biasanya pesta-pesta miras marak dilakukan. Richard menambahkan, dengan kondisi peredaran miras yang sudah mengkhawatirkan di wilayah Kecamatan tarogong Kidul tersebut, dirinya sudah memerintahkan anggotanya agar lebih meningkatkan intensitas patroli dan razia.

Richard juga menandaskan, untuk pengedar miras terancam hukuman kurungan paling sebentar enam bulan dan denda maksimal Rp 50 juta. Penegakan hukum dengan tegas ini diharapkan bisa menimbulkan efek jera sehingga dengan sendirinya peredaran miras akan menurun.(Farhan SN)***

Aneh ! Pelaku Pembunuhan Mahasiswi Berhasil Dibekuk, Wakapolres Garut Masih Irit Berikan Keterangan

GARUT, (GE).- Hanya dalam hitungan jam saja, jajaran Polres Garut telah berhasil membekuk pelaku pencurian dengan kekerasan terhadap mahasiswi semester tiga jurusan keperawatan. Polisi membekuk pelaku setelah mengumpulkan petunjuk dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Scara resmi Polres Garut membenarkan telah melakukan penangkapan. Walau pun tersangkanya tidak dihadirkan dalam siaran pers yang disampaikan Wakapolres Garut, Kompol Gotam Hidayat.

“Memang benar anggota gabungan dari Polsek Banyuresmi dan Polres Garut telah berhasil menangkap tersangka,” katanya saat memberikan keterangan pers di hadapan wartawan, Jumat (02/12/2016).

Gotam menjelaskan, diduga korban dibunuh dengan cara dihantam dengan benda tumpul di bagian kepala. Selain itu, saat ditemukan korban sudah dalam keadaan setengah bugil.

Saat ditanya terkait kemungkinan korban mengalami pemerkosaan, Wakapolres menjawabnya masih mendalami perkara. Bahkan saat ditanya motif dan inisial nama pelaku, Gotam enggan memberikan keterangan.

“Saat ini pelaku sedang dimintai keterangan. Senin laporan lengkapnya sudah ada,” pungkasnya sambil melontarkan senyuman kepada sejumlah wartawan. (Farhan SN)***

BREAKING NEWS : Polisi Temukan Tanda-tanda Mengejutkan di TKP Pembunuhan Mahasiswi Akper Garut

GARUT, (GE).– Jajaran Kepolisian menemukan tanda-tanda mengejutkan pada peristiwa pembunuhan Mahasiswi Akper Pemda Garut, Nisa Nurhayati (19). Korban ditemukan telanjang dengan luka parah di bagian kepala dan pendarahan di kemaluan.

Kepala Kepolisian Sektor Banyuresmi, Kompol. Deden Mulyana, mengatakan ditemukan luka sangat parah di kepala, dan pendarahan di kemaluan korban. Saat ditemukan korban dalam posisi terlentang dan setengah bugil.

“Korban meninggal dunia di tempat, dengan luka sangat parah di kepala, dan kemaluan korban mengalami pendarahan,” ucapnya kepada wartawan, Jum’at, (2/12/2016) pagi.

Ia juga menegaskan, ada unsur pemerkosaan kepada korban. Karena korban ditemukan dalam kondisi tanpa busana.

Kini, Jasad Mahasiswi yang akrab disapa Mici ini, dibawa ke RSUD Dokter Slamet Garut, untuk kepentingan penyelidikan. Pihak kepolisian sendiri masih melakukan pendalaman kasus. Beredar informasi yang dihimpun pelaku sudah diamankan di Mapolres Garut. Rencananya setelah Jumatan Jajaran Polres Garut akan menggelar “Pers Conference”. (Aden)***

PLN Garut Putuskan Aliran Listrik ke Camp Pengungsian Banjir Bandang dan 10 SKPD

GARUT, (GE).– Kebijakan PLN Garut yang mencabut listrik setiap bangunan yang belum membayar tagihan, berimbas pada para pengungsi korban banjir bandang di Kabupaten Garut. Rabu (30/11/2016) Perusahaan Listrik Negara (PLN) cabang Garut, menyegel aliran listrik, di dua tempat pengungsian korban banjir bandang. Tepatnya di rumah singgah Lembaga Pengayaan Secara Elektronik (LPSE) dan gedung Bale Paminton yang berlokasi di Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut.

Kepala Kelurahan Pakuwon, Asep Mulyana, yang menjadi pengurus di rumah singgah LPSE membenarkan bahwa listrik di tempat pengungsiannya telah dicabut.

“Ya tadi sekitar jam 9 pagi listrik di LPSE dicabut oleh pihak pengelola (PLN), tombol listriknya disegel menggunakan kawat,” ucapnya.

Sementara itu salah seorang pengungsi, Cucu Saepudin, mengatakan, dirinya sangat berharap agar PLN bisa memasok lagi aliran listrik ke pengungsian.

“Saya berharap agar PLN bisa lah mengalirkan lagi listrik ke tempat pengungsian ini, kasian lah sama saya, dan yang lain, apalagi saya punya bayi, kalo aliran listriknya dihentikan, saya gak bisa nyeduh susu, karena dispensernya mati. Sekali lagi tolong lah karena rasa kemanusiaan lebih tinggi dari hanya sekedar aturan,” ucapnya.

Selain tempat pengungsian, PLN Garut juga memutus aliran listrik ke 10 SKPD di Kabupaten Garut, salah satunya adalah Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disduk Capil), sehingga pelayanan publik terhenti.

“Tadinya saya ingin membuat KTP, namun listriknya mati, ya terpaksa setelah jauh jauh dari cibatu, saya harus pulang lagi,” ujar salah seorang warga, Robi.(Aden)***

BREAKING NEWS : Miras Oplosan Kembali Menelan Korban di Garut, Tiga Orang Tewas

KOTA, (GE).- Empat orang pemuda dibawa ke RSU. dr. Slamet Garut akibat menenggak miras oplosan. Tiga pemuda warga Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat, dikabarkan meninggal dunia sementara satu orang lainnya masih kritis.

Menurut keterangan dari salah seorang korban selamat, Rian Hidayatuloh (26), ia dan korban lainnya menjadi korban keracunan akibat menenggak Miras oplosan. Menurutnya, ia beserta tiga teman lainnya mengoplos Miras dengan bahan baku alcohol 70 persen yang biasa digunakaan untuk membersihkan luka, dicampur dengan minuman suplemen.

Menurut Rian, dirinya menenggak Miras Oplosan dengan tiga temannya di tempat terpisah. Usai menenggak Miras Oplosan dirinya merasakan mual dan pusiing. Bahkan dirinya mengaku langsung tak sadarkan diri.

Saat ditanya, ia masih tampak linglung. Apalagi, setelah mengetahui tiga orang temannya meninggal. Raut muka Rian nampak syok dan gemetar.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Yusri Yunus menyampaikan, ketiga korban meninggal akibat minuman oplosan telah dikebumikan oleh masing-masing keluarganya.

“Tiga orang yang meninggal dunia telah di kuburkan oleh keluarganya masing-masing pada pagi tadi pukul 08.00 WIB,” tuturnya melalui pesan singkat, Minggu (13/11/2016).

Yusri menjelaskan, kejadian tersebut terjadi sejak hari Sabtu 12 November 2016 kemarin, sekitar pukul 20.00 WIB. Empat orang pemuda warga Kampung Pesantren Sukadana, Kelurahan Kota Kulon, Kabupaten Garut, yakni Sendi Setiadi (20), Eko Handika (22), Ikip Zulkipli, dan Ryan Hidayatulloh (26), berkumpul di lokasi Sira Situ sambil mengkonsumi minuman oplosan yang tidak sesuai dengan takarannya.

“Jadi mereka itu mencampur minuman oplosan berupa 70 persen alkohol, dicampur pakai Extra Joss, Hemaviton dan air mineral. Mereka minum itu di oplos jadi satu,” jelas Yusri.

Setelah minuman habis dan merasa mabuk, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang ke rumahnya masing-masing. Namun ternyata mereka belum puas, akhirnya keempat pemuda tersebut sepakat untuk kembali minum dengan takaran yang sama. Saat sedang asik mengkinsumsi minuman tersebut, tepat pada pukul 22.00 WIB mereka mengalami perasaan mual dan muntah.

“Tepat pada pukul 22.00 WIB di malam minggu kemarin tiga orang yakni Sendi, Eko dan Ikip setelah mengalami gejala mual dan muntah-muntah tak lama kemudian mereka meninggal dunia,” kata dia.

Sementara itu, Rian selamat dari maut dan saat ini masih mendapatkan penanganan dari tim medis.

“Untuk korban atas nama Rian masih dalam perawatan di rumah sakit,” tandasnya, seperti dilansir detiknews.com. (KIM)***

Editor : Farhan SN

Jembatan Terputus, Siswa dan Warga Garut Bertaruh Nyawa Lintasi Derasnya Sungai Cisarua

BUNGBULANG, (GE).– Jembatan Cisarua yang ambruk akibat sapuan banjir bandang telah memutus akses jalan penghubung Kecamatan Bungbulang menuju Kecamatan Mekarmukti. Pagi tadi, Kamis (10/11/2016),  sejumlah siswa dan warga terpaksa melintasi derasnya Sungai Cisarua agar bisa bersekolah dan menjalani aktivitas.

Salah seorang siswa, Dinan Aulia (12), mengaku memberanikan diri melintasi derasnya Sungai Cisarua agar bisa sampai ke sekolahnya. Ia mengaku khawatir saat arusnya tiba-tiba membesar. Padalnya arus air tak dapat diprediksi.

“Sebenarnya saya takut, tapi mau bagaimana lagi. Ini satu, satunya jalan menuju sekolah. Kalau pun ada harus memutar puluhan kilo meter,” ujarnya kepada “GE”, Kamis (10/11/2016), saat ditemui di lokasi kejadian.

Tak hanya kegiatan siswa yang terganggu, warga setempat pun turut kesulitan menjalankan aktivitasnya. Pasalnya jembatan Cisarua yang terletak di Kampung Cisarua, Desa Hanjuang, Kecamatan Bungbulang ini menjadi akses vital mereka.

Warga setempat, Heri (42),  mengaku saat jembatan roboh dan terbawa arus Sungai Cisarua dirinya baru pulang kerja. Kendaraan roda duanya tak bisa melintas. Jadi saat pulang sepeda motornya dititipkan di rumah warga yang ada di sebrang jembatan.

“Kemarin suasananya mencekam. Jembatan putus, air meluber di mana-mana,” kata Heri.

Heri berharap pemerintah bergerak cepat menanggulangi permasalahan ini. Pasalnya, bukan hanya jembatan namun banyak rumah warga dan lahan pertanian yang tersapu banjir bandang.

Sementara itu, Kepala Desa Hanjuang, Asep Rahayu Efendi mengatakan, banjir bandang yang terjadi kemarin Rabu (9/11/2016) telah memutus Jembatan Cisarua yang terletak di Kampung Cisarua, Desa Hanjuang, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Selain itu, masih ada dua jembatan desa lainnya yang ikut terputus.

Tidak hanya jembatan, kata Asep, 4 irigasi dan 10 rumah warga ruskak berat. Berdasarkan data yang dimilikinya tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun aparat desa dibabtu BPBD saat ini sedang melakukan penyisiran.

Berdasarkan pantauan “GE” di lokasi kejadian pascabanjir bandang akses jalan Bungbulang ke Mekarmukti terputus total. Sementara akses jalan dari Cikajang ke Bubgbulang masih bisa dilalui meski banyak longsoran kecil. Akses jalan lainnya dari Bungbulang ke Rancabuaya masih bisa dilalui meski ada longsoran kecil. Bagi warga yang akan bepergian ke daerah Bungbulang dan sekitarnya direkomendasikan agar menggunakan kendaraan roda dua. Pasalnya banyak longsoran tanah.

Diberitakan sebelumnya, hujan deras di wilayah Garut Selatan mengakibatkan jembatan Cisarua terputus. Puluhan rumah terendam dan hektaran lahan pertanian disapu banjir bandang. Setidaknya ada lima sungai besar yang meluap di wilayah Garut Selatan. Sungai tersebut adalah, Sungai Cikandang di Mekarmukti, Sungai Cikaengan di Kecamatan Peundeuy, Sungai Cipalebuh di Pameungpeuk, SUngai Cipasarangan di Cikelet dan Sungai Cikawung di Kecamatan Bungbulang. (Idrus Adriawan)***

Mendikbud Alokasikan Rp 20 Miliar untuk Sekolah Terdampak Banjir Bandang di Garut

KOTA, (GE).- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengalokasikan Rp 20 miliar untuk membantu sejumlah sekolah terdampak banjir bandang di Garut, Jawa Barat. “Kita belum kalkulasi, untuk alokasi setidaknya butuh Rp 20 miliar,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy saat meninjau sejumlah sekolah di Garut, Jawa Barat, Kamis (22/9).

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kemendikbud, Hamid Muhammad mengatakan, sebenarnya belum ada kalkulasi kerugian materil sekolah terdampak banjir. Namun, selama masa tanggap darurat Kemendikbud melalui dinas pendidikan akan mengalkulasi kerugian materil. Hamid menjelaskan, yang disebut masa tanggap darurat yakni, masa pembersihan sekolah.

Kemendikbud, ia melanjutkan, mengalokasikan Rp 20 miliar untuk membantu merehap sekolah terdampak banjir. “Uang itu tak digelontorkan semua, tapi sudah dialokasikan sebesar itu,” jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Drs. Mahmud, M.Mpd, mengatakan sekolah-sekolah yang rusak yakni SD IT Muhammadiyah Tarogong Kidul, SDN Sukaratu 1 Banyuresmi, SLB C Rumah Sakit, SLB A Rumah Sakit, Kober Al Bayibah Namyusresmi, Kober Al Muarofah Banyuresmi.

Kemudian, SMPN 2 Banyuresmi, SMPN 3 Tarogong Kidul, SMPN 5 Tarogong Kidul, SMPN 2 Samarang, SMPN 3 Cisurupan, SMP Qurrota’ayun Samarang, SMP PGRI Garut, dan SMA PGRI Garut.

Ia menyebut sarana prasara sekolah yang mengalami rusak berat yakni perpustakaan, khususnya di SMPN 2 Banyuresmi, SMPN 3 Tarogong Kidul dan SMP PGRI Garut.

Sementara itu, salah seorang guru SLB A, Herawati menjelaskan, banjir bandang terjadi pada Rabu (21/9) malam membuat arsip-arsip sekolah hancur dan tak tertolong, “Kegiatan belajar mengajar dihentikan selama satu minggu,” ujar dia.

Saat ini ia menjelaskan, pihak sekolah tengah berupaya mensterilkan kondisi lingkungan sekolah sebelum KBM dilangsungkan. (Farhan SN)***

Olok-olok Peristiwa Banjir Bandang di Garut, Pemilik Akun FB Teguh Dihujat Netizen

KOTA, (GE).- Banjir bandang yang menimpa Kabupaten Garut sejak Selasa (20/09/2016) kemarin, membuat seluruh elemen masyarakat berduka. Bagai mana tidak banjir yang meluluh lantahkan 7 Kecamatan di Kabupaten Garut ini telah menelan tak kurang dari 15 korban jiwa, belum lagi ratusan orang yang mengalami luka berat dan ringan, ditambah kerugian materil yang belum terhitung jumlahnya.

Di tengah tengah duka nampaknya ada saja segelintir orang yang malah menjadikannya sebuah lelucon. baru-baru ini seorang pemuda bernama Teguh menjadi trending tropic dimedia sosial facebook, lantaran komentar nya yang senonoh terhadap kondisi Garut saat ini.

Sontak netizen yang geram pun tanpa ragu membullynya beramai ramai. meskipun pada akhirnya ABG mengaku dirinya hanya iseng dan tidak bermaksud menyinggung pihak manapun. Namun  atas perbuatannya kini dia harus menahan malu lantaran terus menerus dibully.

Dari pertama kali dipost beberapa jam yang lalu, tak kurang dari 600 komentar berisikan kecaman dan sindiran sinis dari para netizen bagi pemilik akun Teguh M. Subagja ini.

Salah satu pengguna akun fb Jajang, melintarkan kiriman yang cukup pedas. “Kamu mau numpang tenar. Mau diapakan ini orang?” dalam tulisannya. (HakimAG)***