Miris, Di Garut Sejumlah Pelajar Putri Terlibat Kelompok Berandalan Bermotor

GARUT,(GE).- Penagkapan puluhan anggota berandalan bermotor pada Sabtu (28/10/17) malam, mengundang keprihatinan berbagai pihak. Bagaimana tidak, dalam penangkapan tersebut terungkap sejumlah pelajar setingkat SMP dan SMA telah menjadi anggota berandalan bermotor yang kerap meresahkan masyarakat.

Menurut kepala bagian operasi (Kabagops) Polres Garut, Kompol Liman Heryawan, dari hasil operasi penertiban kelompok berandalan bermotor di kawasan Garut kota, Kabupaten Garut, Sabtu (28/10) polisi mendapati sejumlah pelajar SMP dan SMA terlibat dalam kelompok berandalan tersebut.

” Setelah dilakukan pendataan ternyata ada beberapa pelajar yang ikut dalam kelompok yang bernama XTC, ” ujar Liman, Minggu (29/10/17).

Ditegaskannya, untuk mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, seluruh satuan di Polres Garut melakukan operasi rutin pada malam hari. Hasil operasi yang dilakukan Sabtu malam, cukup memprihatinkan dengan keberadaan puluhan remaja, di antaranya perempuan dan berstatus pelajar terlibat berandalan bermotor.

“Ada adik-adik kita mengendarai kendaraan bergerombol, ada yang masih sekolah dan tidak sekolah, lalu kita amankan karena berpotensi terjadi gesekan,” katanya.

Liman menambahkan, para pelajar yang terlibat dalam gerombolan bermotor itu akan dilaporkan ke sekolahnya masih-masing. Pihak sekolah diharapkan untuk memberi pengarahan kepada siswa yang bersangkutan agar tidak masuk kelompok berandalan atau genk motor.

Sementara itu, Asep Suryana (40) salah seorang warga di kawasan Garut kota mengaku prihatin dan miris melihat fenomena genk motor yang beranggotakan pelajar.

“Miris ya, ini tentunya harus menjadi perhatian semua pihak, khususnya orang tua, sekolah dan pihak kepolisian. Keberadaan gerombolan atau genk motor ini memang sangat meresahkan. Coba, di saat malam, seharusnya warga tenang beristirahat, mereka (berandalan bermotor/ Red.) malah berbuat onar dan membisingkan motornya. Kadang kita juga kerap mendengar perbuatan kriminal dari berandalan bermotor ini,” ungkapnya. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

Bawa Sajam dan Mabuk, Puluhan Berandalan Bermotor Diamankan Polisi

GARUT,(GE).- Berpotensi menganggu keamanan dan ketertiban, puluhan remaja yang diduga kelompok berandalan bermotor diamankan anggota Polres Garut. Puluhan gerombolan bermotor ini diamankan polisi di kawasan Garut kota saat melakukan konvoi melintasi Jalan A Yani, Kecamatan Garut kota, Kabupaten Garut, Sabtu, (28/10/17) malam.

Menurut Kepala Bagian Operasi (Kabagops) Polres Garut, Kompol Liman Heryawan, gerombolan bermotor ini diamankan guna mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan di Garut kota.

” Ya,  ini sebagai antisipasi, kalau ini kami biarkan khawatir terjadi sesuatu yang tidak diharapkan,” katanya.

Dijelaskannya, dalam operasi cipta kondisi tersebut, polisi mendapati gerombolan bermotor dari salah satu kelompok berandalan bermotor berkonvoi menyusuri ruas jalan di kawasan Garut kota. Saat memasuki kawasan kota langsung diamankan karena khawatir terjadi bentrokan dengan kelompok bermotor lainnya.

” Dari informasi ada beberapa kelompok seperti Brigez dan XTC, kita khawatir terjadi gesekan,” tandasnya.

Diungkapkan Liman,  kelompok XTC yang diamankan sebanyak 79 orang, beberapa orang diantaranya ada perempuan yang masih di bawah umur dan berstatus pelajar. Disamping itu, sejumlah speda motor diperiksa kelengkapan surat suratnya.

“Kita juga mengamankan sajam (senjata tajam) pemiliknya sudah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” tukasya.

Puluhan berandalan bermotor atau genk motor yang terjaring operasi, saat itu dikumpulkan di halaman sekretariat salah satu partai di kawasan Jalan A Yani untuk dilakukan pendataan. Sebagian dari mereka dalam kedapatan dalam kondisi mabuk minuman keras.

“Tindakan selanjutnya kami data, lalu diberi pembinaan dan memanggil orang tuanya, terutama yang perempuan, untuk kendaraannya kita amankan juga,” tegasnya.

Menurut Kompol Liman, operasi cipta kondisi Polres Garut rutin dilaksanakan dengan melibatkan seluruh satuan dengan sasaran pelaku pencurian sepeda motor, pencurian dengan pemberatan dan pencurian dengan kekerasan, juga penyakit masyarakat lainnya. (Memphis/ Useu)***

Editor: Kang Cep.

Kerap Memakan Korban, Aksi Kriminal Berandalan Bermotor di Garut Benar-benar Meresahkan

KOTA, (GE).- Masyarakat Garut, khususnya di daerah perkotaan sudah benar-benar dibuat resah dengan aksi kriminal kelompok berandalan bermotor. Sejumlah orang sudah menjadi korban luka maupun jiwa dengan aksi sadis mereka.

Baru-baru ini salah seorang warga sekitar Tarogong Kidul yang enggan disebut namanya, mengaku menjadi salah satu korban kebrutalan berandalan bermotor di kawasan perkotaan Garut. Diakuinya, dua jari tangan kanannya kini tidak berfungsi akibat sabetan senjata tajam milik berandalan yang kerap disebut genk motor ini.

“Kejadiannya sebelum Ramadan, saat saya melewati jalan di perkotaan tiba-tiba saya diikuti oleh 9 orang yang menggunakan empat motor. Saya di pepet dan disuruh berhenti dan tiba-tiba tiga orang diantaranya menyerang saya. Saya yang booncengan dengan teman melawan mereka, dan mereka menyabetkan samurai. Saya tangkis, akibatnya tangan kanan saya kena dan mendapat luka parah,” tuturnya, Kamis (4/8/ 2016).

Dikatakannya, kasus yang ia alami ini bukan terakhir. Dua minggu kemudian temannya pun menjadi korban gerombolan bermotor di lokasi yang sama.

“Kalau teman saya kejadiannya malam minggu dua minggu kemudian. Apa yang saya alami dan teman saya alami sudah saya laporkan kepada pihak yang berwajib. Tapi memang pelakunya masih berkeliaran dan belum tertangkap.” Ungkapnya.

Pada malam Minggu (31/7/ 2016), berdasarkan informasi yang dihimpun seorang warga Kecamatan Bungbulang menjadi korban gerombolan bermotor di kawasan Pataruman. Diduga mereka tidak menerima saat kendaraan yang tengah mereka gunakan bersenggolan dengan motor yang dikendarai Sendi Romantika (22).

Akibat kejadian tersebut, Sendi mendapatkan luka akibat bacokan benda tajam di bagian kepala sehingga harus mendapatkan perawatan intensif di RSUD dr Slamet Garut. Kasus sebelumnya terjadi di kawasan Jalan Patriot, dimana sekelompok gerombolan bermotor merampas motor milik seorang pemuda.

“Kejadian ini terus berulang dan tentu menjadikan kami sebagai warga biasa merasa was-was dan takut jika melakukan aktifitsa malam hari. Aparat harus menyikapi serius dalam menyikapi permasalahan berandalan bermotor ini, karena mereka telah menjadi hantu yang nyata buat masyarakat, bias dikatakan menjadi hantu yang menakuti warga,” ujar Yohanida (35) warga Tarogong Kidul.

Selama ini, Yohanida memandang jika apparat memang sudah banyak melakukan kegiatan dalam menyikapi berandalan bermotor yang meresahkan itu. Namun apa yang dilakukan ia pandang tidak konsisten sehingga mereka para berandalan bermotor bisa melakukan aktifitas dan melakukan terror kepada warga saat mereka merasa aman.

Sementara itu, Kepolisian Resort Garut melalui Kasubag Bin Ops, AKP Asep Suherli mengatakan, dalam menyikapi berandalan bermotor pihaknya selalu melaksanakan patroli harian dan di intensifkan di Sabtu malam Minggu

“Bagaimanapun kita tidak setuju dengan keberadaan berandalan bermotor yang saat ini lebih mengarah pada aksi kriminalitas. Dan sebagai langkah antisipasinya, kita melaksanakan patroli setiap malam dan ditingkatkan pada amalam Minggu karena biasanya mereka banyak melakukan aktivitas di malam minggu,” ujarnya.

Dengan aksi kriminalitas yang dilakukan berandalan bermotor itu, Asep mengatakan bahwa pihaknya tidak akan segan memberikan tindakan tegas dan terukur. Selain itu mereka pun akan diberi hukuman yang sesuai dengan aksi kriminalitas yang dilakukan mereka tanpa ampun dan toleransi sedikitpun.

“Untuk kejadian-kejadian yang sebelumnya terjadi di Garut ini, saat ini tengah dilakukan penyidikan oleh satreskrim berdasarkan laporan yang diterima. Jadi kalau memang merasa jadi korban, laporkan kepada kami dan akan langsung kami sikapi, jangan tidak melapor lalu mencari sendiri dan main hakim sendiri, itu malam menambah masalah, bukan menyelesaikan masalah,” tegasnya. (Tim GE)***