BREAKING NEWS: Warga Bayongbong Garut Gagalkan Percobaan Bunuh Diri

GARUT, (GE). – Warga Kp. Sasakbeusi desa Mulyasari Kecamatan Bayongbong Garut, Jawa Barat, berhasil menggagalkan upaya bunuh diri yang dilakukan seorang pemuda di sebuah Jembatan Simpang – Bayongbong, Rabu (20/09/2017).

Dalam sebuah video terlihat pemuda yang belum diketahui identitasnya tersebut dalam keadaan tergantung dengan seutas tali yang melilit lehernya di bagian bawah jembatan, beruntung beberapa warga tengah melintas tak jauh dari tempat kejadian langsung berupaya melepaskan tali yang melilit leher pemuda tersebut dengan cara dipotong.

Menurut babinsa desa Mulyasari, Suhendar, awalnya warga mengira pemuda tersebut hendak mengecek pipa yang berada dipinggir jembatan tetapi selang beberapa menit ternyata pemuda tersebut malah gantung diri.

“Kejadiannya sekitar pukul 14.00 barusan, kirain warga mau benerin atau ngecek pipa yang ada disisi jembatan ternyata malah pake tali terus gantung diri, spontan warga yang melihat langsung berusaha menolong dan memutus tali” kata Suhendar

Setelah itu, lanjut Suhendar pelaku percobaan bunuh diri tersebut dibawa oleh warga ke Puskesmas Bayongbong. (Agus Muhrom)***

Tim “Balad Siti Mufattahah” Kunjungi Korban Kebakaran di Bayongbong

GARUT, (GE ).-  ” Ibu Hj. Siti Mufattahah contoh dewan yang kerja, jangan hanya reses atau pas waktu kampanye baru turun kelapangan mendekati masyarakat, ” tutur Yusera yang merupakan Sekretaris Desa Panembong, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, menerima kunjungan tim Hj.Siti Mufattahah, Psi.,MBA, Anggota DPR RI dari Komisi IX, Dapil Jabar XI, Partai Demokrat, Kamis (1/6/17).

Yusera menyampaikan kunjungan tim Hj.Siti Mufattahah yang dinamakan Balad Siti Mufattahah (BSM) ini  untuk menemui  dua warganya yang beberapa waktu lalu menjadi korban kebakaran.

Dijelaskannya, Mamah (60), dan Odih (58) adalah warga yang menjadi korban amuk si jago merah itu. Mamah yang merupakan janda renta ini kini hanya bisa pasrah pascamusibah kebakaran tersebut. Tempat tinggalnya ludes tak berbekas.

Menurutnya hanya Hj. Siti Mufattahah yang selalu respon  dengan  warganya. Karena itu ketika  musibah datang padanya ia pun segera berkomunikasi dengan  Komunitas BSM.

Disaat pilu melanda, ia  masih bisa  bersyukur kabar dukanya sampai pula ke Hj. Siti Mufattahah politisi Partai Demokrat yang saat ini tercatat sebagai anggota dewan aktif yang getol mengunjungi warganya.

Dengan ditemani Sekdes Desa Panembong, Mamah dan Udin masing-masing menerima bantuan dari Hj.Siti Mufattahah. Penyampaian bantuan sosial sendiri diberikan oleh Yadi Suryadi dan Dudi Iskandar, keduanya adalah  tim Hj.Siti Mufattahah yang bernaung di bawah  komunitas Balad Siti Mufattahah (BSM).

Sementara itu, Yadi Suryadi menyampaikan permohonan maafnya karena kali ini Hj. Siti Mufattahah tidak bisa hadir ditengah tengah korbannya.

” Ibu masih sakit, sehingga belum bisa berkunjung ke daerah. Sebenarnya ibu sudah tidak tahan ingin segera hadir di daerah pemilihannya. Namun karena sakitnya membuat dokter mengharuskan ibu beristirahat,” ungkapnya.

Diharapkannya, Hj. Siti Mufattahah segera sembuh dan bisa kembali berkumpul bersama  warganya. ( Taf Senopati /Adv. ) ***

BNPB-BPBD Garut Kemas Sosialisasi dengan Pentas Seni Tradisi

GARUT, (GE).- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerjasama dengan Pemkab Garut dan BPBD Garut, baru-baru ini melaksanakan sosialisasi budaya sadar bencana.

Sosialisasi tersebut dikemas menarik melalui seni budaya dengan pagelaran Wayang Golek bersama Ki Dalang Opick Sunandar Sunarya. Acara yang digelar malam hari ini telah berlangsung di lapangan alun-alun Bayongbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (20/5/17).

Dalam sosialisasi ini, materi yang disampaikan terkait dengan potensi bencana di daerah Garut. Acara dikemas dalam bentuk tanya jawab, dongeng yang mudah diterima, diingat dan membuat anak-anak tertarik.

Dalam acara tersebut hadir Kepala BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Bupati Garut Rudy Gunawan, Kepala BPBD Garut Dadi, Muspika Kecamatan Bayongbong, dan ribuan warga yang antusias mengikuti acara.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan, Garut merupakan daerah yang memiliki potensi bencana lengkap, mulai dari bencana banjir, longsor, gunung api, gempa bumi, kebakaran hutan, dan sebagainya.

“Maka dari itu kita harus meningkatkan kesiapsiagaan dan menumbuhkan kesadaran bencana. Melalui kesenian tradisional, dengan mudah masyarakat mendapatkan hiburan sekaligus edukasi bencana. Diharapkan dengan sosialisasi ini, budaya sadar bencana meningkat di masyarakat. Kita masih sering mengabaikan aspek risiko bencana dalam kehidupan sehari-hari,” ucap Sutopo.

Sementara itu, dalam pidato sambutannya, Bupati Garut mengatakan, kegiatan  ini adalah inovasi dari BNPB. Dengan acara ini BNPB melakukan sosialisasi dengan kemasan berbeda kepada masyarakat bagaimana dalam rangka menghadapi bencana.

“Bagaimana sosialisasi ini dilakukan agar masyarakat sendiri bisa menghindari hal-hal yang akan menimbulkan bencana. Misalnya terhadap penggunaan tanah dalam keadaan yang sangat labil, sehingga mereka juga bisa menghindari dan mengikuti program mitigasi bencana yang dilakukan oleh BPBD,” ungkap Rudy.

Dikatakannya, wayang golek merupakan bagian dari seni tradisi Jawa Barat yang sudah 30 tahun tidak digelar oleh masyarakat Bayongbong. Tak heran, masyarakat begitu antusias menyaksikan seni tradisi ini. Ribuan orang hadir memadati alun-alun Bayongbong.

“Saya harap masyarakat bisa memahami bahwa masalah yang berhubungan dengan bencana ini bisa dilakukan pencegahan. Juga bisa dilakukan penanganan bilamana terjadi bencana dengan SOP yang mungkin bisa dilakukan oleh masyarakat,”  pungkasnya.

Disela acara Kepala BNPB, Bupati Garut dan Kepala BPBD Garut memberikan santunan kepada 20 anak yatim. Pada sesi tersebut, anak-anak diberikan sejumlah pertanyaan, dan yang bisa menjawab diberikan hadiah menarik. (Hendra YG/GE)***

Editor: Kang Cep.

 

Rumah Warga Ludes Diamuk Api di Bayongbong, Harta Ujang Nyaris Tak Tersisa

GARUT, (GE).- Hubungan arus pendek (korsleting listrik) kembali diduga menjadi penyebab kebakaran. Salah satu rumah warga di kawasan Kampung Dangdeur, RT. 01/07, Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, sekira pukul 14.00 WIB hangus terbakar, Minggu (21/05 /17).

Menurut Kasi pelayanan penyelamatan non kebakaran pada Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Garut TB Agus Sofyan, kencangnya tiupan angin membuat api cepat menjalar ke seluruh bagian rumah. Akibat musibah ini, rumah milik Ujang Rumana (40) yang berukuran 70 m persegi tersebut kini hanya tinggal puing puing yang gosong.

“Ya, dugaan sementara korsleting listrik menyebabkan rumah milik pak Ujang ini ludes terbakar,” kata TB Agus.

Dijelaskannya, untuk memadamkan kobaran api, warga setempat dibantu beberapa aparat berjibaku memadamkan api sambil menunggu bantuan petugas pemadam kebakaran.

“Api agak sulit dipadamkan karena kencangnya tiupan angin. Sejam kemudian api baru dapat dipadamkan setelah bantuan 1 unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi,” tukasnya.

Akibat musibah kebakaran ini, Ujang Rukmana bersama keluarganya hanya bisa pasrah. Ia berharap pemerintah peduli dan meringankan nasibnya.

“Ya, mau dilang apalagi atuh. Ini sudah musibah, setelah kebakaran ini saya bingung juga. Semua harta seisi rumah tak ada yang tersisa. Mudah-mudahan saja pemerintah Garut peduli dan bisa membantu saya,” tutur Ujang, lirih. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

 

BREAKING NEWS : Setelah 4,5 Jam Terhanyut di Sungai Cimanuk, Jasad Apip Ditemukan tak Bernyawa

GARUT, (GE).- Jasad bocah berusia 7 tahun, Apip bin Hasim, ditemukan sudah tak bernyawa, Minggu (7/5/17) sekira pukul 17.30 WIB. Bocah warga Kampung Batara RT/RW 01/07, Desa Sukarame, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, itu tewas setelah tenggelam dan terseret derasnya arus Sungai Cimanuk.

Menurut Kapolsek Bayongbong, AKP Bambang Supriyono, kejadian bermula ketika pada sekira pukul 13.00 WIB, korban sedang bermain di bantaran Sungai Cimanuk, tidak jauh dari rumahnya.

“Saat itu korban sedang bermain bersama dua orang temannya, Fahrul (8) dan Nazril Anggara (8). Ketika tengah asyik berjalan di bibir sungai, tiba-tiba kaki korban terpeleset. Seketika itu juga korbanpun tercebur dan terseret arus Sungai Cimanuk,” kata Bambang, Minggu (7/5/17).

Kedua teman korban yang menyaksikan kejadian itu tidak bisa berbuat apa-apa. Saat itu arus Sungai Cimanuk sangat deras dan begitu tercebur, tubuh korban langsung tenggelam. Fahrul dan Nazril pun segera memberitahukan kejadian itu kepada orang tua korban dan warga sekitar.

Mendapat laporan dari warga, Petugas Polsek Bayongbong bersama Tim SAR langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP). Bersama warga lainnya, petugas Polsek kemudian menyisir pinggiran Sungai Cimanuk dengan berjalan kaki. Sementara itu, Tim SAR berusaha mencari korban dengan menggunakan perahu karet.

Setelah sekira 4,5 jam pencarian, akhirnya tubuh korban bisa ditemukan. Korban terseret arus sejauh 8 km dari tempat kejadian, tepatnya di Kampung Salakuray, Kecamatan Cilawu. Saat ditemukan, tubuh korban sudah tak bernyawa. Jasad korban pun langsung dievakuasi ke rumah orang tuanya. Korban pun langsung dimakamkan di TPU Kampung Batara. (Hendrayana/GE)***

Editor : SMS

Dua Kali Ambrol Tertimbun Longsor, Rumah Buruh Tani ini Luput dari Perhatian Pemerintah

DEWI menujukan samping rumahnya yang ambrol tertimbun longsor, Sabtu (22/4/17).(Kang Cep/GE)***

GARUT, (GE).- Akibat rumahnya ambrol tertimbun longsor, Sabtu (22/4/17), Ade Aan (47) bersama keluarganya kini terpaksa harus mengungsi ke rumah kerabatanya. Ambrolnya rumah Ade yang beralamat di Kampung Legok Ringgit, Desa Salakuray, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, ini merupakan yang kedua kalinya.

Sebelumnya, rumah sangat sederhana berukuran 30 meter persegi milik keluarga yang berprofesi sebagai buruh tani ini juga pernah jebol tertimbun longsor, pada bulan Februari tahun lalu (2016). Ironisnya, ambrolnya rumah Ade akibat bencana alam ini luput dari perhatian pemerintah.

RUANG Dapur, satu satunya ruangan rumahnya yang selamat dari timbunan longsor masih digunakan Dewi untuk memasak. (Kang Cep/GE)***

Menurut Dewi (42) yang merupakan istri Ade, pada kejadian pertama tahun 2016 lalu rumah miliknya yang rusak diperbaiki alakadarnya dari swadaya sumbangan para tetangganya. Kata Dewi, pihak pemerintahan desa setempat hanya menjanjikan saja akan membantu, namun hingga saat ini tidak ada realisasinya.

“Biasanya kan kalau rumah rusak akibat bencana alam pemerintah suka membantu. Namun, dari pihak desa hanya menjanjikan saja, hingga saat ini rumah kami tak pernah menerima bantuan dari pemerintah. Ya, saya terpaksa sementara tinggal di rumah anak saya yang sudah berkeluarga. Untuk memperbaiki rumah ini biaya dari mana atuh, suami saya hanya kuli macul (buruh tani/red) kadang untuk makan sehari-hari saja tidak cukup,” ungkap ibu 6 orang anak ini, seraya menyeka air matanya, Minggu (24/4/17).

Lokasi rumah Ade memang berada di tanah yang rawan longsor. Letaknya persis di bawah areal pesawahan yang kontur tanahnya labil. Pascakejadian beberapa hari yang lalu, kini Ade bersama keluarganya terpaksa harus tinggal di rumah anak sulungnya yang posisi rumahnya juga rawan terdampak longsor.

“Kami bingung mau pindah kemana lagi. Terpaksa harus tinggal berdesakan di rumah anak saya yang juga rawan tertimbun longsor,” kata Dewi, lirih. (ER)***

Editor : SMS

BREAKING NEWS : Gara-gara Sebuah Layangan, Siswa MTs Ini Meregang Nyawa Tersengat Listrik

GARUT, (GE).- Ani (45) salah seorang warga Kampung, Caringin, Desa Ciburuy, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut tak hent-hentinya menangis histeris seraya memanggil nama anak sulungnya yang sudah terbujur kaku di ruang IGD Puskesmas Bayongbong, Kamis (20/4/2017).

Menangisnya Ani ini disebabkan anaknya, Reza Hidayatullah (14). Siswa kelas 2 madrasah Tsanawiyah ini meninggal dunia setelah sebelumnya tersengat aliran listrik di sebuah sawah dekat rumah korban. Ditenggarai di sawah tersebut ada kabel listrik yang terputus.

Menurut saksi mata, Uwom (40), korban terlihat berlari mengejar layangan, sesampainya di lokasi kejadian terdengar suara teriakan korban minta tolong.

“Ketika mendengar ada teriakan, saya langsung lari ke sawah, pas di lokasi ternyata sudah ada ibu korban bersama anak bungsunya yang masih bayi berusaha menolong. Untung saja sebelum Ceu Ani masuk ke sawah saya tarik,” ungkap Uwom.

Dijelaskannya, kabel yang ada dilokasi merupakan kabel rumah warga yang terputus akibat layangan. “Kabelnya itu dari rumah warga yang putus gara-gara layangan. Terus hatuh ke sawah kabelnya, setelah aliran listrik nya dimatikan baru saya ngambil reza,” katanya.

Pascakejadian korban sempat dilarikan ke Puskesmas setempat, namun nyawanya tidak tertolong. Kini jasad korban telah dibawa oleh pihak keluarga untuk dikebumikan di kampung halamannya. (Agus Muhram/GE)***

Editor : Kang Cep.

BREAKING NEWS : Siswa SMK Musaddadiyah Garut Tewas Tertimpa Pohon saat Selfie di Curug Cigandi

GARUT, (GE).- Nasib nahas menimpa Siti Halimah (16). Maut merenggut nyawanya saat ia bersama temannya berselfieria di kawasan Curug Cigandi, Kampung Ciseupan Kulon, Desa Hegarmanah, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu (9/4/17).

Menurut  keterangan Camat Bayongbong, Santari, saat itu Siti Halimah bersama teman-temannya sedang berekreasi di Curug Cigandi. Mereka tiba di kawasan curug sekira pukul 12.00 WIB. Selama di kawasan Curug, Siti bersama teman-temannya melakukan berbagai aktifitas. Termasuk melakukan foto selfi di sekitar lokasi. Saat tengah asik-asiknya melakukan selfi bersama temannya, tiba-tiba pohon di sekitar lokasi curug patah dan lagsung menimpa Siti bersama temannya.

“Saat pohon patah, Siti Halimah yang paling telak tertimpa pohon sehingga ia meninggal dunia karena benturan patahan pohon di bagian kepala. Sedangkan temannya, Yulianti, hanya mengalami patah tulang di bagian bahu,” katanya.

Teman-teman Siti yang selamat karena tidak berada di sekitar pohon yang jatuh, langsung melaporkan kejadian tersebut kepada warga sekitar dan ke Mapolsek Bayongbong. Setelah warga bersama aparat kepolisian datang, korban langsung dievakuasi ke Puskemas Bayongbong.

“Jadi yang menjadi korban ini dipastikan dua orang. Yaitu Siti Halimah warga Desa Ciela, Bayongbong meninggal dunia, dan Yulianti (18) warga Al-Ikhlas Guntur, Kecamatan Garut Kota, mengalami luka patah tulang di bagian bahu,” kata Santari.

INILAH patahan batang pohon yang merenggut nyawa Siti Halimah.***

Teman Siti yang mengalami luka ringan yaitu Nurpaini (16), warga Kampung Cilembu, Sukapadang. Riska Yuliansyah (16), warga Sukapadang. Evi Yulianti (16), warga Cisurupan, Almiansyah Nurdin (16).

Sedangkan Saeful (22), karyawan BKSDA Garut warga Kampung PLP RT/RW 01/09, Desa Pasawahan, Kecamatan Tarogong Kaler, tidak mengalami luka apa pun.

Siti Halimah sendiri diketahui merupakan pelajar SMK Musaddadiyah yang tinggal di Kampung Nangerang, Desa Ciela, Kecamatan Bayongbong. Minggu (9/4/17) malam pukul 21.15 WIB, jasad Siti Halimah dimakamkan di TPU Desa Ciela.

Kepala SMK Musaddadiyah Garut, Drs. Wahyudin, membenarkan bahwa korban adalah salah seorang siswa terbaiknya. Siti Halimah, yang tercatat sebagai siswi kelas XI MM-2, selama ini dikenal siswa yang aktif dalam sejumlah kegiatan di sekolahnya.

“Almarhumah termasuk siswa yang aktif, kalau tidak salah dalam kegiatan paskibra. Karena itu, kami merasa sangat kehilangan. Kami atas nama sekolah, mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya Siti Haliman,” papar Wahyudin kepada “GE”, Minggu (9/4/17) malam.

Wahyudin juga menjelaskan, acara rekreasi para siswa SMK Musaddadiyah itu, bukan agenda kegiatan sekolah. Itu hanya inisiatif mereka untuk menikmati masa libur sekolah. Namun begitu, saat mengetahui informasi musibah tersebut, pihak sekolah langsung mengutus perwakilan untuk memastikan ke rumah duka.

“Saya sendiri masih dalam perjalanan dari Bandung. Sekarang mau langsung ke rumah almarhumah Siti Halimah,” kata Wahyudin. (Sony MS/GE)***

BREAKING NEWS: Tinggalkan Uang Rp 21 Ribu di Tasnya, Perempuan Muda Ini Bakar Diri Hingga Tewas

GARUT, (GE).- Sesosok perempuan ditemukan sudah tak bernyawa dengan kondisi sekujur tubuhnya melepuh terbakar. Sontak saja, kejadian di Kampung Saung Seng, Desa Ciela, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut ini membuat geger warga sekitar.

Menurut Kasubag Humas Polres Garut, AKP Ridwan Tampubolon, sekira pukul 12.05 WIB, piket Mapolsek Bayongbong menerima laporan dari seorang warga melalui telepon. Warga yang melapor tersebut menyebutkan ada seorang perempuan yang membakar dirinya hingga tewas, Kamis (06/04/2017).

“Saat ditanya identitas, si penelepon tak mau menyebutkan namanya. Dia hanya mengatakan ada perempuan yang sengaja membakar dirinya di Jalan Ojeg Urug kawasan Kampung Saung Seng,” katanya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, sejumlah petugas Polsek Bayongbong pun langsung mendatangi TKP (tempat kejadian perkara). Benar saja, di TKP, ternyata sudah banyak orang berkerumun menyaksikan sesosok jasad perempuan dengan kondisi luka bakar di sekujur tubuhnya.

“Ya, hampir seluruh bagian tubuhnya memang terlihat menghitam karena luka bakar. Namun luka paling parah terjadi pada bagian kepala dan wajah sehingga sulit untuk dikenali,” jelas Ridwan.

Diungkapkannya, berdasarkan keterangan sejumlah warga, sebelumnya perempuan yang usianya diperkirakan sekitar 20 tahunan ini terlihat turun dari angko. Kemudian dia terlihat berjalan ke arah Jalan Ojeg Urug di kawasan Kampung Saung Seng, Desa Ciela.

“Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian korban. Namun dugaan sementara berdasarkan keterangan warga setempat, korban sengaja membakar dirinya dengan tujuan bunuh diri,” tandasnya.

Dijelaskannya, mayat perempuan tersebut oleh petugas kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) dr Slamet Garut untuk dilakukan autopsi.

“Petugas tidak menemukan identitas korban di sekitar TKP. Adapun barang yang diamankan dari TKP berupa sepasang sendal warna merah, dompet perempuan warna coklat yang berisi uang Rp 21.000, dan sebuah korek gas warna merah,” katanya. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

 

Fasilitas SDN Mekarsari Dirusak, Bupati : Saya Minta Polisi Segera Menangkap Pelaku!

GARUT, (GE).- Terkait aksi pengrusakan fasilitas belajar mengajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mekarsari 1, yang terletak di Desa Mekarsari,Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, oleh seseorang yang tak dikenal, Rabu (01/02/2017) dini hari, Bupati Garut, Rudy Gunawan geram.

Bupati menekankan kepada  pihak berwajib (polisi) untuk segera menangkap pelaku pengrusakan yang hingga kini masih belum diketahui. Ia juga meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas motif aksi pelaku ini.

“Saya minta kepada petugas untuk segera menangkap pelaku pengrusakan fasilitas SDN Mekarsari 1. Kasihan proses belajar mengajar anak-anak terganggu,” katanya, di hadapan sejumlah awak media, Rabu (01/02/2017).

“Untuk dokumen siswa yang hilang, kita akan coba inventarisir, jika benar-benar hilang kita akan ganti dengan yang baru,” tuturnya.

Bupati juga memastikan, proses belajar mengajar di SDN Mekarsari 1, tetap berjalan dan  terlaksana seperti biasanya besok. “Saya akan pastikan proses KBM di Sekolah itu bisa berjalan lagi besok,” tandasnya. (Hakim)***

Editor: Kang Cep.