Tangan Dingin Asep Harsono Siap Poles Potensi Cihurip

NAMA Asep Harsono HS, S.Sos.,M.Si., bagi sebagian warga Garut Selatan sagatlah familiar, terlebih saat dirinya memimpin Kecamatan Pamulihan. Ketika memimpin Kecamatan Pamulihan, Camat Asep yang aktif surfing di media sosial ini kerap diidentikan dengan destinasi wisata Curug Sanghiyang Taraje yang eksotis. Disamping itu, Kinerja Asep Harsono dalam membangun Pamulihan tak diragukan lagi. Terbukti, dengan polesan tangan dinginnya sejumlah infrastruktur di salah satu kawasan selatan Garut ini berhasil ditatanya dengan rapi dan sukses.

Namun, kinerja Asep Harsono yang mumpuni tersebut ternyata tidak serta merta membuat Rudy Gunawan, Bupati Garut memberikannya “ganjaran” yang setimpal. Bahkan, di awal tahun 2017 Asep mendapatkan “kado istimewa” dari Bupati Garut, yakni dipindahtugaskan ke salah satu Kecamatan di ujung selatan Garut, yakni Kecamatan Cihurip. Cihurip boleh dibilang sebuah wilayah “Pasisian” yang oleh sebagian orang dinilai minim potensi.

Namun demikian, bagi Asep, sebagai abdi negara yang baik itu harus siap dimana pun ditempatkan. Termasuk di kawasan “Pasisian.” Asep bertekad akan membangun Cihurip dan mengeksplorasi segala pontensi yang ada di Cihurip.

“Alhamdulillah, jabatan ini amanah yang harus dijaga sebaik mungkin. Dimanapun ditugaskan, sebagai abdi negara yang baik saya harus siap. Termasuk di Pasisian.” Tandasnya.

Beberapa hari usai sertijab Camat Pamulihan, Asep langsung memimpin rapat koordinasi (Rakor) Pimpinan Tingkat Kecamatan. Rakor ini dilaksanakan dalam rangka penajaman visi, misi dan arah kebijakan pembangunan untuk akselerasi pencapaian tujuan organisasi. Dalam Rakor tersebut dihadiri Forkopimcam/ Muspika, 15 kepala UPT dan para kades.

“Mungkin Cihurip butuh tangan dingin saya. Insya Alloh, semoga Cihurip segera tercerahkan. Semoga Allah SWT memberkahi kita semua” tegas Asep, melalui broadcast nya, belum lama ini.

Belum genap sebulan memimpin Kecamatan Cihurip, sudah menunujukan kinerja apiknya yang cepat dan tepat. Sediktinya ia mulai membenai dua infrastruktur sekaligus, yakni penghotmikan jalan dan pembangunan Puskesmas pembantu (Pustu) Desa Cisangkal.

“Semoga dalam tempo 2 minggu penghotmixan ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Cihurip-Singajaya ( Lokasi Amlong, Cihurip) bisa selesai segera. Sehingga jadi multipolar effect yang mendorong kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya. (ER)***

Pembangunan Infrastruktur di Pamulihan Tak Terganggu Krisis DAU

PAMULIHAN, (GE).- Aktivitas pembangunan di wilayah Pamulihan seolah tiada hentinya. Waktu terus bergulir, geliat pembangunan berbagai sektor terus digelorakan di Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut, Jawa Barat yang kini dipimpin oleh camat muda potensial, Asep Harsono,HS, S.Sos., M.Si.

Dalam beberapa bulan terakhir, Pamulihan terus menggenjot pembangunan infrastruktur jalan sebagai penopang mobilitas perekonomian dan aktivitas sosial masyarakat sekitar. Belum lama ini pembangunan ruas jalan kabupaten di Kecamatan Pamulihan terus digarap.

Asep menyebutkan, pengaspalan/ penhotmixan jalan yang terakhir dilaksanakan diantaranya ruas jalan tottal sepanjang 12 Km yang meliputi 4 Desa, yaitu Pananjung, Pakenjeng, Garumukti dan Linggarjati.

“Ya, seiring dengan visi dan misi Bupati & Wabup terpilih 2014, Rencana kerja Dinas Binamarga Kabupaten Garut serta capaian target kinerja Camat Pamulihan Tahun 2014 baru bisa dilaksanakan 3 km (Desa Pananjung -Desa Pakenjeng). Tahun 2015 ditunda dan baru tahun 2016 dilanjutkan dengan penghotmixan 720 m jalan dari Kampung Pasir Luhur – Kampung Sodong Karacak (Desa Pakenjeng) yang sudah seleaai dilaksanakan tempo hari,” bebernya, Rabu (7/9/2016).

Dikatakannya, pelaksanaan pembangunan jalan terus dilanjutkan dari Desa Pakenjeng – Desa Garumukti sepanjang 4 km. Adapun target penghotmixan terakhir/ketiga yang akan menghubungkan dua desa, Desa Garumukti dan Desa Linggarjati sepanjang 4 km akan segera dilaksanakan pada tahun 2017, hal ini sesuai dengan rencana kerja Dinas Binamarga 2016.

Dijelaskannya, penghotmixan jalan Desa Pakenjeng sepanjang 720.m ini bersumber dari dana DAU 2015 yang ter-pending karena sudah ada kegiatan terdahulu di awal tahun 2016 dengan sistem full finance sharing/ modal sepenuhnya dari rekanan. Dengan demikian pembanguan jalan sepanjang 720m x 3 m lebar, dengan ketebalan 15 cm tetap bisa dilaksanakan, sama sekali tidak terganggu “krisis DAU.”

“Alhamdulillah ini berkat kerjasama berbagai pihak dan masyarakat tentunya. Saya bersama muspika, pemerintahan Desa Pakenjeng sangat berterima kasih kepada bapak Bupati Garut dan stake holder Binamarga, serta anggota legislatif dari fraksi Partai Demokrat bapak H. Asep Lesmana Achlan. Kebetulan beliau asli putra daerah Pamulihan yang men-support program visi misi bupati terpilih. Berkat Ridho Allah. SWT dan keinginan warga kecamatan Pamulihan yang kuat semua itu bisa terlaksana. Semoga tahun 2017 ruas jalan kabupaten, sisa 4 Km penghubung Desa Linggarjati- Kecamatan Pakenjeng /Jalan Nangkaruka bisa terealisasikan dengan baik.” Ungkapkannya. (ER)***

HUT Pramuka ke 55, Camat Pamulihan Terima Penghargaan Bersama 9 Camat Lainnya

KOTA,(GE).- Setiap 14 Agustus biasa diperingati HUT Pramuka, namun upacara peringatan kali ini baru dilaksanakan usai pelaksanaan Jambore Nasional (Jamnas) X di Jakarta. Puncak upacara peringatan Hari Ulang Tahun Pramuka ke 55 tingkat Kwarcab Kabupaten Garut dipusatkan di kompleks Alun alun Garut kota, Senin (29/8/2016).

Dalam prosesi Peringatan HUT Pramuka ini ditandai dengan penganugrahan penghargaan kepada 10 orang Camat sebagai Mabiran (Majlis Pembimbing Ranting) Tingkat Kecamatan yang telah berkinerja baik dalam membina kepramukaan di Kecamatannya masing-masing.

“Alhamdulillah berkat do’a dari civitas Kwarran Kecamatan Pamulihan, Kak Kwarran, Para Mabigus, Pembina dan trainner. Kita, bersama sama rekan-rekan 9 Camat lainnya dianugrahi Penghargaan oleh Mabicab (Bupati Garut).” Tutur Asep Harsono, HS, S.Sos, M.Si., yang merupakan Camat Pamulihan, usai menerima piagam penghargaan, Senin (29/8/2016).

Dikatakannya, Para aktivis Pramuka itu harus benar-benar bisa mengaplikasikan Dasa Dharma dan Tri Satya Pramuka dalam perilaku sehari-hari dalam konteks berbangsa dan bernegara.

“Penghargaan ini saya dedikasikan kepada Civitas Pramuka di Kecamatan Pamulihan, umumnya untuk Para Civitas dan Penggiat Kepanduan di Kabupaten Garut. Tanpa Anda sekalian, Aku mah apa atuh… Dan yang terpenting Pramuka itu harus Katara, Karasa, sarta Karampa!” Ungkap Asep, sumringah. (ER)***

Tengkorak Manusia yang Ditemukan di Gunung Papandayan Ternyata Pemilik KTA PT. Nurtanio

PAMULIHAN, (GE).- Penemuan tengkorak manusia di kawasan wisata gunung Papandayan empat hari yang lalu, sempat membuat geger warga sekitar. Sabtu (20/8/2016).

Pascapenemuan tengkorak tersebut, Asep Harsono, HS, S.Sos., yang merupakan Camat Pamulihan meninjau ke TKP untuk memastikan bahwa lokasi penemuan tersebut masuk ke wilayah administraif Kecamatan Pamulihan yang dipimpinnya.

“Ya, setelah menerima informasi dari petugas BKSDA TWG Papandayan terkait penemuan tengkorak dan kerangka manusia, 4 hari yang lalu. Saya mengutus Babinkamtibmas, Babinsa dan Kaur Trantib Desa Garumukti, Kecamatan Pamulihan untuk mengecek ke lokasi di Blok Lutung Gunung Papandayan. Dan benar ternyata, tengkorak tergeletak begitu saja dan diperkirakan sudah 1 tahun. “ Jelas Asep Harsono, melalui broadcast-nya, Selasa (23/08/2016).

Dijelaskannya, selain ditemukan KTP atas nama Komarudin, kelahiran Bandung 11 Juli 1959, warga Jalan Sukaraja II RT02/06, Desa Sukaraja, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, juga ditemukan Kartu Tanda Anggota (KTA) PT. Nurtanio Bandung.

“Lokasi penemuannya kira-kira 2 Km dari Pondok Saladah/Camping Ground, Kawah Papandayan. Secara administratif lokasi tersebut masuk ke wilayah Kecamatan Pamulihan. Jadi bukan Kecamatan Cisurupan. Tolong kepada BKSDA Papandayan bila mengurus izin wisata dan lain-lain, sebelumnya koordinasikan dengan pihak Muspika Kecamatan,” ungkapnya. (ER)***

Ruas Jalan Penghubung Dua Desa Kini Mulus Dihotmix, Camat Pamulihan: Kami Menunggu “Action” Binamarga Selanjutnya

PAMULIHAN,(GE).- Pembangunan infrstruktur di kawasan Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut terus digenjot. Setelah sukses meerealisasikan beberapa ruas jalan di pedesaan dan menata beberapa kawasan wisata potensial, baru-baru ini Kecamatan Pamulihan yang dipimpin Camat muda berkarakter, yakni Asep Harsono, HS, S.Sos, M.Si., kembali merealisasikan pengaspalan ruas jalan kabupaten penghubung dua desa.

“Alhamdulillah berkat do’a yangg telah bersama kita panjatkan, serta kerjasama masyarat bersama pemerintah, ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Linggarjati, Kecamatan Pamulihan 600m dengan Desa Wangunjaya, Kecamatan Pakenjeng 400m, tepat Rabu Malam (10/8/2016) kemarin, Pukul 21.00 wib selesai dihotmix. Langkah kecil awal lompatan besar. Kami menunggu “Action” pihak Binamarga selanjutnya,” tutur Asep, dalam kiriman broadcast nya. Jumat (12/8/2016)

Diungkapkannya, agenda pembangunan pengaspalan jalan dengan sistem hotimix ini akan terus dilakukkan. Rencanannya, ruas jalan dari Desa Pakenjeng-Pasir limus, Desa Garumukti sepanjang 5 Km diperkirakan akan terselesaikan pada akhir Agustus 2016.

“Do’a dari masyarakat, serta sinergitasnya adalah ruh kami dalam menjalankan pembangunan ini. Do’a dari semua pihak selalu kami harapkan, tentunya. Semoga Visi Misi Kabupaten Garut di Pamulihan tahun 2017 bisa terealisasikan dengan optimal.” Harap Asep, seraya menebar senyum ramahnya. (ER)***

Camat Pamulihan Genjot Pembangunan Infrastruktur, 5 Km Jalan Segera Dihotmix

PAMULIHAN, (GE).- Untuk mewujudkan pembangunan daerah yang lebih maju di berbagai sektor perlu didukung infrastruktur yang layak. Akses jalan adalah salah satu infrastruktur pendukung yang sangat vital untuk menggenjot pembangunan ini.

Kecamatan Pamulihan adalah sebuah kecamatan di wilayah selatan Garut dengan segala potensi alamnya yang luar biasa. Berbagai potensi alam di Pamulihan ini tentunya memerlukan pengelolaan yang optimal. Wilayah kecamatan Pamulihan boleh dibilang beruntung. Pasalnya, kecamatan dengan keeksotisan Curug Sanghiyang Taraje nya ini, kini dipimpin seorang Camat muda potensial, yakni Asep Harsono, HS, S.Sos, M.Si.

Seiring perkembangan zaman, Kecamatan Pamulihan yang kini dipimpin alumuni STPDN tahun 1994 ini terus berbenah untuk mewujudkan daerah lebih maju yang diharapkan akan berdampak pada kesejahteran masyarakatnya.

Salah satu pembangunan yang terus digenjot di Pamulihan diantaranya pembenahan infrastruktur jalan. Setelah melewati musim libur Lebaran tahun 2016, Pembenahan infrastruktur kembali direalisasikan. Kali ini, yang sedang dilaksanakan diantaranya pembangunan jalan desa dengan sistem rabat beton.

Demikian diungkapkan Asep Harsnono disela-sela monitoring betonisasi jalan di Kampung Bojong Boled, Desa Garumukti, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut. (22/07/2016). Sebagai wujud kedekatannya dengan masyarakat, bahkan Asep tak sungkan turun langsung seraya mengangkat cangkul berbaur dengan para pekerja dan masyarakatnya.

“Alhamdulillah, Pembangunan rabat beton jalan ke Kampung Bojong Boled, Desa Garumukti bisa kita laksanakan. Sungguh nikmat rasanya dekat dengan rakyat di kalangan bawah, ikut nyangkul, tertawa dan bercanda tanpa kepura-puraan.” Tutur Camat Asep, sumringah.

Dikatakannya, setelah proyek jalan rabat beton ini, tidak akan lama lagi ruas jalan kabupaten sepanjang 5 Km yang melintas di Pamulihan ini juga akan segera dihotmix.

“Insya Allah, ruas jalan kabupaten sepanjang 5 Km yang melewati wilayah Desa Garumukti juga akan segera dihotmix. Saya harap Desa ini akan segera terbebas dari label ketertinggalan.” Tandasnya. (ER)***

Camat Pamulihan Sambut Peserta KKNM dari STKIP Persis Bandung

PAMULIHAN, (GE).- Seiring berakhir dan datangnya tahun ajaran baru 2016-2017, sejumlah lembaga pendidikan tengah bergiat menggelar berbagai program akademisnya. Diantara program akademis tahunan yang rutin digelar adalah Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM).

Para peserta KKNM biasanya memilih dan memusatkan kegiatannya ini di daerah ‘pasisian’ yang alamnya masih asri. Mereka para mahasiswa atau lembaga pendidikan itu sendiri berharap para masiswanya bisa mengimplementasikan ilmu akademisnya di tengah-tengah masyarakat.

Pada tahun ini (2016), salah satu kecamatan yang berada di kawasan ‘ pakidulan’ Garut mendapat kehormatan dari para mahasiswa dengan program KKNM nya. Sedikitnya 80 orang mahasiswa dari Bandung, tepatnya dari STKIP Persis sengaja berkunjung ke wilayah Pamulihan yang terkenal dengan keindahan Curug Sanghiyah Taraje nya yang legendaris itu.

“Ya, kami (Kecamatan Pamulihan/ red.) menerima tamu istimewa, adek-adek kita dari STKIP Persis Bandung. Mereka akan mengadakan KKNM di dua Desa,” tutur Asep Harsono, HS, S.Sos., yang merupakan Camat Pamulihan, Senin (25/07/2016).

Asep mengatakan, pihaknya akan mengarahkan peserta KKNM dari STKIP Persis Bandung ini di dua desa, diantranya Desa Garumukti dan Pakenjeng. Puluhan orang mahasiswa ini merupakan mahasiswa semester akhir dari jurusan Ilmu Sejarah dan Bahasa Inggris.

” Ya, 80 orang mahasiswa ini merupakan mahasiswa dari dua jurusan. Mudah-mudahan mereka bisa melaksanakan KKNM dengan tematik dan mensukseskan wajardikdas 12 tahun Universal di Desa Pakenjeng dan Desa Garumukti.” Ungkap Asep, serya menebar senyum ramahnya. (ER)***

Jelang Musim Mudik, Jalan Provinsi Jalur Garsel Mulai Dibenahi

PAMULIHAN, (GE).- Sejumlah ruas jalan yang melintas kawasan Garut selatan terus dibenahi, terlebih saat ini akan menghadapi musim mudik. Setiap memasuki masa mudik tiba, kawasan selatan Garut selalu ramai pemudik dengan menggunakan kendaraan pribadi.

Dengan banyaknya pemudik, tentunya akan menambah volume kendaraan. Dengan meningkatnya volume kendaraan ini akan berdampak pada kondisi jalan yang dilalui. Rehabilitasi jalan adalah salah satu langkah pemerintah yang perlu mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak. Demikian diungkapkan Camat Pamulihan, Asep Harsono HS, S.Sos, disela-sela peninjauan pembangunan jalan provinsi yang melintas Desa Pananjung, Kecamatan Pamulihan, beberapa hari yang lalu.

“Alhamdulillah, target penghotmikan ruas jalan Provinsi di Cisandaan, Desa Pananjung, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut sepanjang 2 km sudah mulai dikerjakan,” ungkapnya.

Asep mengatakan, Tebing Tanjakan “Panganten” yang melegenda dan sering memakan korban kecelakaan lalulintas juga akhirnya dibenahi dengan cara ‘disodet.’ Dengan dibenahinya kawasan jalan jalur provinsi diharapkan bisa lebih menjamin, atau paling tidak bisa membuat nyaman pengguna jalan.

“Semoga keselamatan kendaraan dan penumpang ke arah Bungbulang dan sebaliknya semakin terjamin. Saya sampaikan juga penghargaan dan ucapan terima kasih kepada semua pihak. Atas nama Muspika Pamulihan, Kabupaten Garut saya ucapkan terima kasih khususnya kepada Dinas Bina Marga Provinsi Jabar dan Kades Pananjung atas kerjasama apiknya.” Tuturnya. (ER)***