BREAKING NEWS : Diduga Berniat Bergabung dengan ISIS, Seorang Siswi Madrasah asal Garut Dideportasi Pemerintah Turki

GARUT, (GE).- Karena diduga akan berangkat ke Suria untuk bergabung dengan kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), seorang siswi salah satu madrasah terkenal di Kabupaten Garut, Jawa Barat, dikabarkan dideportasi oleh Pemerintah Turki. Konon, terduga berinisial TS, berangkat menuju Turki bersama ibunya sendiri.

Namun, ketika dikonfirmasi ke madrasah bersangkutan, pihak pengelola madrasah tempat TS bersekolah tidak banyak berkomentar tentang salah satu siswinya yang diduga akan bergabung dengan kelompok milisi ISIS.
Sementara itu, pihak Pemkab Garut sendiri membenarkan informasi tersebut. Bahkan, Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman, mengatakan telah menerima laporan dari Kedutaan Besar Indonesia untuk Turki bahwa ada warganya yang dideportasi.
“Memang sudah ada informasi ada warga Garut yang dideportasi otoritas Turki. Karena diduga akan menuju Suriah,” ungkap Helmi Budiman, di Islamic Centre, Jumat (28/4/17).
Bahkan, Helmi mengatakan, sebenarnya tidak hanya TS dan ibunya yang dideportasi. Masih banyak warga Garut yang ikut dideportasi Pemerintah Turki ketika berada di Bandara Istanbul, karena diduga akan berangkat ke Suriah.
“Katanya tidak hanya mereka berdua (TS dan ibunya/red) ada warga yang lain juga,” terang Helmi. (Mempis/GE)***

Editor : SMS

Dua Jemaah Haji Asal Garut Dilaporkan Wafat di Kota Mekkah, Seorang Diantaranya Akibat Serangan Jantung

KEMENAG, (GE).- PascaIdul Adha 1437 H, tersiar kabar duka dari kota Mekah. Dua orang jemaah haji asal Kabupaten Garut dilaporkan wafat saar prsesi ibadah Haji. Dari kedua jemaah ini, seorang diantaranya dikabarkan meninggal akibat serangan jantung.

Kepala Seksi Pemberangkatan Haji dan Umroh Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Garut Irwan Nurjaman mengatakan, jemaah yang meninggal akibat serangan jantung ini diketahui bernama Nana Sumpena (60) warga Kampung Mekarsari, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Almarhum merupkan rombingan jemaah dari kloter 10.

“Ya, Almarhum dikabarkan meninggal hari Senin 5 September 2016 pekan lalu, sekira pukul 17.00 waktu Saudi Arabia,” ungkapnya kepada sejumlah awak media, di Kantor Kemenag Garut, Selasa (13/9/2016).

Sebelum berangkat ke tanah suci, almarhum yang berstatus sebagai pensiunan ini telah mendapat pengawasan dari tim medis pendamping. Ia menjelaskan pengawasan medis tersebut berlaku bagi seluruh jemaah yang tercatat memiliki riwayat penyakit.

“Untuk seorang jemaah lain yang juga dikabarkan meninggal, kami belum bisa menyampaikan detail informasinya. Kami masih menunggu COD (Cause of Death) dari petugas di Arab Saudi. Cuma memang kabarnya ada seorang jemaah lagi yang meninggal,” ujarnya.

Dijelaskannya, para jemaah yang meninggal di tanah suci biasanya langsung dimakamkan. Pihak keluarga jemaah pun selalu mendapat informasi terkait kematian anggota keluarga mereka dari petugas.

“Keluarga jemaah selalu mendapat kabar terkait kabar kematian ini,” tandasnya.

Dari catattan Kemenag Garut, seluruh jemaah haji asal Kabupaten Garut yang berada di Arab Saudi berjumlah 1.449 orang. Mereka terdiri dari para jamaah yang diberangkatkan dari Garut, dan mutasi ke sejumlah daerah lainnya.

“Total jemaah yang berangkat dari Garut itu ada sebanyak 1.343 orang. Sementara yang mutasi ke daerah lain total sebanyak 106 orang. Daerah tujuan mutasi jemaah dari Garut ini adalah Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bogor, dan Kota Tasikmalaya,” jelasnya.

Jemaah yang berangkat dari Kabupaten Garut terbagi dalam empat kloter, yakni Kloter 1, 10, 47, dan 68. Para jemaah tersebut dijadwalkan kembali ke Indonesia secara bertahap.

“Dijadwalkan pada 17 September 2016 mendatang rombongan pertama jemaah Haji asal Garut akan tiba di Bandara Halim Perdanakusuma,” pungkasnya. (Tim GE)***

Sakit Tak Menghalangi Calon Haji dari Garut untuk Tunaikan Rukun Islam

KOTA, (GE).- Ratusan jemaah Haji asal Garut telah diberangkatkan secara resmi oleh Bupati Garut, Rudy Gunawan. Pemberangkatan yang dilakukan dari kompleks Gedung Pendopo ini merupakan jemaah kloter pertama dari 10 kloter, Senin (8/8/2016).

Bagi setiap Muslim, menunaikan Haji adalah sebuah kewajiban bagi yang mampu. Baik mampu secar fisik mapun materiil, karena memang dengan dukungan dua hal tersebut rukun Islam yang ke-5 ini dinilai bisa ditunaikan. Namun realitasnya tidak semua yang mampu, baik secara fisik maupun materiil bisa menunaikan rukun Islam yang satu ini.

Adalah Cucu, salah seorang jemaah Haji asal Kecamatan Samarang, dari ratusan jemaah asal Garut, dia menjadi satu-satunya jemaah Haji yang bertekad untuk berangkat Haji dengan keterbatasan kondisi fisik karena sakit.

Di tengah hiruk pikuk dan suasana haru, Cucu, tampak menggunakan kursi roda dengan dihantarkan sejumlah anggota keluarganya. Meski dalam kondisi sakit, ia tampak begitu bersemangat untuk menunaikan kewajibannya beribadah Haji bersama sang istri.

“Alhamdulillah, ini kesempatan saya bersama istri untuk menunaikan ibadah haji. Mudah-mudahan diberikan kekuatan oleh Alloh SWT dan menjadi haji yang mabrur.” Harapnya.

Tepat pukul 08.00. WIB, Bupati Garut, Rudy Gunawan melepas keberangkatan ratusan calon jemaah haji. Sementara itui, beragam peralatan dan perlengkapan para jemaah haji sudah diberangkatkan lebih dahulu. Rudy memastikan semua kebutuhan para jemaah yang menjadi kewajiban pemerintah sudah ditunaikan termasuk visa untuk para jemaah.

“Kita berharap keloter pertama ini tiba di kota Madinah sesuai jadwal untuk melaksanakan ‘Arbain.’ Selanjutnya menunaikan ibadah haji lainya, saya kira semua sudah dapat visa.” Tandasnya. (Idrus Andriawan)***